Claim Missing Document
Check
Articles

KONSENTRASI DAN LAMA FERMENTASI PADA PEMBUATAN TEPUNG PATI UMBI KELADI (Colocasia esculenta) TERMODIFIKASI ASAM SERTA ANALISA KELAYAKAN USAHA Mema Ma?u, Damianus Merkurius; Santosa, Budi; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi bakteri yoghurt serta lama fermentasi yang terbaik dalam pembuatan pati umbi keladi asam dan mengetahui kelayakan usaha pembuatan tepung pati umbi keladi termodifikasi asam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor (dengan 2 kali ulangan). Faktor I adalah konsentrasi bakteri yoghurt (1%, 2%, 3% dan 4%) dan faktor II adalah lama fermentasi selama 9 hari . Penelitian dilaksanakan dilaboratorium Rekayasa Proses dan Produksi Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang dan laboratorium Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang dari bulan Juni sampai bulan Juli 2015. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan konsentrasi bakteri yoghurt 2% dan lama fermentasi 6 hari. NH sebesar 0.922 serta mempunyai rata-rata, Total asam 0,146%, pH 6,365%, kadar pati 97,975%, Rendemen 21,5%, Intensitas warna tepung 96,450%, Aroma 3.60 % (netral) , Warna 3,75% (netral). Berdasarkan perhitungan analisa kelayakan usaha dengan nilai HPP Rp 7657,23, BEP harga Rp 163.714.513, keuntungan /bulan Rp 5.675.000, keuntungan/tahun Rp 68.100.000, RCR = 1,17 jadi usaha ini layak diusahakan.
Pengaruh Konsentrasi Asap Cair Dan Garam Terhadap Kualitas Ikan Lele Asap Serta Analisa Usahanya Gesi, Rofinus; Santosa, Budi; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi perlakuan terbaik dalam pembuatan ikan lele asap serta untuk mengetahui analisa kelayakan usaha pembuatan ikan lele asap. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor. Faktor I yaitu Asap Cair yang terdiri dari 3 level 1 % ; 2 % ; 3 % dan faktor II yaitu Garam yang terdiri dari 3 level 5%; 7,5%; 10% dengan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 27 sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada konsentrasi Asap cair 2% dan konsentrasi Garam 10% dengan memiliki nilai NH sebesar 1,48. Serta mempunyai rata-rata kadar air 12,44%, kadar lemak 20,78%, kadar protein 12,44%, rasa 4,03%, aroma 3,98%, tekstur 3,69%. Perlakuan terbaik setelah dilakukan analisa usaha, layak diusahakan karena mempunyai nilai RCR sebesar 1,1 dan HPP sebesar 3.089 /bks
PENGARUH JENIS SUSU DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP KUALITAS KEFIR Susilo, Setiawan; Ahmadi, KGS; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kefir is one of the fermented milk produce by using lactic acid bacteria and yeast. Quality of kefir was influenced by type of raw meterial and fermentation time. Therefore, this study was conduct to determine the type of milk and fermentation time to produce good kefir. Research using plot design divided (split plot) arranged as factorial by 2 factors. Factor 1, which is the type of milk (main plot), which consists of two types of milk (cow's milk and goat's milk) and factor 2 is a long fermentation (sub plot), which consists of 5 levels (24 hours, 36 hours, 48 hours, 60 hours, and 72 hours) with 2 replications. The results showed that the best treatment is kefir made from goat's milk and fermentation time of 36 hours with 4.94% fat content, protein content of 2.90%, 2.14% total acid, pH 3.77%, the viscosity of 460.00, favorite color 4.30 (like ), a scent of 3.82 (Like) a 4.02 texture (like), and favorite flavor of 3.35 (neutral). Goat's milk raw material capacity 18 liters /day and kefir grain 900 grams /day well worth the effort in the household for HPP 12052.08 /packaging. The selling price of 15,500 packs. Net profit earned per day is 216,937.44, BEP is Rp 87,096,774 and RCR 1.25 which means kefir business is profitable and worth the effort because the RCR> 1. Kefir merupakan salah satu minuman fermentasi susu yang dibuat dengan menggunakan bakteri asam laktat dan yeast. Faktor yang menentukan kualitas kefir adalah jenis susu dan lama fermentasi yang tepat untuk memproduksi kefir. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis susu dan lama fermentasi yang tepat untuk memproduksi kefir. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi (Split Plot) yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor. Faktor 1 yaitu jenis susu (main plot) yang terdiri dari 2 jenis susu (susu sapi dan susu kambing) dan faktor 2 yaitu lama fermentasi (sub plot) yang terdiri dari 5 taraf (24 jam, 36 jam, 48 jam, 60 jam, dan 72 jam) dengan 2 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yaitu kefir berbahan baku susu kambing dan lama fermentasi 36 jam dengan kadar lemak 4,94 %, kadar protein 2,90 %, total asam 2,14 %, pH 3,77 %, viskositas 460,00, kesukaan warna 4,30 (suka), kesukaan aroma 3,82 (suka), kesukaan tekstur 4,02 (suka), dan kesukaan rasa 3,35 (netral). Kapasitas bahan baku susu kambing 18 liter/hari dan grain kefir 900 gram/hari layak untuk diusahakan dalam skala rumah tangga karena HPP 12.052,08 /kemasan. Harga jual kemasan 15.500. Keuntungan bersih per hari yang diperoleh adalah Rp 216.937,44, BEP sebesar Rp 87.096.774 dan RCR sebesar 1,25 yang artinya usaha kefir ini menguntungkan dan layak untuk diusahakan karena RCR > 1.
