Claim Missing Document
Check
Articles

PENURUNAN PERMEABILITAS AKIBAT BIOCLOGGING PADA BUTIRAN BATU APUNG DAN SKORIA Wicaksono, Audy Arkanta; Yuliani, Emma; Primantyo H, Andre
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Gunung Kelud di Kabupaten Blitar, Jawa Timur merupakan salah satu Gunung Api di Indonesia yang mempunyai material apung dan skoria yang jumlahnya berlimpah dan masih kurang untuk pemanfaatannya. Penelitian ini didasarkan pada gagasan rekayasa geoteknik perbaikan karakteristik pada butiran apung dan skoria yaitu dalam hal perbaikan penurunan permeabilitas dengan bioclogging yang diyakini dapat menyebabkan penyumbatan pada lubang pori akibat slime atau ikatan ekspolisakarida yang diproduksi oleh bakteri Lactobacillus Sakei dan Bacillus Subtilis. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan variasi pada jenis batuan, gradasi butiran, kerapatan relatif, dan jenis bakteri dengan jumlah 8 sampel tanpa bakteri, 8 sampel dengan Lactobacullis Sakei, dan 8 sampel dengan Bacillus Subtilis. Sebagai hasilnya, butiran apung dan skoria tanpa bakteri untuk karakteristi fisik tergolong pasir bersih bergradasi baik (SW) berdasarkan USCS dan tergolong pasir halus (A-1-b) berdasarkan AASHTO. Hasil karakterstik mineralogi pada uji SEM-EDX dan XRD butiran apung dan skoria mempunyai unsur dominan Si dan Al dan mempunyai senyawa dominan berupa anorthite Ca(A12Si2O8). Hasil pengujian permeabilitas tanpa bakteri adalah 0,00035 – 0,0351 cm/det, hasil dengan bioclogging menggunakan Lactobacillus Sakei antara 0,00018 – 0,0218 cm/det dan hasil dengan Bacillus Subtilis mempunyai nilai permeabilitas yang lebih kecil antara 0,000112 - 0,0195 cm/det. Hasil Porsentase penurunan permeabilitas terbesar akibat bioclogging pada sampel Bacillus Subtilis adalah 82,957% dan padacsampel Lactobacillus Sakei adalah 73,019% dengan kesimpulan bakteri Bacillus Subtilis mempuyai pengaruh yang lebih besar dalam penurunan permeabilitas dibandingkan Lactobacillus Sakei.   Kata kunci : Permeabilitas, Bioclogging, Butiran Apung, Butiran Skoria. ABSTRACT : Mount Kelud in Blitar Regency, East Java is one of the volcanoes in Indonesia that has pumice and scoria material that the amount is abundant and is still lacking for its use. This research is based on the idea of ​​geotechnical engineering to improve the characteristics of chrused pumice and scoria in terms to reduce the permeability with bioclogging which is believed can cause of clogging in the pores because of slime or expolisaccharide bonds that produced by Lactobacillus Sakei and Bacillus Subtilis bacteria. This research was conducted by variations in rock types, grain grading, relative density, and types of bacteria with a total of 8 samples without bacteria, 8 samples with Lactobacullis Sakei, and 8 samples with Bacillus Subtilis. As a result, crushed pumice and scoria without bacteria for physical characteristics are classified clean graded sand (SW) based on USCS and classified as fine sand (A-1-b) based on AASHTO. Mineralogical characteristics results on SEM-EDX and XRD tests on crushed pumice and scoria have dominant elements Si and Al and have a dominant compound in the form of anorthite Ca (A12Si2O8). The results of permeability testing without bacteria are 0,00035 – 0,0351 cm/sec, the results with bioclogging using Lactobacillus Sakei are between 0,00018 - 0.0218 cm/sec and the result with Bacillus Subtilis have a smaller permeability value between 0,000112 - 0 , 0195 cm/sec. The results of the biggest percentage of permeability reduced due to bioclogging in the Bacillus Subtilis sample are 82,957% and in the Lactobacillus Sakei sample are 73,019% with the conclusion that the Bacillus Subtilis bacteria had a greater effect on reducing permeability compared to Lactobacillus Sakei.   Keywords : Permeability, Bioclogging, Crushed Pumice, Crushed Scoria
ANALISIS PERBANDINGAN EFEKTIVITAS KARBON AKTIF CANGKANG BUNGA PINUS DENGAN KARBON AKTIF BATOK KELAPA DALAM MEREDUKSI TIMBAL Putri, Aulia Dinniar; Yuliani, Emma; Haribowo, Riyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas dalam mereduksi timbal serta mutu dari karbon aktif cangkang bunga pinus dengan karbon aktif batok kelapa. Metode yang dilakukan adalah karbonisasi cangkang bunga pinus kemudian diaktivasi menggunakan aktivator KOH dengan konsentrasi 30% dan 50% dan waktu aktivasi 60, 90, dan 120 menit. Karbon aktif kemudian digunakan sebagai material alat filter dan hasilnya akan diuji kualitas airnya dengan spektrofotometri dan karbonnya akan diuji dengan SEM-EDX. Hasil yang didapatkan untuk uji mutu karbon adalah nilai rendemen dengan nilai sebesar 17,5%; kadar air dengan nilai berkisar antara 0,559%-13,492%; serta kadar abu nilainya berkisar antara 6,175%-9,649%. Nilai efektivitasnya berkisar antara 89%-100%. Hasil uji SEM-EDX dengan hasil secara kasat mata karbon aktif cangkang bunga pinus 50% 120 menit memiliki jumlah pori yang paling banyak dan ukuran rongga yang paling seragam dibandingkan yang lainnya.This research aimed to determine pinecone activated carbon effectiveness in reducing lead and its quality compared with coconut shell activated carbon. The methods used are carbonization of the pinecones and then activation with KOH as an activator with concentration of 30% and 50% and activation time of 60, 90, and 120 minutes. Activated carbons then are used as filter material and its result will be tested for water quality by spectrophotometry, the carbon will be tested by SEM-EDX. The results that had been obtained were rendemen with value of 17,5%; moisture content with value raging between 0,559%-13,492%; and ash content with value raging between 6,175%-9,649%. The effectiveness raging between 89%-100%. For the SEM-EDX test, in plain view, pinecone activated carbon 50% 120 minutes has the most number of pores and has the most uniform pore size than other variations.
HUBUNGAN AIR TANAH DAN KONDISI GEOLOGI TANAH BERKAPUR DALAM MENGETAHUI KANDUNGAN SIFAT KIMIA KESADAHAN (DESA GAMPING KECAMATAN CAMPURDARAT KABUPATEN TULUNGAGUNG) aqil, dea rozan; Yuliani, Emma -
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.821 KB)

