Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN ANIMATE UNTUK ANIMASI 2D MENGENAI PERATURAN BAGI PENDAKI TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO Balakosa, Zhafif; Sudaryat, Yayat; Taufik Afif, Riky T
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan salah satu taman nasional yang boleh dikunjungi oleh umum sebagai pendaki gunung. Namun, masalah muncul di TNGGP salah satunya masalah buang sampah sembarangan dan kecelakaan saat pendakian. TNGGP masih memilih ruang dalam media penyampaian informasi karena belum adanya media animasi dalam penyampaian peraturan TNGGP .Dari sinilah masalah terhadap penyebaran peraturan yang ada di TNGGP yang masih dapat dikembangkan dengan membuat animasi mengenai peraturan bagi pendaki Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Media yang akan digunakan dalam tugas akhir ini adalah animasi dua dimensi. Pengumpulan data, berupa data kualitatif. Data kualitatif diperoleh dari observasi partisipatif yaitu mengikuti pendakian langsung di TNGGP, wawancara pengurus TNGGP, kuesioner, dan analisis karya sejenis. Dengan pembuatan karya tugas akhir ini harapannya para pendaki TNGGP dapat lebih mudah mengakses informasi tentang peraturan di TNGGP dengan format animasi 2D dan mengetahui peraturan penting apa saja yang harus dipatuhi saat mendaki gunung. Kata kunci: animasi, informasi, peraturan pendakian, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
PERANCANGAN BACKGROUND ANIMASI 2D TENTANG PEMBAHARUAN CERITA LEGENDA TELAGA WARNA UNTUK REMAJA SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BUDAYA JAWA BARAT Nabil Zuhdi, Muhammad; Sumarlin, Rully; Afif, Riky Taufik
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cerita Legenda adalah cerita dan kepercayaan rakyat zaman dahulu dari suatu daerah yang diwariskan secara lisan atau tertulis. Cerita Legenda memiliki berbagai tujuan, seperti hiburan atau mengandung pesan moral. Cerita Legenda di Indonesia, terutama di Jawa Barat pada abad ke-20, sudah tak menarik bagi generasi muda. Remaja remaja Bandung umur 13-18 yang menyukai animasi.yg tidak tahu dan tidak tertarik dengan Cerita legenda Indonesia. Minat generasi muda terhadap budaya lokal menurun karena tidak ada animasi modern yang berkualitas yang menyampaikan Cerita legenda tersebut. Penulis bersama dengan kelompok penulis ingin membuat animasi 2D yang bertujuan untuk mempertahankan atau mempreservasi cerita legenda yang ada di Indonesia. Cerita Legenda yang digarap oleh kelompok penulis adalah cerita legenda Telaga warna yang berasal dari Puncak Jawa Barat. Cerita ini menceritakan tentang Kerajaan sunda yang tenggelam menjadi danau dikarenakan kekikiran seorang putri. Penulis memiliki jobdesk sebagai Background artist. Penulis harus memperlajari banyak didalam ranah pembuatan background. hal seperti dipelajari penulis seperti penggambaran style background yang sesuai supaya disukai oleh remaja zaman sekarang. Dan Penggambaran Environment background yang sesuai dengan zaman yang diceritakan dalam Cerita Legenda Telaga warna. Kata kunci : background, cerita legenda, Jawa Barat, preservasi Abstract : Legends are stories and beliefs of ancient people from an area that were passed down orally or in writing. Legend stories have various purposes, such as entertainment or containing a moral message. Legendary stories in Indonesia, especially in West Java in the 20th century, are no longer attractive to the younger generation. Teenagers who lived in Bandung that aged 15-18 years who do not
Background Design For 2D Animation Regarding Regulations For Climbers Of Mount Gede Pangrango National Park Andika Putra, Hanif Akbar; sudaryat, yayat; Afif, Riky Taufik
