Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Penilaian Indeks Kinerja Fisik Jaringan Irigasi pada Daerah Irigasi Bangkok Kabupaten Kediri dengan Menggunakan ePAKSI Nor, Achmad Sholahudin; Wahyuni, Sri; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.13

Abstract

Daerah Irigasi Bangkok memiliki luas layanan sebesar 307,58 ha dan berlokasi pada Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dalam upaya pemenuhan akan kebutuhan infrstruktur bangunan air yang layak bagi keperluan pertanian, diperlukan infrastruktur irigasi yang baik. Menurut data Dinas PU Kabupaten Kediri, Daerah Irigasi Bangkok telah mengalami kerusakan pada beberapa tahun terakhir. Studi ini menggunakan perbandingan dua metode untuk mengetahui indeks kinerja fisik jaringan irigasi, yaitu metode PU dan metode ePAKSI. Dengan metode PU didapatkan indeks kinerja fisik sebesar 60,16% sementara metode ePAKSI sebesar 63,40% sehingga jaringan irigasi dinyatakan dalam kondisi rusak sedang dan diperlukan pemeliharaan berkala yang bersifat perbaikan. Estimasi biaya perbaikan bangunan dengan tingkat kerusakan paling parah yaitu Bangunan Sadap B.BK.4 dan Saluran Tersier R.BK.4.Ka adalah sebesar Rp. 230.000.000,00.Bangkok Irrigation Area has a service area of 307.58 ha and is located in Kandangan District, Kediri Regency, East Java. In an effort to fulfill the need for proper water building infrastructure for agricultural purposes, good irrigation infrastructure is needed. According to data from the Kediri Regency PU Office, the Bangkok Irrigation Area has suffered damage in recent years. This study uses a comparison of two methods to determine the physical performance index of irrigation networks, namely the PU method and the ePAKSI method. With the PU method, a physical performance index of 60.16% was obtained while the ePAKSI method was 63.40% so that the irrigation network was declared in a moderately damaged condition and periodic maintenance was needed in a repair nature. The estimated cost of repairing buildings with the most severe damage, namely the B.BK.4 Tapping Building and the R.BK.4.Ka Tertiary Channel, is Rp. 230,000,000.00.
Studi Evaluasi Stabilitas Bendung dan Perencanaan Rehabilitasi Bendung Margopadang di Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Nisa, Awwalin Rakhmatun; Asmaranto, Runi; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.43

Abstract

This study aims to plan the main building of Margopadang Weir as an effort to achieve the needs of water on Margopadang irrigation area by considering the safety factors that occur through stability analysis after being rehabilitated. Stilling basin planning is a recommendation that can reduce the impact due to local scouring. This allows the building to be last longer in ages. In this case, the programming application, Plaxis version 20.0, also provides assistance in determining the calculation of stability analysis that allows to accumulate the safety factors of a weir. The results of this study showed that 1a) Re-planning the dimensions of the Margopadang Weir obtained a weir height of 1.3 m by radius of 0.5 m and a slope of 1: 0.67. 1b) The Stilling basin type bucket according to the conditions of the river transporting boulder rocks. 1c) Intakes only need cleaning. 1d) Re-planning of the weir is stronger with reinforcement concrete 25 cm thick. 1e) The retaining wall includes a gravity wall of approximately 3 m. height 2) Stability analysis determined safe against rolling and shearing based on 6 conditions. 3) Stability analysis using Plaxis Version 20.0 software is declared safe, too.Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan bangunan utama BendungMargopadang sebagai upaya pemenuhan kebutuhan air irigasi DI. Margopadangdengan mempertimbangkan faktor keamanan yang terjadi melalui analisa stabilitassetelah direhabilitasi. Perencanaan kolam olak menjadi rekomendasi yang dapatmengurangi dampak yang terjadi akibat gerusan lokal. Hal ini memungkinkan agarumur bangunan dapat bertahan lebih lama. Dalam hal ini aplikasi pemrograman,Plaxis versi 20.0, turut memberikan bantuan dalam penentuan perhitungan analisastabilitas yang memungkinkan untuk mendapatkan gambaran mengenai faktorkeamanan suatu bangunan air. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1a)Perencanaan ulang dimensi Bendung Margopadang didapat tinggi bendung 1,3 mdengan mercu jari-jari 0,5 m dan kemiringan 1:0,67. 1b) Kolam olak bak tenggelamsesuai dengan keadaan sungai yang mengangkut batuan boulder. 1c) Intake hanyaperlu pembersihan. 1d) Perencanaan ulang bendung lebih kuat dengan beton tanpatulangan setebal 25 cm. 1e) Dinding penahan gravitasi dengan tinggi kurang lebih 3m. 2) Perhitungan analisa stabilitas dinyatakan aman terhadap guling dan geserNisa, A. R. et al., Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Air Vol. 3 No. 1 (2023) p. 502-515503berdasarkan 6 keadaan:. 3) Analisa stabilitas menggunakan software Plaxis V20dinyatakan aman juga terhadap guling dan geser berdasarkan 6 keadaan.
Studi Perencanaan Sistem Drainase Berwawasan Lingkungan Untuk Mengatasi Genangan di Perumahan Puri Dander Asri Bojonegoro Pradita, M. Ghaniy; Andawayanti , Ussy; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.038

