I Made Sedana
Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Published : 55 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS III DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBANTUAN PERMAINAN TRADISIONAL CURIK-CURIK Luh Suartini; I Made Sedana; I Putu Suardipa
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.1044

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi siswa kelas III sekolah dasar untuk belajar matematika dengan menggunakan permainan tradisional Bali, yaitu Curik-Curik. Sebagai bagian dari budaya lokal, permainan tradisional ini memiliki potensi besar untuk membuat pembelajaran menjadi menyenangkan, interaktif, dan kontekstual. Permainan Curik-Curik dipilih untuk situasi ini karena mengandung elemen strategi, kerja tim, dan keterlibatan aktif siswa. Semua elemen ini dianggap dapat meningkatkan motivasi belajar siswa untuk belajar, terutama dalam mata pelajaran yang sering dianggap membosankan dan sulit seperti matematika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, dengan tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi di masing-masing. Subjek penelitian adalah siswa kelas III di SD Negeri 1 Pakisan. Pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi belajar siswa. Angket disusun berdasarkan unsur-unsur motivasi belajar seperti perhatian, ketekunan, ketertarikan, dan keyakinan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan Curik-Curik tradisional secara signifikan meningkatkan motivasi belajar siswa. Ini ditunjukkan dengan peningkatan skor rata-rata angket motivasi belajar dari siklus I ke siklus II, serta peningkatan partisipasi aktif dan antusiasme siswa selama pembelajaran berlangsung. Selain itu, observasi menunjukkan bahwa siswa lebih fokus dan aktif berbicara. Penggunaan metode ini tidak hanya meningkatkan motivasi belajar, tetapi juga menjaga nilai-nilai budaya lokal dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, permainan tradisional harus terus dikembangkan dan diteliti sebagai strategi pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SEKOLAH DASAR Luh Novik Dian Mertiasih; I Made Sedana; I Putu Suardipa
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.1046

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kembali penggunaan model pembelajaran Project Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Matematika. Metode penelitian adalah meta-analisis. Data dikumpulkan dengan menelusuri artikel, jurnal elektronik, dan esai menggunakan “Model pembelajaran Project Based Learning”, “Hasil belajar”, dan “Studi Matematika Pendidikan Dasar”. Hasil pencarian menunjukkan bahwa ada 10 artikel, jurnal elektronik, dan esai tetapi hanya 5 artikel yang relevan, jurnal elektronik, dan esai. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari yang terendah 11,30% sampai yang tertinggi 37,48% dengan rata-rata sebesar 24,72%.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA QUIZIZZ UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Komang Trisyani Dewi; I Made Sedana; I Putu Suardipa
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.1048

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjadi lebih baik. Matematika adalah mata pelajaran yang wajib diberikan kepada siswa mulai dari jenjang sekolah dasar sampai jenjang pendidikan berikutnya. Matematika menekankan pada pengembangan logika, sikap, dan keterampilan. Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Peneliti menggunakan jenis wawancara semi terstruktur. Media quizizz merupaan media yang efektif digunakan guru yang dapat membantu dalam proses pembelajaran sehingga memudahkan menyampaikan materi dari guru dan siswa. Selain itu juga, siswa lebih tertarik untuk belajar yang dapat mempengaruhi tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru. Dengan menggunakan media tersebut dapat membangun interaksi yang lebih dinamis antara siswa dan materi pembelajaran melalui media digital membawa dampak positif bagi hasil belajar matematika secara keseluruhan. Hal ini dapat menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif bagi siswa.
PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKITAR SEBAGAI SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR I Made Putrayasa; I Made Sedana; I Putu Suardipa
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.1050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dalam upaya meningkatkan minat belajar matematika siswa sekolah dasar. Kurangnya minat siswa dalam pelajaran matematika sering kali disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang monoton dan tidak kontekstual. Dengan memanfaatkan lingkungan sekitar, seperti taman sekolah, halaman, dan fasilitas umum, siswa dapat lebih mudah memahami konsep-konsep matematika melalui pengalaman nyata dan konkret. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih antusias, aktif, dan tertarik dalam mengikuti proses pembelajaran matematika yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Guru juga merasa terbantu dalam menjelaskan materi melalui contoh nyata yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan demikian, pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa, sekaligus mendukung pelaksanaan pembelajaran kontekstual di sekolah dasar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PjBL) BERBANTUAN KEARIFAN LOKAL TRI HITA KARANA TERHADAP KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR BANGUN RUANG DAN KOLABORASI SISWA KELAS IV GUGUS V KECAMATAN BUSUNGBIU I Nyoman Budiarsana; I Ketut Dipayana; I Putu Suardipa; I Made Sedana
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.1063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh model pembelajaran berbasis proyek (ProjectBased Learning/PjBL) yang diintegrasikan dengan kearifan lokal Tri Hita Karana terhadap kemampuan siswa kelas IV dalam mengidentifikasi unsur-unsur bangun ruang serta keterampilan kolaboratif mereka di salah satu sekolah dasar di Gugus V, Kecamatan Busungbiu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari 42 siswa yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan meliputi tes kognitif untuk mengukur pemahaman konsep bangun ruang dan lembar observasi untuk menilai kemampuan kolaborasi. Hasil analisis data melalui uji-t menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok, di mana kelas yang memperoleh pembelajaran dengan model PjBL berbasis kearifan lokal menunjukkan hasil yang lebih tinggi dalam aspek kognitif maupun kolaboratif. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan model pembelajaran kontekstual berbasis budaya lokal sebagai bentuk inovasi pedagogis dalam mendukung pengembangan kompetensi abad ke-21 di jenjang sekolah dasar.