Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Potensi Lokal untuk Bahan Baku Pangan dan Industri Sebagai Usaha Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional Achmad Subagio; Aunur Rofiq
JURNAL PANGAN Vol. 18 No. 2 (2009): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v18i2.202

Abstract

Dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi, sampai saat ini kecukupan kalori dan protein masyarakat Indonesia, masih rendah. Untuk itu, diperlukan penggalian sumber protein dan karbohidat alternatif, seperti ubi kayu dan koro-koroan yang tumbuh dengan baik di lahan marginal. Tulisan ini melaporkan hasil-hasil penelitian tentang pengembangan teknologi pengolahan bahan lokal sebagai bahan baku pangan dan industri, dengan mendorong keunggulannnya dan menekan kekurangannya. Penggunaan teknologi solid state fermentation dengan bakteri asam laktat menunjukkan bahwa ubi kayu dapat diolah menjadi berbagai produk baik berupa tepung termodifikasi yang sering di sebut MOCAF (modified cassava flour), maupun pati masam. Produk-produk ini mempunyai aplikasi yang lebih luas dibandingkan produk natif-nya, seperti berbagai macam mie, kue, roti dan cokies. Selanjutnya penelitian tentang korokoroan menunjukkan bahwa beberapa macam koro-koroan mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi (17-22%) yang didominasi oleh globulin. Namun, kandungan intinutrionalfactors dan racun pada korokoroan cukup tinggi. Saat ini telah dikembangkanbeberapa produk yang menghasilkan konsentrasi protein yang tinggi dan eliminasi sifatsifat negatif koro-koroan, seperti protein isolate, "Protein Rich Flour", lactic acid-fermented legume flour, processed beans, dan tempe koro. Demikian pula, ikan-ikan inferior dapat dijadikan sebagai sumber protein yang berkelanjutan dengan pengolahan yang tepat, sehingga mendorong ketersediaan protein yang murah. Sementara kelapa dapat dijadikan sebagai bahan pangan murah mulai dari minyak, protein dan seratnya. Berdasarkan hal tersebut, kemampuan bahan lokal berdasarkan potensi komposisinya sebagai penyedia senyawa gizi merujuknya sebagai comparative dan competitive products untuk dikembangkan guna meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Mencari Ikon Pergerakan Nasionalisme Pangan Indonesia Achmad Subagio
JURNAL PANGAN Vol. 18 No. 4 (2009): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v18i4.219

Abstract

Saat ini Indonesia sedang disibukkan oleh agenda-agenda politik, mulai dari pemilu legislatif, hingga pemilihan presiden, dan terorisme, serta hubungan KPK-POLRIKejaksaan. Di pihak lain, bencana alam, kecelakaan, wabah penyakit dan kejadian rawan gizi terus terjadi di mana-mana. Sementara itu, harga pangan dunia masih cukup tinggi. Walaupun kondisi krisis pangan ini merupakan fenomena global yang disebabkan oleh perubahan iklim dan "perang" (baca:perebutan) antara pangan dan energi, tak urung hati kita seperti teriris jika memperhatikan seringnya kejadian rawan gizi, dengan kenyataan bahwa kita saat ini seperti pepatah "ayam mati dalam lumbung padi". Kondisi semakin diperparah dengan besarnya impor pangan kita. Banyak ahli berpendapat bahwa keterpurukan yang dialami Indonesia saat ini semakin dalam oleh karena menurunnya rasa bangga pada tanah air kita, termasuk bidang pangan. Tulisan ini mengupas tentang fakta-fakta seputar kondisi pangan nasional, dan memberikan solusi berupa meningkatkan rasa nasionalisme pangan Indonesia dengan mencari bahanbahan lokalsebagai "ikon pergerakan". Sebagai persyaratan untuk menjadi ikon pergerakan nasionalisme, suatu makanan haruslah berupa bahan pangan yang secara tradisional telah ada di Indonesia, memenuhi persyaratan gizi yang baik dan dapat diusahakan secara komersial.Kata kunci: Ikon, ketahanan pangan, nasionalisme, dan potensi lokal
MODIFIED CASSAVA FLOUR (MOCAL): SEBUAH MASA DEPAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL BERBASIS POTENSI LOKAL Achmad Subagio
JURNAL PANGAN Vol. 17 No. 1 (2008): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v17i1.231

