Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Stabilitas Penyumbatan Muara Sungai Akibat Fenomena Gelombang, Pasang Surut, Aliran Sungai dan Pola Pergerakan Sedimen pada Muara Sungai Bang, Kabupaten Malang Vironita, Feirani; Rispiningtati, Rispiningtati; Marsudi, Suwanto
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.334 KB)

Abstract

Muara Sungai Bang di Kabupaten Malang mengalami pendangkalan di mulut sungai diiringi dengan penyempitan sungai yang dapat mengganggu lalu lintas kapal nelayan saat air surut dan dapat mengakibatkan banjir saat air pasang yang dapat merugikan penduduk karena sebagian besar daerah tersebut digunakan sebagai pelabuhan ikan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui laju sedimentasi di muara, sehingga dapat memberikan alternatif pemecahan masalah pendangkalan dan penyempitan muara.Berdasarkan perhitungan gelombang diperoleh bahwa gelombang dominan berasal dari arah Selatan. Berdasarkan perhitungan angkutan sedimen pada muara Sungai Bang sebesar 15369,728 m3/th;sedangkan angkutan sedimen pantai sebesar 66042,94 m3/tahun dari arah selatan dan 73790,85 m3/tahun dariarah utara. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa angkutan sedimen yang mempengaruhi muara berasal dari angkutan sedimen sungai dengan volume budget sedimen per tahun sebesar 23117,64 m3. Oleh karenaitu diperlukan bangunan jeti sebagai bangunan pengatur sedimen di muara.Bangunan jeti direncanakan dengan panjang 480 m, ketinggian 9,7 m dari dasar laut dengan usiaguna 16 tahun. Strategi pengelolaan muara sungai terbaik yang dapat dilakukan untuk menanggulangi masalah sedimentasi di Sungai Bang adalah dengan mulut sungai terbuka.Kata kunci : Muara, Gelombang, Sedimen, Jeti
ANALISA REMBESAN BENDUNGAN BAJULMATI TERHADAP BAHAYA PIPING UNTUK PERENCANAAN PERBAIKAN PONDASI Astuti, Yuli; Masrevaniah, Aniek; Marsudi, Suwanto
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1903.896 KB)

Abstract

Kondisi geologi pondasi rencana bendungan Bajulmati yang lulus air (permeable) mengharuskan untuk dilakukan perbaikan pondasi agar rembesan yang terjadi tidak membahayakan keamanan bendungan. Dalam studi ini akan dianalisa pola aliran dan debit rembesan untuk beberapa alternatif perbaikan pondasi dengan menggunakan analisa numerik elemen hingga (software Seep/W) pada kondisi steady state, waduk pada kondisi muka air tinggi. Penyusunan hasil analisa dilakukan dalam 2 tahap, tahap pertama analisa dilakukan terhadap kondisi tanpa adanya perbaikan pondasi dan analisa tahap kedua terhadap beberapa alternatif perbaikan pondasi yaitu sementasi tirai (grouting), cutoff wall, alas kedap air hulu (upstream blanket).Hasil analisa pada kondisi tanpa perbaikan pondasi adalah sebagai berikut faktor keamanan terhadap piping 2,113 < 4.Lokasi yang diindikasikan berbahaya terhadap piping adalah pada dasar inti dan dasar lereng hilir timbunan bendungan. Berdasarkan pola aliran yang terjadi, maka debit rembesan diperiksa terhadap beberapa lokasi yaitu Q1 (dibawah lereng hulu), Q2 (di bawah inti), Q3 (di bawah lereng hilir), Q4( kaki bendungan hilir). Kuantitas debit rembesan Q1 = 0,021 m3/det, Q2 = 0,277 m3/det, Q3 = 6,423 m3/ det, Q4 = 0,023 m3/det lebih besar dari kuantitas debit rembesan yang diijinkan (Qijin) yaitu 0,022 m3/det. Hasil analisa pada kondisi dengan perbaikan pondasi dijelaskan pada penjelasan di bawah ini. Alternatif 1, perbaikan pondasi dengan sementasi tirai (curtaingrouting), faktor keamanan terhadap piping adalah 10,6> 4, kuantitas debit rembesan pada Q1, Q4 dan Q3> Qijin, tetapi Q4< Qijin, namun terjadi penurunan 68,00% s/d 94,73% dari Q tanpa perbaikan. Alternatif 2, perbaikan pondasi dengan cutoff wall, faktor keamanan terhadap piping adalah 10,6 > 4, kuantitas debit rembesan Q1, Q2, dan Q4< Qijin, tetapi pada Q3> Qijin, namun terjadi penurunan 94,87% s/d 99,39% dari Q tanpa perbaikan. Alternatif 3, perbaikan pondasi dengan alas kedap air hulu (upstream blanket), faktor keamanan terhadap piping adalah 2,65> 4, kuantitas debit rembesan pada dasar pondasi (Q1, Q2, Q4) > Qijin, tetapi Q4< dari Qijin, namun terjadi penurunan 0,45% s/d 0,71% dari Q tanpa perbaikan.Dari beberapa alternatif perbaikan pondasi di atas, maka alternatif 2 merupakan alternatif yang paling efektif untuk mencegah bocoran dari waduk dan mengurangi bahaya piping.Kata kunci: permeable, Seep/W, perbaikan pondasi, debit rembesan, piping