Abstract

ABSTRAK: Air merupakan aspek penting kebutuhan manusia yang tidak tergantikan, terlebih untuk air tanah, yang merupakan sumber terbesar suplai kebutuhan untuk air baku. Karena itu air tanah harus memperhatikan baik kuantitas maupun kualitasnya. Dari beberapa faktor yang mempengarui air tanah salah satunya merupakan tanah itu sendiri. Pada lokasi studi, Daerah Tulungagung merupakan daerah yang mempunyai jajaran pegunungan yang terletak di selatan yang memiliki komposisi kapur yang lama kelamaan berubah menjadi batu marmer terutama pada Desa Gamping Kecamatan Campurdarat yang dimana disana terdapat tambang sekaligus pengrajin marmer. Sifat kimia merupakan salah satu faktor penting dalam studi ini yang nantinya akan digunakan untuk menganalisa dengan metode diagram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandunagn sadah dari air tanah. Analisis kimia air tanah dilakukan dengan menggunakan Metode Diagram Trilinier Piper dengan bantuan paket program AquaChem 2011.1 Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan pada lokasi studi diketahui bahwa air tanah lokasi penelitian mempunyai kandungan kimia mendukung terhadap kesadahan yaitu kesadahan sementara yaitu didominasi oleh kandungan anion bikarbonat (HCO3-), dan kation kalsium (Ca2+).ABSTRACT: Water is an important aspect of irreplaceable human needs, especially for ground water, which is the largest source of supply of raw water. Therefore groundwater must pay attention to both quantity and quality. Of the several factors that influence groundwater one of them is the land itself. At the study location, Tulungagung area is an area that has a mountain range located in the south that has a limestone composition which eventually turns into marble stone, especially in Gamping Village, Campurdarat District, where there are mines as well as marble craftsmen. Chemical properties are one of the important factors in this study which will later be used to analyze the diagram method. The purpose of this study was to determine the resistance of groundwater. Chemical analysis of groundwater was carried out using the Piper Trinier Diagram Method with the help of the AquaChem 2011 package package.1 Based on the results of research conducted at the study location it was known that groundwater in the study site had a supportive chemical content against hardness which is temporary hardness which is dominated by the content of bicarbonate anion (HCO3- ), and calcium cations (Ca2 +).
Evaluasi Tingkat Kerentanan Akuifer di Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang dengan Menggunakab Metode GOD Azhar, Rifqi Fajar; Siswoyo, Hari; Yuliani, Emma
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat pencemaran air tanah di Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang dapat dinilai berdasarkan tingkat kerentanan akuifer terhadap pencemaran. Penilaian tingkat kerentanan akuifer terhadap pencemaran dapat dilakukan dengan menggunakan metode GOD terdiri atas jenis akuifer, lapisan pembatas atas akuifer, kedalaman muka air tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan sebaran spasial dan temporal tingkat kerentanan akuifer di lokasi penelitian. Parameter-parameter metode GOD ini dihasilkan oleh fluktuasi muka air tanah setiap bulan. Contoh penelitian yang digunakan adalah 25 sumur gali yang tersebar di wilayah setempat. Berdasarkan hasil pemetaan dan analisis menggunakan metode GOD dapat dinyatakan tingkat kerentanan tinggi terluas Bulan Maret 2019 dengan 74,58% dari luas total warna kuning. Sedangkan tingkat kerentanan rendah terluas Bulan Oktober 2019 dengan 65,98% dari luas total warna biru muda.The level of