Claim Missing Document
Check
Articles

Interaction between Ground Water and Surface Water in Porong River, Sidoarjo Haromain, Safira Anisah; Yuliani, Emma; Andawayanti, Ussy; Imai, Tsuyoshi; Aliyah, Firda Samaniyatul
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2024.015.01.3

Abstract

The Lapindo mud phenomenon has been going on for 17 years, causing damage to the land and subsurface geological structures which raises concerns about reducing groundwater quality. This research aims to determine groundwater flow patterns based on surface contours around the Porong River which were analyzed using Surfer 13 software, and understand the relationship between groundwater and surface water through physical properties with correlation coefficients using Rstudio, as well as to identify the chemical characteristics of surface water and groundwater using the Trilinear Piper Diagram. Based on the research results, the groundwater flow pattern moves from northeast to southwest, and there is interaction between the two as indicated by the physical properties of the water. The correlation coefficient value ranges from 0.615 to 0.997, meaning that the relationship between groundwater and surface water is moderate to strong. Both groundwater and surface water have the same chemical type, namely mostly containing alkaline earth and weak acids. In addition, this research reveals the exploration of the impact of heavy metal parameters, namely Copper (Cu), from the Lapindo mud in the Porong River and residents' dug wells. In conclusion, this research shows the interaction between groundwater and surface water in the Porong River.
Pengaruh Aplikasi Biogrouting Pada Tanah Vulkanis Terhadap Kuat Gesernya Awaludin, Muhammad Fajar; Yuliani, Emma; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.15

Abstract

Indonesia has many active volcanoes, one of which is Mount Kelud. The eruption of Mount Kelud produced a lot of volcanic ash. This study aims to determine the physical characteristics of the material and also the soil classification, and also to determine changes in the shear strength parameters due to the biogrouting process on the material with pseudomonas aeruginosa bacteria. From the results of this study, the material is bad with a GS value of 2.706. Samples with bacteria all experienced an increase in the internal shear angle of the samples with Dr 70%. The 70-10-Ps sample experienced the largest increase in internal shear angle, namely 942.4% when compared to 70-10-tb. Almost all samples with bacteria have decreased cohesion value. The sample with the smallest cohesion value was the 70-10-Ps sample when compared with the 70-10-Tb sample as a control.
Studi Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Domestik di Rest Area Kedungmlati Jalan Tol Jombang-Mojokerto Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur Sumule, Ahimsa Rama Pagayang; Yuliani, Emma; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.20

Abstract

Berdasarkan data dari beberapa sumber, pengolahan limbah domestik di kabupaten Jombang belum memenuhi syarat bahkan ada yang belum memiliki sistem pengolahan limbah domestik sehingga air buangan limbah domestik langsung menuju ke saluran drainase bahkan ke badan sungai seperti pada Rest Area Kedungmlati. Salah satu cara agar limbah domestik memenuhi standar baku mutu yang berlaku yakni dengan adanya suatu sistem pengolahan yang dapat mengurangi pencemaran air sungai dan air tanah serta berbagai masalah lain yang dapat merusak kelestarian lingkungan. Sistem pengolahan tersebut adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan sistem pengolahan secara anaerobik yang memanfaatkan mikroorganisme untuk menguraikan bahan pencemar pada limbah. Berdasarkan hasil pengujian sampel yang telah dilakukan, terdapat 5 parameter yang digunakan pada IPAL ini seperti pH, BOD, COD, TSS, serta Minyak dan Lemak, dimana terdapat 3 paramater yang belum sesuai dengan standar baku mutu yaitu BOD sebesar 135,6 mg/L, COD sebesar 315,3 mg/L, dan TSS sebesar 950 mg/L. Setelah dilakukan perhitungan, nilai dari ketiga parameter tersebut berkurang yaitu BOD sebesar 2,5 mg/L, COD sebesar 5,7 mg/L, dan TSS sebesar 4,3 mg/L. Sehingga IPAL dengan sistem anaerobik ini dapat menurunkan kadar dari ketiga parameter tersebut dan sesuai dengan standar baku mutu yang berlaku.
Studi Penentuan Sebaran Kualitas Air Dengan Menggunakan Metode DWQI (Dinius Water Quality Index), NSF-WQI, Indeks Pencemaran (IP), dan OIP(Overall Index Of Pollution) di Waduk Sutami Kabupaten Malang Hisbulloh, Robiq; Sayekti, Rini Wahyu; Yuliani, Emma
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.14