Abstract

Sampai saat ini pemanfaatan ubi kayu di Indonesia masih sangat terbatas. Pemanfaatan ubi kayu sebagian besar diolah menjadi produk setengah jadi berupa pati (tapioka), tepung ubi kayu, gaplek dan chips. Produk olahan yang lain adalah bahan baku pembuatan tape, getuk dan lain-lain. Padahal, kandungan pati dari ubi kayu yang tinggi merupakan potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi produk yang lebih bernilai tinggi. MOCAL adalah produk turunan dan tepung ubi kayu yang menggunakan prinsip memodifikasi sel ubi kayu secara fermentasi. Mikroba yang tumbuh akan menghasilkan enzim pektinolitik dan sellulolitik yang dapat menghancurkan dinding sel singkong, sedemikian rupa sehingga terjadi liberasi granula pati. Proses liberalisasi ini akan menyebabkan perubahan karakteristik dari tepung yang dihasilkan berupa naiknya viskositas, kemampuan gelasi, daya rehidrasi, dan kemudahan melarut.MOCAL dapat digunakan sebagai food ingredient dengan penggunaan yang sangat luas. Hasil uji coba menunjukkan bahwa MOCAL dapat digunakan sebagai bahan baku untukberbagai jenis makanan, mulai dari mie, bakery,cookies hingga makanan semi basah. Namun demikian, yang perlu dicatat adalah bahwa produk ini tidak sama persis karakteristiknya dengan tepung terigu, beras atau yang lainnya. Sehingga dalam aplikasinya diperlukan sedikit perubahan dalam formula, atau prosesnya sehingga akan dihasilkan produk yang bermutu optimal. MOCAL mempunyai potensi pasar yang sangat besar. Karena mempunyai spektrum aplikasi yang mirip dengan tepung terigu, beras dan tepung-tepungan lainnya, maka dimisal bahwa produk ini bisa menempatkan 15% dari pasar terigu, maka proyeksi kebutuhan konsumsi tepung terigu nasional pada tahun 2005 dapat mencapai 1,824,837 per tahun dengan pertumbuhan per tahun sebesar 5.84%, maka potensi pasar MOCAL sebesar 289,711 ton per tahun. Potensi ini akan terus bertambah seiring dengan pertumbuhan penduduk Indonesia.
Pasting Properties of Mocaf (Modified Cassava Flour) Using Rapid Visco Analyzer With Variations of pH Solution Nia Ariani Putri; Achmad Subagio; Nurud Diniyah
Food ScienTech Journal Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : University of Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/fsj.v4i1.14441

Abstract

Starch is a glucose polysaccharide which includes amylose and amylopectin. Natural starch in its utilization has several weaknesses so that modified starch begins to develop, one of which is MOCAF. MOCAF is a modified cassava flour by fermentation using lactic acid bacteria (BAL). The weakness of natural starch is become thicky when the food processing at high temperature and acidic conditions. MOCAF is expected to be able to provide solutions for food processing at high temperatures and acidic conditions. This research was conducted to determine the gelatinization profile of MOCAF during processing at several pH levels. Physical properties of the MOCAF firstly were analyzed including water, starch, amylose, and amylopectin content. After that, the MOCAF gelatinization profile was measured using a Rapid Visco Analyzer (RVA), with observation parameters namely peak viscosity (PV), minimum viscosity (MV), breakdown (BD), final viscosity (FV), setback (SB), pasting temperature (PT), and peak time (Ptime). The results showed that the acidic conditions affected the gelatinization profile of the starch. In the sample which was mixed with citrate buffer solution pH 3 showed the highest peak viscosity (4206.4 cP) and breakdown (3047.6 cP), while the lowest minimum viscosity (1158.6 cP), final viscosity (1604.0 cP), setback (445.2 cP), pasting temperature (74.28°C), and peak time (4.31 minutes). Thus, the low-pH processed MOCAF has the lowest viscosity stability and retrogradability.
KARAKTERISTIK TEPUNG PREMIKS BERBAHAN MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) DAN MAIZENA PADA PEMBUATAN COOKIES GREEN TEA Nurud Diniyah; Fatimah Wahyu; Achmad Subagio
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.03.4