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango merupakan situs taman nasional yang berlokasi di Provinsi jawa Barat dan menjadi salah satu tempat yang mendayagunakan keindahan alam yang dimiliki sebagai objek wisata. Karenanya Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sering dijadikan sebagai tempat pendakian. Namun, kurangnya panduan keselamatan dan kesadaran pendaki dalam melakukan pendakian menyebabkan 琀椀ngginya angka kecelakaan dan kerusakan lingkungan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Karenanya dibutuhkan fasilitas dalam menyampaikan informasi yang mudah untuk diakses dan dipahami bagi pendaki, Untuk mengatasi pelanggaran peraturan dan kurangnya informasi kepada pendaki, penggunaan media animasi 2D diusulkan sebagai solusi. Media ini diharapkan dapat menyampaikan informasi tentang peraturan yang berlaku di Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGGP) bagi pendaki, Dengan demikian penulis mencoba untuk merancang background berdasarkan pengumpulan data dan hasil analisis dengan metode observasi, wawancara, kuesioner, studi pustaka dan studi dokumen terkait dengan peraturan pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Kata Kunci: animasi 2D, peraturan pendakian, background, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
PERANCANGAN DESAIN ENVIRONMENT 3D UNTUK ANIMASI PANATAYUNGAN PANJALU SEBAGAI MEDIA INFORMASI WISATA SITU LENGKONG PANJALU Enrico Pratenta; Afif, Riky Taufik; Sumarlin, Rully
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan environment untuk animasi "Panatayungan Panjalu" didasari olehkebutuhan untuk melestarikan dan menjaga ekosistem budaya dan pariwisata di SituLengkong Panjalu, yang sering diabaikan saat ini. Tujuan perancangan ini adalah untukmemahami lingkungan Situ Lengkong Panjalu dan Desa Panjalu sebagai referensi dalampembuatan environment untuk animasi. Metode peneli}an yang digunakan adalahkualita}f, dengan pengumpulan dan analisis data melalui observasi serta analisis karyasejenis. Data yang dikumpulkan digunakan sebagai dasar dalam perancangan environmentyang disesuaikan dengan naskah. Hasil peneli}an menunjukkan adanya warung-warung disepanjang jalan menuju Situ Lengkong Panjalu, gerbang Situ Lengkong Panjalu denganbentuk simetris, perumahan warga, serta lanskap gunung dan persawahan. Hasil akhir dariperancangan ini adalah environment yang terdiri dari 5 scene. Kata kunci: animasi, environment, Situ Lengkong, Panjalu
PERANCANGAN DESAIN KARAKTER ANIMASI 2D PEMBARUAN CERITA LEGENDA TELAGA WARNA UNTUK REMAJA SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BUDAYA JAWA BARAT Narmadi, Hasasiya Salafush; Sumarlin, Rully; Afif, Riky Taufik
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan desain karakter ini merupakan salah satu media pembantu untuk menyampaikan cerita legenda telaga warna dari Bogor, Jawa Barat yang sudah diperbarui menjadi animasi 2D dengan judul "Duka di Balik Harapan". Tujuan pembaruan cerita legenda tersebut berangkat dari rasa khawatir perancang dan rekan tentang mulai terlupakan nya cerita legenda daerah oleh anak remaja zaman sekarang. Agar cerita legenda yang menjadi bagian dari kebudayaan tersebut tetap menarik untuk remaja, maka dilakukan lah pembaruan media penyampaian sebagai upaya preservasi budaya dengan mengubahnya menjadi animasi 2D. Desain karakter menjadi salah satu unsur penting dalam perancangan animasi 2D tersebut yang berfungsi sebagai tokoh yang berperan dalam alur cerita dan menyampaikan pesan dari cerita tersebut. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teori yang digunakan dalam perancangan ini adalah Teori Desain Karakter dan Teori Animasi 2D. Dengan adanya perancangan ini diharapkan cerita dan pesan didalamnya dapat tersampaikan dengan baik kepada target audiens, serta menarik kembali minat remaja pada cerita legenda. Kata kunci : cerita legenda, desain karakter, Jawa Barat, preservasi, remaja
