Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Tegangan Pada Bendungan Cijurey Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hidayatulloh, Ahmad Yusuf; Cahya, Evi Nur; Marsudi, Suwanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.011

Abstract

Bendungan tipe beton padat gilas gravitasi merupakan bendungan yang secara penuh terisi beton yang dipadatkan dengan roller. Tubuh bendungan adalah bagian utama bendungan yang memiliki fungsi untuk menyangga tandonan air sekaligus menahan rembesan air dari hulu ke hilir. Analisa tubuh bendungan sangat diperlukan dalam sebuah bendungan, hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat keamanan dari desain perencanaan bendungan tersebut, karena jika stress dan displacement tubuh bendungan tersebut tidak aman, maka akan terjadi kegagalan atau keruntuhan pada tubuh bendungan tersebut. FEM merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menghitung gaya-gaya dalam yang terjadi dalam suatu komponen struktur. Finite element methode juga dapat dipakai untuk perhitungan struktur, fluida, elektrik, static, dinamik, dan lain-lain. FEM juga dikenal sebagai metode kekakuan atau displacement methode karena yang didapat terlebih dahulu dari perhitungan adalah perpindahan baru kemudian mencari gaya batang. Stress maksimum didapatkan sebesar 11,47 Mpa pada pembebanan kondisi VII, untuk batas maksimal beban harus dibawah 14,5 Mpa. Jadi untuk potongan 10 pada model pertama dapat dikatakan aman dengan menggunakan 7 kondisi pembebanan. Untuk Displacement pada model kedua didapatkan maksimum displacement sebesar 3,78 cm. Pada besaran Displacmemt pada dengan sebesar 3,78 cm bisa dikatakan tidak terlalu besar namun itu akan mempengaruhi pola kerja pintu pada bendungan dilihat dari bendungan tersebut menggunakan pintu radial.
Studi Manajemen Konstruksi Proyek Perluasan Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana Provinsi Bali Aldi Pamungkas; Marsudi, Suwanto; Dara Lufira, Rahmah
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.7

Abstract

Pelaksanaan proyek konstruksi, dibutuhkan perencanaan yang matang, pengawasan yang optimal, serta pelaksanaan yang cermat dan efisien guna memastikan tercapainya tujuan proyek secara tepat waktu dan sesuai standar kualitas. Sehingga dibutuhkan manajemen konstruksi yang baik. Dalam studi ini manajemen kontsruksi digunakan untuk mengetahui lama waktu yang dibutuhkan, sumber daya yang digunakan dan biaya yang dikeluarkan. Berdasarkan hasil analisa dengan tiga alternatif percepatan yaitu penambahan jam kerja didapatkan percepatan selama 20 hari dari durasi awal dan terjadi pengurangan anggaran biaya sebesar 0,49% menjadi Rp 208,453,183,058.94. Sedangkan dengan penambahan alat berat terjadi percepatan sealam 15 hari dari durasi awal dan penurunan anggaran biayanya mencapai 0,11 % menjadi Rp 209.183.307.033,43. Alternatif terakhir dengan menggabungkan alternatif penambahan jam kerjan dan penambahan alat berat didapatkan percepatan durasi proyek selama 35 hari dari durasi awal dan anggaran biaya turun sebesar 0,97% menjadi Rp 207.440.290.264,68. Sehingga alternatif yang optimal dalam studi ini adalah gabungan penambahan jam kerja dan panambahan alat berat.
Studi Manajemen Konstruksi Pada Proyek Pelebaran Dermaga IV LCM Pelabuhan Ketapang Kabupaten Banyuwangi Nazirah HS, Halma; Marsudi, Suwanto; Nur Cahya, Evi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.9

