Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Arahan Pengembangan untuk Mengurangi Ketimpangan Wilayah antar Kabupaten/Kota di Provinsi Banten Rizki Waluya, Muhamad; Trilusianthy Hidayat, Janthy; Waskitaningsih, Novida
Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jekota.v1i1.28

Abstract

ABSTRAK Ketimpangan ekonomi antar wilayah merupakan permasalahan yang cukup serius karena dapat diartikan sebagai kemiskinan dan ketimpangan. Indikasi ketimpangan antar daerah terjadi di Provinsi Banten. Adanya indikasi ketimpangan dapat menghambat proses pembangunan secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik perekonomian, menganalisis sektor-sektor unggulan, menganalisis ketimpangan antar kabupaten/kota, dan merumuskan arah pembangunan untuk mengurangi tingkat ketimpangan di wilayah Provinsi Banten. Metode analisis yang digunakan adalah kontribusi PDRB, laju pertumbuhan PDRB, PDRB per kapita, Tipologi Klassen, Analisis Gabungan LQ dan DLQ, Indeks Williamson, dan analisis deskriptif untuk menghasilkan arah pembangunan guna mengurangi ketimpangan yang terjadi di Provinsi Banten. Hasil dari penelitian ini adalah Kabupaten Lebak merupakan daerah tertinggal dan ditetapkan sebagai lokasi prioritas pembangunan dalam penelitian ini. Arah pembangunan dibagi dalam enam kriteria: (1) Peningkatan sektor pendukung untuk meningkatkan kontribusi sektor pertanian sehingga dapat mempunyai nilai tambah. (2) Peningkatan sumber daya manusia melalui peningkatan pendidikan dan keterampilan agar sumber daya manusia di Kabupaten Lebak mampu bersaing dengan pencari kerja dari daerah lain. (3) Meningkatkan sarana dan prasarana melalui pemerataan jangkauan sarana dan prasarana pemukiman. (4) meningkatkan porsi pendapatan daerah selain pajak melalui investasi dan kerjasama dengan beberapa pihak swasta. (5) Meningkatkan aksesibilitas dengan meningkatkan kualitas, serta mempercepat realisasi Rencana Jalan Tol dan Rencana Jalur Kereta Api untuk mendukung pengembangan kawasan ekonomi dan pariwisata, guna menciptakan konsentrasi pertumbuhan ekonomi di kawasan baru. dan (6) karena wilayahnya cukup luas, maka perlu dipertimbangkan kembali usulan pemekaran wilayah karena dapat mengurangi tingkat ketimpangan wilayah karena pemerataan pembangunan dapat lebih mudah dicapai dengan wilayah pemerintahan yang lebih kecil. ABSTRACT Economic inequality between regions is a quite serious problem, because economic inequality means poverty and inequality. Indications of inter-regional inequality also occur in Banten Province. The existence of indications of inequality can hamper the development process in general. This research aims to analyze economic characteristics, analyze leading sectors, analyze inequality between districts/cities, and formulate development directions to reduce the level of inequality in the Banten Province region. The analytical methods used are PDRB contribution, PDRB growth rate, PDRB per capita, Klassen Typology, Combined LQ and DLQ Analysis, Williamson Index, and descriptive analysis to produce a development direction to reduce inequality that occurs in Banten Province. The results of this research are that Lebak Regency is a disadvantaged area and was designated as a priority location for development in this research. The development directions are divided into six criteria: (1) Increasing supporting sectors to increase the contribution of the agricultural sector so that it can have added value. (2) Increasing human resources by improving education and skills so that human resources in Lebak Regency can compete with job seekers from other areas. (3) Improving facilities and infrastructure by equalizing the reach of residential facilities and infrastructure. (4) increasing the share of regional income other than taxes through investment and collaborating with several private parties. (5) Increasing accessibility by improving quality, as well as accelerating the realization of the Toll Road Plan and Railway Route Plan to support the development of economic and tourism areas, in order to create a concentration of economic growth in new areas. and (6) because the area is quite large, it is necessary to reconsider the regional expansion proposal because it can reduce the level of regional inequality because equitable development can be more easily achieved with a smaller government area.
Analisis Potensi Pengembangan Kawasan Perumahan dan Permukiman di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor Kurniawan, Andika; Trilusianthy Hidayat , Janthy; Waskitaningsih, Novida
Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jekota.v1i1.37