Abstract

Pencemaran yang terus terjadi di Waduk Sutami menyebabkan menurunnya kualitas air di waduk tersebut. Permasalahan ini disebabkan oleh semakin meningkatnya kegiatan penduduk disepanjang Sungai Brantas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu air dan status mutu air di Waduk Sutami menggunakan metode DWQI (Dinius Water Quality Index), NSF-WQI, Indeks Pencemaran (IP), dan OIP (Overall Index Of Pollution) dengan parameter yang diuji adalah pH, DO, BOD, COD, TSS, Nitrat, Fosfat, dan Klorida. Pada metode DWQI diperoleh status mutu air sangat baik, baik, sedang, dan sangat buruk. Metode NSF-WQI diperoleh status mutu air yang cemar. Pada metode Indeks Pencemaran (IP) diperoleh status mutu air crmar ringan. Sedangkan pada metode OIP diperoleh status mutu air yang tercemar. Hasil penentuan status mutu air yang berbeda ini dikarenakan pada setiap metode memiliki klasifikasi kriteria air yang berbeda.
Evaluasi Kerentanan Air Tanah Dangkal dengan Menggunakan Metode GOD dan Metode Galdit (Studi Kasus di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan) Putri, Anthea Alviona; Siswoyo, Hari; Yuliani, Emma
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.17

Abstract

Bangil District is one of the sub-districts in Pasuruan Regency which is experiencing a fairly dense population and industrial growth. This had an impact on the more intensive use of groundwater and the increased production of wastewater, so feared that it will cause contamination of groundwater quality. This study aims to determine the value of the parameters that will give the index value of the GOD and GALDIT methods in shallow groundwater, then the results of the index values of the GOD and GALDIT methods are compared with the AVI method, and map the distribution pattern of groundwater vulnerability based on the index values of the three methods. Data was measured using a rollmeter, GPS Garmin 60, pH meter, and a digital thermometer. The results of measuring the index value of the GOD method at 7 water well points has a value of 0.3, while the other at 21 water well points has a value of 0.4 and 0.5, and the index value of the GALDIT method at 23 water well points is 3.0-4.8, while the other at 5 water well points has a value of 5-5.7. The measurement results of the GOD and GALDIT methods has a low and moderate level of vulnerability, while the AVI method has a very high level at all points.  Based on the measurement results, the three methods can be used to identify vulnerabilities at each water well location.Kecamatan Bangil merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Pasuruan yang mengalami pertumbuhan penduduk dan industri yang cukup padat. Hal tersebut berdampak pada penggunaan air tanah yang semakin intensif dan meningkatnya produksi air limbah, sehingga dikhawatirkan akan mengakibatkan pencemaran kualitas air tanah. Studi ini bertujuan untuk menentukan nilai parameter-parameter yang akan memberikan besar nilai indeks metode GOD dan GALDIT pada air tanah dangkal, lalu hasil nilai indeks metode GOD dan GALDIT dibandingkan dengan metode AVI, serta memetakan pola sebaran kerentanan air tanah berdasarkan nilai indeks ketiga metode. Data diukur menggunakan rollmeter, GPS Garmin 60, pH meter, dan thermometer digital. Hasil pengukuran nilai indeks metode GOD pada 7 titik sumur bernilai 0,3, sedangkan 21 titik sumur lainnya bernilai 0,4 dan 0,5 dan nilai indeks metode GALDIT pada 23 titik sumur bernilai 3,0-4,8, sedangkan 5 titik sumur lainnya bernilai 5-5,7. Hasil pengukuran metode GOD dan GALDIT memiliki tingkat kerentanan rendah dan sedang, sedangkan metode VIF memiliki tingkat sangat tinggi pada seluruh titik. Berdasarkan hasil pengukuran, ketiga metode dapat digunakan untuk mengidentifikasi kerentanan pada tiap lokasi sumur. 
Identifikasi Karakteristik Fisik Dan Mineralogi Tanah Dan Batuan Material Longsoran Di Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek Prasetyo, Erinna Melina; Hendrawan, Andre Primantyo; Yuliani, Emma
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.35

