Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS GROUP INVESTIGATION PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN KELAS VII SMP Baiq Afifatul Adiyani; Nindha Ayu Berlianti
Ed-Humanistics : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 1 (2022): Ed-Humanistics
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/ed-humanistics.v7i1.2522

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan LKPD berbasis group investigation materi pencemaran lingkungan kelas VII SMP dan mengetahui kelayakan LKPD sebagai bahan ajar. Jenis penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan ADDIE yaitu: Analysis, Desain, Development, Implementation dan Evaluation. Akan tetapi pada penelitian ini dibatasi hanya sampai pada tahap ketiga yaitu tahap pengembangan (Development). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi dan lembar kepraktisan yang berupa angket respon peserta didik. Lembar validasi digunkan untuk mengetahui kualitas LKPD yang dikembangkan, sedangkan lembar angket respon peserta didik digunakan untuk mengetahui seberapa besar respon peserta didik terhadap LKPD yang dikembangkan. Hasil penelitian ini adalah produk berupa LKPD berbasis group investigation materi pencemaran lingkungan kelas VII SMP. Dari hasil analisis instrument validasi LKPD, LKPD yang dikembangkan berkategori sangat valid dengan tingkat kevalidan 87, 41%. Tingkat kepraktisan LKPD yang diperoleh dari penilaian peserta didik sebesar 90, 98% dengan kategori sangat praktis. LKPD berbasis group investigation dalam penelitian ini layak di implmentasikan. Kata Kunci: Lembar kerja peserta didik (LKPD), Group investigation, pencemaran lingkungan
Teknologi tepat guna penerangan lampu led untuk meningkatkan produktivitas telur puyuh Berlianti, Nindha Ayu; Misto; Nurhayati, Arry Yuariatun; Rofi'i, Imam
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 6 No 3 (2023)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v6i3.19216

Abstract

Sebagian penduduk Desa Mrawan Mayang Jember berprofesi sebagai peternak puyuh petelur. Usaha yang di tekuni mitra, harapannya bisa berkembang untuk memenuhi pesanan dari berbagai kota, oleh sebab itu perlu adanya pengembangan inovasi dalam teknik beternak. Pada kesempatan sebelumnya peningkatkan kualitas mutu pakan telah dilakukan, akan tetapi masih belum bisa terpenuhi secara optimal. Selain itu skill dan peralatan pelengkap (penerangan) yang dimiliki para peternak puyuh juga terbatas. Berdasarkan permasalahan tersebut tujuan dari PKM ini ialah menerapkan TTG dengan mengembangkan teknik penerangan pada kandang ternak puyuh. Metode pelaksanaan pengabdian yang digunakan ialah Service Learning (SL). Dalam pelaksanaannya melibatkan pengalaman praktis, proses pembelajaran secara akademik dan keterlibatan masyarakat. Mekanisme kegiatan PKM dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu tahap pelatihan, tahap instalasi alat dan tahap evaluasi. Hasil penerapan TTG penerangan lampu LED memberikan peningkatan kualitas dan kuantitas produksi telur puyuh dengan estimasi 9-10%. Pemberian cahaya menyebabkan puyuh memiliki kesempatan makan lebih lama sehingga konsumsi pakan lebih tinggi. Rencana tindak lanjut yang dilakukan untuk mendukung peningkatan produksi telur puyuh ialah dengan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap mitra untuk mengembangkan secara mandiri teknik pemasangan LED dengan ukuran kandang yang lebih besar. Sehingga dapat memberikan dampak kontinu terhadap ketrampilan dan kualitas telur yang di hasilkan.
Pendampingan pelatihan pada kelompok pemuda dalam pembuatan bio-briket dengan memanfaafkan limbah kulit kopi dan serbuk kayu Berlianti, Nindha Ayu; Adi, Ahmad Hutama; Wulandari, Anisa; Amalia, Roisatul; Azzahra, Amalia Nabila; Anisah, Azzah Dian Rachmah; Adillia, Annisa Nur; Abdullah, Syaiful Bachri; Muttaqin, Moh. Faizul; Huda, Ahmad Hisbulloh; Hasanah, Uswatun; Hasanah, Badiatun; Kumala, Lukita Riska; Ramadhani, Laila Amanda
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Februari
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v8i1.2483

Abstract

Kebiasaan masyarakat di Desa Sumberjati dalam membakar kulit kopi yang menjadi sisa dari hasil perkebunan menimbulkan berbagai macam masalah yang selama ini dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Selain limbah kulit kopi, terdapat juga limbah lain yang merupakan sisa pengolahan kayu yang menghasilkan sisa serbuk kayu. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu adanya sebuah inovasi yang dapat dilakukan, salah satunya adalah dengan mengolah kembali limbah kulit kopi dan serbuk kayu sehingga dapat mengurangi limbah yang ada serta menjadi nilai tambah. Usaha yang di lakukan adalah dengan melakukan pelatihan pembuatan Bio-Briket. Bio-Briket merupakan bahan bakar alternatif berupa padatan yang dapat digunakan untuk membuat atau mempertahankan bara api. Bio-Briket terbuat melalui proses tekanan menjadi bentuk tertentu yang berasal dari limbah pertanian atau perkebunan. Metode yang digunakan adalah Sosialisasi, Pelatihan Praktik dan Focus Group Discussion (FGD) yang dapat memberikan wawasan pengetahuan dan pengalaman langsung secara rinci dan nyata sehingga mampu memberikan solusi atas masalah yang dialami oleh masyarakat sekitar. Sasaran dari pelatihan yang di lakukan adalah kalangan pemuda aktif yang tergabung dalam  Remaja Masjid Baitur-Rohman di Desa Sumberjati
PENYULUHAN PRAKTIK KELOMPOK TANI DALAM PENGOLAHAN BAHAN BAKU BIO-PLASTIK DENGAN MEMANFAAFKAN LIMBAH KULIT KOPI Berlianti, Nindha Ayu; Supriyanto, Edy; Rokhmah, Dewi
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i1.1358

Abstract

Pace Village is one of the largest coffee producers in Jember Regency. The majority of the population of Pace village are coffee farmers who are members of a combined farmer group consisting of 10 farmer groups with each group having approximately 10-20 farmers. During the coffee harvest season, the remaining coffee husk waste products are still not utilized optimally, generally the remaining coffee farming products are sold at a very cheap price, namely around 8 thousand per/large bag. This is our main reason as a service team to provide added value to coffee skin waste by providing training and practice in improving the skills of coffee farmers in managing and processing coffee skin waste. The activity began with a request from partners to provide counseling, practice and assistance in managing and processing post-harvest coffee skin waste. Participation in service activities involves an active coffee farming community of 50 farmers. The result of this activity is that Gapoktan members have knowledge and skills in managing and processing coffee husk waste into raw material for coffee husk flour which can later be further characterized into bio plastic, bio pellets, animal feed mixture, block compost, cascara peat, bio pop, bio briquettes and other processed products that have added value so that they can provide additional income, especially for coffee farmers in Pace village, Silo sub-district, Jember district. Through the community service activities carried out, the hope is to increase the skills and income of partners in managing and processing coffee skin waste into raw material for coffee skin flour.