Claim Missing Document
Check
Articles

Inisiasi Usaha Ternak Sapi Potong Intensif Melalui Kandang Komunal dan Bank Pakan Taman Nasional Baluran Siti Azizah; Irfan H. Djunaidi; Achadiah Rachmawati; Ema Yunita Titisari
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v7i1.5427

Abstract

Masyarakat Dusun Sidomulyo yang merupakan daerah penyangga Taman Nasional Baluran (TNB) selama beberapa generasi telah menyatu dan memanfaatkan wilayah di sekitar TN Baluran untuk menggembalakan sapi potong. Pemeliharaan secara ekstensif ini lambat laun memasuki daerah konservasi. Dampak dari penggembalaan ekstensif ini secara sosial dan ekologis sangat merugikan. Upaya memadukan dua kepentingan yaitu pemenuhan kebutuhan peternak sapi potong dan konservasi di TN Baluran sudah lama dilakukan. Program inisiasi Program Usaha Ternak Sapi Potong intensif dinilai tepat untuk Kawasan SPTN Wilayah II Sidomulyo Taman Nasional Baluran dalam rangka menyelamatkan TN Baluran dari tekanan masyarakat sekitar sekaligus untuk memberdayakan peternak sapi potong di daerah penyangga. Usaha Ternak Sapi Potong Intensif diharapkan dapat meng­optimalkan potensi wilayah desa penyangga dan mendukung program konservasi Taman Nasional Baluran. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan menginisiasi desain kandang komunal dan bank pakan untuk mewujudkan usaha ternak sapi intensif yang menguntungkan semua pihak. Hasil kegiatan ini menunjukkan tercapainya semua indikator keberhasilan yang direncanakan, sejauh ini peternak yang terlibat bersedia untuk memulai intensifikasi usaha dan melakukan fermentasi pakan sebagai awal pendirian bank pakan, namun perubahan sosial dari program tetap membutuhkan sampai menimbulkan dampak yang diinginkan.
Socio-Cultural Context, Environment and Conservation of Vernacular Architecture Lamin Pamung Tawai Siela Mara Nabela; Ema Yunita Titisari; Sri Utami
Journal of Social Science Vol. 3 No. 4 (2022): Journal of Social Science
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.026 KB) | DOI: 10.46799/jss.v3i4.367

Abstract

Lamin Pamung Tawai is the vernacular house of the Dayak Kenyah tribe living on Samarinda City's outskirts. Along with the development of times and the flow of globalization, local or regional culture is displaced. This research was conducted so that there is documentation of Lamin Pamung Tawai. In addition, raising the values ​​of local wisdom contained in the construction of this vernacular house can be a lesson for academics, architects, government, and society, especially in tropical mountainous areas with unique climates, where the climate is cold but in a tropical area. This study also aims to enrich the knowledge of the archipelago vernacular houses, which the nation's ancestors wisely designed. Samarinda City is one of the big cities in East Kalimantan. So, this study is expected to be able to provide input for the construction of buildings in Samarinda City. Thus, buildings that pay attention to the ecological concepts and local wisdom of the Dayak Kenyah tribe can be created.
Perubahan Pemanfaatan Ruang Huntap-Huntara Pasca Huni Masyarakat Terdampak Letusan Semeru di Desa Sumber Mujur Kabupaten Lumajang Fadia Arinta Rahimasari; Ema Yunita Titisari
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penanggulangan bencana, tempat tinggal sementara dilakukan pada pasca bencana secara bersamaan, lalu strategi pemulihan dan rekonstruksi dilaksanakan guna mengatasi bencana serta kerugian akibat bencana. Hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan huntap-huntara adalah sarana dan prasarana, layanan, serta akses. Saat ini di Desa Sumbermujur, huntap-huntara dipakai rumah tinggal pengungsi. Idealnya huntara dirobohkan setelah huntap dibangun. Tetapi, setiap KK terdampak letusan Semeru mendapat huntap - huntara. Penelitian ini mengungkap perubahan ruang masyarakat terhadap huntap-huntara. Fokus penelitian ini adalah bagaimana perubahan pemanfaatan ruang huntap-huntara yang merupakan relokasi warga terdampak letusan. Berdasarkan proses observasi, terdapat variabel-variabel yang memengaruhi perubahan huntap-huntara yaitu variabel lingkungan, budaya serta kebutuhan jangka panjang dalam aspek kehidupan. Perubahan dalam aspek tambahan hunian huntap-huntara ialah ruang dapur, garasi, serta pembagian zona publik dan privasi keluarga dalam pemberian sekat. Perubahan pemanfaatan ruang hunian tetap dan hunian sementara didasarkan pada prinsip fleksibilitas dan adaptabilitas.
Indonesian Javanese Cosmology and its Transformation in Social Tradition and Built Environment Surjono Surjono; Antariksa; Ema Yunita Titisari
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i11.13931