groundwater pollution in the Jombang District of Jombang Regency can be assessed based on the level of aquifer susceptibility to pollution. Evaluation on the level of aquifer susceptibility can be done using the GOD method which consists of aquifer type parameters, aquifer limiting layers, and aquifer depth. The purpose of this study was to map the spatial and temporal distribution of the level of aquifer vulnerability at the study site. The parameters of the GOD method are generated by groundwater level fluctuations every month. The research sample used was 25 dug wells scattered in the local area. Based on the results of mapping and analysis using the GOD method it can be stated that the highest level of vulnerability was the highest in March 2019 with 74,58% of the total yellow area. While the lowest level of vulnerability is widest in October 2019 with 65,98% of the total area of light blue.
Determination of Pollution Load Capacity Using QUAL2Kw Program on The Musi River Palembang Lestari, Handayani; Haribowo, Riyanto; Yuliani, Emma
Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.civense.2019.00202.4

Abstract

The Object of this research is a river named Musi, located in Palembang City, South of Sumatera, which is one of the longest and the biggest river in Indonesia. The condition of water quality in this river must be concerned because the high demand is not balanced with a good water quality. So, the aim of this study is to determine the value of the pollution load capacity, which is useful for consideration to government on water quality improvement policy. QUAL2Kw is used as an application to calculate the pollution capacity which entered to each river segment. There are 3 scenarios in this study, simulation 1 is calibrated model, simulation 2 is maximum of pollutant load condition, and simulation 3 is minimum of pollutant load condition. The value of pollutant load capacity is obtained from the difference between simulation 2 and simulation 3. The results show that the pollution load capacity on Musi River (particularly segment Pulokerto – PT. Baja Baru) in 2016 sequentially 12948 kgDO/day, 25205 kgBOD5/day, 3207 kg/ NH3-N day, 642 kg PO4/day
Pembuatan Sumur Resapan dan Biopori untuk Pengendalian Genangan Air Hujan di SMP Negeri 11 Kota Malang Rahmah Dara Lufira; Ussy Andawayanti; Emma Yuliani; Suwanto Marsudi
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 7 NOMOR 1 MARET 2023 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v7i1.9483

Abstract

Kegiatan ini mengambil lokasi di SMPN 11– Kota Malang. Di sekolah ini sebelumnya sering dilanda genangan akibat meluapnya saluran drainase serta limpasan permukaan akibat air hujan. Pada pelaksanaannya belum pernah dilakukan penerapan sumur resapan air hujan dilokasi sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan ini adalah membuat 2 (dua) unit sumur resapan air hujan dan biopori untuk menampung komponen air limpasan permukaan yang berasal dari curah hujan. Kegiatan ini Jurusan Teknik Pengairan FTUB bekerja sama dengan akademik SMP Negeri 11 untuk membuat bangunan penanggulanngan Genangan berbasis konservasi. Metode sumur resapan dan biopori ini sangat mudah dilaksanakan dan juga dapat memelihara air tanah serta pemanfaatan daun sisa biopori untuk kompos. Dengan adanya pengabdian kepada masyarakat ini permasalahan genangan di SMP Negeri 11 Kota Malang dapat teratasi pada saat musim hujan.
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Cair Peternakan Sapi Pada Desa Petungsewu Kecamatan Dau Kabupaten Malang Bagas Kusdiyatno Wardana; Riyanto Haribowo; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.01.02