Abstract

Perumahan Puri Dander Asri merupakan perumahan yang berada di daerah Kabupaten Bojonegoro. Perubahan tata guna lahan menyebabkan sarana drainase pembangunan tidak berfungsi dengan efektif. Akibatnya terjadi limpasan permukaan dan berkurangnya jumlah air yang meresap ke dalam tanah sehingga genangan atau banjir terjadi saat hujan deras, sehingga diperlukan pemasangan sistem eco-drainage di perumahan. Dari hasil analisa yang telah dilakukan pada lokasi studi, besar debit banjir rancangan dengan kala ulang 5 tahun terbesar ada pada saluran E1 yaitu 0,290087 m3/detik dan hasil perhitungan dan analisa yang telah dilakukan pada lokasi studi, hasil evaluasi yang didapatkan ada 13 dari 58 saluran yang melimpas dengan total debit limpasannya 0,636 m3/detik. Upaya penanggulangan genangan yang dapat dilakukan ada 2 alternatif yaitu Operasi Pemeliharaan dengan penggalian sedimen yang ada sekaligus perencanaan sumur resapan pada saluran yang melimpas dan Menggunakan perencanaan sistem drainase yang menerapkan UB-Drain.
Uji Model Hidrolika Pelimpah Samping Bendungan Surumana Dhitaisma, Elsya; Dermawan, Very; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.003

Abstract

Pembangunan Bendungan Surumana di Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah diprioritaskan untuk mensuplai kebutuhan air untuk irigasi, air baku untuk rumah tangga, industri, dan sebagai pembangkit listrik. Salah satu prosedur dalam perencanaan Bendungan Surumana adalah melakukan uji model hidrolika. Uji model hidrolika dilakukan pada approach channel, pelimpah, side channel, saluran transisi, saluran peluncur, peredam energi, escape channel, dan hilir Bendungan Surumana. Dalam perencanaan pelimpah sesuai standar Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, penting untuk memperhatikan perilaku aliran pelimpah pada debit Q1000th. Maka dari itu, tujuan dari kajian ini adalah untuk menganalisis hidrolika aliran pelimpah pada debit Q1000th. Analisis ini menggunakan uji model hidrolika sebagai kontrol untuk membandingkan hasil dengan perhitungan teoritis. Sebagai hasil dari pengujian model hidrolika, pelimpah Bendungan Surumana mampu mengalirkan aliran dengan debit Q1000th tanpa menyebabkan overtopping. Hasil perhitungan teoritis terhadap profil muka air mendekati dengan hasil pengujian model hidrolika pada debit Q1000th. Bendungan Surumana pada debit Q1000th aman terhadap bahaya kavitasi baik dari hasil perhitungan maupun dari pengukuran pada bacaan piezometer model hidrolika. Pada hilir escape channel ditemukan adanya gerusan lokal terdalam. Pendekatan metode teoritis yang hasilnya mendekati hasil saat pengujian model hidrolika adalah dengan menggunakan rumus Zimmerman dan Maniak.
Penilaian Kualitas Air Irigasi dan Kesesuaiannya dengan Komoditas Pertanian di D.I. Pakis Bernadine, Eva; Siswoyo, Hari; Prasetyorini, Linda
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.18210

