Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Minat Baca Siswa/i Sekolah Dasar Melalui Program Merdeka Belajar – Kampus Mengajar (MBKM) Piter H.D Tampubolon; Berlianti Berlianti
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 1 No. 02 (2023): Artikel Periode Desember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v1i02.3011

Abstract

Menciptakan generasi muda yang aktif, cerdas, dan kreatif, tentunya di perlukan generasi muda yang memiliki wawasan luas dan minat belajar yang tinggi. Peneliti merancang program Literasi berupa Pojok Baca untuk meningkatkan minat baca sisiwa/I dengan melakukan kegiatan yang menarik, juga lingkungan belajar yang produktif, nyaman, dan menyenangkan. Program literasi yang dilakukan berfokuskan dengan membuat sudut baca atau pojok baca yang menarik, agar siswa/siswi memiliki ketertarikan untuk membaca. Teknik pengumpulan data yang di pakai dalam penelitian ini menggunakan teknik Observasi. Metode yang dilaksanakan pada pengabdian ini menggunakan metode intervensi pada ranah Mezzo. Metode group work di gunakan sebagai bagian dari metode intervensi, karena dengan memanfaatkan kelompok sebagai metode terapi, membangun interaksi dan relasi, dan mengembangkan potensi individu – individu agar mampu mengatasi permasalahan di dalam kelompok. Dalam melaksanakan kegiatan ini melakukan tahapan-tahapan intervensi yang dilakukan, seperti: engagement (Pendekatan), Assesment, Perencanaan, Intervensi, Evaluasi, dan terminasi. Peneliti berinovasi untuk merancang suatu program sebagai bentuk pengabdian melalui Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) yang berguna untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan upaya meningkatkan minat baca siswa/I di SD 060937 Peneliti merancang program Literasi berupa Pojok Baca untuk meningkatkan minat baca sisiwa/I dengan melakukan kegiatan yang menarik, juga lingkungan belajar yang produktif, nyaman, dan menyenangkan. Dimana siswa/I sebelum memulai pembelajaran, siswa/I diajak untuk membaca buku yang mereka punya untuk siswa/I baca, lalu di rangkum dalam buku, serta di presentasikan apa yang telah mereka pelajari dari buku yang mereka baca.
Upaya Meningkatkan Minat Baca Siswa/i Sekolah Dasar Melalui Program Merdeka Belajar – Kampus Mengajar (MBKM) Piter H D Tampubolon; Berlianti Berlianti
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 1 No. 02 (2023): Artikel Periode Desember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v1i02.3017

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar perserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spriritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang di perlukan dirinya dan masyarakat. Untuk menciptakan generasi muda yang aktif, cerdas, dan kreatif, tentunya di perlukan generasi muda yang memiliki wawasan luas dan minat belajar yang tinggi. Peneliti merancang program Literasi berupa Pojok Baca untuk meningkatkan minat baca sisiwa/I dengan melakukan kegiatan yang menarik, juga lingkungan belajar yang produktif, nyaman, dan menyenangkan. Program literasi yang dilakukan berfokuskan dengan membuat sudut baca atau pojok baca yang menarik, agar siswa/siswi memiliki ketertarikan untuk membaca. Literasi adalah suatu kemampuan individu dalam mengolah dan memahami informasi ketika melakukan kegiatan membaca dan menulis. Dimana literasi merupakan kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, berhitung serta memecahkan masalah dalam kehidupannya sehari-hari.  Dimana untuk meningkatkan minat baca siswa/I dengan melakukan Pojok Baca. Dengan memotivasi keinginan membaca siswa/I SD 060937 Medan Johor dengan menggunakan sudut kelas sebagai tempat yang nyaman, menyenangkan dan mudah di akses siswa/I SD 060937 untuk meningkatkan minat baca. Dengan kehadiran program yang di lakukan yaitu Pojok Baca siswa/I di SD 060937 memiliki antusias untuk membaca. Dengan akes untuk membaca yang mudah di temukan, lingkungan belajar yang nyaman, juga temapat untuk belajar yang menarik siswa/i. selain menciptakan Pojok Baca, penulis juga merancang program Literasi. Metode yang dilaksanakan pada pengabdian ini menggunakan metode intervensi pada ranah Mezzo. Metode group work di gunakan sebagai bagian dari metode intervensi, karena dengan memanfaatkan kelompok sebagai metode terapi, membangun interaksi dan relasi, dan mengembangkan potensi individu – individu agar mampu mengatasi permasalahan di dalam kelompok. Dalam melaksanakan kegiatan ini melakukan tahapan-tahapan intervensi yang dilakukan, seperti: engagement (Pendekatan), Assesment, Perencanaan, Intervensi, Evaluasi, dan terminasi.
Women's Empowerment through Umi Shohib's Home Industry Soy Milk Business to Improve the Welfare of Housewives in Deli Tua District, Deli Serdang Regency, North Sumatra Nurul Adilla Alatas Abus; Yulia Nur Rahmah; Seniati; Berlianti
Tradition and Modernity of Humanity Vol. 4 No. 3 (2024): September
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/tmh.v4i3.18941