Studi Perencanaan Bangunan Pengendalian Akresi Dan Abrasi Di Pantai Tanjungwangi Kabupaten Banyuwangi Hariyoni, Hariyoni; Sisinggih, Dian; Marsudi, Suwanto
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1879.786 KB)

Abstract

The Tanjungwangi Beach has a length of 4.52 km has been experiencing with accretion and abrasion in some area due to the dominant wave from northeast direction. Therefore, it is important to take any actions considered as necessary countermeasures to solve the problem of accretion and abrasion. The aim of this study is to understand the distribution of wave direction, the wave with the return period of 25 years H max , H , and the dominance of wave from northeast direction. In term of sediment transport and coastline stability problems, the study location is aiming to find the technical solution. The results indicated that the direction of highest wave comes from the south with rate of 51.505 %, while the highest wave was developed from the northeast direction was 12.596 %. Transported sediment based on data analysis were 13,267.552 m 10 3 /year (abrasion) and 812.239 m /year (accretion). However, the field observation within 10 year period showed that the transport rates are 13,294.955 m 3 /year (abrasion) and 808.018 m 3 3 /year (accretion). Based on the analysis, Tanjungwangi Beach is majorly experiencing with abrasion processes. The revetment structure of natural rock pile was suggested to be set up within the study area.Keywords: Tanjungwangi beach, wave, accretion, abrasion, revetment
Analisa Uji Model Fisik Pelimpah Bendungan Sukahurip Di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat Lufira, Rahmah Dara; Marsudi, Suwanto
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.13 KB)

Abstract

Pangandaran regency is located on West Java. Sukahurip Dam will be built to fulfill community needs of raw water supply. To solve this problem, the government is planning the construction of dams. Hydrauic analysis of physical models Sukahurip Dam spillway is one of the procedures to planning the dam. The purpose of the analysis of physical models Sukahurip Dam is researching and provide the best planning alternative for the performance improvement of hydraulics spillway based on the original design. Hydraulic analysis of physical models is based on original design. The final result of physical model is indicates that the design of the dam was safe but for the safety of scouring should be groundsill added on the downstream of stilling basin.Key words: Dams, Spillway, Scouring, Models test, Hydraulic
STUDI PERENCANAAN JADWAL PELAKSANAAN KONSTRUKSI MAIN DAM DAN BANGUNAN PELIMPAH (SPILLWAY) PADA BENDUNGAN GONDANG KABUPATEN KARANGANYAR PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT PROJECT MANAGER 2016 Neditia, Dwandika Vicky; Marsudi, Suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Pembangunan Bendungan Gondang berfungsi sebagai salah satu alternatif pemenuhan ketersediaan air irigasi dan air baku di wilayah Kabupaten Karanganyar. Proyek Bendungan Gondang mempunyai kompleksitas pekerjaan yang cukup tinggi, baik dari segi sumber daya yang digunakan maupun segi jenis pekerjaan. Sehingga diperlukan optimasi penjadwalan yang fleksibel agar mampu diterapkan di lapangan. Dengan begitu jadwal pelaksanaan konstruksi pada Bendungan Gondang tidak mengalami keterlambatan. Untuk  mendapatkan penjadwalan yang optimal dalam segi efisiensi waktu, biaya, sumber daya, maka digunakan program Microsoft Project Manager 2016 untuk dapat memaksimalkan kegiatan yang dapat dioptimalkan dalam suatu penjadwalan. Dalam melakukan percepatan digunakan penambahan jam kerja dan