Abstract

Pelebaran Dermaga IV LCM di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya arus penumpang dan barang di jalur penyeberangan antara Pulau Jawa dan Bali. Keberhasilan proyek ini sangat ditentukan oleh penerapan manajemen konstruksi yang terencana dengan baik, mulai dari tahap perencanaan, penjadwalan, hingga pengendalian sumber daya demi tercapainya efisiensi waktu dan biaya. Studi ini bertujuan mengkaji beberapa opsi percepatan proyek untuk mencapai efisiensi biaya serta efektivitas durasi pelaksanaan. Terdapat tiga opsi percepatan yang dikaji, yakni penambahan jam kerja bagi pekerja, penambahan kuantitas peralatan berat, serta kombinasi antara keduanya. Hasil studi menunjukkan bahwa penambahan jam kerja tenaga kerja mampu menghasilkan penghematan biaya sebesar 0,71% dengan percepatan durasi sebesar 3,33%. Di sisi lain, penambahan peralatan berat menghasilkan penghematan biaya sebesar 0,33% dengan pemangkasan waktu sebesar 2,50%. Opsi kombinasi mampu menekan biaya sebesar 1,39% serta mempercepat durasi pekerjaan hingga 6,00%. Berdasarkan hasil tersebut, kombinasi penambahan jam kerja dan penambahan alat berat merupakan percepatan yang paling optimal untuk proyek pelebaran Dermaga IV LCM Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi berdasarkan pertimbangan aspek biaya dan durasi.
Studi Penjadwalan Pelaksanaan Konstruksi Pekerjaan Diversion Tunnel dan Cofferdam Bendungan di Muara Juloi Kalimantan Tengah dengan Menggunakan Microsoft Project 2016 vania, clarizka; Juwono, Pitojo Tri; Marsudi, Suwanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.42

Abstract

Pembangunan Bendungan Muara Juloi di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, merupakan bagian dari inisiatif pembangunan infrastruktur nasional yang bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya air dalam rangka penyediaan energi terbarukan, pengendalian banjir, serta mendukung pengembangan wilayah. Proyek pembangkit listrik tenaga air ini direncanakan memiliki kapasitas sebesar 340 MW dan mencakup pekerjaan konstruksi yang kompleks, seperti pengalihan aliran sungai (diversion tunnel) dan cofferdam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penjadwalan konstruksi pada pekerjaan diversion tunnel dan cofferdam dengan menggunakan Microsoft Project 2016, yang meliputi penentuan kebutuhan tenaga kerja dan alat berat, estimasi biaya langsung, serta evaluasi alternatif penjadwalan untuk mencapai efisiensi waktu dan sumber daya. Metodologi yang digunakan dalam studi ini adalah pengolahan data proyek aktual yang meliputi volume pekerjaan, spesifikasi material, durasi, dan urutan kegiatan, yang diperoleh dari konsultan perencana. Acuan biaya didasarkan pada daftar harga satuan Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyesuaian jadwal, seperti penambahan jam kerja dan alat berat, berdampak signifikan terhadap durasi proyek dan alokasi sumber daya. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam perencanaan proyek konstruksi dan menunjukkan efektivitas penggunaan perangkat lunak penjadwalan untuk meningkatkan pengambilan keputusan dan kinerja proyek
Perencanaan Struktur Bangunan Mooring Dolphin Pada Pengembangan Dermaga III Pelabuhan Ketapang Kabupaten Banyuwangi Ghaliufar, Fathan; Marsudi, Suwanto; Cahya, Evi Nur
EXTRAPOLASI Vol. 22 No. 02 (2025)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/ep.v22i02.132154

Abstract

Pelabuhan Ketapang merupakan salah satu pelabuhan penyeberangan yang terus mengalami peningkatan volume lalu lintas penumpang dan kendaraan. Dengan meningkatnya aktivitas tersebut, dibutuhkan suatu pengembangan yaitu merencanakan mooring dolphin untuk menunjang perubahan kapasitas sandar kapal dari 2.000 GRT menjadi 5.000 GRT. Mooring dolphin merupakan salah satu struktur penting dalam sistem tambat kapal yang berfungsi untuk menahan gaya kapal saat bersandar. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis stabilitas struktur dan pondasi dari bangunan mooring dolphin. Analisis struktur meliputi analisis penulangan dan pembebanan yang memuat beban mati, beban sandar, beban tarikan kapal, beban arus, beban gempa, dan beban angin. Dari hasil analisis stabilitas pondasi didapatkan kapasitas daya dukung kelompok tiang sebesar 2331,95 ton dengan faktor aman 3,61, Defleksi tiang lateral didapat 4,68 mm, penurunan kelompok tiang sebesar 8,51 mm, dan beban lateral pada tiang miring didapat 140,94 ton dengan faktor aman 6,84.
Studi Penjadwalan dan Pembiayaan Proyek Trashlog PLTA Orya Genyem Kecamatan Unurum Guay Kabupaten Jayapura Menggunakan Microsoft Project Manager 2016 Abdullah, Raya; Marsudi, Suwanto; Cahya, Evi Nur
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.01.13

