Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PENDERITA KUSTA MELALUI PENGUATAN UMKM DAN PELAYANAN KESEHATAN Muljani, Benedicta Djarwati; Novitarum, Lilis; Karo, Mestiana Br.; Frisca, Sanny; Srimiyati, Srimiyati; Verawaty, Verawaty; Maria, Anna; Dabur, Feliks
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36378

Abstract

Abstrak: Kusta merupakan penyakit menular kronis yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Stigma negatif terhadap penderita kusta menyebabkan mereka mengalami diskriminasi dan kesulitan reintegrasi sosial. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan penderita kusta melalui penguatan UMKM dan peningkatan akses pelayanan kesehatan di Panti Rehabilitasi Kusta. Metode kegiatan meliputi penyediaan alat pelindung diri untuk pertukangan, pengadaan obat dan alat medis dasar, serta pembentukan sistem pelayanan kesehatan dasar. Evaluasi dilakukan melalui wawancara kepada sebagai pengrajin mebelair yang dirawat luka secara rutin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keselamatan kerja pengrajin mebelair, terfasilitasinya ruang pengobatan yang lengkap, dan terbangunnya sistem pelayanan kesehatan rutin. Program ini berhasil meningkatkan kualitas hidup 44 penghuni panti yang terdiri dari 19 kepala keluarga. Keberlanjutan kegiatan PKM dilakukan secara rutin oleh mitra kerjasama lintas institusi. Hal ini terbukti efektif dalam mengatasi masalah kompleks penderita kusta dan diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan penderita kusta yang berkelanjutan.Abstract: Leprosy is a chronic infectious disease that remains a public health problem in Indonesia. The negative stigma against leprosy sufferers causes them to experience discrimination and difficulty in social reintegration. This community service program aims to empower leprosy sufferers by strengthening UMKM and improving access to health services at Leprosy Rehabilitation Center. The activity methods include providing personal protective equipment for carpentry, procuring basic medicines and medical equipment, and establishing a basic health care system. Evaluation was conducted through interviews with furniture craftsmen who regularly treat wounds. The results of the activity showed an increase in work safety for furniture craftsmen, the provision of a complete treatment room, and the establishment of a routine health care system. This program successfully improved the quality of life of 44 residents of the center, consisting of 19 heads of families. The continuation of PKM activities is carried out routinely by institutional collaboration partner. This has proven effective in addressing the complex problems of leprosy sufferers and is expected to become a model for sustainable empowerment of leprosy sufferers.
Pendampingan Penerapan Pencegahan DBD dengan 3M Plus Bagi Warga Semua Usia Veroneka Yosefpa Windahandayani; Srimiyati, Srimiyati; Ketut Suryani; Aniska Indah Fari; Vincencius Surani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): September: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkm.v1i3.20

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue, DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit DBD dapat muncul sepanjang tahun dan dapat menyerang seluruh kelompok umur, baik Ibu hamil, anak dan dewasa. DBD dapat dicegah dengan melakukan program pemerintah yaitu 3M plus, hanya saja, dalam pelaksanaannya masih banyak masyarakat belum melakukan. Oleh karena itu beberapa Dosen Ilmu keperawatan dan Ners Universitas Katolik Musi Charitas, melakukan pendampingan penerapan pencegahan DBD dengan 3M Plus bagi warga semua usia, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terhadap pencegahan DBD, kegiatan pendampingan dilakukan dengan cara melakukan penyuluhan. Dimana hasil pengabdian ini adalah adanya peningkatan pengetahuan tentang pencegahan DBD ± 50 %.
Edukasi dan skrining kesehatan fisik dan mental Titin Dewi Sartika Silaban; Srimiyati Srimiyati; Veronika Yosefpa Windayani; Aprida Manurung; M. Amelia Putri Habsari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39024

Abstract

AbstrakMasa remaja merupakan periode penting yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan fisik dan mental. Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan di Paroki St. Maria Bunda Penolong Abadi Prabumulih, masih diperlukan peningkatan pengetahuan remaja mengenai kesehatan mental, perilaku hidup sehat, pencegahan penyalahgunaan NAPZA, serta deteksi dini masalah kesehatan melalui skrining sederhana. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan sebagai upaya edukasi dan skrining kesehatan fisik dan mental pada remaja. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan fisik dan mental serta melakukan deteksi dini status kesehatan melalui skrining. Metode yang digunakan berupa edukasi melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, pemutaran video, dan demonstrasi menggunakan media PowerPoint (PPT) serta phantom SADARI. Skrining kesehatan dilakukan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menentukan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), serta praktik Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada peserta putri. Kegiatan diikuti oleh 56 remaja yang terdiri dari 30 laki-laki (53,8%) dan 26 perempuan (46,2%). Hasil skrining menunjukkan sebagian besar peserta memiliki status gizi normal sebanyak 31 orang (55,4%), sedangkan 17 orang (30,3%) underweight, 6 orang (10,7%) overweight, dan 2 orang (3,6%) obesitas. Hasil edukasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai kesehatan fisik dan mental, pencegahan NAPZA, serta pengetahuan dan keterampilan peserta putri dalam melakukan SADARI. Disimpulkan bahwa edukasi dan skrining kesehatan fisik dan mental dapat meningkatkan pengetahuan remaja serta membantu deteksi dini kondisi kesehatan, sehingga dapat mendukung penerapan perilaku hidup sehat pada remaja di Paroki St. Maria Bunda Penolong Abadi Prabumulih. Kata kunci: kesehatan fisik; kesehatan mental; pengetahuan; remaja AbstractAdolescence is a critical period during which young people are vulnerable to various physical and mental health issues. Based on the results of a needs assessment at St. Mary, Mother of Perpetual Help Parish in Prabumulih, there remains a need to improve adolescents’ knowledge of mental health, healthy lifestyles, the prevention of substance abuse, and the early detection of health problems through simple screenings. Therefore, this community service activity was conducted as an effort to educate and screen adolescents for physical and mental health. The objective of this activity is to improve adolescents’ knowledge of physical and mental health and to conduct early detection of health status through screening. The methods used included education through lectures, discussions, Q&A sessions, video screenings, and demonstrations using PowerPoint (PPT) presentations and the SADARI phantom. Health screening was conducted by measuring body weight and height to determine nutritional status based on Body Mass Index (BMI), as well as a (SADARI) on female participants. The activity was attended by 56 adolescents comprising 30 males (53.8%) and 26 females (46.2%). The screening results showed that the majority of participants had a normal nutritional status, totaling 31 people (55.4%), while 17 people (30.3%) were underweight, 6 people (10.7%) were overweight, and 2 people (3.6%) were obese. The results of the educational program showed an increase in participants’ understanding of physical and mental health and drug prevention, as well as an improvement in the female participants’ knowledge and skills in performing SADARI. It was concluded that education and physical and mental health screenings can enhance adolescents’ knowledge and aid in the early detection of health conditions, thereby supporting the adoption of healthy lifestyle behaviors among adolescents in the St. Mary, Mother of Perpetual Help Parish in Prabumulih. Keywords: physical health; mental health; knowledge; adolescents
Penerapan Pregnancy Exercise pada Ibu Hamil Trimester III dengan Keluhan Kram Kaki Tatiana Sumarto; M. K. Fitriani Fruitasari; Srimiyati Srimiyati
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v21i1.1309

Abstract

Latar Belakang : Kram kaki merupakan keluhan yang umum dialami oleh ibu hamil pada trimester kedua dan ketiga, yang mengalami perubahan fisiologis yang berhubungan dengan kehamilan. Kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari. Senam hamil terbukti efektif dalam mengurangi keluhan tersebut dengan meningkatkan sirkulasi dan relaksasi otot. Peneliti tertarik untuk melakukan intervensi ini guna meningkatkan kenyamanan ibu selama kehamilan. Metode : EBP ini menggunakan desain studi kasus dengan intervensi senam hamil. Penelitian melibatkan 3 partisipan dan dilaksanakan selama 3 hari, yaitu pada tanggal 31 Mei, dilanjutkan tanggal 2–3 Juni, 11–13 Juni 2025 di RT 36, RW 09, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur Tiga. Hasil : Setelah dilakukan senam hamil, ketiga responden menunjukkan adanya penurunan frekuensi kram pada kaki, yaitu Ibu Re tidak mengalami kram lagi, Ibu Ri frekuensinya berkurang dari dua kali menjadi satu kali, dan klien lainnya mengalami penurunan dari 3-4 kali menjadi dua kali. Simpulan : Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata intensitas kram kaki setelah pelaksanaan senam hamil.
COACHING AS A STRATEGY TO ENHANCE NURSING CARE DOCUMENTATION QUALITY Maria Tarisia Rini; Dheni Koerniawan; Srimiyati Srimiyati
Menara Medika Vol 9, No 1 (2026): VOL 9 No 1 SEPTEMBER 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v9i1.7454

Abstract

Introduction: Nursing care documentation serves as the cornerstone of effective interprofessional communication, continuity of care, and patient safety, continuity of care, and defensible legal practice. Despite its important role, the quality of nursing care documentation remains a constant challenge in various clinical settings. While traditional methods for improving nursing documentation can result in some initial improvements, they often fail to achieve sustained and meaningful change.  Given these persistent problems, coaching became one of the innovative strategies to improve nursing documentation practices and foster a culture of continuous improvement in healthcare settings. Purpose: This study aims to explore the effectiveness of coaching as a strategy to improve the quality of nursing care documentation. Method: 16 nursing documentation measures used the Q-DIO before-after coaching implementation. Collected data in this study analyze using Wilcoxon test to find significance of the difference before-after measurements. Result: The study found that there was improvement in each dimension of nursing documentation quality as measured by the Q-DIO instrument, and that the dimensions significantly differed in overall quality (p0.001). Discussion: Therefore, further implementation of the coaching method with longer and more intermittent sequences gives certain promise as an alternative strategy for enhancing the quality of nursing care documentation in the future.