Evaluasi Dan Kelayakan Usaha Campuran Tepung Umbi Gadung (Dioscorea hisspida Dennst) Dengan Jagung Pulut (Zea mays ceratina L.Var Kulesh) Pada Pembuatan Mie Instan Janggakadu, Arnold Hina; Santosa, Budi; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study was to determine the best proportion of the Gadung flour mixed with waxy corn flour for instant noodle production and it feasibility study. This study were conducted by Complete Randomized Design (CRD) with one factor which was the proportion of Gadung flour and waxy corn flour. It divided in five levels which were 90%:10%; 80%:20%; 70%:30%; 60%:40%; and 50%:50% with five replication. The result shown that the proportion of 70% Gadung flour and 30% waxy corn flour has the best result with 0,90% moisture content, 0,60% ash content, texture 2,26%, flavors preferences value of 3.03 (neutral), Aromatic preferences value 3.02 (neutral), color preferences value 3.21 (neutral). Value of cost of goods sold Rp. 2,273.49, -, Break event point Rp. 24,827,586,21, - The selling price of Rp. 2,614,51, - profitabel per days Rp.20.461,20, - and RCR equal to 1,15 which mean that the instant noodle from gadung and waxy corn flour were feasible to produce. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan proporsi terbaik antara tepung gadung dengan jagung pulut pada pembuatan mie instan serta mengetahui kelayakan usahanya. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, faktornya yaitu proporsi antara tepung gadung dengan jagung pulut. Adapun proporsinya sebagai berikut : 90% : 10%, 80% : 20%, 70% : 30%, 60% : 40, 50% : 50%. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 25 sampel. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh proporsi tepung umbi gadung 70% dan jagung pulut 30% merupakan perlakuan terbaik. Perlakuan terbaik tersebut memiliki kadar air sebesar 0,90%, kadar Abu 0,60%, daya patah 2,26%, kesukaan rasa 3,03 (netral), Aroma 3,02 (netral), Warna 3,21 (netral). Nilai Harga Pokok Penjualan Rp. 2.273,49,-, Break Event Point Rp. 24.827.586,21,-Harga jual perkemasan Rp. 2.614,51,- keuntungan perhari Rp. 20.461,20,- dan RCR sebesar 1,15.
SUBSTITUSI PARSIAL TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG JAGUNG PULUT DENGAN PENAMBAHAN BAKING POWDER PADA PEMBUATAN BISKUIT Lera, Herkulanus; Ahmadi, KGS; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biscuits is one of favorit snack of Indonesian people. It produce from wheat flour which is imported from abroad. Therefore, by this biscuit production pulut corn flour originally from Indonesia can subtitute the wheat flour. The aim of this research is to determined the best composition in partial subtitution of wheat flour and pulut corn flour with addition of baking powder in biscuit production and it feasibility study. This research was conducted in Complete Randomize Block Design factorial with two factors. The first factor is the composition of partial subtitution of wheat flour and pulut corn flour in 4 levels . Second factors is the percentage of baking powder composition (1, 2, and 3%). All factors combinations was run in duplicate with 32 samples obtained. The result of the research was shown thath the best treatment were obtained from substitution 70 % of pulut corn flour and 30% of wheat flour with addition 1% of baking powder. That result shown that the biscuit have 5,87 % of moisture content; 2,07 % of ash; 17,92% of protein, 13,85N of brittleness. Biskuit merupakan salah satu makanan ringan yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Biskuit dibuat dengan bahan baku utama tepung terigu yang ketersediaanya masih dicukupi melalui impor. Oleh karena itu melalui pembuatan cookies jagung pulut ini dapat menjadi proses subtitusi tepung terigu dengan tepung jagung pulut asli dari Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan komposisi terbaik pada substitusi parsial tepung terigu dengan tepung jagung pulut dan penambahan baking powder dalam pembuatan biskuit serta analisa kelayakan usahanya. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok ( RAK ) faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu substitusi parsial tepung terigu dengan tepung jagung pulut, terdiri dari 4 taraf perlakuan. Faktor kedua yaitu komposisi baking powder (1, 2, dan 3%). Seluruh kombinasi diulang sebanyak 2 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada substitusi tepung terigu 70% dengan tepung jagung pulut 30% dan penambahan baking powder 1% dengan parameter kadar air 5,87%, kadar abu 2,07%, protein 17,92%, daya patah 13,85 N.