Abstract

Trenggalek Regency, East Java Province is located at coordinates 111º 24' - 112º 11' East Longitude and 7º 63' - 8º 34' South Latitude. The initial investigation of this material research was to test the physical properties of the soil at the locations on Trenggalek – Ponorogo road Km 15 and Km 17. The results of the sieve analysis test showed that Km 15 had a good gradation and Km 17 had a poor grain gradation. The specific gravity test of the two samples showed that the GS value = 2.6 – 2.7, which determines the material is silty sand with low plasticity. According to the AASHTO Classification Method, Km 15 and Km 17 samples are classified as soils with a code A-2-4, and from the USCS soil classification method the sample is classified as SW and SP. The samples were tested for slake durability and resulted Km 15 having high durability with Id2 = 83.7% and Km 17 low durability with Id2 = 33.2%. From the X-RD test Km 15 dominated by the mineral Laumontites by 32% and the X-RF results the sample dominated by Silica Oxide (SiO2) at 42.2%. The X-RD test of Km 17 showed the highest content, namely Albite at 46% and the X-RF test showed Silica Oxide (SiO2) compounds dominated with a value of 41.2%. from the SEM-EDX test results found that Km 15 and Km 17 materials contain elements of O, C, Si as the highest elements as the main constituent of soil samples. Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur terletak pada koordinat 111º 24’ - 112º 11’ BT dan 7º 63’ - 8º 34’ LS. Investigasi awal penelitian material longsoran ini yaitu uji sifat fisik tanah pada lokasi kelongsoran tebing jalan raya nasional Trenggalek-Ponorogo Km 15 dan Km 17. Hasil analisis saringan menunjukan Km 15 memiliki gradasi baik dan Km 17 memiliki gradasi butiran buruk. Uji specific gravity kedua sampel menunjukan bahwa nilai GS = 2,6 – 2,7 yaitu material berupa pasir berlanau dengan plastisitas rendah. Klasifikasi metode AASHTO diketahui sampel Km 15 dan Km 17 merupakan tanah dengan kode A-2-4, dan dari klasifikasi metode USCS sampel tanah memiliki kode SW dan SP. Pengujian slake durability dilakukan pada material batuan km 15 dan km 17 yang menghasilkan Km 15 memiliki durabilitas tinggi dengan Id2 = 83,7% dan Km 17 durabilitas rendah dengan Id2 = 33,2%. Uji X-RD dilakukan pada Km 15 dengan didominasi mineral Laumontite sebesar 32% dan hasil X-RF memiliki kandungan tertinggi Silika Oksida (SiO2) sebesar 42,2%. Uji X-RD pada Km 17 menampilkan hasil kandungan tertinggi yaitu Albite sebesar 46% dan uji X-RF menunjukan senyawa Silika Oksida (SiO2) mendominasi dengan nilai 41,2%. SEM-EDX didapati material Km 15 dan Km 17 mengandung unsur O, C, Si sebagai unsur tertinggi sebagai pembentuk utama sampel tanah.
Perencanaan Sistem Distribusi Air Bersih di Desa Kemiri Kecamatan Jabung Kabupaten Malang Harso, Reni Meidha; Haribowo, Riyanto; Yuliani, Emma
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.36