penambahan sumber daya. Berdasarkan hasil penjadwalan pelaksanaan konstruksi main dam dan spillway pada Bendungan Gondang dengan durasi 1095 hari didapatkan anggaran biaya sebesar Rp. 361.915.427.000,00. Setelah dilakukan percepatan jadwal dengan menggunakan alternatif penambahan jam kerja, didapatkan jadwal proyek dengan durasi 810 hari dengan anggaran biaya sebesar Rp. 363.139.970.000,00 inefisiensi anggaran awal sebesar 0,34%. Sedangkan percepatan jadwal dengan menggunakan alternatif penambahan sumber daya dengan durasi yang sama didapatkan anggaran biaya sebesar Rp. 361.295.664.000,00 efisiensi anggaran awal sebesar 0,17%. Maka dapat ditarik kesimpulan alternatif yang dipilih untuk percepatan jadwal konstruksi main dam dan spillway pada Bendungan Gondang adalah alternatif penambahan sumber daya.   Kata Kunci: Efisiensi, Penjadwalan, Jam Kerja, Sumber daya, Percepatan, Microsoft Project Manager 2016 ABSTRACT: Gondang dam construction serves as the one alternative fulfillment of irrigation water and water standard needs in the region of Karanganyar Regency. The complexity of Gondang dam construction is quite high, both in terms of resources used and in terms of type of work. According to that, flexible schedulling management is required to be applied in the field. Therefore, the schedule of Gondang dam construction not experiencing delay. To get optimal schedulling in terms of time efficiency, cost, resources, the Microsoft Project Manager 2016 is used to find out which activities can be optimized in a schedulling. In accelerated used additional working hours and additional resources. Based on scheduling result, the budget plan of main dam and spillway on Gondang dam is Rp. 361.915.427.000,00.. With duration of 1095 days. After the acceleration of the project schedule using the addition of working hours, the budget plan of the project schedule is Rp. 363.139.970.000,00 with the duration of 810 days and inefficiency the initial budget plan as 0,34%. While the acceleration of the project schedule using addition of resources with the same duration, the budget plan of the project schedulle is Rp. 361.295.664.000,00 with efficiency the initial budget plan as 0,17%. Based on the results, the selected alternative for the project schedule acceleration of main dam and spillway construction on Gondang dam is the addition of resources. Keywords: Efficiency, Schedulle, Overtime , Resources, Crashing, and Microsoft Project Manager 2016
PERENCANAAN DESAIN DERMAGA TUKS PLTU (4X7) MW LOKASI SORONG KABUPATEN SORONG, PROVINSI PAPUA BARAT Effendi, Totok Firman; Marsudi, Suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK:Indonesia merupakan salah satu negara maritim terbesar dengan luas laut 63 % dari luas total keseluruhan negara Indonesia.  Sehingga pelabuhan cukup berperan penting dalam upaya pembangunan nasional.  Seiring majunya pembangunan nasional di daerah Papua, permintaan akan kebutuhan energi terutama energi listrik terus meningkat.  Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pembangunan pembangkit listrik guna memenuhi kebutuhan yang ada.  Oleh sebab itu, didaerah Sorong direncanakan akan dibangun PLTU (4x7) MW dengan batu bara sebagai bahan bakar.  Batu bara tersebut akan di distribusikan mengunakan kapal tongkang 10.000 DWT.  Sehingga diperlukan sebuah dermaga khusus (TUKS) untuk kapal tersebut.  Untuk perencanaan dermaga menggunakan data angin selama 10 tahun (2006-2015), data pasang surut (15 hari), dan data tanah (hasil uji SPT).  Perencanaan dermaga dimulai dengan pembangkitan gelombang oleh angin menggunakan metode JONSWAP.  Analisis gelombang rencana menggunakan distribusi Fisher-Tippet I dan didapatkan tinggi gelombang rencana maksimum kala ulang 50 tahun sebesar 1,270 m arah utara.  Muka air rencana +4,136 m dengan tinggi gelombang pecah maksimum 1,350 m arah utara dengan kala ulang 50 tahun.  Struktur dermaga  direncanakan memiliki dengan panjang 170 m, lebar 20 m, dan kedalaman 14 m.  