Abstract

Di Malang raya khususnya Kabupaten Malang, belum terdapat satu pun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang secara spesifik mengolah limbah cair peternakan. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mencari model IPAL yang paling efektif untuk mengolah limbah cair peternakan sapi. Berlokasi di Desa Petungsewu, sebuah peternakan dengan sapi berjumlah 14 ekor. Limbah cair yang dihasilkan mencapai 1,071 m3/hari. Kualitas air limbah menggunakan parameter yang mengacu ke Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Permen. LHK) Nomor 11 Tahun 2009 yakni BOD, COD, TSS, NH3-N, dan pH. Setelah uji laboratorium, masing-masing nilainya sebesar 64,27 mg/l; 201,4 mg/l; 100,1 mg/l; 66,02 mg/l; dan 8,35. Berdasarkan data kuantitas dan kualitas air limbah di atas, dilakukan pendekatan metode IPAL menggunakan 3 alternatif yakni filtrasi, biofilter anaerob, dan metode kombinasi. Masing-masing alternatif mencapai efisiensi pengurangan efluen hingga 92,26%. Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk operasional dan bangunan IPAL adalah Rp13.702.933.
Analisis Sifat Kimia Air Tanah Sumur Dangkal Pada Tanah Berkapur (Desa Gamping Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung) Emma Yuliani; Dea Rozan Aqil Pradana
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 10 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.956 KB) | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2019.010.01.1

Abstract

Groundwater is one of the many alternative water sources that have a large and very good quantity and quality. An important factor that must be considered in groundwater management is the analysis of its chemical characteristics. These chemical characteristics will have a large impact on objects that receive and consume ground water regularly. The purpose of this study was to determine the effect of the risk of the object receiving and knowing the chemical characteristics of groundwater in the study location. To find out the effect of the occurrence of risk on the research location, use the equation recommended by the EPA (Environmental Protection Agency). Analysis of the chemical characteristics of groundwater was carried out using the Pie Chart Method, and the Kurlov Method. From the results of research conducted in Gamping Village, Campurdarat District, Tulungagung Regency, it is known that the groundwater in the study site has health risk factors and is dominated by anion bicarbonate (HCO3 - ), and kation calcium, sodium.
Permodelan Sumur Resapan Inovatif untuk Konservasi Air Tanah Permeabilitas Rendah Daerah Kota Malang Yasnuar Muntaha; Tri Budi Prayogo; Emma Yuliani
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 13 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2022.013.01.04

Abstract

Air merupakan kebutuhan pokok manusia yang sebagian besar berasal dari dalam tanah. Konservasi air tanah menggunakan sumur resapan merupakan alternatif dalam menambah cadangan air tanah pada tanah berjenis lanau-lempung seperti Kota Malang yang memiliki permeabilitas tanah rendah. Dalam mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian dengan metode eksperimen pembuatan sumur resapan inovatif yang dapat memaksimalkan masuknya air ke dalam tanah pada lokasi yang mempunyai permeabilitas rendah. Penelitian ini mengkaji, menganalisa dan membandingkan hasil pengujian sumur resapan konvensional dan inovatif. Analisis debit yang dirancang menggunakan Metode Rasional. Perencanaan dimensi dihitung dengan rumus Sunjoto dan desain serta model sumur resapan yang dibuat menggunakan material paving, pasir, semen, kerikil, pipa diameter 10 cm, penutup biopori, sampah organik, air, dan geotekstile. Model sumur resapan inovatif direncanakan dengan ketinggian 0,42 m dengan diameter 0,6 m. Dari hasil analisa pengujian model sumur resapan yang sudah di terapkan dalam skala lapangan, sumur resapan inovatif lebih efektif dari pada sumur resapan konvensional.
Penilaian Kualitas Air Tanah dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan Masyarakat di Kecamatan Sukun Kota Malang Aulia Shinta Balqis; Hari Siswoyo; Emma Yuliani
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v6i2p65-74