Abstract

Penilaian Indeks Kualitas Air Irigasi (IWQI) di Daerah Irigasi Pakis ini bertujuan menentukan kesesuaian air irigasi bagi pertanian. Karena kekhawatiran terhadap kualitas air dari Sungai Jilu, anak sungai Brantas yang tercemar, sampel air diambil dari enam lokasi dalam sistem irigasi. Analisis laboratorium mengukur konsentrasi ion natrium (Na+), kalsium (Ca2+), magnesium (Mg2+), klorida (Cl-), dan bikarbonat (HCO3-), dan data ini digunakan untuk menghitung IWQI. Hasil menunjukkan bahwa air irigasi di Pakis memiliki nilai konduktivitas listrik (EC) rendah, antara 241,60 hingga 277,40 µmhos/cm, yang mengindikasikan kandungan garam rendah. Nilai IWQI berkisar antara 84,42 hingga 86,03, termasuk kategori "Pembatasan Rendah" (LR) dan "Tanpa Pembatasan" (NR), yang menegaskan keamanannya untuk irigasi. Analisis lanjut merekomendasikan tanaman bernilai tinggi seperti cabai besar. Kesimpulannya, air irigasi di Pakis umumnya cocok untuk pertanian. Kandungan garam rendah dan nilai IWQI tinggi memungkinkan budidaya beragam tanaman tanpa risiko signifikan terhadap salinitas tanah. Pola tanam padi-cabai besar-padi disarankan. Pemantauan rutin kualitas air irigasi dianjurkan untuk mencegah kontaminasi yang merugikan pertanian.
Cultivation of Cassava and Moringa Based on Ecoenzymes as an Effort to Prevent Stunting in Dry Land Areas Sitawati, Sitawati; Zuhriyah, Lilik; Prasetyorini, Linda; Ariani, Ariani; Wardani, Diajeng Setya; Azzahra, Shabrina Laila; Wicaksana, Anang Panca
Journal of Agriprecision & Social Impact Vol. 2 No. 3 (2025): November: JAPSI (Journal of Agriprecision & Social Impact)
Publisher : CV. Komunitas Dunia Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62793/japsi.v2i3.76

Abstract

The use of ecoenzyme-based solutions (EE) is one innovation in supporting sustainable food security in drylands. This research and community service project was conducted in Putukrejo Village, Kalipare District, Malang Regency, with the aim of increasing the productivity of cassava and moringa plants while supporting stunting prevention. Ecoenzymes were obtained from the fermentation of household organic waste, brown sugar, and clean water fermented for three months. The solution was applied to cassava and moringa at a dose of 15 per tree dissolved in one liter of water, applied weekly. The results showed an increase in the vegetative growth of moringa and cassava compared to the control group. From a socio-economic perspective, this technology improves the community's skills in production and opens up business opportunities for cassava and moringa-based food products. These findings are in line with the achievement of SDGs 2 (Zero Hunger) and SDGs 12 (Responsible Consumption and Production).
Studi Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih Di Kelurahan Pantai Amal Kecamatan.Tarakan Timur Kota Tarakan Saputra, Atha Ilham; Haribowo, Riyanto; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.5

Abstract

: Saat ini, Kelurahan Pantai Amal di Kota Tarakan belum memiliki sistem pendistribusian air dari SPAM secara terstruktur sehingga masyarakat masih mengandalkan air hujan dan juga air tanah dari sumur bor. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan sistem penyediaan air bersih di Kelurahan Pantai Amal guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Pada studi ini, analisis hidrolik akan memanfaatkan software WaterCAD v8i agar sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Pertama-tama, dimulai dengan analisis kebutuhan air bersih berdasarkan proyeksi pertumbuhan penduduk hingga.tahun.2044, setelah itu dapat dilakukan pemodelan menggunakan software WaterCAD v8i. Hasil pemodelan menunjukkan nilai kecepatan, headloss gradient, tekanan dan sisa klorin. Berdasarkan hasil pemodelan di jaringan transmisi, nilai kecepatannya berkisar 1,19 - 1,23 m/det dan headloss gradient 5,4 - 5,83 m/km, sedangkan pada jaringan distribusi kecepatan 0,156 - 1,18 m/det dan headloss gradient 0,971 - 14,7 m/km. Tekanan di titik junction sebesar 1,5 - 7,66 atm, sedangkan kadar sisa klor dalam pipa sebesar 0,32451 – 0,36043 mg/L. Estimasi anggaran untuk pembangunan sistem penyediaan air bersih ini mencapai Rp 20.152.941.000,00.  
Perencanaan Distribusi Air Bersih Di Desa Lapri Kecamatan Sebatik Utara Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara Sulistyo, Dani Febrian; Prasetyorini, Linda; Haribowo, Riyanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.15