Abstract

Tepung premiks adalah tepung campuran siap pakai yang memiliki kelebihan praktis, mudah dibawa, serta lebih tahan lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh formulasi MOCAF dan maizena dan waktu penyimpanan terhadap nilai kadar air, aw (tepung premiks), dan sifat fisik kimia dan organoleptik (cookies) berdasarkan formula terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Formulasi MOCAF dan maizena (100:0, 95:5, 90:10, 85:15, 80:20, 75:25, dan 70:30%) sebagai faktor pertama dan lama penyimpanan sebagai faktor kedua (0, 1 dan 2 minggu). Parameter tepung premiks yang diamati adalah kadar air dan aktivitas air. Sedangkan sifat fisik cookies meliputi kekerasan (hardness), daya patah (fracture), chroma, lightness, dan dilanjutkan uji efektivitas. Hasil dari formula terbaik dilakukan analisa proksimat (kadar air, protein, lemak, abu, karbohidrat) dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi MOCAF dan maizena pada tepung premiks cookies berpengaruh nyata dan menyebabkan peningkatan terhadap nilai kadar air, aktivitas air (tepung premiks), daya patah, chroma, dan lightness (cookies). Nilai kadar air tepung premiks berkisar antara 8.53-9.12%; nilai aktivitas air berkisar antara 0.563-0.61; nilai kekerasan cookies berkisar antara 0.054-0.15 g/mm; nilai daya patah berkisar antara 68.242-158.45. Perlakuan terbaik diperoleh dari formulasi 75% MOCAF dan 25% maizena) dengan lama penyimpanan tepung 2 minggu.
Empowerment of Sweet Potato Farmer Groups in Pasrujambe Lumajang Village Through Innovation of Flour Processing Technology by the Fermentation Method Lailatul Azkiyah; Nurud Diniyah; Achmad Subagio; Yuli Wibowo; Nur Aini; Indarto Indarto
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v8i2.3726

Abstract

Poktan Harapan Kita Desa Pasrujambe memproduksi tepung ubi jalar, namun terkendala produksi dengan metode yang ada belum teruji kualitasnya, kurangnya pemahaman terkait hygiene dan sanitasi selama proses serta kurangnya pengetahuan pemasaran (belum memiliki unit pemasaran yang bertugas untuk mempromosikan dan memasarkan tepung). Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah (1) meningkatkan pengetahuan dan mengimplementasikan metode fermentasi pengolahan tepung ubi jalar termodifikasi; (2) memberikan tambahan pengetahuan hygiene, sanitasi dan teknik pelabelan guna meningkatkan keamanan produksi tepung ubi jalar terfermentasi; (3) memberikan bekal pengetahuan teknik pemasaran, promosi, dan pengemasan sebagai persiapan pembentukan unit usaha pemasaran pada Poktan bekerjasama dengan tim Universitas Jember. Metode yang digunakan berupa pemberian materi dan praktik pembuatan tepung ubi jalar terfermentasi. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu: (1) pengetahuan masyarakat meningkat terkait pengolahan dan mampu mengimplementasikan proses pembuatan tepung ubi jalar termodifikasi; (2) meningkatkan pengetahuan poktan terhadap hygiene, sanitasi dan teknik pelabelan sehingga dalam proses pembuatan tepung ubi jalar terfermentasi dapat meningkat keamanan produksinya; dan juga semakin (3) meningkatnya pengetahuan teknik pemasaran, promosi dan pengemasan guna meningkatkan sistem produksi dan jangkauan pemasaran tepung ubi jalar yang lebih luas.
Bimbingan Teknis Pembuatan Tambak Udang Small Pond Geomembrane di Desa Bades, Lumajang Irsyam, Mahrus; Djamali, R. Abdoel; Dwiyanti, Inayatus Nur; Indarto, Indarto; Subagio, Achmad; Piluharto, Bambang
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM) Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM) (DOAJ & SINTA 3 Indexed)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPMM.007.2.04