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan penduduk di perkotaan meningkatkan kebutuhan akan lahan. Kabupaten Bogor melalui RTRW 2016-2036 mengembangkan pusat-pusat kegiatan. Kecamatan Cigudeg mempunyai potensi pengembangan perumahan sebagai Pusat Kegiatan Promosi Lokal Perkotaan (PKLp). Kecamatan Cigudeg diperuntukkan bagi kegiatan pelayanan di tingkat kabupaten dan kecamatan sekitarnya, seperti kawasan pemukiman. Berdasarkan kondisi tersebut, maka diperlukan analisis terhadap perkembangan perumahan dan kawasan permukiman guna mengetahui potensi pengembangan perumahan dan kawasan permukiman di Kecamatan Cigudeg. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengidentifikasi kondisi penggunaan lahan yang ada di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. (2) Menganalisis kondisi potensi lahan permukiman dan permukiman di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. (3) Menganalisis potensi pengembangan lahan pada kawasan pemukiman dan pemukiman di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. (4) Menganalisis potensi daya dukung dan daya tampung lahan pada kawasan pemukiman dan permukiman di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. Penelitian ini menganalisis potensi pengembangan kawasan pemukiman di Cigudeg dengan mempertimbangkan daya dukung menggunakan Sistem Informasi Geografis (GIS) dengan software ArcGIS 10.8. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analisis deskriptif kuantitatif yang meliputi kemampuan lahan, keseimbangan penggunaan lahan, kesesuaian lahan, potensi pengembangan lahan untuk perumahan dan kawasan pemukiman, serta daya dukung dan daya tampung penduduk dan lahan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data sekunder dan data primer. Hasil penelitian ini menunjukkan potensi pengembangan perumahan dan kawasan pemukiman di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. ABSTRACT Population growth in urban areas increases demand for land. Bogor Regency, through the 2016-2036 RTRW, is developing activity centers. Cigudeg District has the potential for residential development as an Urban Local Promotion Activity Center (PKLp). Cigudeg sub-district is intended for service activities at the district level and surrounding sub-districts, such as residential areas. Based on these conditions, an analysis of the development of housing and settlement areas is needed in order to identify the potential for development of housing and settlement areas in Cigudeg District. The objectives of this research are: (1) Identifying existing land use conditions in Cigudeg District, Bogor Regency. (2) Analyze the potential land conditions of residential and residential areas in Cigudeg District, Bogor Regency. (3) Analyzing the potential for land development in residential and residential areas in Cigudeg District, Bogor Regency. (4) Analyze the potential carrying capacity and capacity of land in residential and residential areas in Cigudeg District, Bogor Regency. This research analyzes the potential for developing residential areas in Cigudeg by considering carrying capacity using Geographic Information Systems (GIS) with ArcGIS 10.8 software. This type of research is quantitative descriptive analysis research covering land capability, land use balance, land suitability, land development potential for housing and residential areas, and carrying capacity and capacity of population and land. The data collection method used in this research is secondary data collection and primary data. The results of this research show the potential for developing housing and residential areas in Cigudeg District, Bogor Regency.
Identifikasi Potensi dan Kendala Kawasan Wisata Ketapang Urban Aquaculture Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang Jiddan, Muhammad Hamdan; Mulyawati, Lilis Sri; Waskitaningsih, Novida
Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jekota.v2i1.100