Abstract

Gender inequality is a complex problem because it affects an individual's chances of getting a job. It is difficult for women to find work compared to men, making tough and creative women try home industry businesses to continue to carry out their role as housewives. Umi Shobib's soy milk business is an example of a home industry business by women. This business owner has unknowingly empowered women among housewives near his house. This article describes the feasibility of home industry businesses as a form of women's empowerment. The research location is in Deli Tua District, Deli Serdang Regency, North Sumatra. Data collection was carried out through interviews, observation, and documentation. The data was then analyzed using SWOT analysis to see the feasibility of home industry businesses as a form of empowering women and supporting their development. The research results show that empowering women through home industry businesses is quite effective because housewives who find it difficult to find work can increase their independence through working in home industry businesses. The problem experienced by Umi Shohib's soy milk as a home industry business is the lack of knowledge of how to use machines to make soy milk into UHT packaged milk so that it lasts longer. This problem shows that women's empowerment still requires professional experts to act as brokers to help connect clients with professional experts.
Pemanfataan Tanaman Obat Menjadi Jamu Sebagai Peluang Usaha Ibu Rumah Tangga Siti Mahgriza Sinaga; Berlianti Berlianti
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v2i1.891

Abstract

Abstract: Pondok Tengah Village is a village located in Pegajahan District, Serdang Bedagai Regency, North Sumatra Province. The location is in the middle of an oil palm plantation owned by PTPN IV Adolina, most of the work of the head of the family are employees of the plantation. Most of the employees' wives do not have side jobs other than being housewives. Economic shortages that are increasingly difficult during this pandemic make housewives rack their brains to meet the needs of life. The formation of this group is carried out on the basis of the same goal, namely to find ways or solutions to the economic difficulties they face. The method used in dealing with this problem is the social group work method as a method used for planned social change in small groups, based on the number of group members of four people. Empowerment of housewives is done by processing the yard around the house that has medicinal plants into herbal medicine as a solution to help their economy.          Keywords: community empowerment; herbal medicine; business opportunities Abstrak: Desa Pondok Tengah merupakan sebuah yang terletak di Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Lokasinya berada ditengah perkebunan kelapa sawit milik PTPN IV Adolina, sebagian besar pekerjaan kepala keluarga adalah karyawan perkebunan tersebut. Kebanyakan dari istri karyawan tidak memiliki pekerjaan sampingan selain menjadi ibu rumah tangga. Kekurangan ekonomi yang semakin sulit dimasa pandemi ini membuat ibu rumah tangga memutar otak untuk memenuhi kebutuhan kehidupan. Pembentukan kelompok ini dilakukan atas dasar tujuan yang sama yaitu untuk mencari cara atau solusi dari kesulitan ekonomi yang dihadapi mereka. Metode yang digunakan dalam menangani permasalahan ini adalah metode Social Group Work sebagai metode yang digunakan untuk perubahan sosial terencana pada kelompok kecil, berdasarkan dengan jumlah anggota kelompok yang berjumlah empat orang. Pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga dilakukan dengan mengolah pekarangan disekitar rumah yang memiliki tanaman obat menjadi jamu sebagai solusi untuk membantu perekonomian mereka.Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; jamu; peluang usaha
Rumah Belajar Sebagai Pendorong Minat Belajar Anak Di Masa New Normal Pertiwi Rini; Berlianti Berlianti
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v2i1.893

Abstract

Abstract: The Covid-19 outbreak that has hit has changed the learning system from full face-to-face to PJJ or a combination of face-to-face and distance learning or blended learning. Due to distance learning, many children, especially those in elementary school, experience a decrease in interest in learning. Therefore, the "Learning House" was formed as a forum to develop and increase children's learning interest in this new normal era. In its implementation the method used is the community intervention method. The purpose of this development is to increase children's enthusiasm for learning and teach children to socialize well between peers in study groups.Keywords: community empowerment; development; study houseAbstrak: Wabah Covid-19 yang melanda telah banyak mengubah sistem pembelajaran yang tadinya tatap muka penuh menjadi PJJ atau juga gabungan tatap muka dengan jarak jauh atau blended learning. Dikarenakan pembelajaran jarak jauh ini banyak membuat anak-anak khususnya yang lagi duduk di sekolah dasar mengalami penurunan pada minat belajar. Maka dari itu dibentukalah “Rumah Belajar“ sebagai wadah untuk mengembangkan dan meninkatkan minat belajar anak dimasa new normal ini. Dalam pelaksanaannya metode yang digunakan   adalah menggunakan metode intervensi komunitas. Tujuan dari adanya pengembangan ini yaitu meningkatkan semangat belajar anak  dan mengajarkan anak dalam bersosialisasi dengan baik antar teman sebaya didalam kelompok belajar.Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; pengembangan; rumah belajar