Hasil uji SPT didapatkan jenis tanah pada lokasi dermaga yaitu lempung berpasir dengan kedalaman tanah keras pada kedalaman lebih dari 12 m.  Dimensi balok melintang tebal 0,75 m x 0,5 m dengan panjang 20 m dan berjumlah 36 buah.  Dimensi balok memanjang 0,5 m x 0,3 m dengan panjang 170 m dan berjumlah 9 buah.  Tebal plat 0,4 m dan tebal aspal 0,05 m.  Untuk tiang pancang menggunakan tiang pancang spun pile berdiameter 0,8 m dan panjang 27 m berjumlah 180 buah.  Untuk menahan gaya lateral dermaga, diperlukan tiang pancang miring.  Dalam perencanaan dermaga ini, tiang pancang miring diletakkan pada bagian belakang dermaga dengan kemiringan tiang 300.ABSTRACT: Indonesia in one of the most largest maritime countries wint an seas area 63 % of total indonesia area.  The port plays on important role in national developed efforts.  As national developed advance in the Papua region, demand of energy continues increase, especially electricity energy.  To overcome this, the construction of a power plan is needed for supply the energy.  Therefore in Sorong area will built an power plan (4x7) MW with coal as fuel.  The coal will be distributed using 10.000 DWT ship barge.  That will needed special port for self-interest for this ship can dock.  For pier planning using 10 years of wind date (2006-2015), tidal date (15 days), and soil date (SPT test result).  Pier planning begins with wave generated by using JONSWAP method.  The wave planned analysis uses the fisher-tipped I distribution and the height wave palnned of 50 years return period is 1,270 m northward.  The design water lever is +4,136 m with maximum breaking wave 1,350 m height northward with 50 years return period.  The pier structure planned has lenght 170 m, wide 20 m, and depth 14 m.  The result of SPT test found that soil in location is sandy clay with hard soil depth at depth more than 12 m.  The dimension of transverse beam are 0,75 m x 0,5 m thick with a lenght 20 m and total beam 36 pieces.  The dimension of extends beam are 0,5 m x 0,3 m thick with lenght 170 m and total beam 9 pieces.  Plate thickness is 0,4 m and asphalt thickness is 0,05 m.  For pile is using spun pile with diameter of 0,8 m and lenght 27 m totaling 180 pieces.  To hold the lateral force of the pier, raking  pile is needed.  In planing this pier, the raking pile are placed in the back of pier with slope 300.ABSTRACT: Indonesia in one of the most largest maritime countries wint an seas area 63 % of total indonesia area. The port plays on important role in national developed efforts. As national developed advance in the Papua region, demand of energy continues increase, especially electricity energy. To overcome this, the construction of a power plan is needed for supply the energy. Therefore in Sorong area will built an power plan (4x7) MW with coal as fuel. The coal will be distributed using 10.000 DWT ship barge. That will needed special port for self-interest for this ship can dock. For pier planning using 10 years of wind date (2006-2015), tidal date (15 days), and soil date (SPT test result). Pier planning begins with wave generated by using JONSWAP method. The wave planned analysis uses the fisher-tipped I distribution and the height wave palnned of 50 years return period is 1,270 m northward. The design water lever is +4,136 m with maximum breaking wave 1,350 m height northward with 50 years return period. The pier structure planned has lenght 170 m, wide 20 m, and depth 14 m. The result of SPT test found that soil in location is sandy clay with hard soil depth at depth more than 12 m. The dimension of transverse beam are 0,75 m x 0,5 m thick with a lenght 20 m and total beam 36 pieces. The dimension of extends beam are 0,5 m x 0,3 m thick with lenght 170 m and total beam 9 pieces. Plate thickness is 0,4 m and asphalt thickness is 0,05 m. For pile is using spun pile with diameter of 0,8 m and lenght 27 m totaling 180 pieces. To hold the lateral force of the pier, raking pile is needed. In planing this pier, the raking pile are placed in the back of pier with slope 300.