Abstract

Cultivating vannamei shrimp has dominated fishery sectors and led to aquaculture development to enhance the Indonesian economy. Lumajang, specifically Bades Village, is one of the potential regions in Jawa Timur for improving fishery products because of its long shoreline of approximately 75km. Developing shrimp cultivation requires vast funds, intensive pond systems, and broad markets. Consequently, a large number of vannamei shrimp cultivation is controlled by a large company, which will supersede the role of traditional or local fishermen. This program utilizes two main methods: socializing about the opportunity of production, cultivation, and building a business entity of vannamei shrimp and practicing creating a small pond using geomembrane as a natural insulator. These activities intend to significantly increase the interest and enthusiasm of fishermen to develop vannamei small pond systems as a solution for economic independence and new income sources. As a result, a local fishing group, widely known as Mina Dampar as a partner, accepted and approved those programs implemented in their region in a 2000m2 land area.
Dynamic Rheological, Thermal, and Structural Properties of Starch from Modified Cassava Flour (MOCAF) with Two Cultivars of Cassava Diniyah, Nurud; Iguchi, Miyuki; Nanto, Mai; Yoshino, Tomoyuki; Subagio, Achmad
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.industria.2023.012.01.8

Abstract

AbstractThe objectives of this study were to investigate alteration in the starch properties of modified cassava flour from two different local cassava cultivars from Indonesia at different fermentation times, provide structural information for starch molecules, and characterize the dynamic rheological and thermal properties. Resistant starch, non-resistant starch, and total starch levels in the cassava cultivars were also evaluated. Changes in the starch properties of Cimanggu and Kaspro (local cultivars of cassavas from Indonesia) were compared following different fermentation times (0, 12, and 24 hours). The properties of starch from modified cassava flour were influenced by the fermentation time, although both cassava varieties showed the same general characteristics. Their levels of resistant starch, non-resistant starch, and total starch were 33.28% to 51.74%, 20.51% to 23.72%, and 53.81% to 72.25% (g/100 g dry sample), respectively. The starch granules for the non-fermented samples were oval, polygonal, and round shapes; however, during fermentation, the starch granules became more porous and developed cracks of various sizes. The starches of both varieties showed an onset temperature between 67.85 and 70.17 °C, a peak temperature of 69.33 °C to 71.62 °C, and an end set temperature of 68.62 °C to 70.95 °C, with enthalpy values ranging from 1.25 mJ/mg to 1.74 mJ/mg. Keywords: cassava, cultivar, dynamic rheological, fermentation, modified cassava starch AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan sifat pati tepung singkong termodifikasi dari dua varietas singkong lokal Indonesia dengan lama fermentasi yang berbeda, memberikan informasi struktur molekul pati, dan melakukan karakterisasi sifat rheologi dan termal dinamis dari pati. pati resisten, pati non-resisten, dan kadar pati total dalam varietas singkong. Perubahan sifat pati Cimanggu dan Kaspro (varietas singkong lokal Indonesia) dibandingkan setelah dilakukan fermentasi pada waktu yang berbeda (0, 12, dan 24 jam). Sifat pati dari tepung singkong termodifikasi dipengaruhi oleh lama fermentasi, meskipun kedua varietas singkong menunjukkan karakteristik umum yang sama. Kadar pati resisten, pati non-resisten, dan total pati masing-masing 33,28% – 51,74%, 20,51% – 23,72%, dan 53,81% – 72,25% (g/100 g sampel kering). Granula pati dari sampel non-fermentasi berbentuk oval, poligonal, dan bulat. Namun, selama fermentasi, granula pati menjadi lebih berpori dan mengembang dengan terdapat retakan pada berbagai ukuran. Pati dari dua varietas menunjukkan onset temperature (suhu awal) antara 67,85 °C dan 70,17 °C, suhu puncak 69,33 °C – 71,62 °C, dan suhu akhir 68,62 °C – 70,95 °C, dengan nilai entalpi berkisar dari 1,25 mJ/mg - 1.74 mJ/mg.Kata Kunci: dinamik rheologi, fermentasi, pati singkong termodifikasi, singkong, varietas 
PERBEDAAN SUHU DAN LAMA PERENDAMAN MOCAF DENGAN MODIFIKASI ANNEALING TERHADAP SIFAT FUNGSIONAL TEKNIS DAN KANDUNGAN PATI Ararinda Kusweni, Nelfi; Subagio, Achmad; Diniyah, Nurud
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.02.5

