Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENANGANAN KASUS ANAK TERLANTAR MELALUI METODE GROUP WORK Naura Valda Fahira; Berlianti Berlianti
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 11 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v1i11.1270

Abstract

Anak terlantar termasuk ke dalam penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang merupakan tanggung jawab pekerja sosial untuk melindungi serta memastikan bahwa mereka mendapatkan hak yang sesuai. Pada jurnal ini telah dilakukan penelitian mengenai penanganan anak terlantar dengan menggunakan metode group work. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas dan dampak metode group work dalam meningkatkan kesejahteraan anak terlantar. Metode group work sebagai kerangka kerja utama untuk membentuk kelompok yang mendukung, mengidentifikasi masalah bersama, serta merancang dan melaksanakan strategi pemecahan masalah bersama. Hasil penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana partisipasi dalam kelompok dapat memperkuat keterampilan sosial, memberikan dukungan emosional, dan membuka peluang untuk perubahan positif bagi anak terlantar. Manfaat dari hasil penelitian ini membahas pentingnya penerapan metode group work dalam upaya penanganan anak terlantar.
Pengembangan Literasi melalui Pembelajaran Part of Speech (Kelas Kata) dan Merangkum Buku pada Anak Panti Asuhan Puteri Aisyiyah Kota Medan Mutiara Annisa Sinaga; Berlianti Berlianti
JUDIKA: Jurnal Pendidikan dan Bahasa Vol. 1 No. 4 (2023): Artikel Penelitian
Publisher : PT. SORATEKNO PUBSLIHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/judika.v1i4.24

Abstract

Permasalahan diskriminasi sosial yang dialami oleh anak-anak Panti Asuhan Puteri Aisyiyah Kota Medan yang mana anak sering dipandang rendah oleh orang lain, baik itu dari gurunya maupun teman-temannya dalam arti orang lain meremehkan atau menganggap anak-anak panti asuhan tersebut kurang mendapatkan kasih sayang, tidak memiliki kemampuan dan keterampilan yang mumpuni, serta tidak memiliki orang tua. Tujuan penelitian ini adalah peneliti ingin memecahkan masalah sosial yang dihadapi oleh anak-anak Panti Asuhan Puteri Aisyiyah, yaitu masalah diskriminasi sosial dengan pembelajaran part of speech (kelas kata) dan merangkum buku dan menjadi bahan kajian untuk para pendidik dalam mengembangkan literasi anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan literasi melalui pembelajaran part of speech (kelas kata) membuat anak-anak Panti Asuhan Puteri Aisyiyah Kota Medan menjadi lebih mengerti mengenai pembelajaran part of speech (kelas kata) dan memperoleh wawasan lebih mendalam mengenai kosakata dalam Bahasa Inggris. Pembelajaran merangkum buku juga dapat meningkatkan minat bacanya anak-anak panti asuhan tersebut.
Ketika Usia Tak Lagi Menjadi Patokan: Analisis Kesiapan Pernikahan dalam Membangun Rumah Tangga yang Harmonis Kalangan Mahasiswa Shinta Kurnia Devi; Khayla Hayrani; Salsa Aulia; Mayani Simarmata; Silver Sebastian Purba; Rizky Radja Viandra Hasibuan; Berlianti Berlianti
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.708

Abstract

Penelitian ini membahas kesiapan pernikahan di kalangan mahasiswa dengan menekankan bahwa usia bukan lagi satu-satunya indikator utama dalam menentukan kesiapan membangun rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan pernikahan mahasiswa dalam membangun keluarga yang harmonis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis fenomena sosial di lingkungan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan emosional, finansial, komunikasi interpersonal, tanggung jawab, serta pemahaman nilai-nilai keluarga menjadi faktor dominan dalam menentukan keberhasilan rumah tangga dibandingkan sekadar usia biologis. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki kesiapan mental dan sosial yang baik cenderung lebih mampu membangun rumah tangga harmonis meskipun berada pada usia muda.
Fenomena Fatherless dalam Keluarga dan Dampaknya terhadap Perkembangan Sosial Anak Anggi Safira Putri Siregar; Rangga Saputra; M.Al Fachrel Fahroza; Fadia Mutiara Husna; Berlianti Berlianti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38950

Abstract

Fenomena fatherless, yaitu ketidakhadiran fisik maupun emosional seorang ayah, menjadi persoalan serius yang berdampak pada perkembangan anak di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak fatherless terhadap perkembangan sosial anak serta faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis kasus sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatherless berdampak pada rendahnya kemampuan penyesuaian sosial, lemahnya kontrol diri, dan meningkatnya risiko perilaku menyimpang pada anak. Ketika peran ayah tidak berjalan, beban pengasuhan beralih kepada ibu dan lembaga sosial eksternal. Dengan demikian, keterlibatan aktif ayah dalam keluarga merupakan faktor krusial bagi tumbuh kembang sosial anak secara optimal.
Peran Program Home Human Initiative Dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak di Deli Serdang Sumatera Utara Muhammad Farid Anbar; Hairani Siregar; Berlianti
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8677