Abstract

Successful of a project can be seen from how economical and efficient of the project. Minimizing unnecessary expenses to achieve the profits which planned is the goal of this study. The implementation of the Microsoft Project Manager 2016 program aims to assist in scheduling and financing to achieve efficient projects in terms of cost, labor and time. The 3 alternatives used include analysis of heavy equipment productivity, project duration, labor resource requirement, analysis unit cost of work, cost budget plan and s curve. The preparation of this thesis aims to find out the efficiency of the three alternatives reviewed in terms of cost and time project worked. Which results will be different on each alternative. Alternative 1 (90 days with 8 hours/day, total project cost Rp. 7,184,379,188.80), Alternative 2 (90 days with 11 hours/day, total project cost Rp. 7,355,870,347.94) and Alternative 3 (96 days with 8 hours/day, total project cost Rp. 7,019,783,796.95). In terms of cost and time of the three alternatives, can concluded if setting the right number of days and hours of work can be an efficient alternative.
Studi Penjadwalan Pelaksanaan Proyek Rehabilitasi Bangunan Pelimpah (Spillway) Bendungan Pacal Kec. Temayang, Kab. Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur Menggunakan Microsoft Project Manager 2016 Prayogi, Anasrul Septian; Marsudi, Suwanto; Suprijanto, Heri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.01.28

Abstract

A project called success when viewed from an economic perspective, the project is carried out effectively and efficiently. In other word the project is avoided from all kinds of expenses that are not excluded, so that the planned benefits can be achieved. To achieve the results of a construction project that is efficient in terms of cost, time, and labor, the writer applies the Microsoft Project Manager 2013 program to help plan, manage, and schedule which strongly supports the project administration process. This study discusses scheduling and financing use 3 alternatives which include analysis of machine productivity, duration of the project, the resources requirement, analysis of labor unit prices, draft budgetary costs, and curve plans s taking into account the implementation of the work order and material requirements of scheduling Microsoft Project Manager 2016 that produces a network in the form of a giant chart. The purpose of this final assignment is to find out which alternative is the most efficient in terms of time and cost to accelerate the duration of the project. The three alternatives provide different analysis and results which are certainly different in terms of time and cost with alternative 1 (16 months, total project costs of Rp. 116.195.725.172,89), alternative 2 (14 months, total project costs of Rp. 114.977.966.202,28), and alternative 3 additions of heavy equipment (10 months, total project costs of Rp. 120.742.705.287,18). In terms of time and cost and the weaknesses of the three alternatives, it can be concluded that the addition of heavy equipment is an alternative that is considered efficient for implementation.
Studi Perencanaan Konstruksi Bendungan Cijurey Tipe Beton Padat Gilas Gravitasi Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor Jawa Barat Fazjrin, Muhammad Rafi; Marsudi, Suwanto; Dermawan, Very
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.09