Abstract

MOCAF merupakan salah satu olahan berbahan baku ubi kayu yang difermentasi dengan mikroba. MOCAF masih memiliki beberapa kekurangan yaitu swelling power dan kelarutan yang cenderung tinggi, hal tersebut menyebabkan pemanfaatan dan pengaplikasian MOCAF pada industri pangan atau produk pangan kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan suhu dan waktu annealing terhadap sifat fungsional dan kimia MOCAF termodifikasi. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, masing-masing perlakuan dilakukan dua kali pengulangan. Faktor pertama suhu annealing (T) (27, 40, dan 50°C), dan faktor kedua yaitu waktu annealing (L) (0 jam (aktual 15 menit), 8 jam, 16 jam). Parameter yang diamati yaitu swelling power, kelarutan, Water Holding Capacity (WHC), Oil Holding Capacity (OHC), sineresis, kadar air, kadar abu, kadar pati, kadar amilosa, dan kadar amilopektin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu annealing  50°C dengan waktu annealing 16 jam mampu menurunkan swelling power 17,01 (g/g), kelarutan 5,18 g/g, kadar abu 0,41%, WHC 110,79%, OHC 101,28%, sineresis 0,41%, dan amilopektin 48,16%; dan meningkatkan kadar air 10,27%, kadar amilosa 38,83%, dan kadar pati 87,88%. Modifikasi MOCAF menggunakan metode annealing dengan perlakuan perbedaan suhu dan waktu annealing berpengaruh signifikan terhadap semua parameter uji sehingga, MOCAF termodifikasi annealing dapat lebih luas dalam pemanfaatan dan pengaplikasian pada industri pangan atau produk pangan.
Pengaruh Suhu Pemanasan dan Konsentrasi terhadap Karakteristik Kimia dan Fungsional pada Modifikasi Pregelatinisasi MOCAF Shahira, Silvia Faradjdilara; Subagio, Achmad; Diniyah, Nurud
Journal of Tropical Agricultural Engineering and Biosystems - Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol. 11 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2023.011.02.10