Perencanaan Desain Dermaga TUKS PLTMG 20 MW Manokwari Lokasi Andai Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat Andriansyah, Mochammad Chico; Marsudi, Suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara maritim terbesar di dunia dengan data statistik dimana luas lautnya sebesar 63% dari luas total negara Indonesia yakni sebesar 3.257.483 km2 dari luas total negara Indonesia yaitu 5.180.053 km2 (Badan Informasi Geospasial). Pengembangan pada sektor ekonomi kerakyatan yang semakin ditingkatkan, khusus nya pada daerah Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat menyebabkan semakin tinggi pula faktor permintaan terhadap pasokan listrik pada daerah tersebut. Dengan demikian, maka akan dibangun PLTMG (Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas) dengan kapasitas 20 MW (Megawatt) pada lokasi Andai. Dibangunnya PLTMG ini membutuhkan sebuah dermaga khusus guna menunjang pembangunan serta kebutuhan suplai barang pada PLTMG dan dermaga khusus yang direncanakan merupakan sebuah dermaga TUKS (Terminal Untuk Kepentingan Sendiri) yang dikategorikan hanya untuk kebutuhan PLTMG sendiri dengan rencana kapal 5000 DWT. Metode yang digunakan dalam menentukan gelombang rencana signifikan adalah distribusi Gumbel (Fisher Tippet Type I). Perencanaan desain dermaga dimulai dengan analisis arah gelombang signifikan yaitu arah Timur. Kemudian tinggi gelombang rencana dermaga. Dimensi dermaga jetty dengan panjang 117 m dan lebar 13 m. Data tanah dengan N-SPT = 50 pada kedalaman 4 m. Untuk analisis gaya yang terjadi pada dermaga, gaya beban dibedakan menjadi dua yaitu vertikal dan horisontal (lateral) sehingga untuk setiap beban gaya akan menghasilkan momen gaya termasuk pada balok, tiang pancang, kepala tiang, plat serta beban yang ada diatas dermaga. Perhitungan kestabilan kontruksi dermaga terhadap gaya tarikan kapal, gaya akibat angin, gaya akibat arus dan gaya akibat gempa. Untuk menahan gaya lateral pada dermaga, menggunakan perencanaan tiang pancang miring dengan sudut 30° terhadap garis horisontal dermaga.
STUDI PERENCANAAN PENJADWALAN KONSTRUKSI PLTM WARKAPIKABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT PROJECT MANAGER 2013 amirullah, muhammad daviq; marsudi, suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Proyek PLTM warkapi yang berada di Sungai Warkapi di Desa Hanhouw, distrik Tanah Rubuh, Kabupaten Manokwari,  Provinsi  Papua Barat ini sangat bermanfaat dalam menopang kebutuhan kelistrikan di daerah tersebut, dalam perancanaan penjadwalan konstruksi PLTM Warkapi ini dilakukan perhitungan produktivitas alat berat, dilanjutkan dengan menentukan harga satuan pekerjaan yang akan menentukan alokasi sumber daya manusia yang terpakai, lalu dilanjutkan dengan perhitungan rencana anggaran biaya yang akan dianalisa dengan alternatif percepatan. Berdasarkan durasi normal proyek konstruksi PLTM Warkapi dengan menggunakan program Microsoft Project Manager 2013 menunjukan pengurangan durasi pekerjaan 3 bulan dari durasi 18 bulan0menjadi 15 bulan. Percepatan durasi proyek dilakukan dengan menggunakan dua alternatif, yaitu penambahan tenaga kerja dan penambahan produksi alat berat. biaya normal adalah Rp. 145,833,267,748 pada durasi 18 bulan. Sedangkan total biaya proyek dengan penambahan tenaga kerja adalah sebesar Rp. 144,021,798,544 pada durasi 15 bulan, dan biaya proyek dengan penambahan alat berat adalah Rp. 142,247,574,866 pada durasi 15 bulan. Penurunan biaya diakibatkan analisa koefisien harga satuan pekerjaan yang dilakukan, yang berpengaruh pada nilai satuan pada proyek ini. Dari hasil perhitungan dan penjadwalan pekerjaan yang dipercepat pada pelaksanaan konstruksi diketahui, semakin dipercepat durasi proyek maka SDM yang dibutuhkan semakin meningkat.Kata Kunci: manajemen konstruksi, Microsoft project manager, sumber daya manusiaABSTRACT:Warkapi Minihidro Plant Project located in Warkapi River in Hanghouw Village, Tanah Rubuh District, Manokwari Regency, West Papua Province is very useful in supporting electricity needs in the area, planning the