Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KOMPETENSI MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DAN KOMUNIKASI BISNIS Suroso Suroso; Arief Budi Pratomo; Wahyu Budi; Olivia Tahalele; Sandra Ivonnie Telussa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62479

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat melalui pelatihan public speaking dan komunikasi bisnis. Kemampuan berkomunikasi secara efektif merupakan salah satu kompetensi penting yang dibutuhkan masyarakat dalam menghadapi tuntutan lingkungan sosial, organisasi, dan dunia usaha yang semakin kompetitif. Permasalahan yang ditemukan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian peserta masih mengalami kendala dalam menyampaikan ide secara sistematis, membangun kepercayaan diri ketika berbicara di depan umum, serta melakukan komunikasi yang efektif dalam konteks bisnis. Kegiatan ini dilaksanakan menggunakan metode pelatihan partisipatif yang meliputi penyampaian materi, diskusi, simulasi, praktik public speaking, praktik komunikasi bisnis, dan evaluasi. Peserta diberikan pemahaman mengenai teknik berbicara di depan umum, pengelolaan rasa percaya diri, penggunaan bahasa verbal dan nonverbal, penyusunan pesan yang efektif, serta teknik komunikasi dalam membangun hubungan bisnis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam melakukan komunikasi secara lebih percaya diri, terstruktur, dan persuasif. Peserta juga menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menyampaikan gagasan, melakukan presentasi, serta membangun komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan profesional dan bisnis. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan public speaking dan komunikasi bisnis dapat menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kompetensi komunikasi dan kesiapan menghadapi tuntutan dunia kerja maupun usaha. Keberlanjutan kegiatan melalui pendampingan dan praktik secara berkala diperlukan agar kompetensi yang telah diperoleh dapat berkembang dan diterapkan secara konsisten.
Fenomena Orang Biasa Menjadi Konten Kreator Di Facebook Pro (Studi Naratif Tentang Perubahan Gaya Komunikasi) Putri Sahri Aprilia; Sandra I.Telussa; Olivia Tahalele
Journal of Media and Communication | E-ISSN : 3063-9581 Vol. 3 No. 1 (2026): Juli - September
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the phenomenon of ordinary people becoming content creators on Facebook Pro and to understand the changes in communication style that occur in the process in Ambon City. The study is motivated by the development of Facebook Pro, which provides opportunities for the general public to become content creators through its monetization features, thereby encouraging changes in the role of social media users from merely consumers to content producers while at the same time forming new digital identities. This study used a qualitative method with a narrative study approach. The research informants consisted of six Facebook Pro content creators in Ambon City. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The results of the study show that the informants experienced changes in their communication style, characterized by increased self-confidence, the use of more communicative and persuasive language, the ability to construct stories (storytelling), and increased interaction with audiences through comments, likes, and followers. Based on the narrative analysis, the informants’ experiences fulfill the elements of coherence, narrative fidelity, narrative structure, and moral messages that reflect the process of transformation from ordinary users into content creators. The study also shows that Facebook Pro has shifted the position of the public from merely media consumers to producers of digital narratives who actively construct identities and relationships with audiences.