Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Identification of Lost Space in Madiun City: Characteristics and Variations Alimudin, Dai; Roychansyah, Muhammad Sani
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 1 (2025): Januari, Special Issue on "Educational design research for human beings learning
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i1.43987

Abstract

This study identifies and analyzes lost spaces in Madiun, focusing on public green open spaces (RTHP). Lost spaces refer to areas that fail to function optimally, undermining the city's social, ecological, and aesthetic activities. A descriptive qualitative approach was used to evaluate 43 RTHP locations across three districts in Madiun: Taman, Manguharjo, and Kartoharjo. Survey and scoring methods were applied to assess accessibility, activity history, facilities, and space categories at each location. The results identified seven locations as lost spaces, including Bosbow Area, Janoko Street Park, and Reksogati Football Field, with characteristics such as abandoned military sites, neglected parks, and poorly maintained public squares. The key factors contributing to these conditions are low levels of accessibility, visibility, and imageability. This study provides recommendations for revitalization through infrastructure improvements, preservation of historical value, and development of community facilities to create more sustainable and inclusive open spaces. These findings serve as a critical foundation for urban planning that prioritizes community needs and environmental sustainability.
Measurement of Kampung Performance as Basic Strategy Towards a Resilient City: Evidence from CASBEE-UD and LEED-ND`s Results Roychansyah, Muhammad Sani
RUAS Vol. 10 No. 1 (2012)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2012.010.01.4

Abstract

Urban kampung is body and soul of Indonesia urban structure and life. It has vital roles for social, economy, and physical strategies, including a resilient city strategy. That is why kampung oriented development (KOD) would be inevitably an underlying model to bring kampung towards sustainable urban development. As an investigation step, it is important to assess their environmental performance conditions, using popular and leading sustainable building and assessment tools to measure the conditions of existing urban kampungs. (Comprehensive Assessment System for Building Environmental Efficiency for Urban Development)and LEED-ND (Leadership in Energy & Environmental Design for Neighborhood Development) are chosen and applied to critically observe the kampung environment conditions comprehensively. Results showed in average that the urban kampungs in term of environmental performance based on both CASBEE-UD and LEED-ND category are still quite far from the ideal criteria. These results significantly steer a road map of strategies related to kampung oriented development (KOD).Keywords: compactness, kampung oriented development, CASBEE-UD, LEED-ND
Pemahaman Masyarakat Mengenai Bencana Di Lingkungan Kampung Kota Di Yogyakarta Damanik, Imelda Irmawati; Setiawan, Bakti; Roychansyah, Muhammad Sani; Usman, Sunyoto
Jurnal Permukiman Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.35-44

Abstract

Kampung kota merupakan bagian kota di Indonesia yang tumbuh spontan dan organik. Fungsi utamanya adalah permukiman, yang tumbuh mengisi ruang-ruang kota secara informal dari pusat hingga ke wilayah tepi kota. Namun istilah kampung tidak hanya memberikan gambaran mengenai permukiman, tetapi ikut di dalamnya serangkaian simbol-simbol yang menggambarkan kemiskinan, kepadatan, kekumuhan dan keterbatasan. Kondisi kampung kota yang erat dengan kemiskinan, kepadatan, kekumuhan dan keterbatasan infrastruktur menjadi aspek yang membentuk kerentanan pada kota, sebab kemungkinan jika terjadi bencana, maka kerugian yang kemungkinan terjadi lebih besar jika penduduknya kurang memahami kebencanaan dan tinggal di kondisi lingkungan padat. Namun dalam kenyataannya, kampung kota tumbuh dari waktu ke waktu dan tetap bertahan dari bencana yang terjadi hingga. Hal ini menjadi menarik karena di tengah kekurangan dan keterbatasan, kampung kota memiliki daya tahan tersendiri. Kemampuan untuk bertahan ini merupakan bagian dari ketangguhan kota. Hal ini harus digali lebih dalam lagi karena kampung kota adalah elemen pembentuk kota Yogyakarta dan  menjadi perhatian semua pihak, terlebih pada proses perencanaan wilayah dan pelaksanaan pembangunan kota. Penelitian ini mengeksplorasi informasi dan pengetahuan kebencanaan masyarakat kampung kota Yogyakarta secara kuantitatif. Kuesioner digunakan untuk mendapatkan data apa dan bagaimana bencana yang terjadi di kampung kota. Dari hasil penelitian akan diperoleh pengetahuan masyarakat kampung kota mengenai kebencanaan, sumber pengetahuan kebencanaan dan kemampuan mitigasi. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan penyusunan program mitigasi yang lebih terukur sehingga lebih dapat dipahami oleh masyarakat kampung kota, yang pada akhirnya diharapkan  dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam membangun ketangguhan lokal.
Strategi Permukiman Tangguh Bencana berdasarkan Studi Morfologi Kampung Pengok Kidul, Yogyakarta Kusuma, Ajeng; Roychansyah, Muhammad Sani
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.581 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v11i01.67