PROPORSI TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG KELADI(Colocasia Esculenta) DALAM PEMBUATAN FOODBARS SERTA ANALISA USAHANYA Boli Samun, Thomas Aquino; Sasongko, Pramono; Santosa, Budi
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Foodbars is rodent and solid emergency food sufficient calories, protein, fat, and other nutrients that are widely preferred by children to adults. The study aimed to determine the best proportion of wheat and taro flour in the foodbars production, continued to analyze the feasibility study. This study was conducted by Complete Randomized Design by one factor of propotion between wheat and taro flour with 5 levels which were 90:10; 80:20; 70:30; 60:40; and 50:50, respectively. All treatment was replicated 5 times. The physico-chemical properties of the product such as water content, ash content, protein content, and texture were observed, continued by organoleptic analysis by hedonic method. The best result was shown by foodbars made with proportion wheat and taro flour of 80:20. This product was feasible to produce since the BEP were obtained in Rp. 2.621,97 and RCR = 1,5. Foodbars merupakan pangan darurat berbentuk batang dan padat yang memiliki kecukupan kalori, protein, lemak, dan nutrisi lain yang banyak disukai oleh berbagai kosumen. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan proporsi tepung terigu dan tepung keladi yang terbaik dalam pembuatan foodbars serta melakukan analisa kelayakan usaha industri ini. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor sebagai faktornya yaitu proporsi antara tepung terigu dan tepung keladi (90% Tepung Terigu + 10% Tepung Keladi, 80% Tepung Terigu + 20% Tepung Keladi, 70% Tepung Terigu + 30% Tepung Keladi, 60% Tepung Terigu + 40% Tepung Keladi dan 50% Tepung Terigu + 50% Tepung Keladi). Ulangan dilakukan sebanyak 5 kali sehingga di peroleh 25 sampel. Parameter yang diamati meliputi sifat kimia dan fisika yang terdiri dari: kadar air, kadar abu, kadar protein, tekstur (N). Sedangkan uji organoleptik mengunakan metode hedonik yang terdiri dari kesukaan rasa, kesukaan aroma, kesukaan warna dan kesukaan tekstur.Hasil penelitan diperoleh perlakuan terbaik adalah foodbars dengan proporsi 80% tepung terigu dan 20% tepung keladi.Usaha pembuatan foodbars layak diusahakan dengan BEP yang diperoleh sebesar Rp. 2.621,97,-, dan RCR = 1,5.
PEMANFAATAN LIMBAH ARANG HASIL SAMPING PEMBUATAN ASAP CAIR DARI CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI BRIKET ARANG Tama, Yulius Koni; Ahmadi, Kgs; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian sumber energi terbarukan menjadi penting saat ini karena bahan bakar minyak bumi, gas alam, dan batu bara yang selama ini merupakan sumber utama energi jumlahnya semakin menipis. Cangkang kelapa sawit memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi sumber energi terbarukan sebagai bahan baku pembuatan briket arang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi perekat dan ukuran butiran arang yang paling baik untuk pembuatan briket arang, sifat dari briket arang yang dibuat dari cangkang kelapa sawit dan mengetahui kelayakan usaha dari pembuatan briket arang dari cangkang kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara 2 faktorial, yaitu Faktor I : Perbandingan perlakuan arang, Faktor II : Konsentrasi Perekat (K). Karakteristik briket arang dari cangkang kelapa sawit yang terbaik adalah dengan nilai kalor sebesar 7,41kalor/gram, kadar air sebesar 2,63%, dan waktu nyala selama 7,41 menit.
Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Perendaman Dalam Asap Cair Kulit Buah Kakao ( Pod) Pada Pembuatan Se’i Daging Sapi. Oni, Marselina; Ahmadi, Kgs; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asap cair merupakan larutan hasil pengembunan uap asap kayu yang dibakar pada keadaan udara terbatas pada suhu tinggi. Penggunaan asap cair sebagai pengawet sangat dipengaruhi oleh konsentrasi dan lama perendaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui kombinasi konsentrasi dan lama perendaman daging dalam asap cair kulit buah kakao yang terbaik dalam proses pembuatan daging se?i. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua yaitu faktor konsentrasi asap cair 0%, 5 %, 7,5% dan 10% dan lama perendaman 30, 45 dan 60 menit. Parameter yang di ukur meliputi uji kimia yaitu kadar Air, Protein, Abu, Lemak, Uji Total Bakteri. Hasil penelitian disimpulkan bahwa limbah kulit kakao dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku asap cair untuk pembuatan daging se?i dengan konsentrasi 10% dan lama perendaman 60 menit.
PENGUJIAN DAYA HAMBAT PERTUMBUHAN JAMUR Aspergillus niger DARI EKSTRAK ETANOL DAUN SAWO MANILA (Manilkara zapota L.) Dosan, Eli; Mushollaeni, Wahyu; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman sawo manila (Manilkara zapota L.) merupakan jenis tanaman buah yang berpotensi sebagai obat herbal. Hal ini berhubungan dengan kandungan senyawa bioaktif diantaranya senyawa tannin, saponin, dan flavonoid. Senyawa bioaktif tersebut juga dapat digunakan sebagai bahan alami untuk menghambat pertumbuhan jamur. Saat ini sedikit dilakukan penelitian untuk mengekstraksi senyawa bioaktif tersebut dan menguji efektivitasnya terhadap pertumbuhan jamur. Jamur jenis Aspergillus niger ditemui sebagai jamur pembusuk dalam produk pangan dan dapat menyebabkan penyakit. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis-jenis senyawa bioaktif yang terdapat dalam ekstrak etanol daun sawo manila dan mendapatkan konsentrasi terbaik dari ekstrak etanol daun sawo manila yang dapat menghambat pertumbuhan jamur A. niger. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Rekayasa Proses UNITRI dan Laboratorium Organik Jurusan Kimia Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang pada Bulan Juli 2015 hingga Januari 2016. Tahap Penelitian ini meliputi pembuatan serbuk daun sawo manila, pembuatan ekstrak etanol daun sawo manila dengan metode maserasi, uji kandungan senyawa bioaktif dan pengujian anti jamur terhadap A. niger. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskritif eksperimental dengan uji kualitatif kombinasi perlakuan ekstrak etanol 70% dan 90% dengan konsentrasi 10%, 20%, 40%, dan 60%. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun sawo manila mengandung senyawa bioaktif yaitu senyawa tannin dan alkaloid. Perlakuan terbaik penghambatan pertumbuhan jamur A. niger dari ekstrak etanol daun sawo manila adalah penggunaan ekstrak etanol 70% dengan konsentrasi 60%, yang memiliki nilai rata-rata penghambatan 0.97-1.22 mm
SUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN MOCAF DAN PENAMBAHAN BLONDO DALAM PEMBUATAN ROTI TAWAR Noppy, Noppy; Ahmadi, KGS; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bread is one kind of sponge food made from wheat flour, water, shortening, sugar, and yeast. Mocaf has a good potency to be a wheat flour subtitution in bread production. This study aimed to determine the best wheat flour substitution with mocaf and blondo formulation in bread production and tit feasibility study. This study was conducted by using Randomized Block Design (RBD) with 2 factors. First factor is the substitution of wheat flour and mocaf in 3 levels. Second factor is the addition of blondo. All treatment was run in 3 replications. The results showed that the best treatment in this research is found in substitution of wheat flour with mocaf (70%: 30%) and the addition of blondo 10% with parameter ash content 1.61%, protein 10.87%, texture 12.87, power 73.66 flower, 3.7 color (likes), aroma 3.3 (like), taste 3.3 (Somewhat Likes). Roti tawar merupakan salah satu jenis makanan yang berbentuk sponge dibuat dengan bahan dasar terigu, gula, dan yeast. Mocaf memiliki potensi yang baik untuk digunakan sebagai pengganti tepung terigu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan substitusi tepung terigu dengan mocaf dan penambahan blondo yang terbaik dalam pembuatan roti tawar serta kelayakan usaha nya. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor (1) Subtitusi tepung terigu dan mocaf dengan 3 taraf perlakuan, faktor (2) penambahan blondo dan di ulang sebanyak 3 kali sehingga memperoleh 27 sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa Perlakuan terbaik pada substitusi tepung terigu dengan mocaf (70% : 30%) dan penambahan blondo 10% dengan parameter kadar abu 1.61%, protein 10.87%, tekstur 12.87, daya kembang 73.66, warna 3.7 (suka), aroma 3.3 (suka), rasa 3.3 (Agak Suka).