Abstract

Desa Kemiri merupakan desa yang terletak di Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Penduduk desa mayoritas adalah peternak sapi perah dan penduduk desa masih mengandalkan pengambilan air secara manual untuk pemenuhan kebutuhan air sehari hari karena memang belum ada jaringan perpipaan yang memfasilitasi pendistribusian air bersih di desa tersebut, yang mana di desa tersebut pada saat musim kemarau sering mengalami krisis air bersih. Menyikapi hal tersebut dalam studi ini membahas tentang perencanaan sistem distribusi air bersih yang dapat membantu dari pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Desa Kemiri. Perencanaan jaringan air bersih dalam studi ini menggunakan aplikasi WaterCAD V8.i. Selain itu, dilakukan perhitungan rencana anggaran biaya dan analisa ekonomi. Hasil simulasi jaringan air bersih menggunakan aplikasi software WaterCAD V8.i menunjukan kondisi hidraulik sebagai berikut, kecepatan aliran dalam pipa berkisar 0,10 – 1,26 m/dt, kehilangan tinggi tekan dalam pipa berkisar 0,41 – 11,65 m/km, tekanan pada junction berkisar 4,29 - 8,705 atm, dan klorin yang tersisa 0,35 – 0,40 mg/l. Perhitungan analisa ekonomi didapatkan harga jual air sebesar Rp 1.421.97, dan analisa payback period adalah 13,7 tahun dengan harga proyek sebesar Rp 2,061,150,000.00
Studi Penentuan Status Mutu Air dengan Metode IP, WQI, dan NSF-WQI pada Sungai Mewek-Kalisari-Bango di Kota Malang Lubis, Rizki Fajar Rani; Yuliani, Emma; Sayekti, Rini Wahyu
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.048

Abstract

Sungai Mewek-Kalisari-Bango merupakan salah satu sungai utama di Kota Malang. Keberadaan sungai ini sangat penting bagi masyarakat sekitar sungai, seperti digunakan untuk keperluan mandi, masak, irigasi, dan lain-lain. Namun saat ini terjadi banyak penumpukan sampah di sepanjang sungai, utamanya sampah hasil kegiatan domestik. Selain itu, limbah industri dan pertanian juga memperburuk kualitas air sungai. Hal ini sesuai dengan hasil pemantauan yang menunjukkan beberapa parameter kualitas air sungai telah melewati baku mutu. Tujuan penelitian adalah untuk menetapkan status mutu air pada musim kemarau di Sungai Mewek-Kalisari-Bango. Penetapan status mutu air menggunakan metode Indeks Pencemaran, WQI, dan NSF-WQI. Tujuan lainnya yaitu untuk mengetahui sumber pencemaran sungai berdasarkan penggunaan lahan di sekitar sungai. Hasil status mutu air Sungai Mewek-Kalisari-Bango dapat disimpulkan sebagai berikut: metode Indeks Pencemaran (tercemar ringan), metode WQI (bersih), dan metode NSF-WQI (sedang). Berdasarkan penggunaan lahan, pada segmentasi Sungai Mewek-Kalisari-Bango bagian hulu sumber pencemaran didominasi limbah pertanian. Sedangkan pada bagian tengah dan hilir sumber pencemaran didominasi limbah domestik. Secara umum sumber pencemaran pada Sungai Mewek-Kalisari-Bango terdiri dari limbah domestik, pertanian, dan industri. Namun berdasarkan hasil analisis korelasi dengan metode Spearman, didapat bahwa tidak ada korelasi antara luas tutupan lahan dan kualitas air, baik pada kualitas tiap parameter maupun status mutu airnya.
Efisiensi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Kelurahan Ledok Kulon Kabupaten Bojonegoro Ardia Trianita, Dinda; Yuliani, Emma; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.26

Abstract

Meningkatnya jumlah industri tahu dan aktivitas rumah tangga di Kelurahan Ledok Kulon, Kabupaten Bojonegoro menyebabkan beban pencemar pada air limbah yang diolah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Ledok Kulon semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit air limbah yang masuk ke dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Ledok Kulon, besarnya kandungan BOD, COD, TSS, pH, total coliform, nitrit, sulfat, serta temperatur yang terdapat di dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Ledok Kulon, kinerja tiap unit, serta efisiensi removal IPAL terhadap air hasil olahan. Metode yang digunakan berupa sampling dan pengujian terhadap air limbah yang diambil pada masing-masing unit IPAL yang kemudian dilakukan analisis terkait beban organik/Organic Loading Rate (OLR), waktu retensi/Hydraulic Retention Time (HRT), dan pembebanan hidrolik/Hydraulic Loading Rate (HLR). Hasil menunjukkan debit ait limbah mencapai 926,69 m3/hari yang melebihi kapasitas desain 500 m3/hari. Dari hasil uji laboratorium terhadap sampel air limbah pada inlet IPAL, outlet biofilter anaerobik dan aerobik, serta outlet IPAL hanya parameter COD dan total yang tidak memenuhi standar baku mutu Permen LHK No. 68 Tahun 2016 yaitu COD >100 mg/L dan total coliform >3000 jumlah/100 mL.
Bahasa Inggris Bahasa Inggris Martius, Alifa Fajriani; Yuliani, Emma; Hendrawan, Andre Primantyo; Dermawan, Very
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November: In Progress
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.12615