Abstract

Air yang menenuhi kriteria kualitas air yang bersih menjadi salah satu standar kualitas hidup masyarakat banyak. Akan tetapi seiring dengan berkembangnya zaman, ketersediaan air yang memenuhi kualitas sangat sulit ditemukan. Masyarakat Kecamatan Sukun yang mengakses air yang sudah terjamin bersih masih sangat minim. Penyakit diare menjadi penyakit berbasis lingkungan yang disebabkan oleh konsumsi air yang yang paling banyak terjadi di Kecamatan Sukun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara kualitas air tanah dangkal dengan tingkat risiko terkena penyakit pada masyarakat di Kecamatan Sukun Kota Malang. Kualitas air tanah dianalisis dengan menggunakan metode Water Quality Index. Tingkat risiko terkena penyakit dianalisis dengan metode Quantitative Microbiological Risk Assessment. Sedangkan untuk mengetahui keterkaitannya menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil dari penelitian menunjukkan parameter E. coli tergolong cukup tinggi, sedangkan untuk parameter pH, TDS dan suhu tergolong dalam kategori aman. Nilai indeks kualitas air berada pada kategori cukup, baik, dan sangat baik. Tingkat risiko terkena penyakit diare pada masyarakat tergolong tinggi. Keterkaitan antara kualitas air tanah dengan tingkat risiko terkena penyakit di lokasi penelitian tergolong dalam hubungan kuat negatif. Tingkat risiko terkena penyakit diare pada masyarakat tergolong tinggi, akan tetapi fakta di lapangan menujukkan bahwa masyarakat rata-rata tidak mengalami gangguan kesehatan khususnya diare. Hal ini disebabkan karena masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan baik.
Co-Authors Adrianu, M Nafian Ahmad, Dicky Aliyah, Firda Samaniyatul Allaudin, Dhiya Ulhaq Anak Agung Gede Sugianthara Andawanti, Ussy Andre Primantyo Hendrawan Anggraeni, Voni anggun sugiarti, anggun Aprilia, Anindi aqil, dea rozan Ardia Trianita, Dinda Arief, Amalia Mardhatillah Aristananda, Wibi Idho Aulia Shinta Balqis Awaludin, Muhammad Fajar Ayu Pratama Putri, Ayu Pratama Azhar, Rifqi Fajar Azzhura, Fahrunnisa Bagas Kusdiyatno Wardana Budi, Susilo Cahaya Santoso Samosir, Cahaya Santoso cristina Dwi, cristina Dea Rozan Aqil Pradana Desilawati, Devarolla Donny Harisuseno Ery Suhartanto Evi Nur Cahya Fahmi, Moh. Aziizun Fanny Tendean, Fanny Fauzia Sonia, Fauzia Firdaus, Novinda Faizah Gunawan, Alif Ramadhani Medisia Putri hari siswoyo Haromain, Safira Anisah Harso, Reni Meidha Hartina Sahabuddin Hisbulloh, Robiq Hutama, Ageng Rizky Jasmine, Hersaninda Nerissa Kamila, Orin Syakira Laksono Trisnantoro Linda Prasetyorini Lubis, Rizki Fajar Rani M. Bisri Martius, Alifa Fajriani Miasari, Putu Kalila Shevanya Moh. Sholichin Mohammad Bisri Nelvina, Angie Pambudi, Arya Danang Pitojo Tri Juwono Prasetyo, Erinna Melina Prayogo , Tri Budi Primantyo H, Andre Putri, Anthea Alviona Putri, Aulia Dinniar Rahmah Dara Lufira Rares, Johan Peter Rini Wahyu Sayekti Riyanto Haribowo Rizki Tri Utami Rubiantoro, Prasetyo Runi Asmaranto Sholichin, Moh Siregar, Yoan Nathalia Siswoyo, Hari Sudjatmiko, Henny Suhardjono Suhardjono Sumule, Ahimsa Rama Pagayang Suwanto Marsudi Thesa Septine Citri Priyono Tri Budi Prayogo, Tri Budi Tsuyoshi Imai, Tsuyoshi Ussy Andawayanti Very Dermawan Wahyu Nafier A. Wahyu Nurrasyidah, Agista Wardani, Annida Shafira Wicaksono, Audy Arkanta Widandi Soetopo Yasnuar Muntaha