Abstract

Aplikasi MOCAF dalam industri pangan memiliki kelemahan yaitu adanya sebagian pati alami yang tidak termodifikasi sehingga gel yang terbentuk terlalu keras dan kurang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pemanasan dan konsentrasi tepung terhadap karakteristik kimia dan fungsional MOCAF termodifikasi pregelatinisasi. Metode pregelatinisasi parsial dilakukan dengan membuat suspensi tepung serta pemanasan menggunakan waterbath selama 20 menit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor yaitu faktor A konsentrasi tepung (30, 40, dan 50%), faktor B suhu pemanasan (80, 90, dan 100°C) dan setiap perlakuan dilakukan pengulangan dua kali. Hasil penelitian kadar air berkisar 10.11-11.76%; kadar abu 0.72-1.44%; kadar pati 66.45- 89.70%; kadar amilosa 27.56-36.76%; kadar amilopektin 37.88-52.94%; Water Holding Capacity (WHC) 122.18-177.35%; Oil Holding Capacity (OHC) 122.07-167.05%; swelling power 11.82-14.36 (g/g); kelarutan 9.29-14.39 (g/g); dan sineresis 0.38-0.56%. MOCAF pregelatinisasi parsial perlakuan konsentrasi dan suhu pemanasan berpengaruh signifikan terhadap seluruh karakteristik kimia maupun fungsional sehingga MOCAF termodifikasi pregelatinisasi dapat dimanfaatkan sebagai alternatif tepung dalam industri pangan yang lebih luas. Kombinasi perlakuan penambahan konsentrasi MOCAF 50% dengan suhu pemanasan 90 °C memberikan nilai terbaik dengan karakteristik kadar air 11.55%; kadar abu 1.28%; kadar pati 86.88%; kadar amilosa 34.94%; kadar amilopektin 52.03%; WHC 168.09%; OHC 161.86%; swelling power 14.36%; kelarutan 10.44% dan sineresis 0.53%.
Co-Authors -, Giyarto Agafatmi, Izzun Agustin Akhiriani, Resti Agustin Akhiriani, Resti Ahmad Nafi Ahmad Nafi Ahmad Nafi Ahmad Nafi’ Ainur Rofiah, Alif Alif Ainur Rofiah Alshammari, Fanar Hamad Amelia Puspitasari Aminah Abdullah Amini, Stefia A. Ancah Caesarina Novi Marchianti Andri Pamungkas Ararinda Kusweni, Nelfi Arifah, Naila Zanuba Asmak Afriliana Aulanni'am, Aulanni'am Aulanni’am Aulanni’am AUNUR ROFIQ Aunur Rofiq Azkiyah, Lailatul Bambang Piluharto Denik Setiawati Djamali, R. Abdoel Dwiyanti, Inayatus Nur EKA RURIANI Fahmi, Dafiq Kurniawan Fambudi, Stela S. Fatimah Wahyu Firdaus, Lutfi Gita Vindy, Pradiska Giyarto Giyarto Gustika Umiyati Herlina Herlina Herry Purnomo, Bambang Heru Widyatmoko Iguchi, Miyuki Inayatul Aulia Indarto Indarto indarto indarto Irsyam, Mahrus Jauhar Firdaus Lindrianasari Liony Dwi Yulianti Lutfi Firdaus Marchianti, Ancah CN. Maryanto - Mohammad Mardiyanto Mukhamad Fauzi Mukhammad Fauzi Nafi', Ahmad Nanto, Mai nFN Maryanto Nia Ariani Putri Nia Ariani Putri Nugraha Yuwana Nugraha Yuwana Nur Aini Nur Lutfian Sari, Riri Nurhayati Nurhayati Nurud Diniyah Nurul Isnaini Fitriyana Pradiska Gita Vindy Pradiska Gita Vindy Ganesha Prasetyo, Aris Puspita Sari Puspita Sari Putri, Dhiani E. Riri Nur Lutfian Sari Riri Nur Lutfian Sari Sakinah, Elly N. Shahira, Silvia Faradjdilara Sih Yuwanti SIMON BAMBANG WIDJANARKO Siti Windrati, Wiwik Subekah Nawa Kartikasari Subekah Nawa Kartikasari Tri Susanto Wiwik Siti Windrati Wiwik Siti Windrati Wiwik Siti Windrati Wiwik Siti Windrati Yoshino, Tomoyuki Yuli Wibowo Yuli Witono Yulianti, Liony Dwi