PERANCANGAN DESAIN KARAKTER ANIMASI 2D MENGENAI KESENIAN SISINGAAN DAN MITOS PENUNGGU GUNUNG MALABAR DI DESA BAROS Shabrinai, Putri Ayala; Afif, Riky Taufik; Iskandar, Muhammad
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Mitos merupakan salah satu kebudayaan Indonesia dan telah digunakan sebagai pengatur kehidupan sejak lama. Namun seiring perkembangan zaman, esensi mitos semakin terlupakan dan sering kali disalahartikan. Oleh karena itu diperlukan perancangan desain karakter untuk animasi 2D menganai mitos di desa Baros agar mitos ini tidak terlupakan dan nilai yang terkandung di dalamnya dapat tersampaikan ke generasi yang lebih muda. Dalam animasi ini, kesenian Sisingaan juga memiliki masalah yang serupa, sehingga dibuatlah karakter yang karakter utamanya merupakan seorang anak yang tinggal di desa Baros yang didesain berdasarkan data yang didapat dari studi pustaka, observasi dan wawancara. Data yang dikumpulkan kemudian dipilah dan dijadikan acuan dalam perancangan yang kemudian disesuaikan dengan naskah. Dari data yang dikumpulkan dan menyesuaikan kebutuhan yang ada, terciptalah karakter Deden, Singa, dan Mak Cicin. Kata Kunci: mitos, animasi 2D, perancangan karakter, Desa Baros
PERANCANGAN DESAIN KARAKTER PADA FILM ANIMASI HYBRID PANATAYUNGAN PANJALU SEBAGAI MEDIA INFORMASI WISATA SITU LENGKONG PANJALU Khatami, Syakki; Afif, Riky Taufik; Sumarlin, Rully
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Animasi "Panatayungan Panjalu" merupakan media informasi untuk melesatrikan budaya dan wisata Situ Lengkong Panjalu, Ciamis. Dalam Animasi Panatayungan Panjalu desain karakter menjadi kunci untuk menghadirkan narasi yang memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan budaya serta nilai-nilai lokal kepada penonton khusunya yang belum familiar dengan destinasi tersebut. Metode penelitian melibatkan pencarian data kualitatif melalui studi pustaka dan observasi, dengan analisis visual untuk merumuskan hasil penelitian. Manfaatnya meliputi kontribusi teoritis dan praktis dalam pengembangan karakter animasi serta pemahaman yang lebih baik terhadap Situ Lengkong Panjalu sebagai destinasi wisata. Diharapkan, animasi ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pemahaman yang mendalam tentang keberlanjutan budaya dan pentingnya pelestarian warisan lokal. Kata Kunci: animasi, desain karakter, Situ Lengkong, Panjalu
PERANCANGAN DESAIN KARAKTER UNTUK ANIMASI 2D ARKA SEBAGAI MEDIA PENCEGAHAN MASALAH STUNTING ANAK DI KIARACONDONG KOTA BANDUNG Hadiwibowo, Quinny Ainun Putri; Afif, Riky Taufik; Pebriyanto, Pebriyanto
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah yang serius bagi anak-anak di Indonesia saat ini.Stunting disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama dan infeksi berulang,menyebabkan tinggi badan di bawah rata-rata. Kota Bandung, dengan mayoritaspenduduk suku Sunda, menjadi salah satu titik fokus utama dalam upaya mengatasistunting di Indonesia. Namun, pandangan remaja yang menganggap stunting sebagaikondisi normal dan faktor keturunan menghambat efektivitas program pencegahan. Olehkarena itu, diperlukan media informasi yang efektif, seperti animasi 2D, untukmengenalkan masalah stunting kepada remaja. Animasi 2D dipilih karena dapat berfungsisebagai sarana hiburan dan informasi, serta mampu mengubah cara berpikir remajatentang pentingnya pencegahan stunting. Proses desain karakter animasi ini dilakukandengan mengumpulkan data karakteristik wajah orang Sunda melalui observasi, tinjauanpustaka, dan wawancara dengan ahli gizi, sehingga menghasilkan karakter yangrepresentatif dan relevan dengan audiens target. Kata kunci: animasi 2D, desain karakter, informasi, stunting