Abstract

Rendahnya minat belajar anak dan tingginya angka putus sekolah di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara menjadi permasalahan sosial yang memerlukan penanganan berbasis masyarakat. Tercatat sekitar 7.600 anak putus sekolah pada jenjang SD dan SMP periode 2023–2024 akibat keterbatasan ekonomi keluarga, minimnya pendampingan belajar, dan terbatasnya akses pendidikan nonformal. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Program HOME (Hug, Opportunity, Mentality, Education) oleh Human Initiative dalam meningkatkan minat belajar anak di Deli Serdang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap fasilitator program, anak peserta, dan orang tua peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program HOME berperan signifikan melalui empat fungsi AGIL Talcott Parsons, yaitu adaptasi metode pembelajaran sesuai kebutuhan anak, pencapaian tujuan berupa perilaku belajar yang lebih aktif dan antusias, integrasi sosial antara anak, fasilitator, dan orang tua, serta pemeliharaan pola belajar yang membentuk motivasi internal berkelanjutan. Peningkatan minat belajar tercermin pada aspek kognitif berupa meningkatnya kemampuan dan pemahaman belajar, aspek afektif berupa munculnya rasa senang dan semangat belajar tanpa paksaan, serta aspek sosial berupa interaksi positif dengan teman sebaya dan fasilitator. Kesimpulannya, Program HOME Human Initiative berperan nyata dalam meningkatkan minat belajar anak dari keluarga prasejahtera di Deli Serdang melalui pendidikan nonformal yang adaptif, terstruktur, dan berorientasi pada perkembangan anak secara menyeluruh.
MAKNA KOMUNIKASI KELUARGA BAGI KONDISI PSIKOSOSIAL REMAJA GENERASI Z Inri Nikita Br Gultom; Albina Des Magdalena Halawa; Kaizen Shalom Hogla Sembiring; Della Mahirah; Dorkas Enoni Nathania Daeli; Berlianti Berlianti
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dari komunikasi keluarga bagi kondisi psikososial remaja Generasi Z serta melihat bagaimana hubungan dan interaksi antara orang tua dan anak terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) terhadap informan berusia 17–19 tahun. Data dianalisis dengan melihat pola komunikasi, keterbukaan dalam keluarga, cara pengambilan keputusan, dan kedekatan emosional antar anggota keluarga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi keluarga memiliki peran penting dalam kehidupan Generasi Z, terutama dalam membentuk rasa percaya diri, kenyamanan emosional, dan kemampuan untuk bersosialisasi. Keluarga yang menerapkan komunikasi terbuka dan saling mendukung cenderung menciptakan hubungan yang lebih dekat dan harmonis. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya hambatan komunikasi seperti perbedaan pola pikir antar generasi, kurangnya waktu bersama keluarga, serta rasa canggung dalam membahas masalah pribadi. Oleh karena itu, komunikasi yang terbuka, saling mendengarkan, dan keterlibatan orang tua sangat diperlukan agar perkembangan sosial dan emosional Generasi Z dapat berjalan dengan baik.
Pengaruh Kondisi Ekonomi terhadap Ketahanan Keluarga dalam Perspektif Disorganisasi Keluarga Fadilla Nuraini Nazla; Nabilah Annisa Zikri; Nazwa Badiah; Berlianti Berlianti
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/am1e4e68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi ekonomi terhadap ketahanan keluarga dalam perspektif disorganisasi keluarga. Kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat memengaruhi keharmonisan keluarga, kualitas komunikasi, serta pelaksanaan peran anggota keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 57 responden berusia 17–22 tahun yang terdiri dari 44 perempuan dan 13 laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan sangat setuju bahwa kondisi ekonomi berpengaruh terhadap keharmonisan dan ketahanan keluarga. Tekanan ekonomi yang berkepanjangan dapat memicu konflik rumah tangga, menurunkan kualitas hubungan antar anggota keluarga, hingga menyebabkan perceraian. Selain itu, konflik ekonomi juga berdampak pada kondisi psikologis dan kesejahteraan anak dalam keluarga. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa faktor ekonomi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ketahanan keluarga dan berpotensi menyebabkan disorganisasi keluarga apabila tidak dapat dikelola dengan baik.
Dinamika Sosiologi Keluarga dalam Pelestarian Nilai Sosial Budaya: Studi Kasus Pernikahan Dini pada Masyarakat Kontemporer Riandi Mika Arlanda Ginting; Adrian Collins Ginting; Julio Christophel Silalahi; Berlianti Berlianti
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/mwgsjs60

Abstract

Artikel ini membahas dinamika sosiologi keluarga dalam bingkai sosial budaya, dengan fokus pada fenomena pernikahan dini sebagai realitas yang memengaruhi kesejahteraan dan struktur keluarga pada masyarakat kontemporer. Keluarga bukan sekadar unit biologis, melainkan institusi sosial yang mentransmisikan nilai budaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi pustaka. Hasil menunjukkan bahwa keberhasilan fungsi keluarga dalam sosial budaya diukur dari kemampuan adaptasi pasangan muda terhadap norma yang berlaku serta pemenuhan fungsi edukasi dan ekonomi. Kesimpulannya, sosiologi keluarga berperan vital dalam menjaga stabilitas sosial melalui penguatan fungsi afeksi dan sosialisasi guna meminimalisasi dampak negatif pernikahan dini.  
DISORGANISASI DAN DISHARMONISASI KELUARGA “Disharmonisasi Rumah Tangga : Dampaknya Terhadap Kehidupan Sosial Anak” Rani Elizabeth Sitinjak; Triasti Ruth C Silalahi; Angelica Putri Sembiring; Muhammad Dhafa Algifari; Bayu Prastya; Berlianti Berlianti
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10403

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis dampak disharmonisasi rumah tangga terhadap kehidupan sosial anak serta upaya meminimalkannya. Menggunakan metode studi deskriptif kualitatif kepustakaan, hasilnya menunjukkan konflik berkepanjangan, kurang komunikasi, hingga perceraian menimbulkan gangguan psikologis, kesulitan bersosialisasi, penurunan prestasi, dan risiko perilaku menyimpang pada anak. Diperlukan peran orang tua, dukungan sekolah, dan partisipasi masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak