Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Upaya Mitigasi Bencana Banjir Pada Sungai Rejoso Di Kabupaten Pasuruan Ibnu Romadona, Teuku Ihza; Asmaranto, Runi; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.152

Abstract

Faktor penyebab terjadinya banjir di DAS Rejoso diantaranya adalah akibat dari curah hujan yang tinggi dan mengakibatkan kapasitas sungai tidak mampu menampung debit air, serta sedimentasi di muara sungai sehingga menghambat aliran sungai menuju laut. Banjir menggenangi lahan pertanian, serta pemukiman. Perlu diingat bahwa Sungai Rejoso memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat, maka dibutuhkan suatu upaya mitigasi bencana banjir agar dapat mencegah kerugian yang lebih besar. Pada studi ini, dilakukan analisis hidrologi untuk memperoleh debit banjir rancangan kala ulang 25 dan 50 tahun dengan Hidrogaf Satuan Sintetik Nakayasu yaitu sebesar 718,726 m3/det dan 805,087 m3/det. Analisis aliran dua dimensi menggunakan HEC-RAS dan simulasi unsteady flow digunakan untuk memodelkan kondisi hidraulik yang ada. Hasilnya menunjukkan luas wilayah yang terendam air akibat banjir rancangan untuk kala ulang 25 dan 50 tahun sebesar 1006,267 dan 1076,994 hektar. Untuk pengendalian banjir, direncanakan menggunakan tanggul dan normalisasi dengan channel modification menggunakan fitur RAS-Mapper, dengan debit banjir rancangan kala ulang 50 tahun. Untuk upaya non-struktural dilakukan dengan membuat jalur evakuasi menuju lokasi terdekat yang dianggap aman, seperti lahan kosong dengan elevasi yang relatif tinggi.
Upaya Mitigasi Bencana pada Sungai Kedunglarangan di Kabupaten Pasuruan Wardana, Fathurrozi Ibnu; Prasetyorini, Linda; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.153

Abstract

Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan yang dilalui oleh Sungai Kedunglarangan bagian hilir merupakan kawasan rawan bencana banjir setiap tahunnya pada musim penghujan. Studi ini membahas upaya mitigasi bencana banjir tersebut dengan rencana normalisasi sungai sebagai pengendalian banjir, serta membuat rute evakuasi untuk mengungsikan penduduk dari ancaman bahaya ke lokasi yang lebih aman selama bencana berlangsung. Dalam analisa hidrologi yang dilakukan untuk mengetahui luas genangan pada Sungai Kedunglarangan, aliran banjir rancangan yang dihitung menggunakan Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu sebesar Q25 = 781,567 m3/det serta Q50 = 858,632 m3/det. Pemodelan hidraulik menggunakan program HEC-RAS 2D versi 6.3.1 dengan perolehan luasan yang disebabkan banjir rancangan tersebut sebesar 3615,732 ha dengan kala ulang 25 tahun dan 3701,611 ha untuk kala ulang 50 tahun. Dilakukan juga pemodelan pengendalian banjir berupa pembuatan tanggul serta normalisasi sungai dengan fitur channel modification di RAS-Mapper
Pemanenan Air Hujan (Rainwater Harvesting) Desa Sama Guna Andawayanti, Ussy; Lufira, Rahmah Dara; Prasetyorini, Linda; Sajali, M Amar; Sumiadi, Sumiadi; Sofriansyah, Rafi Satria; Dewanti, Wahyuning
UN PENMAS (Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri) Vol 4 No 2 (2024): UN PENMAS Vol 4 No 2
Publisher : LPPM Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/un-penmas.v4i2.2916

Abstract

Krisis air pasca gempa 2018 masih berdampak pada masyarakat Lombok, terutama Lombok Utara. Untuk mencegah kekurangan air bersih di masa depan, khususnya saat musim kemarau, sistem pemanenan air hujan diusulkan. Inisiatif ini bertujuan mengatasi ketersediaan air bersih di Desa Sama Guna. Metodenya melibatkan survei, dengan data curah hujan dari 1994-2020 menunjukkan rata-rata 249,7 mm per tahun. Dengan luas atap 118,8 m², potensi penampungan air hujan mencapai 28,4 m³ per tahun. Sistem penyimpanan dirancang dengan bak persegi (4m x 4m x 2m) yang dapat menampung 28.423 liter per tahun. Untuk memastikan kualitas air, digunakan filter persegi (1m x 1m x 1,3m) dengan lapisan kerikil, arang aktif, zeolit, dan pasir silika. Sistem ini diharapkan dapat menyediakan pasokan air yang stabil dan berkualitas bagi warga Desa Sama Guna.
Pelatihan Pembuatan Kompos Daun Pisang dengan Biochar Sekam Padi sebagai Solusi Ramah Lingkungan Widowati, Widowati; Khaerudin, Dian Noorvy; Prasetyorini, Linda; Bayu, Muhammad
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 9, No 1 (2025): EDISI JUNI 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jast.v9i1.6406

Abstract

Merjosari Village, Lowokwaru District, Malang City, some residents in RW 06 run a home industry producing lontong, contributing to economic growth and employment. However, this industry's growth impacts the environment, especially the accumulation of banana leaf waste from lontong wrappers. This waste is often dumped on the riverbank, resulting in a decline in environmental quality and pollution, while waste management officers cannot handle the increasing volume of waste. The remaining leaves are generally thrown away, potentially creating environmental problems if not appropriately managed, including the risk of flooding. Although often considered waste, banana leaves have the potential to be useful compost material. Proper processing of banana leaves can be an effective organic fertilizer, reduce waste volume, and utilize resources sustainably. However, the high cellulose in banana leaves can slow decomposition if not appropriately handled. Another obstacle is the lack of knowledge and access to efficient technology for processing banana leaves into compost. Environmental factors such as humidity and temperature also affect the quality of compost. Therefore, making banana leaf compost with rice husk biochar can be an effective solution that benefits the community and the environment. Training in making banana leaf compost with the addition of rice husk biochar effectively increases community capacity, reduces organic waste, and opens up new economic opportunities through environmentally friendly waste management.ABSTRAKDesa Mejosari di Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, sebagian warganya di wilayah RW 06 menjalankan industri rumah tangga yang memproduksi lontong, yang berkontribusi pada peningkatan ekonomi dan lapangan kerja. Namun, pertumbuhan industri tersebut berdampak pada lingkungan, khususnya penumpukan limbah daun pisang dari pembungkus lontong. Limbah ini sering dibuang di tepi sungai, yang mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan dan pencemaran, termasuk risiko bencana seperti banjir. Meski sering dianggap limbah, daun pisang memiliki potensi sebagai bahan kompos yang berguna. Pengolahan yang tepat, daun pisang dapat menjadi pupuk organik yang efektif, mengurangi volume limbah, dan memanfaatkan sumber daya secara berkelanjutan. Namun, tinggi selulosa dalam daun pisang dapat memperlambat proses dekomposisi jika tidak ditangani dengan baik. Kendala lain adalah kurangnya pengetahuan dan akses terhadap teknologi yang efisien untuk pengolahan daun pisang menjadi kompos. Oleh karena itu, penerapan metode pembuatan kompos daun pisang dengan biochar sekam padi bisa menjadi solusi yang efektif, memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Pelatihan pembuatan kompos daun pisang dengan tambahan biochar sekam padi, efektif dalam menekan limbah organik, sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
Assessing Liquefaction Risk at Timika Steam Power Plant through Cyclic Stress Ratio Analysis Using Borehole Data Marsudi, Suwanto; Lufira, Rahmah Dara; Sajali, Muhammad Amar; Putra, Sebrian Bessely Mirdeklis; Asmaranto, Runi; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2025.016.01.9

Abstract

Energy infrastructure, particularly power plants, is critical in national and regional development. This study aims to determine the optimal placement and design of the Timika PLTU (power plant) by conducting comprehensive soil and rock investigations, focusing on seismic risks. The primary objective is to assess the geotechnical conditions of the site to ensure structural stability and safety in this high-seismicity zone. Key methods used in this study include borehole drilling, soil classification tests, and seismic hazard analysis. The soil at the site is classified as medium (SD) with Vs values ranging from 175 to 350 m/sec, and the seismic zone’s coefficient (Z) is 0.6, indicating significant seismic potential. The results reveal that specific design measures, such as sheet piles and retaining walls, are necessary to mitigate the risks of lateral collapse in areas with significant soil excavation. Furthermore, seismic design considerations were incorporated to improve the plant’s earthquake resistance. The findings of this study provide essential geotechnical data and practical recommendations, ensuring the safe and resilient construction of the PLTU Timika in a region prone to seismic activity while guiding future infrastructure projects in similar high-risk zones.
Flood Discharge Reduction Analysis of Ciawi and Sukamahi Dry Dams Dasylva, Iqbal Zaenal; Sumiadi, Sumiadi; Prasetyorini, Linda; Beselly, Sebrian Mirdeklis
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2025.016.01.1

Abstract

Floods are a natural disaster often experienced by the people of Indonesia, especially in Jakarta. In 2022, the government inaugurated the upstream area of ​​the Ciliwung River Basin. The research provides an in-depth analysis of the reductions achieved by the two dry dams across a range of return periods (Q), specifically 2, 5, 10, 25, 50, and 100 years, highlighting their performance in reducing peak flow volumes and their effectiveness in flood risk management under varying hydrological conditions. Currently, both do not have intake on their conduit channels. With this research, it is hoped that it can be determined whether or not the reduction results will be optimal by adding intake to their conduit channels. The results and analysis obtained on the Ciawi dry dam, namely Q2 can reduce up to 73.49%; Q5 can reduce up to 76.17%; Q10 can reduce up to 78.49%; Q25 can reduce up to 80.33%; Q50 can reduce up to 66.93%; and Q100 can reduce up to 54.98% while for the results and analysis of reduction in the Sukamahi dry dam for Q2 can reduce up to 78.40%; Q5 can reduce up to 82.24%; Q10 can reduce up to 83.38%; Q25 can reduce up to 84.41%; Q50 can reduce up to 84.94%; and Q100 can reduce up to 85.26%.
Analisis Laju Erosi dan Indeks Bahaya Erosi Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) pada Sub DAS Asem Kabupaten Lumajang Jawa Timur Alam Semesta, Aji Rahmanda; Dermawan, Very; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.077

Abstract

Pemanfaatan lahan oleh masyarakat berupa penggundulan secara berlebihan membuat rusaknya hutan pada wilayah sekitar Sub DAS Asem. Perubahan tata guna lahan pada wilayah Sub DAS Asem mengakibatkan air hujan yang turun mengalir langsung menuju sungai yang menyebabkan erosi dan sedimentasi pada Sub DAS Asem serta perlu adanya penanganan yang dikonsepkan dengan baik. Studi ini menggunakan bantuan software ArcGIS yang dikolaborasikan dengan model ArcSWAT untuk perhitungan nilai erosi dan sedimentasi. Hasil simulasi pada kondisi eksisting diperoleh nilai potensi laju erosi 45,329 ton/ha/tahun dan potensi sedimentasi 38,856 ton/ha/tahun. Hasil analisis indeks bahaya erosi diperoleh dua kriteria yaitu sedang dengan luas 7.320,575 ha atau 40,906% dari luasan total dan tinggi dengan luas 10.575,300 atau 59,094% dari luasan total. Arahan konservasi dilakukan menggunakan dua metode yaitu vegetatif dan mekanis. Berdasarkan hasil simulasi metode vegetatif, nilai potensi laju erosi diperoleh 27,074 ton/ha/tahun dan sedimentasi 20,336 ton/ha/tahun serta nilai indeks bahaya erosi yang lebih rendah dari kondisi eksisting, yaitu menjadi kriteria rendah dengan luas 1.722,048 ha atau 9,623% dari luasan total dan sedang dengan luas 16.173,827 atau 90,377 dari luasan total.
Pemodelan Hidraulik Daya Rusak Air Sungai Konto Hilir Menggunakan HEC-RAS 6.2 Rayhan, Nabil; Sisinggih, Dian; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.109