Abstract

Kawasan Ketapang Urban Aquaculture (KUA) merupakan destinasi wisata berbasis ekowisata yang dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Program Gerbang Mapan. KUA difungsikan sebagai pemberdayaan masyarakat setempat, ekowisata, budidaya, kuliner, UMKM, jasa, perumahan dan permukiman nelayan serta riset dan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting, potensi, dan kendala kawasan wisata KUA. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui observasi, wawancara dengan pengelola, dan kuesioner kepada wisatawan dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUA memiliki 10 jenis atraksi wisata, 14 amenitas, aksesibilitas yang baik, serta ancillary services seperti media promosi dan pengelolaan oleh PT. Mitra Kerta Raharja. Potensi wisata KUA antara lain: (1) memiliki pemandangan yang indah dan beberapa kegiatan wisata edukatif dan rekreatif; (2) memiliki amenitas yang sangat memadai dan cukup memadai; (3) memiliki akses perjalanan yang mudah dijangkau dengan kondisi jalan yang baik; (4) memiliki akses yang mudah terhadap informasi wisata. Kendala wisata KUA antara lain: (1) kurangnya pemeliharaan fasilitas terkait atraksi; (2) kurang memadainya amenitas; (3) belum tersedianya transportasi khusus pariwisata; (4) mahalnya harga tiket masuk
POTENSI DAN KENDALA PENGEMBANGAN KAWASAN TAMAN WISATA ALAM (TWA) SITU GUNUNG DI KECAMATAN KADUDAMPIT KABUPATEN SUKABUMI LESTARY, SITI PUJI DEWI; HIDAYAT, JANTHY T.; WASKITANINGSIH, NOVIDA
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 23, No 2 (2022): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v23i2.6879

Abstract

ABSTRAK Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang sedang gencar dikembangkan. Salah satu objek wisata yang sedang dikembangkan di Kabupaten Sukabumi adalah Kawasan Taman Wisata Alam (TWA)  Situ Gunung, yang memiliki potensi yang cukup besar sebagai salah satu Obyek Daya Tarik Wisata (ODTW) utama di Kabupaten Sukabumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi atraksi wisata, amenitas wisata, aksesibilitas, dan ancillary service wisata di Kawasan TWA Situ Gunung, serta potensi dan kendala pengembangan Kawasan TWA Situ Gunung. Metode pengumpulan data meliputi: observasi lapangan, dokumentasi, penyebaran kuesioner, wawancara, survei instansi, serta studi literatur. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif, berupa tabulasi silang (crosstab), kemudian diuji menggunakan uji chi square dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 31% wisatawan memilih suspension bridge menjadi daya tarik wisata yang diminati, sebanyak 71% wisatawan menilai keindahannya sangat indah, sebanyak 39% wisatawan melakukan kegiatan jalan-jalan sebagai kegiatan yang diminati saat berkunjung. Terkait kondisi amenitas, sebanyak 42% wisatawan menilai kondisi sarana wisata memadai, dan 43% wisatawan menilai kondisi prasarana baik. Selanjutnya, sebanyak 56% wisatawan yang berkunjung ke TWA Situ Gunung menempuh perjalanan 2 jam, dimana 40% wisatawan menggunakan mobil pribadi.  Sementara itu, sebanyak 44% wisatawan menilai kondisi jalan berkualitas sedang. Dilihat dari kondisi ancillary servicenya, sebanyak 57% wisatawan mengakses informasi wisata dengan sangat mudah dan 50% wisatawan mengaksesnya menggunakan media elektronik. Dilihat dari karakteristik komponen wisata tersebut, TWA Situ Gunung memiliki beragam potensi variasi objek daya tarik wisata diantaranya danau, curug sawer, amphiteater, lembah purba, dan suspension bridge. Sementara kendala yang ditemukan adalah harga masuk daya tarik wisata yang mahal, sarana akomodasi yang kurang, adanya titik rawan kemacetan sampai kondisi jalan yang rusak, dan media informasi website yang kurang up to date. Kata Kunci: aksesibilitas, amenitas, ancillary service, atraksi, potensi kendala, taman wisata alam. ABSTRACT The tourism sector is one of the sectors that is being intensively developed. One of the tourism objects being developed in Sukabumi Regency is the Situ Gunung Natural Tourism Park (TWA), which has considerable potential as one of the main Tourist Attractions (ODTW) in Sukabumi Regency. The aims of this study was to identify the conditions of tourist attractions, tourist amenities, accessibility, and tourism ancillary services in the Situ Gunung TWA area, as well as the potential and constraints for developing the Situ Gunung TWA area. Data collection methods include: field observations, documentation, distributing questionnaires, interviews, agency surveys, and literature studies. The research method used descriptive quantitative, in the form of cross tabulation (crosstab), then tested using the chi square test and descriptive qualitative. The results of analysis showed that 31% of tourists chose the suspension bridge to be a tourist attraction of interest, 71% of tourists rated its beauty as very beautiful, 39% of tourists took sightseeing as an activity of interest when visiting. Regarding amenity conditions, 42% of tourists rated the condition of tourist facilities as adequate, and 43% of tourists rated the condition of the infrastructure as good. Furthermore, 56% of tourists visiting TWA Situ Gunung travel 2 hours, where 40% of tourists use private cars. Meanwhile, 44% of tourists rated the road conditions as being of moderate quality. Judging from the ancillary service conditions, 57% of tourists access tourist information very easily and 50% of tourists access it using electronic media. Judging from the characteristics of the tourism component, Situ Gunung TWA has a variety of potential variations of tourist attraction objects including lakes, waterfalls, amphitheater, ancient valleys, and suspension bridges. While the obstacles found were the high entry price for tourist attractions, inadequate accommodation facilities, the existence of points prone to traffic jams to damaged road conditions, and media information were not updated. Keywords : accessibility, amenities, ancillary services, attractions, potential and obstacles, nature park
Pengembangan Desa Wisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Karang Tengah, Kabupaten Bogor: Pendekatan Terpadu Untuk Optimalisasi Potensi Lokal Rosandi, Vely Brian; Waskitaningsih, Novida; Zahirah, Keisya Rania; Chaniago, Irma Yunita; Mujio, Mujio
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2026): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.12.1.65-73

