Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Development of Synthetic Unit Hydrograph Parameters from the Influence of Watershed Form Factor Hayati, Maulida; Montarcih Limantara, Lily; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2026.017.01.4

Abstract

The Synthetic Unit Hydrograph (HSS) is a predictive model used in hydrological analysis to estimate river flow response due to design rainfall, playing an important role in water infrastructure planning and flood mitigation strategies. This study aims to develop HSS parameters by quantitatively analyzing the relationships between the Watershed Form Factor (FD), peak discharge (Qp), and peak time (Tp). The study covered 10 watersheds on Java Island, which were selected to represent a wider and more diverse range of hydrological characteristics. The methods used include morphometric analysis to determine FD as a ratio between the area and perimeter of the watershed, hydrograph analysis to obtain unit hydrographs in each watershed/subwatershed, and statistical correlation analysis to examine the relationship between FD and hydrographs. The results showed that FD has a significant negative linear relationship with Qp (R = -0.802) and Tp (R = -0.820), indicating that the larger the watershed shape, the smaller the FD value, leading to an increase in peak discharge and peak time. This finding has significant implications for the development of the SUH model, particularly in watersheds with limited hydrological data. By including FD in the SUH parameter formulation, hydrograph estimation becomes more accurate, supports water resources planning, and improves the effectiveness of flood mitigation strategies and drainage system design.
Implementasi Teknologi Drone di Kelompok Tani untuk Monitoring Bukaan Lahan Pertanian Secara Cepat dan Akurat pada Lahan Cetak Sawah Rakyat di Desa Basarang, Kabupaten Kapuas: Implementation of Drone Technology in Farmer Groups for Fast and AccurateMonitoring of agricultural Land Clearing in Basarang Village, Kapuas Regency Prayoga, Reksa; Lutfi, M Wasilul; Prabowo Rahardjo, Seto Sugianto; Agung, Prasetyo; Prasetyorini, Linda; Asmaranto, Runi
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Rice fields are the main source of food production that requires continuous monitoring to maintain their sustainability. This community service activity aims to implement drone technology for monitoring rice field openings in the People's Rice Field Program as part of the application of precision agriculture at the farmer level. The activity was carried out through a participatory approach involving several stakeholders, namely farmers as partners, agricultural extension workers and village officials, as well as students. The community service methods included training in drone operation, field practice in aerial imaging, and spatial data processing and interpretation using a Geographic Information System (GIS). The results show that the use of drones can increase the efficiency of monitoring time, expand the coverage of the monitoring area, and produce accurate and easy-to-understand spatial information. The visualization of aerial images and land clearing maps helps farmers understand the condition of rice fields objectively and supports data-based land management. The integration of community service activities with students also provides practical learning benefits for students while strengthening the process of technology transfer to partners. Overall, the implementation of drone technology has the potential to support the application of precision agriculture and sustainable rice field management, as well as contribute to strengthening food security at the local level.
Interaksi Air Tanah dan Air Permukaan Sungai Asem Ruas Antara Bendung Brugpurwo sampai Bendung Boreng Aulia Zam Zam Firdaus; Hari Siswoyo; Linda Prasetyorini
Exact Papers in Compilation (EPiC) Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/epic.v8i1.1660

Abstract

Pencemaran limbah domestik dan industri di Sungai Asem berpotensi memengaruhi kualitas air tanah di sekitar aliran sungai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis interaksi yang terjadi antara air tanah dan air permukaan di Sungai Asem. Metode yang digunakan adalah analisis statistik yang meliputi analisis deret waktu, analisis korelasi, analisis komponen utama, dan analisis klaster. Pengamatan dilakukan pada lima penampang yang meliputi air tanah di sisi kanan aliran sungai, air sungai, dan air tanah di sisi kiri aliran sungai. Parameter yang diukur meliputi pH, suhu, total padatan terlarut, dan daya hantar listrik. Berdasarkan hasil analisis deret waktu, dapat dinyatakan bahwa terdapat kesamaan pola fluktuasi parameter antara air tanah dan air sungai. Kesamaan pola fluktuasi ini dibuktikan melalui analisis korelasi yang menunjukkan hubungan yang kuat. Berdasarkan hasil analisis komponen utama, dapat ditunjukkan bahwa variasi kualitas air dikendalikan oleh total padatan terlarut dan daya hantar listrik dengan kontribusi kumulatif sebesar 93,16%. Berdasarkan hasil analisis klaster, dapat ditunjukkan bahwa interaksi antara air tanah dan air sungai terjadi dengan intensitas yang relatif rendah sehingga identitas masing-masing sumber air masih dapat dibedakan. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi antara air tanah dan air permukaan dengan domain jenis interaksi adalah air sungai mengisi air tanah.
Interaksi Air Tanah dan Air Permukaan Sungai Asem Ruas antara Bendung Jurang Dawir sampai Bendung Brugpurwo Ambar Wulan Hasti Pertiwi; Hari Siswoyo; Linda Prasetyorini
EXTRAPOLASI Vol. 23 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses interaksi air tanah dan air permukaan dapat memengaruhi kuantitas dan kualitas air keduanya. Adanya aktivitas pertanian, industri, dan domestik di sekitar aliran Sungai Asem berpotensi mencemari air tanah maupun sungai. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi fenomena interaksi air tanah dan air permukaan di sepanjang aliran Sungai Asem pada ruas antara Bendung Jurang Dawir hingga Bendung Brugpurwo. Pengamatan dilakukan pada 5 penampang selama 21 hari. Parameter fisik-kimiawi air yang diamati meliputi pH, suhu, total padatan terlarut, dan daya hantar listrik. Data hasil pengukuran dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis deret waktu, analisis korelasi, analisis komponen utama, dan analisis klaster. Berdasarkan hasil analisis statistik dapat dinyatakan bahwa seluruh parameter fisik-kimiawi air berfluktuasi secara identik, terjadi hubungan positif dengan nilai koefisien korelasi berkisar 0,80 sampai 0,90, parameter total padatan terlarut dan daya hantar listrik merupakan parameter yang paling berpengaruh, dan air tanah saling berinteraksi tanpa melalui air sungai. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa di lokasi penelitian terjadi interaksi air tanah dan air permukaan.
Spatial Analysis of Land Use and Land Cover Change Using Multi-Temporal Landsat Imagery in the Biyonga Sub-Watershed, Gorontalo Eka Rezky Hapsari Habi; Mohammad Bisri; Linda Prasetyorini
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 7 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i7.15739