Abstract

The design of the Cijurey Dam with Gravity Roller Compacted Concrete Type aims to hold back the flow, drain the water, and raise the water level. The spillway built in the Cijurey Dam is an overflow type located in the middle of the dam. The initial stage of this study is calculating the curvature of the reservoir capacity which is then used for flood routing on the spillway. The result of flood routing is in the form of outflow which will be used as the basis for planning the width of the spillway, the water level profile, and the planning of the stilling basin. Then an analysis of the stability of the overflow and non-overflow dam body was carried out, and the retaining wall on the spillway and stilling basin. Next is the calculation of the load for determining the diameter of the reinforcement in the structure. From this study it was found that the spillway on the Cijurey Dam can flow Q100th and Q1000th discharges. Then for the retaining wall on the spillway and stilling basin, it is designed to use a cantilever type retaining wall. Furthermore, the analysis of the stability of rolling, shearing, and bearing capacity on the Cijurey Dam and retaining walls on the spillway and stilling basin have met the requirements. In the construction of dams and retaining walls, concrete with a quality of f'c = 25 MPa and fy = 400 MPa is used.Perencanaan Bendungan Cijurey Tipe Beton Padat Gilas Gravitasi bertujuan untuk membendung aliran, mengalirkan air, dan meninggikan muka air. Pelimpah yang dibangun di Bendungan Cijurey berjenis overflow yang berada di tengah bendungan. Tahapan awal dari studi ini yaitu menghitung lengkung kapasitas waduk yang selanjutnya digunakan untuk flood routing pada pelimpah. Hasil dari flood routing berupa outflow yang akan digunakan sebagai dasar perencanaan lebar pelimpah, profil muka air, serta perencanaan peredam energi. Kemudian dilakukan analisis stabilitas tubuh bendungan bagian overflow dan non – overflow, dan dinding penahan pada peluncur dan peredam energi. Selanjutnya adalah perhitungan pembebanan untuk penentuan diameter tulangan pada struktur. Studi ini menghasilkan analisis bahwa pelimpah pada Bendungan Cijurey dapat mengalirkan debit Q100th dan Q1000th. Kemudian untuk dinding penahan pada peluncur dan peredam energi didesain menggunakan dinding penahan tipe cantilever. Selanjutnya analisis stabilitas guling, geser, dan daya dukung pada Bendungan Cijurey dan dinding penahan pada peluncur serta peredam energi telah memenuhi persyaratan. Pada konstruksi bendungan dan finding penahan digunakan beton dengan mutu  f'c = 25 MPa dan fy = 400 MPa.
Studi Penjadwalan Konstruksi Pekerjaan Main Dam Dan Bangunan Pelimpah Bendungan Beton Padat Gilas (RCC) Di Muara Juloi Kalimantan Tengah Dengan Menggunakan Microsoft Project 2021 Afina, Bima Putra; Marsudi, Suwanto; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.65

Abstract

Penelitian ini membahas penyusunan penjadwalan konstruksi pada pekerjaan main dam dan bangunan pelimpah Bendungan Muara Juloi dengan menggunakan Microsoft Project Manager 2021 sebagai alat bantu pengolahan data durasi, sumber daya, dan biaya. Analisis dilakukan melalui perhitungan volume pekerjaan, produktivitas alat berat, kebutuhan tenaga kerja, serta estimasi biaya berdasarkan Analisis Harga Satuan Pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total Rencana Anggaran Biaya (RAB) awal proyek pada bagian pekerjaan main dam dan bangunan pelimpah adalah sebesar Rp3.493.946.689.724,00 dan setelah dilakukan pemerataan sumber daya terjadi efisiensi sebesar 0,070%. Studi ini juga mengidentifikasi kebutuhan sumber daya berupa 249 tenaga kerja dari berbagai keahlian serta sejumlah alat berat utama seperti excavator, dump truck, agitator truck, dan vibrator roller yang disesuaikan dengan karakteristik pekerjaan lapangan. Analisis percepatan jadwal dengan metode crashing menunjukkan bahwa penambahan jam lembur mampu menurunkan durasi sebesar 4,89%, sementara penambahan alat berat memberikan reduksi durasi sebesar 6,81%. Kombinasi kedua metode menghasilkan percepatan paling signifikan dengan penurunan durasi sebesar 9,86% dari total durasi awal. Hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa integrasi analisis sumber daya, durasi, dan biaya melalui perangkat lunak penjadwalan mampu meningkatkan efisiensi pelaksanaan proyek serta memberikan dasar pengambilan keputusan yang lebih efektif dalam pengelolaan konstruksi bendungan berskala besar.