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia dan lingkungan. Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan wilayah, kebutuhan akan air bersih semakin meningkat, termasuk di wilayah perbatasan seperti Kecamatan Sebatik Utara, Kecamatan Nunukan, Kalimantan Utara. Desa Lapri sebagai bagian dari kecamatan tersebut mengalami permasalahan distribusi air bersih, khususnya saat musim kemarau. Permasalahan ini diperparah dengan peningkatan jumlah penduduk yang menyebabkan tekanan terhadap kebutuhan air bersih semakin tinggi. Melihat permasalahan diatas diperlukan suatu perencanaan akan fasilitas air bersih yang efektif agar pemenuhan air bersih masyrakat dapat terpenuhi. Studi ini mengambil sumber yang berasal dari IPA Lapri dengan kapasitas total 40 lt/dt. Hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai kebutuhan air rerata untuk Masyarakat Desa Lapri adalah 3,53 lt/dt dengan total jumlah penduduk dari proyeksi pada tahun 2044 adalah 2458 jiwa. Kebutuhan air harian maksimum sebesar 5,3 lt/dt dan kebutuhan air pada jam puncak sebesar 5,51 lt/dt. Analisa pada perencanaan sistem perpipaan menggunakan Software WaterCAD V8i dengan hasil yang sudah sesuai dengan parameter yang ada dan perhitungan untuk Rencana Anggaran Biaya mengacu pada Satuan Pekerjaan Kota Tarakan, didapatkan nilai biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan ini adalah sebesar Rp. 4.355.600.000.
Studi Alternatif Perencanaan Pengendalian Banjir Sungai Petung di Pasuruan Setiawan, Dodi Bagus; Prasetyorini, Linda; Sajali, M. Amar
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.50

Abstract

Banjir merupakan peristiwa meluapnya air yang melebihi kapasitas normal saluran, sehingga menggenangi wilayah daratan. Provinsi Jawa Timur, menurut data BNPB tahun 2024, menempati peringkat kedua dalam kejadian banjir terbanyak di Indonesia. Salah satu wilayah terdampak adalah Sungai Petung yang mengalir melalui Kota dan Kabupaten Pasuruan. Kejadian banjir signifikan terjadi pada 6 Mei 2023 dengan genangan setinggi 0,6 meter. Studi ini bertujuan merancang upaya pengendalian banjir di Sungai Petung melalui normalisasi sungai dan pembangunan tanggul. Tahapan perencanaan meliputi analisis debit banjir rancangan menggunakan HEC-HMS, pemodelan banjir dan pengendaliannya menggunakan HEC-RAS, serta estimasi rencana anggaran biaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa debit banjir rancangan untuk kala ulang 25 tahun (Q25) sebesar 122,59 m³/s dan kala ulang 50 tahun (Q50) sebesar 154,92 m³/s. Hasil pemodelan menunjukkan adanya luapan di beberapa titik, sehingga dibutuhkan normalisasi dan pembangunan tanggul. Tanggul direncanakan dengan dua pendekatan, yaitu konvensional dan Building with Nature (BWN). Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk skenario normalisasi dan tanggul konvensional adalah Rp11.685.730.000, sedangkan untuk normalisasi dan tanggul BWN adalah Rp7.546.420.000.
Studi Penentuan Kesiapan Modernisasi Irigasi Berdasarkan Skala Prioritas Pada Daerah Irigasi Sampean Baru Dan Daerah Irigasi Banyuputih Kabupaten Situbondo Fernadhi Malika Wildan Pratama; Sayekti, Rini; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.53

Abstract

Modernisasi irigasi merupakan upaya untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem irigasi melalui pendekatan teknis, kelembagaan, dan pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kesiapan modernisasi irigasi di dua daerah irigasi kewenangan pusat di Kabupaten Situbondo, yaitu Daerah Irigasi Sampean Baru dan Banyuputih, dengan menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) dan Simple Additive Weighting (SAW). Penilaian didasarkan pada lima pilar utama Indeks Kesiapan Modernisasi Irigasi (IKMI), yaitu ketersediaan air, infrastruktur irigasi, sistem pengelolaan, institusi pengelola, dan sumber daya manusia. Data diperoleh melalui kuesioner RAP (Rapid Appraisal Procedure) yang diolah dengan pendekatan berbasis logika fuzzy untuk mendapatkan bobot prioritas, kemudian dilakukan penilaian skor akhir menggunakan metode SAW. Hasil menunjukkan bahwa DI Sampean Baru memiliki nilai IKMI sebesar 80,24 dan tergolong paling siap dalam menghadapi modernisasi, sedangkan DI Banyuputih memiliki nilai IKMI sebesar 77,06 dan masih memerlukan perbaikan, terutama pada aspek ketersediaan air dan infrastruktur. Prioritas peningkatan difokuskan pada pilar infrastruktur irigasi di kedua daerah, serta peningkatan sarana penunjang untuk mendukung pengelolaan yang lebih efisien. Penelitian ini menegaskan pentingnya penilaian objektif dan terstruktur dalam merancang strategi modernisasi irigasi yang berkelanjutan.