Abstract

Karang Tengah Village, Babakan Madang Subdistrict, Bogor Regency, has the potential for nature-based tourism that is developed through community participation. However, the management of village tourism is not yet supported by integrated governance and strong institutions, so coordination between tourism stakeholders is still informal. This community service activity aims to assist village officials and the Sentul Local Guide Association in designing a more integrated and sustainable tourism village development plan. The approach used in this community service activity is participatory, involving stakeholder mapping, identification and prioritisation of issues, formulation of programme guidelines, and institutional strengthening. The results of the discussion showed that institutional issues were the main problem in village tourism development. Based on an analysis of the root causes, program guidelines were formulated, including strengthening the role of BUMDes, increasing the capacity of tourism managers, and developing a more coordinated village tourism system. The outputs of the activity were a stakeholder role-sharing matrix, a village tourism development work plan, and an integrated coordination model that placed local associations as the operational hub of tourism management. This activity increased the collective awareness and commitment of tourism actors in building more collaborative governance. This assistance was the first step in strengthening the institutional foundation as a prerequisite for the sustainability of community-based tourism villages.
IDENTIFIKASI POTENSI LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN DI KABUPATEN CIANJUR Hidayat, Janthy Trilusianthy; Waskitaningsih, Novida; Ulhaq, Muhammad Alif Dhiya
KURVATEK Vol 11 No 1 (2026): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v11i1.6436

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk alami serta adanya peluang migrasi masuk penduduk di Kabupaten Cianjur berpotensi menyebabkan berkembangnya aktivitas permukiman pada kawasan yang tidak sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas lahan yang sesuai untuk mendukung aktivitas pengembangan kawasan permukiman di Kabupaten Cianjur berdasarkan kriteria kondisi fisik serta kebijakan pemanfaatan lahannya. Penelitian dilakukan dengan menganalisis kesesuaian lahan permukiman melalui perhitungan Multi-Criteria Evaluation (MCE) dan menganalisis ketersediaan lahan permukiman yang dilakukan dengan membandingkan fungsi peruntukan kawasan menurut penggunaan lahan eksisting, kebijakan rencana pola ruang, serta kebijakan peruntukan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Cianjur. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 7.038,651 Ha (1,94%) luas lahan yang memiliki potensi untuk pengembangan kawasan permukiman di Kabupaten Cianjur. Angka tersebut terbagi menjadi lahan dengan kelas potensi S1 seluas 123,841 Ha (0,03%), lahan dengan kelas potensi S2 seluas 6.481,492 Ha (1,79%), serta lahan dengan kelas potensi S3 seluas 433,318 Ha (0,12%). Kata kunci: Lahan, Pengembangan, Permukiman
Arahan Pengembangan Objek Wisata di Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor Fardani, Firdan; Mulyawati, Lilis Sri; Waskitaningsih, Novida
Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jekota.v3i1.113