Abstract

The research focuses on how the teaching of different faiths was blended into Javanese-Nusantara culture and has created a culture with a peaceful and moderate Islamic image that is different from radical Islam which has generated Is-lamic phobias in many countries. This research examines how Javanese cosmology (syncretism of Hindu - Buddha - Islam) had been translated in social space and built-environment. The second is to describe how the system in Java successfully harmonized different faiths into Javanese culture. This study was a purposeful qualitative study that focused on traditional communities and two prominent existing Kingdoms of Surakarta and Yogyakarta in Java. Observation, in-depth interviews, and reviews on literature and documents of classical authors in Islamic Sufism were conducted to collect and compile data. The results show that the cultural process of Javanese prefers similarities rather than emphasizing differences between faiths. Converting faith from Hindu or Buddha to Islam did not necessarily cause conflicts and hostilities. The study underlined that the Javanese’s understanding of cosmology at the micro and macro level, orientation or qiblah, and spiritual axis found similar mystical knowledge between Islam and the pre-Islam (Hindu-Buddha). This syncretism process created Kejawen culture and moderate Islam in Nusantara. Islam Nusantara is recently used as a paradigm by the largest Islamic organization in Indonesia
Community Service Program to Increase the Effectiveness and Efficiency of Organic Fertilizer from Goat Faeces in Wonorejo Village, Baluran National Park Buffer Zone Azizah, Siti; Djunaidi, Irfan H.; Achadiah, Rachmawati; Siti, Hamidah; Ema, Titisari Yunita
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 5 No 1 (2024): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v5i1.3575