Abstract

Frekuensi terjadinya bencana vulkanis di Kota Yogyakarta cukup signifikan, material Gunung Merapi yang terbawa aliran air juga berdampak terhadap pendangkalan sungai. Realitas lain mengindikasikan bahwa faktor alam tidak hanya menjadi penyebab tunggal, kendati ulah manusia yang mampu memicu bencana. Fenomena permukiman padat dengan orientasi morfologi dekat aliran sungai, menggiring problematika baru. Alih-alih menjadikan sungai sebagai halaman depan (front-yard) hunian, mayoritas masyarakat masih beranggapan sungai sebagai halaman belakang (back-yard). Paradigma seperti ini masih ditemukan di Kampung Pengok Kidul, Kecamatan Gondokusuman, Kelurahan Baciro. Dilema ini mengantar pada pertanyaan kesiapsiagaan serta bagaimana kelayakan kondisi lingkungan bermukim dalam konteks tangguh bencana. Observasi empiris dinilai mampu mengungkap kondisi yang senyatanya serta teori studi morfologi permukiman dengan mengidentifikasi periodisasi permukiman guna meninjau sejauh mana terjadinya perubahan. Urgensi riset bernaksud mengkaji ulang kelayakan hunian serta menjadi panduan bentuk permukiman padat huni di bantaran sungai tangguh bencana. Hasil penelitian berupa strategi morfologi permukiman yang ideal, ditinjau dari eksplorasi objek dan studi literatur. The frequency of volcanic disasters in Yogyakarta is quite significant; Mount Merapi material carried by water flows also impacts river silting. Another reality indicates that natural factors are not the only cause, although human activities can trigger disasters. The dense settlements phenomenon with a morphological orientation near river flows leads to new problems. Instead of using the river as a residential front yard, the people still think of the river as a backyard. This paradigm is still found in Pengok Kidul Village, Gondokusuman District, Baciro Village. This dilemma leads to the question of preparedness and how appropriate the environmental conditions are to live in the context of disaster resilience. Empirical observations are considered capable of revealing the actual needs and the theory of settlement morphology by identifying the periodization of settlements to review the extent of changes. The urgency of the research aims to feasibility review of housing and become a guide for the form of densely inhabited settlements on disaster-resilient riverbanks—the research results of ideal settlement morphology strategy, object exploration, and literature study.
Perbandingan Tipologi Islamic Geometric Patterns Universitas Berideologi Islam di Yogyakarta Frisky, Hendra; Roychansyah, Muhammad Sani
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.6.3.170

Abstract

Islamic Geometric Patterns merupakan salah satu seni dengan tingkat kompleksitas tinggi dan tidak bisa dilepas-kan dari bidang ilmu arsitektur. Metode yang digunakan dalam perencanaan Islamic Geometric Patterns yaitu ruler/compass method, basic grid method, dan numerical method. Unsur pertamanya berupa lingkaran dan garis, membentuk dasar berupa four-fold, five-fold, dan six-fold. Lalu berkembang menjadi lebih kompleks berupa six-point, eight-point, dan ten-point. Kawasan yang menjadi objek merupakan universitas-universitas di Yogyakarta yang memiliki basis ideologi Islam, yaitu: Universitas Islam Indonesia, UIN Sunan Kalijaga, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tipologi dan ri-wayat pemaknaan Islamic Geometric Patterns. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi pemaknaan yang sebenarnya, karena Islamic Geometric Patterns sekarang mulai cenderung bergeser menjadi simbol Islam.
Tipologi Elemen Arsitektur pada Fasad Bangunan Shophouse Kampung Cina Bengkulu Binta, Izazaya; Roychansyah, Muhammad Sani
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 4 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.1.16