construction of the Warkapi Minihidro Plant construction, the machine productivity  is calculated, followed by pricing work unit that determine the allocation of human resources used, then proceed with the calculation of the budget plan that will be analyzed with an alternative acceleration. Based on the normal duration of the PLTM construction project, Warkapi using the Microsoft Project Manager 2013 program shows a reduction in the duration of work for 3 months from the duration of 18 months to 15 months. The acceleration of the duration  project is carried out by two alternatives, The addition of labor and the addition of heavy equipment production. For normal fees is Rp. 145,833,267,748 for a duration of 18 months. While the total project cost with the addition of labor is Rp. 144,021,798,544 for a duration of 15 months, and the cost of the project with the addition of heavy equipment is Rp. 142,247,574,866. Decreasing costs is caused by an analysis of the unit price coefficient of work carried out, which affects the unit value of this project. The results of the calculation and scheduling of the accelerated work on the construction project it is known, the accelerated duration of the project, the number of Human Resources needed increases.Keywords: construction management, Microsoft project manager, human resource
STUDI PENJADWALAN PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI EMBUNG MARE DI KABUPATEN BONE PROVINSI SULAWESI SELATAN Adhitama, Yusadewa Prawiratirta; Marsudi, Suwanto; Wicaksono, Prima Hadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Pembangunan Embung Mare berfungsi sebagai pemenuhan air baku dan salah satu sarana penyediaan air minum di wilayah Kabupaten Bone. Untuk mendapatkan penjadwalan yang optimal dalam hal efisiensi waktu, biaya dan sumber daya, maka digunakan program Microsoft Project Manager 2016. Dengan kaitan studi ini yang dipengaruhi oleh waktu, kuantitas sumber daya tenaga serta alat berat, kebutuhan material, dan faktor utama biaya yang sangat berpengaruh dalam kemajuan atau keterlambatan sebuah proyek melalui beberapa analisa alternatif. Berdasarkan hasil survei lapangan, didapatkan dua alternatif, yaitu penambahan jam kerja selama 4 jam perhari dan penambahan sumber daya. Berdasarkan  hasil  penjadwalan, pelaksanaan konstruksi Embung Mare dengan  durasi 210 hari dengan biaya Rp. 34,890,000,000,-. Setelah dilakukan percepatan jadwal proyek, maka didapatkan hasil alternatif penambahan jam kerja dengan durasi 180 hari (biaya sebesar Rp. 35,378,000,000,-). Sedangkan menggunakan alternatif penambahan sumber daya dengan durasi 180 hari (biaya sebesar Rp. 34,517,000,000,-).   Kata Kunci: Efisiensi, Penjadwalan, Jam kerja, Sumber daya, Percepatan, Microsoft Project Manager 2016  ABSTRACT: Embung Mare construction serves as water standard and drink water supply facilities needs in the Bone District. Therefore, the schedule of Embung Mare construction will not delay. To get optimal scheduling in terms of time efficiency, cost and resources, then Microsoft Project Manager 2016. With regard to this study influenced by time, quantity of energy resources as well as heavy equipment, material needs, and key cost factors that are highly influential in the progress or delays of a project through some alternative analysis. Based on the results of the field survey, two alternatives were made possible, namely the addition of working hours for 4 hours per day and the addition of resources. Depend on the scheduling result, the budget plan of Embung Mare construction is Rp. 34,890,000,000,- with duration of 210 days. After the acceleration of the project schedule using the addition of working hours, duration of project 180 days (total project cost is Rp.35,378,000,000,-) and the acceleration of the project schedule using the addition of resources, duration,of project 180 days ( total cost project is Rp. 34,517,000,000,-).  Keywords: Efficiency, Scheduling, Overtime, Resources, Crashing, and Microsoft Project Manager 2016
