Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Interaksi Air Tanah dan Air Permukaan Sungai Asem Ruas Antara Bendung Brugpurwo sampai Bendung Boreng Firdaus, Aulia Zam Zam; Siswoyo, Hari; Prasetyorini, Linda
Exact Papers in Compilation (EPiC) Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/epic.v8i1.1660

Abstract

Pencemaran limbah domestik dan industri di Sungai Asem berpotensi memengaruhi kualitas air tanah di sekitar aliran sungai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis interaksi yang terjadi antara air tanah dan air permukaan di Sungai Asem. Metode yang digunakan adalah analisis statistik yang meliputi analisis deret waktu, analisis korelasi, analisis komponen utama, dan analisis klaster. Pengamatan dilakukan pada lima penampang yang meliputi air tanah di sisi kanan aliran sungai, air sungai, dan air tanah di sisi kiri aliran sungai. Parameter yang diukur meliputi pH, suhu, total padatan terlarut, dan daya hantar listrik. Berdasarkan hasil analisis deret waktu, dapat dinyatakan bahwa terdapat kesamaan pola fluktuasi parameter antara air tanah dan air sungai. Kesamaan pola fluktuasi ini dibuktikan melalui analisis korelasi yang menunjukkan hubungan yang kuat. Berdasarkan hasil analisis komponen utama, dapat ditunjukkan bahwa variasi kualitas air dikendalikan oleh total padatan terlarut dan daya hantar listrik dengan kontribusi kumulatif sebesar 93,16%. Berdasarkan hasil analisis klaster, dapat ditunjukkan bahwa interaksi antara air tanah dan air sungai terjadi dengan intensitas yang relatif rendah sehingga identitas masing-masing sumber air masih dapat dibedakan. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi antara air tanah dan air permukaan dengan domain jenis interaksi adalah air sungai mengisi air tanah.
MODEL SEBARAN SPASIO-TEMPORAL KERENTANAN INTRINSIK AIR TANAH TERHADAP PENCEMARAN DI KECAMATAN JOMBANG KABUPATEN JOMBANG Siswoyo, Hari; Prasetyorini, Linda; A'mal, Bayhaki Izatul
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 9 No 2 (2025): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v9i2.7549

Abstract

Keberadaan lahan pertanian yang luas, area pemukiman dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, dan penggunaan air tanah sebagai sumber air minum di lokasi penelitian perlu mendapatkan perhatian yang serius. Ini bertujuan untuk mencegah pencemaran air tanah yang disebabkan oleh aktivitas domestik, pertanian, atau industri. Tahap pertama yang bisa dilakukan adalah mengidentifikasi tingkat kerentanan intrinsik air tanah terhadap pencemaran sebagai landasan untuk upaya pencegahan terjadinya pencemaran air tanah. Contoh penelitian ini adalah air tanah yang diamati dari 26 sumur gali selama 5 bulan. Metode GOD digunakan untuk menentukan tingkat kerentanan intrinsik air tanah terhadap pencemaran. Nilai indeks GOD dipetakan sebarannya berdasarkan hasil perhitungan dari data yang diukur di lapangan secara periodik. Sebaran tingkat kerentanan instrinsik air tanah terhadap pencemaran di wilayah Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang baik secara spasial (tempat) maupun secara temporal (waktu) didominasi oleh daerah dengan tingkat kerentanan sangat tinggi.
Kajian Perilaku Aliran pada Pelimpah Samping Bendungan Sepaku Semoi Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur dengan Skala 1:50 Crisna, Ainul; Dermawan, Very; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.15

Abstract

To meet the need for raw water at the IKN (National Capital City) in North Panajem Paser Regency, the Sepaku Semoi Dam was built. This study aims to determine the hydraulic behavior of the physical model test of the Sepaku Semoi Dam with a scale of 1: 50. The study of hydraulics was carried out on the spillway, side channel, transition channel, launch channel, energy absorber, and downstream energy absorber based on the results of the physical model test as control over the count approach. In the study of hydraulics on the physical model, water level profile analysis, the discharges studied are Q100th , Q¬1000th , and QPMF , with secondary discharge data. The study was carried out on the spillway using the Iwasaki and USBR methods, for analysis on the side channel using the momentum equation, for hydraulic analysis on the transition channel and the launch channel using the energy equation with standard step calculations. Meanwhile, for the calculation of the hydraulic analysis of the USBR type II energy reducer, the momentum and continuity equations are used. For the calculation of the basic material motion using the momentum equation and corrections are made with the shield graph. From the results of this study, the results of the original design conditions on the physical model and final design, as well as the results of the calculation approach on the components of the dam building were obtained. Untuk memenuhi kebutuhan air baku di IKN (Ibu Kota Negara) di Kabupaten Panajem Paser Utara maka dilakukan pembangunan Bendungan Sepaku Semoi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui perilaku hidrolika uji model fisik Bendungan Sepaku Semoi dengan skala 1 : 50. Kajian hidrolika dilakukan pada pelimpah, saluran samping, saluran transisi, saluran peluncur, peredam energi, dan hilir peredam energi yang yang didasarkan pada hasil pengujian model fisik sebagai kontrol terhadap pendekatan hitungan. Dalam kajian hidrolika pada model fisik, analisis profil muka air, debit yang dikaji yaitu Q100th , ­Q­1000th , dan QPMF , dengan data debit sekunder. Kajian yang dilakukan pada pelimpah menggunakan metode Iwasaki dan USBR, untuk analisa pada saluran samping menggunakan persamaan momentum, untuk analisa hidrolika pada saluran transisi dan saluran peluncur menggunakan persamaan energi dengan perhitungan tahapan standar. Sedangkan untuk perhitungan analisa hidrolika peredam energi USBR tipe II menggunakan persamaan momentum dan kontuinitas. Untuk perhitungan gerak material dasar menggunakan persamaan momentum dan dilakukan koreksi dengan grafik shield. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil kondisi original design pada odel fisik dan final design, serta hasil pendekatan hitungan pada komponen bangunan bendungan.
Development of Synthetic Unit Hydrograph Parameters from the Influence of Watershed Form Factor Hayati, Maulida; Montarcih Limantara, Lily; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2026.017.01.4

Abstract

The Synthetic Unit Hydrograph (HSS) is a predictive model used in hydrological analysis to estimate river flow response due to design rainfall, playing an important role in water infrastructure planning and flood mitigation strategies. This study aims to develop HSS parameters by quantitatively analyzing the relationships between the Watershed Form Factor (FD), peak discharge (Qp), and peak time (Tp). The study covered 10 watersheds on Java Island, which were selected to represent a wider and more diverse range of hydrological characteristics. The methods used include morphometric analysis to determine FD as a ratio between the area and perimeter of the watershed, hydrograph analysis to obtain unit hydrographs in each watershed/subwatershed, and statistical correlation analysis to examine the relationship between FD and hydrographs. The results showed that FD has a significant negative linear relationship with Qp (R = -0.802) and Tp (R = -0.820), indicating that the larger the watershed shape, the smaller the FD value, leading to an increase in peak discharge and peak time. This finding has significant implications for the development of the SUH model, particularly in watersheds with limited hydrological data. By including FD in the SUH parameter formulation, hydrograph estimation becomes more accurate, supports water resources planning, and improves the effectiveness of flood mitigation strategies and drainage system design.