Abstract

Bangunan shophouse yaitu rumah toko pada kawasan pecinan atau Kampung Cina di Bengkulu memiliki berbagai bentukan fasad. Kawasan ini merupakan salah satu kawasan yang dikonservasi karena merupakan bangunan kuno yang memiliki identitas. Terjadinya bencana gemba bumidan kebakaran berulang kali menyebabkan kawasan ini mulai kehilangan bentukan asli pada fasad bangunan. Tipologi bangunan shophouse ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) Mengklasifikasikan bentukan elemen pembentuk fasad, (2) Mendapatkan bentukan dominan pada tiap elemen pembentuk fasad sehingga dapat ditemukan bangunan shophouse yang masih mempertahankan keasliannya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Analisis yang digunakan yaitu dengan cara klasifikasi fasad pada elemen bangunan terkait dengan elemen warna, bentukan pintu, jendela dan profil fasad. Temuan penelitian ini adalah fasad bangunan shophouse di Kawasan Kampung Cina Bengkulu memiliki dominasi: (1) Warna hijau sebagai warna bangunan, (2) Bentukan pintu lipat menerus, (3) Bentukan jendela memanjang ke bawah dan tersusun secara horizontal, (4) Profil fasad yang berbentuk bangunan 2 lantai yang bagian lantai 1 menjorok ke dalam dan menggunakan atap pelana curam.
Community-based tourism: concepts, opportunities and challenges Prakoso, Aditha Agung; Pradipto, Eugenius; Roychansyah, Muhammad Sani; Nugraha, Bima Setya
Journal of Sustainable Tourism and Entrepreneurship Vol. 2 No. 2 (2020): December
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/joste.v2i2.563

Abstract

Purpose: The community-based tourism concept needs to be understood deeply. We need to know and predict the opportunities and challenges that exist and will occur in the future in developing the community and tourism as a mutualism. This research analyzed the theories to describe it and derive conclusions for the basic concepts of community-based tourism as well as further explore the cases of applying these concepts to gain opportunities and challenges from community-based tourism Research methodology: This study is a conceptual article using the literature review method Results: This study elaborates the concepts, opportunities and challenges of the community-based tourism paradigm. Limitations: This study is a secondary data-based analysis (literature review) on the concept of community-based tourism in the social and cultural context of the community, as well as the opportunities and challenges of its application to tourism development Contribution: This study provides an in-depth and comprehensive view of community-based tourism to assist in exploring approaches and theories in community-based tourism research and planning and policymaking in the tourism sector, especially in the local community aspect.
Peningkatan Vitalitas Kawasan Bersejarah Melalui Strategi Retrofitting di Kota Lama Padang Yumna, Dwi Luthfiya; Roychansyah, Muhammad Sani
Jurnal Talenta Sipil Vol 9, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v9i1.1270

Abstract

The Padang Old Town area is a historic urban district that has experienced a decline in vitality due to physical deterioration, shifts in the city’s economic center, and weak integration between social functions and spatial connectivity. Previous development efforts have largely been fragmented and have not succeeded in restoring the area’s dynamic urban life in a sustainable manner. These conditions indicate the need for a more adaptive and context-sensitive transformation approach that responds to both historical values and contemporary urban activities. This study aims to formulate strategies for enhancing the vitality of the Padang Old Town through an urban retrofitting approach that integrates physical improvement, social activation, and spatial connectivity. The research employs a mixed-methods approach, combining quantitative analysis through vitality mapping and identification of dominant local influencing factors with qualitative interpretation to develop area typologies and targeted intervention strategies.The findings reveal nine specific typologies derived from the synthesis of vitality quadrants and dominant spatial factors, which are subsequently consolidated into three main intervention concepts: Re-Connect, Re-Use, and Re-Activation. These concepts function to improve inter-zone accessibility, optimize existing physical assets through adaptive reuse and heritage conservation, and reactivate social and cultural dynamics by providing inclusive public spaces. This study recommends the phased implementation of retrofitting strategies based on typological priorities, supported by adaptive regulatory frameworks, to ensure sustainable urban vitality while preserving the historical identity of the Padang Old Town area.