Abstract

ABSTRAK Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memicu pembangunan suatu daerah baik dari segi ekonomi, infrastruktur, sosial budaya, dan lingkungan. Pariwisata di Kecamatan Jonggol memiliki beragam objek wisata sehingga menjadi peluang untuk dikembangkan. Saat ini Kecamatan Jonggol masuk ke dalam Kawasan Pengembangan Pariwisata Daerah (KSPD) Cileungsi-Jonggol. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting 10 objek wisata di Kecamatan Jonggol berdasarkan 4 variabel yaitu atraksi, wisata, aksesibilitas, amenitas, dan ancillary service, potensi dan kendala pariwisata pada tiap variabel di Kecamatan Jonggol, serta menyusun arahan pengembangan pariwisata di Kecamatan Jonggol. Metode pengumpulan data meliputi observasi lapangan, dokumentasi, penyebaran kuesioner, wawancara, survei instansi, dan studi literatur. Metode analisis menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 objek wisata memiliki kondisi atraksi, wisata, aksesibilitas, amenitas, dan ancillary service yang beragam, tetapi kesepuluh objek wisata tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam 4 klaster berdasarkan persamaan potensi dan kendalanya. Klaster 1 merupakan objek wisata yang memiliki potensi sangat baik, dan kendala minimal; klaster merupakan objek wisata yang memiliki potensi baik dan kendala sedang; klaster 3 merupakan objek wisata dengan pootensi cukup baik dan kendala cukup besar, sementara klaster 4 merupakan objek wisata dengan potensi rendah dan kendala tinggi. Dari empat klaster tersebut dibuat arahan pengembangan pariwisata, dimana klaster 1 difokuskan pada inovasi atraksi, peningkatan branding, dan fasilitas disabilitas; klaster 2 difokuskan pada perbaikan jalan, peningkatan amenitas, dan penguatan promosi; klaster 3 difokuskan pada perbaikan akses, penyediaan amenitas dasar, dan penguatan event wisata, sedangkan klaster 4 difokuskan pada revitalisasi total, perbaikan akses, penyediaan amenitas dasar, dan promosi intensif. Kata Kunci: Arahan Pengembangan, Kendala, Pariwisata, Potensi ABSTRACT Tourism is one of the sectors that drives regional development in terms of the economy, infrastructure, socio-culture, and the environment. Tourism in Jonggol Subdistrict features a variety of tourist attractions, presenting opportunities for development. Currently, Jonggol Subdistrict is part of the Cileungsi-Jonggol Regional Tourism Development Zone (KSPD). This study aims to identify the current conditions of 10 tourist attractions in Jonggol Subdistrict based on four variables—attractions, tourism, accessibility, amenities, and ancillary services—as well as the tourism potential and constraints associated with each variable in Jonggol Subdistrict, and to formulate guidelines for tourism development in Jonggol Subdistrict. Data collection methods included field observations, documentation, questionnaire distribution, interviews, institutional surveys, and literature reviews. The analysis method employed qualitative descriptive analysis. The research findings indicate that the 10 tourist attractions exhibit diverse conditions regarding attractions, tourism, accessibility, amenities, and ancillary services; however, these 10 attractions can be classified into 4 clusters based on similarities in their potential and constraints. Cluster 1 consists of tourist attractions with very good potential and minimal constraints; Cluster 2 consists of tourist attractions with good potential and moderate constraints; Cluster 3 consists of tourist attractions with fairly good potential and significant constraints, while Cluster 4 consists of tourist attractions with low potential and high constraints. Based on these four clusters, tourism development guidelines were established: Cluster 1 focuses on attraction innovation, branding enhancement, and accessibility for people with disabilities; Cluster 2 focuses on road improvements, enhanced amenities, and strengthened promotion; Cluster 3 focuses on improving access, providing basic amenities, and strengthening tourism events, while Cluster 4 focuses on total revitalization, improving access, providing basic amenities, and intensive promotion. Keywords: Constraints, Directions of Development, Potential, Tourism