PERANCANGAN KARAKTER UNTUK ANIMASI 2D MENGENAI PERATURAN BAGI PENDAKI TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO Haq, Razzan Dhiya Ul; Sudaryat, Yayat; Afif, Riky Taufik
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendakian Gunung Gede Pangrango menjadi pilihan utama bagi penduduk kotabesar yang mencari udara segar dan rekreasi. Namun, kurangnya panduan keselamatandan himbauan yang efektif menyebabkan tingginya angka kecelakaan dan polusilingkungan di gunung tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan animasisingkat yang memberikan informasi tentang aturan keselamatan dalam pendakianGunung Gede Pangrango serta merancang karakter yang mencerminkan kesiapan alat danpakaian para pendaki. Pada proses pengumpulan data menggunakan metode kombinasi(Mix Method), data dikumpulkan melalui observasi langsung dan tidak langsung, studidokumen, Kuesioner, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasi,mencatat, dan menjelaskan data yang diperoleh untuk menghasilkan informasi deskriptifyang menggambarkan observasi. Diharapkan penelitian ini tidak hanya memberikankontribusi teoritis tentang aturan keselamatan pendakian, tetapi juga memberikanmanfaat praktis bagi institusi dan peneliti lain dalam pengembangan media informasi yanginovatif untuk pendakian gunung.. Kata Kunci: animasi 2D, pendakian, peraturan, storyboard, Taman Nasional Gunung GedePangrango (TNGGP).
PERANCANGAN STORYBOARD ANIMASI 2D UNTUK MEMPERKENALKAN KESENIAN SISINGAAN BAROS ARJASARI DAN MITOS PENUNGGU GUNUNG MALABAR DI DESA WISATA BAROS ARJASARI Luthfi, Muhammad; Afif, Riky Taufik; Iskandar, Muhammad
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sisingaan atau dikenal sebagai Singa Depok adalah tradisi seni dari jawa barat yang berawal dari Subang Dimana sisingaan dijadikan bentuk pemberontakan Masyarakat terhadap penjajah, seiring waktu tradisi ini menyebar ke beberapa daerah termasuk desa Baros.Tradisi ini merupakan Sejarah yang telah dijaga dan dilestarikan oleh Masyarakat sampai hari ini, namun tradisi ini mengalami stagnasi dan memiliki kekurangan peminat dalam era digital. Hal ini dapat diatasi dengan menggunakan media baru untuk melestarikan budaya sisingaan, salah satu media baru yang dapat membantu upaya tersebut adalah animasi. Animasi adalah salah satu media yang populer di era digital dan dapat menyampaikan informasi bahkan kepada kalangan anak anak. Animasi sering juga digunakan sebagai hiburan atau untuk menyampaikan sebuah cerita sampai mengiklankan produk atau jasa. Hal ini membuat animasi sangat diminati dan mudah dimengerti oleh Masyarakat. Banyak media penyebaran lama seperti radio, televisi, dan koran yang sekarang sudah tidak banyak peminat. Maka dalam usaha untuk melestarikan budaya, penting bagi budaya untuk mengikuti alur perkembangan teknologi, salah satunya adalah dengan mengadopsi media baru.Dalam perancangan Background animasi ini, diperlukan data yang akan digunakan sebagai poin referensi dalam penciptaan storyboard yang dapat diterima oleh anak - anak. sesuai dengan data yang dicari melalui observasi, wawancara yang dilakukan di desa Wisata baros juga mengangkat salah satu mitos yaitu mengenai Penunggu gunung Malabar. Guna dalam memperkenalkannya kepada anak -anak. Kata kunci : sisingaan, Singa Depok, kebudayaan, mitos, Desa Wisata baros