Abstract

The Biyonga Sub-Watershed in Gorontalo Regency has experienced increasing land use pressure in recent years, driven by population growth and expanding socioeconomic activities. This study analyzes land use and land cover (LULC) change dynamics in the Biyonga Sub-Watershed using multi-temporal Landsat satellite imagery for 2010, 2015, 2020, and 2025. Classification was performed using the Supervised Classification method with a Maximum Likelihood approach based on a Geographic Information System (GIS), while accuracy was evaluated through a confusion matrix, Overall Accuracy (OA), and Kappa Coefficient. Results showed that forest remained the dominant land cover class throughout the observation period, accounting for the largest proportion of the watershed area across all four scenarios. A consistent decline in paddy field area was accompanied by a rise in unused land across the four years, indicating widespread land clearing. This inverse pattern suggests that agricultural land is being progressively converted into idle land rather than sustained for cultivation. The accuracy assessment confirmed the reliability of the classification results, with Overall Accuracy ranging from 84% to 88% and Kappa Coefficient ranging from 80.79% to 85.54% across the four scenario years, corresponding to good to very good accuracy categories based on the Landis and Koch (1977) standard.
MODEL SEBARAN SPASIO-TEMPORAL KERENTANAN INTRINSIK AIR TANAH TERHADAP PENCEMARAN DI KECAMATAN JOMBANG KABUPATEN JOMBANG Hari Siswoyo; Linda Prasetyorini; Bayhaki Izatul A'mal
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 9 No 2 (2025): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v9i2.7549

Abstract

Keberadaan lahan pertanian yang luas, area pemukiman dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, dan penggunaan air tanah sebagai sumber air minum di lokasi penelitian perlu mendapatkan perhatian yang serius. Ini bertujuan untuk mencegah pencemaran air tanah yang disebabkan oleh aktivitas domestik, pertanian, atau industri. Tahap pertama yang bisa dilakukan adalah mengidentifikasi tingkat kerentanan intrinsik air tanah terhadap pencemaran sebagai landasan untuk upaya pencegahan terjadinya pencemaran air tanah. Contoh penelitian ini adalah air tanah yang diamati dari 26 sumur gali selama 5 bulan. Metode GOD digunakan untuk menentukan tingkat kerentanan intrinsik air tanah terhadap pencemaran. Nilai indeks GOD dipetakan sebarannya berdasarkan hasil perhitungan dari data yang diukur di lapangan secara periodik. Sebaran tingkat kerentanan instrinsik air tanah terhadap pencemaran di wilayah Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang baik secara spasial (tempat) maupun secara temporal (waktu) didominasi oleh daerah dengan tingkat kerentanan sangat tinggi.
Parameterisasi Struktur Mangrove untuk Analisis Model Hidrodinamika: Studi Kasus Kawasan Clungup Mangrove Conservation Kabupaten Malang Mustaqim, Aan; Beselly, Sebrian Mirdeklis; Prasetyorini, Linda
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem mangrove berperan penting dalam meredam energi gelombang dan mengurangi kecepatan arus, tetapi representasi efek redamannya dalam pemodelan hidrodinamika masih terbatas akibat belum tersedianya parameter struktur vegetasi yang mampu menggambarkan kompleksitas morfologi mangrove secara akurat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan parameterisasi struktur mangrove sebagai parameter masukan pemodelan hidrodinamika melalui hubungan alometrik dan koefisien drag (Cd). Penelitian dilakukan di Kawasan Clungup Mangrove Conservation menggunakan data Diameter at Breast Height (DBH), tinggi pohon, dan rekonstruksi geometri tiga dimensi berbasis LiDAR untuk memperoleh projected area dan volume vegetasi yang dianalisis menggunakan regresi power law. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model alometrik menghasilkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0.8067–0.9073 untuk projected area dan 0.7144–0.8992 untuk volume vegetasi, sedangkan model parameterisasi koefisien drag (Cd) menghasilkan nilai R² sebesar 0.6859–0.7925. Parameterisasi yang dihasilkan mampu merepresentasikan struktur vegetasi secara kuantitatif dan menyediakan parameter yang lebih representatif untuk meningkatkan akurasi pemodelan hidrodinamika pada ekosistem mangrove