Abstract

The Community Service Program was carried out in Wonorejo Village, Banyuputih District, Situbondo. The program implementer is a Community Service team and students participating in MMD 1000 Villages in 2023 funded by MMD 1000 Villages Grant Universitas Brawijaya. The target recipients of the program are members of the Soponyono Kendal farmers group that produces organic fertilizer and the purpose of the program was to aid facilities and training for effective organic fertilizers processing acivities. The methods used are Focus Group Discussion, hybrid extension, providing modules, providing production advice, and assistance in making NIB/BIN (Business Identification Number) as legalization of business production. The result is that the program has succeeded in achieving the planned output target. Moreover, this activity is also able to involve the village government and BABINSA (Bintara Pembina Desa/Village Development Officer).
Sport Center Di Kecamatan Wiyung Surabaya Selatan Dengan Penerapan Green Building Berbasis Greenship Veronica Stefani Melita, Veronica Stefani Melita; Titisari, Ema Yunita
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak adanya sport center di Kecamatan Wiyung menyebabkan masyarakatnya malas berolahraga. Padahal olahraga sangat penting untuk kesehatan. Fasilitas kurang mewadahi ditambah parahnya kondisi Kota Surabaya menyebabkan masyarakatnya lebih gemar di mall daripada bersenang-senang dengan berolahraga. Oleh karena itu, diperlukannya sport center berkonsep green building berbasis greenship. Selain berkelanjutan (menyelesaikan masalah global warming) dapat mengajak masyarakat untuk mau berolaraga. Dengan kondisi yang nyaman dan aman sudah dipastikan masyarakat tertarik untuk berolahraga. Lalu, olahraga yang dipilih adalah olahraga yang digemari oleh masyarakat. Kriteria desain greenship yang paling dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah meningkatkan kualitas hidup dimulai dari pencahayaan dan penghawaan alaminya, kebisingan dalam dan luar bangunan, kebersihannya, dan lain sebagainya. Semua ini berhubungan dengan pemilihan materialnya yang ramah lingkungan sehingga relatif dingin, kedap suara, dan tidak mencemari lingkungan sekitarnya. Kemudian berhubungan juga dengan penataan ruang hijaunya, semakin banyak ruang hijau semakin berkurangnya polusi dan bertambahnya daerah resapan air pada bangunan sehingga memberikan ketenangan pada penghuninya. Ketiga, berhubungan juga dengan penataan dan konsep utilitasnya, contohnya seperti penggunaan panel surya (energi terbarukan) dan daur ulang air sehingga dapat menghemat sumber daya dan limbah yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan karena dikelolah terlebih dahulu (manajemen). Hal ini saling berkaitan global warming Kata kunci: Gedung Olahraga, Arsitektur Berkelanjutan, Pemanasan Global
Place Attachment pada Masyarakat Kawasan Rawan Bencana Desa Sumberwuluh Fahima, Tiza; Ema Yunita Titisari
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Rawan Bencana Semeru ditetapkan sebagai zona berbahaya dengan kondisi rentan yang rawan untuk ditinggali. Kendati demikian, beberapa warga menolak untuk dipindahkan ke wilayah relokasi dan menunjukkan kecenderungan untuk menetap di wilayah lama. Bentuk resistensi tersebut disebabkan oleh adanya place attachment pada warga terhadap lingkungan huniannya. Penelitian ini membahas tentang place attachment pada masyarakat Kawasan rawan bencana Desa Sumberwuluh. Dilakukan Analisa kuantitatif deskriptif pada warga Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh guna mendapatkan gambaran terkait dimensi dan faktor dari place attachment yang menjadi alasan warga untuktetap menetap di lingkungan huniannya.
Penerapan Konsep Desain Modern - Industrialis pada Kafe di Kota Malang (Objek Studi : Nakoa Kafe) Djunaidi, Muhammad Rafli Alfathan; Titisari, Ema Yunita
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesesuaian konsep desain modern industrialis pada dua cabang Nakoa Kafe di Kota Malang, sebuah kota yang dikenal dengan populasi mahasiswanya yang besar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan dokumentasi. Penilaian difokuskan pada elemen-elemen desain seperti penggunaan material, lantai, dinding, plafon, perabot, bentuk bangunan, serta aspek visual lainnya secara keseluruhan, sebagai daya tarik bagi target pasar utama, yaitu mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain modern industrialis yang diterapkan pada kedua cabang tersebut diterima dengan baik oleh pelanggan, dengan beberapa rekomendasi perbaikan yang difokuskan pada aspek fungsionalitas dan kenyamanan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan desain interior kafe yang lebih efisien dan menarik, khususnya bagi kalangan muda.
Education on Innovation of Processed Beverages Made from Turmeric and Telang Flowers as Tourism Kampong Products Titisari, Ema Yunita; Asikin, Damayanti; Herlindah; Dewi, Heptari Elita
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): May 2024
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/engagement.v8i1.1635

Abstract

People in Baran Buring Village, Malang City produce turmeric. There are still many of them living below the poverty line. To improve the community's economy, the Tourism Kampong program was initiated and driven by the Tholabie Islamic Boarding School in collaboration with academics. This Public Service (PKM) program aims to educate people how to process turmeric and telang flower into popular beverages. The method used is educating and training people about how to produce popular beverages made from turmeric and telang flower. The results achieved are: the increasing of people knowledge about the benefits of telang and turmeric flowers (80%) and the skill in produce turmeric and telang flowers (90%). This beverage product can be a souvenir as well as a reinforcement of the character of Kampoeng Eduwisata Buah Bercahaya.
COMMUNITY DEVELOPMENT STRATEGY THROUGH IDENTIFICATION OF TANGIBLE AND INTANGIBLE ASSETS FOR THE DEVELOPMENT OF BARAN BURING TOURISM KAMPUNG Titisari, Ema Yunita; Wahid, Julaihi; Asikin, Damayanti; Herlindah, Herlindah; Dewi, Heptari Elita
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY VOLUME 7, NUMBER 2, OCTOBER 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v7i2.18067