STUDI ALTERNATIF PENJADWALAN DAN PEMBIAYAAN PROYEK PERBAIKAN TANAH PLTMG RAJA AMPAT DI KOTA WAISAI KABUPATEN RAJA AMPAT MENGGUNAKAN MICROSOFT PROJECT 2016 Permata Putra, Dipa Graha; Marsudi, Suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Suatuqproyekqdikatakanqberhasilqdenganqbaikqapabilaqditinjauqdariqsegiqekonomis,proyek tersebut dilaksanakan secara efektif dan efisien. Denganqkataqlainqproyek terhindardari segala macam pengeluaran biaya yang tidak diingginkan, sehing ga keuntungan yangsudah direncanakan dapat tercapai. Adapun masalah masalah yang dapat menyebabkan pengeluaran menjadi membesar, salah satunya adalah lamanya durasi pelaksanaan proyek. Untuk mencapai hasil proyek konstruksi yang efisien dari segi biaya, w aktu, dan tenaga kerja maka penulis menerapkan program Microsoft Project Manager 2016 untuk membantu perenca naan , pengelolaan, dan penjadwalaan yang sangat mendukung proses administrasi proyek.Pada studi ini membahas tentang penjadwalan dan pembiayaan menggunakan 2 alternatif yang mencakup analisa produktifitas alat berat, durasi proyek, kebutuhan jumlah sumber daya tenaga kerja, analisa harga satuan pekerja, rancangan anggaran biaya, dan rencana kurva s dengan memperhatikan urutan pelakdanaan pekerjaan dan kebutuhan material dari penjadwalan Microsoft Project Manager 2016 yang menghasilkan jaringan kerja berupa hant chart. Sehingga pekerjaan yang mengalami konflik dapat langsung terlihat kemudian cepat dikontrol.Tujuan dari penyusunan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui alternative mana yang paling efisien ditinjau dari segi waktu dan biaya untuk percepatan durasi proyek. Kedua alternative memberikan perbedaan analisa dan hasil yang tentunya berbeda dari segi waktu dan biaya dengan alternative 1 ( 98 hari , biaya total proyek Rp. 13.715.265.892,89) dan alternative 2 penambahan alat berat (80 hari, biaya total proyek Rp. 13.617.640.993,96). Ditinjau dari segi waktu dan biaya serta kelemahan dari kedua alternative, maka dapat disimpulkan bahwa penambahan alat berat adalah alternative yang dianggap efisien untuk pelaksanaan.).   Kata Kunci: Penjadwalan, Pembiayaan, Alat Berat, Tenaga Kerja, Microsoft Project 2016 Abstract: A project is said to work well when viewed from an economic perspective, the project is carried out effectively and efficiently. In other words the project is avoided from all kinds of expenses that are not excluded, so that the planned benefits can be achieved. As for the problem problems that can cause expenditure to be enlarged, one of which is the length of the duration of the project. To achieve the results of a construction project that is efficient in terms of cost, time, and labor, the writer applies the Microsoft Project Manager 2013 program to help plan, manage, and schedule which strongly supports the project administration process.This study discusses scheduling and financing using 2 alternatives which include analysis of machine productivity, duration of the project, the need for labor resources, analysis of labor unit prices, draft budgetary costs, and curve plans s taking into account the implementation of the work order and material requirements of scheduling Microsoft Project Manager 2016 that produces a network in the form of a hant chart. So that work that experiences conflict can immediately be seen then quickly controlled.The purpose of this final assignment is to find out which alternative is the most efficient in terms of time and cost to accelerate the duration of the project. The two alternatives provide different analysis and results which are certainly different in terms of time and cost with alternative 1 (98 days, total project costs of Rp. 13,715,265,892.89) and alternative 2 additions of heavy equipment (80 days, total project costs of Rp. 13,617. 640,993.96). In terms of time and cost and the weaknesses of the two alternatives, it can be concluded that the addition of heavy equipment is an alternative that is considered efficient for implementation. Keywords: Scheduling, Financing, Heavy Equipment, Labor, Microsoft Project 2016.