Abstract

Sungai Konto Hilir yang berada di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memiliki beberapa bangunan melintang sungai yang mengalami kerusakan struktur. Hal ini antara lain disebabkan karena kecepatan aliran cukup tinggi yang diakibatkan kemiringan sungai cukup curam. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mencoba mengatasi permasalahan yang ada pada lokasi studi. Dengan data hujan selama 24 tahun studi ini melakukan analisis debit banjir rancangan untuk menganalisis hidraulik dari tinjauan kecepatan aliran, dan juga melakukan analisis debit harian untuk melakukan analisis hidraulik dari tinjauan perubahan dasar sungai. Upaya yang dilakukan dalam studi ini adalah dengan membangun bangunan pengendali dasar sungai (Groundsill). Hasil analisis hidraulik dengan tinjauan distribusi kecepatan pada kondisi rencana sudah tidak didapatkan ruas yang melebihi kecepatan izin. Hasil analisis hidraulik dari tinjauan perubahan dasar sungai juga sudah tidak ada yang mengalami degradasi. Kesimpulan dari studi ini, upaya dalam menangani masalah pada Sungai Konto Hilir ini dengan merencanakan beberapa bangunan Groundsill untuk mengatasi permasalahan yang ada pada lokasi studi. Manfaat studi ini untuk mengupayakan agar tidak terjadi kerusakan struktur bangunan melintang sungai pada lokasi studi.
Development of Synthetic Unit Hydrograph Model in Java Island with Morphometric Parameters Maulida Hayati; Limantara, Lily Montarcih; Prasetyorini, Linda
Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2025.019.03.1

Abstract

The synthetic unit hydrograph (HSS) is used as a predictive tool in hydrological studies, particularly to estimate the peak discharge due to design rainfall, which is very useful in water infrastructure planning and flood control. This study aims to develop more accurate HSS parameters by considering the influence of morphometry, namely, the watershed form factor and the watershed area. The study involved 10 watersheds located on the island of Java, which were selected as study sites to provide a broader and more representative context for the variation in characteristics in the study area. The methods used include watershed morphometric analysis to determine the location and shape factor of the watershed, hydrograph analysis to produce unit hydrographs per watershed/sub-watersheds, and hydrograph analysis to determine the size of the sub-watershed and explicit modeling technique with multiple linear regression, which is the writing of a mathematical model that shows the relationship between the dependent variables (Qp and Tp) and the independent variables (A and FD, respectively). The result of the study is a HSS model on Java Island with parameters FD and A obtained the following equation: peak discharge (Qp) = 18.465 - 25.730 (FD) + 0.039 (A), and peak time (Tp) = 2.962 - 0.766 (FD) + 0.001 (A), where FD is the watershed form factor and A is the watershed area. Correlation coefficient (R) for peak discharge (R = 0.962) and peak time (R = 0.974). Coefficient of determination (R2) for peak discharge (R2 = 0.926) and peak time (R2 = 0.948).
Spatial Incidence and Characteristics of Microplastics Around Industrial Zones (Case Study: Surabaya Industrial Estate Rungkut, Indonesia) Haribowo, Riyanto; Shiddik, Muchammad Ja'far; Wirawan Putra, Rizky Almarendra; Anggani, Tsabita Putri; Wahyuni, Sri; Prasetyorini, Linda; Fadhillah, Arriel
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2024.015.01.6

Abstract

Microplastics found in drainage channels are a significant contributor to river pollution. Among the potential contributors to this issue are industrial activities. In this investigation, we focused on assessing the occurrence of microplastics within the Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) industrial area, which discharges into the Tambakoso River in East Java, Indonesia. Surface water tests were obtained from 19 particular focuses. The extraction of microplastics included filtration, wet peroxide oxidation, and density separation techniques. Recognizable proof of polymers was accomplished utilizing Fourier change infrared (FTIR) spectroscopy. Statistical analysis was conducted employing the Ward cluster test method within the IBM SPSS Statistics software. The findings revealed a gradual increase in the abundance of MPs from upstream to downstream locations, with the highest concentration observed at point 19 (548.33 particles/L). The majority of microplastics were characterized by their small size (<1 mm), fragment shape (45.93%), and black color (56.18%). The types of polymers are mostly polypropylene (PP) and polyethylene (PE). Findings derived from the cluster analysis highlight the substantial involvement of the food and beverage, pharmaceutical, and plastics sectors in microplastic pollution within the drainage channels of the SIER industrial zones.