Abstract

Suburban areas often experience development pressures, with implications for changing green space into built areas, rural cultures into urban ones, and poverty into prosperity. The development of Buring Kampong (suburban settlement) in Malang City into a tourism kampong, in addition to improving the local economy, must also be able to support environmental quality and community independence. This research used the Asset Based Community Development (ABCD) approach in identifying tangible and intangible assets. The data were collected through field observation, focused group discussion, interviews, and secondary data. Tangible aspects include land use, natural and artificial resources, infrastructure, accessibility, machinery and equipment, and local architecture. Meanwhile, intangible assets include intellectual property, potential branding development, goodwill, software/web, formal and informal organization, social and cultural values, and potential customers. The data obtained were presented descriptively and discussed together, as a triangulation process. The results showed the diversity and breadth of tangible and intangible assets of Baran village, and both of these assets can be directly found in the field and during FGDs and interviews. This research is also an effort to strengthen community engagement and public awareness about their assets, and this activity needs to be continuously improved, to have a better level of community engagement, confidence, social participation, branding, and networking.
Co-Authors - Antariksa Abdullah, Azli Abraham M. Ridjal Achadiah Rachmawati Achadiah, Rachmawati Agung Murti Nugroho Ahmad, A. Ghafar Aisyah Safitri Akbar Al Ghifari Al Ansi, Nashwan Ananda Weningtyas Handoyono Andini, Ni Putu Ayu Mesa Angela Upitya Paramitasari Annisa Nur Rahmadani Antariksa Antariksa Sudikno Ariani Mandala Arsita*, Ema Dwi Arsita, Ema Dwi Aubrey Giandima Azizah, Alya Lailatul Carissa Fadina Permata Cayarini, Filomina Dwi Cynthia E.V Wuisang Damayanti Asikin Damayanti Asikin Demayanti Asikin Dhiah Agustina Qahar Djunaidi, Muhammad Rafli Alfathan Dwi Ely Wardani Edi Subagijo Eko Nurin Daniyanto Ema Dwi Arsita Fadia Arinta Rahimasari Fahima, Tiza Fajri Nur Almaasah Fakhita Aulia Ramadhanty Gusti Ayu Suartika H. Djunaidi, Irfan Haru Agus Razziati Heptari Elita Dewi Herlindah Herlindah, Herlindah Herry Santosa Heru Sufianto Hyder, Afaq C. I Gusti Agung Bagus Suryada I Nyoman Widya Paramadhyaksa Imanda Amalia Damayanti Ir Antariksa Irfan H. Djunaidi Isna Johanda, Almira Firdania Ivan Wahyu Oktsandy Joko Triwinarto S. Joko Triwinarto S. Joko Triwinarto Santoso Kawaldi, Rendy Shika Lisa Dwi Wulandari M Rizki Hudiatma M. Mukhdif Al-Afghoni Makarim, Muhammad Raja Rafi Manalu, Citra Mentari Indriani, Ni Ketut Ayu Intan Putri Mimin Trianus Mimin Trianus Monica Sheira Mourad, Raghad Muhamad, Infaroyya Al Karimah. Muhammad Wildan Abrori Muhammad, Infaroyya Al Karimah Mutiara Indah Puspitasari Nabela, Siela Mara Ni Kadek, Ayu Lestari Noviani S. Noviani Suryasari nurjanah ratnaningrum Omar, Shida Irwana Puspitasari, Mutiara Indah Putri, Pipiet Arini Ratnaningrum, Nurjanah Respati Wikantiyoso Rofina Akwanul Hikmah Savitri, Diana Setiadi, Hafid Siela Mara Nabela Siela Mara Nabela Siti Azizah Siti Azizah Siti Hamidah Siti, Hamidah Sri Utami Sri Utami Sri Utami Surjono Surjono Suryada, I Gusti Agung Bagus Susilo Kusdiwanggo, Susilo Triandriani M. Veronica Stefani Melita, Veronica Stefani Melita Wahid, Julaihi Winda Astutiningsih Yusfan Adeputera Yusran Yusran Yusran, Yusfan Adeputera