Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Problem Based Learning Animation Videos in Third Grade Indonesian Language Lesson Content Ibnu Sina; Anak Agung Gede Agung; I Made Tegeh
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v11i2.63287

Abstract

The learning process implemented in schools tends to be teacher-centered, so students wait for explanations of material from the teacher. This condition results in students needing help answering various problems and issues encountered in the learning process. This research aims to create problem-based learning animation videos for Class III Indonesian language content. This research uses ADDIE development research. The subjects of this research consisted of 1 learning design expert, 1 learning media expert, 1 learning content expert, individual testing (3 students), and small groups (9 students). The data collection method was obtained using the test and questionnaire method—quantitative and qualitative data analysis techniques. The results of this research show the validity of the learning design expert with a score of 95%, the learning content expert with a score of 94.54%, the learning design expert with a score of 86.15%, the results of individual trials with a score of 88.66%, and the results of small group trials namely a score of 89%. The effectiveness of learning media can be seen from the t-test with the calculated t value of 17.247 and t table of 1.717. The conclusion is that there is a significant difference in student learning outcomes between before and after using problem-based learning animated video media. This research implies that teachers can use the media in teaching, making it easier for students to understand the lesson material.
Optimizing Student Engagement in Primary Science and Social Learning: The Feasibility of Contextual Interactive Video Media Cok Istri Dian Natharani; Anak Agung Gede Agung; Didith Pramunditya Ambara
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v12i2.91672

Abstract

The lack of interactive, creative, and innovative instructional media provided by educators has resulted in students’ diminished interest and difficulty in concentrating during lessons, thereby leading to lower academic performance. This study aims to develop interactive video media based on the contextual teaching and learning approach for the topic of plant body parts in the fourth-grade science and social curriculum (IPAS) at elementary school. The research employed the ADDIE model, with data collected through observation, interviews, expert evaluations, and trial testing. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis techniques. The results of the development of interactive video media indicate that: the design expert judgment test yielded a score of 92.05% in the "very good" category; the feasibility of the interactive video media, as evaluated by subject matter experts, achieved a score of 97.72% in the "very good" category; the scores obtained from learning design experts and media experts were 92.05% in the "very good" category, individual testing yielded a score of 93.33% in the "very good" category, and small group testing yielded a score of 89.72% in the "good" category; the effectiveness test using a correlated t-test produced t_calculated = 12.558, which is greater than t_table = 2.056 at a 5% significance level with 26 degrees of freedom, leading to the rejection of the null hypothesis (H₀) and the acceptance of the alternative hypothesis (H₁). This indicates a significant difference between pre-test and post-test scores before and after the use of the interactive video media. It can be concluded that the interactive video media product based on contextual teaching and learning is suitable for use in the learning process.
Coaching-Based Academic Supervision to Improve Teachers’ Competence in Managing I2m3-Oriented Learning Processes Ni Putu Sudani; Dewa Gede Hendra Divayana; Anak Agung Gede Agung
Journal of Education Action Reseach Vol 10 No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v10i1.111348

Abstract

Low teacher competence in designing and implementing interactive, inspiring, enjoyable, challenging, and motivating learning remains a challenge in improving instructional quality. This study aims to analyze and examine the effectiveness of coaching-based academic supervision in enhancing teachers’ competence in managing learning processes. The study employed a school action research design conducted in three cycles, consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The participants were junior secondary school teachers. Data were collected through observation of lesson planning documents, classroom observation, and structured interviews using observation sheets and interview guidelines. The data were analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques by comparing results across cycles. The findings reveal a consistent improvement in teachers’ competence in each cycle, both in lesson planning and instructional implementation. The application of coaching-based supervision promoted critical reflection, professional autonomy, and continuous improvement in teaching practices. These findings imply that coaching-based academic supervision can serve as a systematic strategy in teacher development programs to enhance learning management quality and strengthen a reflective culture in schools.
Peningkatan Kapasitas Kelompok Kerja Guru dalam Penanganan Masalah Bullying dan Pengembangan Media Berbasis Collaborative Augmented Reality I Nyoman Jampel; Alexander Hamonangan Simamora; Anak Agung Gede Agung
International Journal of Community Service Learning Vol. 9 No. 1 (2025): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v9i1.85224

Abstract

Rendahnya kompetensi dan keterampilan guru menjadi hambatan utama dalam perubahan metode pengajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan pembelajaran inovatif serta menganalisis masalah bullying di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan media Collaborative Augmented Reality (CAR) sebagai sarana untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang bullying dan meningkatkan partisipasi mereka dalam pencegahannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan desain studi kasus. Subjek yang terlibat sebanyak 50 orang guru. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi kuesioner yang dilakukan sebelum dan sesudah penggunaan media CAR, serta wawancara dengan siswa dan guru. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan sikap siswa terkait bullying. Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial untuk menilai perubahan dalam pemahaman dan sikap siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media CAR secara signifikan dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang bullying dan empati terhadap korban, serta mengurangi insiden bullying di sekolah. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa media berbasis CAR merupakan alat yang efektif untuk menangani masalah bullying, dengan potensi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Implikasi dari hasil penelitian ini signifikan bagi praktik pendidikan dasar. Penggunaan media CAR tidak hanya membuat proses pembelajaran lebih menarik dan interaktif tetapi juga mendukung pembelajaran kolaboratif di kelas.
Peran Kepemimpinan Situasional, Motivasi Kerja, Budaya Sekolah dan Moral Kerja dalam Meningkatkan Kinerja Guru Ida Bagus Nyoman Segarayoga; Anak Agung Gede Agung; Ni Luh Gede Erni Sulindawati
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 3 (2025): August
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i3.95204

Abstract

Permasalahan kinerja guru seringkali dipengaruhi oleh kompleksitas faktor-faktor seperti kepemimpinan, motivasi, budaya kerja, dan moral individu, yang belum sepenuhnya dipahami secara terpadu. Dorongan intrinsik dan ekstrinsik yang membentuk motivasi kerja menjadi elemen penting dalam mendorong guru untuk menjalankan tugas secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menjelaskan pengaruh kepemimpinan situasional, motivasi kerja, budaya sekolah, dan moral kerja terhadap kinerja guru. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain eksplanatori. Partisipan penelitian berjumlah 80 guru yang ditentukan melalui teknik sensus. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis melalui regresi linier berganda setelah memenuhi uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru secara simultan maupun parsial. Implikasi dari temuan ini menunjukkan pentingnya pengembangan kepemimpinan adaptif dan penciptaan budaya kerja yang mendukung untuk mendorong motivasi serta moral kerja guru. Kesimpulannya, pendekatan manajerial berbasis manusia yang memperhatikan dimensi psikologis dan sosial guru menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui kinerja guru yang optimal.