Abstract

This study investigates groundwater flow and nitrate transport in the Kasin Sub-watershed, Malang City, using Visual MODFLOW integrated with the MT3DMS module. Hydrogeological and geoelectrical data, groundwater levels, and nitrate concentration measurements (110 ppm) were used as model inputs. A transient simulation over 3,600 days (±10 years) was conducted to analyze plume migration. The results show that groundwater flow follows topographic gradients, moving from upland recharge zones to lowland discharge zones, with an average velocity of 0.25–0.40 m/day. The nitrate plume migrated southward, extending ±600–700 m horizontally and reaching ±25 m in depth. High concentrations (>100 ppm) remained near the source, while concentrations decreased to 20–40 ppm at greater distances due to advection and dispersion. Vertical sections indicated plume penetration into deeper aquifers, influenced by hydraulic pressure differences between strata, while permeable sandy and pumice tuff layers facilitated migration and clay acted as aquitards. These findings highlight the persistent nature of nitrate contamination, the role of aquifer heterogeneity, and the vulnerability of groundwater in urban catchments. In conclusion, nitrate pollution poses long-term risks to groundwater quality, emphasizing the importance of monitoring networks, aquifer protection policies, and improved land-use management to mitigate further contamination.
Co-Authors Adrianu, M Nafian Ahmad, Dicky Aliyah, Firda Samaniyatul Allaudin, Dhiya Ulhaq Anak Agung Gede Sugianthara Andawanti, Ussy Andre Primantyo Hendrawan Anggraeni, Voni anggun sugiarti, anggun Aprilia, Anindi aqil, dea rozan Ardia Trianita, Dinda Arief, Amalia Mardhatillah Aristananda, Wibi Idho Aulia Shinta Balqis Awaludin, Muhammad Fajar Ayu Pratama Putri, Ayu Pratama Azhar, Rifqi Fajar Azzhura, Fahrunnisa Bagas Kusdiyatno Wardana Budi, Susilo Cahaya Santoso Samosir, Cahaya Santoso cristina Dwi, cristina Dea Rozan Aqil Pradana Desilawati, Devarolla Donny Harisuseno Ery Suhartanto Evi Nur Cahya Fahmi, Moh. Aziizun Fanny Tendean, Fanny Fauzia Sonia, Fauzia Firdaus, Novinda Faizah Gunawan, Alif Ramadhani Medisia Putri hari siswoyo Haromain, Safira Anisah Harso, Reni Meidha Hartina Sahabuddin Hisbulloh, Robiq Hutama, Ageng Rizky Jasmine, Hersaninda Nerissa Kamila, Orin Syakira Laksono Trisnantoro Linda Prasetyorini Lubis, Rizki Fajar Rani M. Bisri Martius, Alifa Fajriani Miasari, Putu Kalila Shevanya Moh. Sholichin Mohammad Bisri Nelvina, Angie Pambudi, Arya Danang Pitojo Tri Juwono Prasetyo, Erinna Melina Prayogo , Tri Budi Primantyo H, Andre Putri, Anthea Alviona Putri, Aulia Dinniar Rahmah Dara Lufira Rares, Johan Peter Rini Wahyu Sayekti Riyanto Haribowo Rizki Tri Utami Rubiantoro, Prasetyo Runi Asmaranto Sholichin, Moh Siregar, Yoan Nathalia Siswoyo, Hari Sudjatmiko, Henny Suhardjono Suhardjono Sumule, Ahimsa Rama Pagayang Suwanto Marsudi Thesa Septine Citri Priyono Tri Budi Prayogo, Tri Budi Tsuyoshi Imai, Tsuyoshi Ussy Andawayanti Very Dermawan Wahyu Nafier A. Wahyu Nurrasyidah, Agista Wardani, Annida Shafira Wicaksono, Audy Arkanta Widandi Soetopo Yasnuar Muntaha