Claim Missing Document
Check
Articles

Optimasi Proses Pembuatan Kombucha Daun kelor (Moringa oleifera L.) Kajian Konsentrasi Sukrosa dan Lama Fermentasi Sebagai Minuman Probiotik menggunakan Response Surface Methodology Rahmah Utami Budiandari; Allysa Rowihatunnufus Hikmah; Syarifa Ramadhani Nurbaya; Andriani Eko Prihatiningrum; Fitriyan Nur Indahsari
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.268

Abstract

Kombucha umumnya berbahan dasar teh hitam atau teh hijau, untuk meningkatkan nilai gizi dan bioaktivitas, penelitian modern telah mengalihkan fokus ke diversifikasi substrat, salah satunya adalah daun kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum kombucha daun kelor terhadap karakteristik dari metode respons permukaan RSM variabel lama fermentasi dan konsentrasi sukrosa. Optimasi kombucha dilakukan dengan metode Response Surface Methodology (RSM) dua variabel bebas yakni konsentrasi sukrosa (X1) (10, 20, 30%) dan lama fermentasi (X2) (96, 144, 192 jam), terhadap respons total flavonoid. Hasil kombucha optimal pada perlakuan 20% sukrosa dan lama fermentasi selama 144 jam, dengan respons total flavonoid sebesar 0,182 mgQE/g. Karakterisik kombucha optimal meliputi nilai Total Padatan Terlarut (TPT) 15,4°Brix, pH 4,6, Vitamin C 0,12% dan total gula 0,62% yang dapat digunakan sebagai minuman probiotik fungsional bernilai ekonomi tinggi.
Sosialisasi Bahan Tambahan Pangan dan Pentingnya Sertifikasi Halal Untuk UMKM di Desa Kedung Pandan, Jabon Poppy Diana Sari; Rahma Utami Budiandari; Syarifa Ramadhani Nurbaya; Atik Wahyuni; Muhammad Ainur Rafdiansyah
SINAR SANG SURYA Vol 9 No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v9i2.4267

Abstract

Pangan yang aman dan sehat merupakan tolak ukur dalam pemilihan asupan untuk keluarga. Terutama bagi kaum muslim, kehalalan pangan merupakan suatu yang pokok dalam produk pangan yang dipilih untuk keluarga. Dimasa modern kini, banyak produk makanan yang memanfaatkan bahan tambahan pangan untuk memberikan rasa yang lebih kuat, sebagai bahan pengawet, sebagai pemanis, pun juga sebagai pewarna guna mempercantik produk pangan yang dihasilkan. Dalam pemilihan bahan-bahan yang digunakan untuk produk pangan tersebut, masih banyak UMKM-UMKM yang belum memahami pemanfaatan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang tepat serta sertifikasi halal untuk produk mereka. Desa Kedung Pandan di kecamatan Jabon Sidoarjo memiliki beberapa UMKM yang bergerak dibidang jajanan dan kue pasar yang belum banyak memahami terkait pemilihan BTP yang tepat serta belumnya memahami pentingnya sertifikasi halal. Sehingga perlu adanya sosialisasi terkait pemahaman dan pemilihan BTP yang tepat serta regulasi halal untuk produk pangan hasil UMKM di desa Kedung Pandan tersebut. Adapun hasil dari pengabdian ini adalah peningkatan pemahaman mitra tentang pemilihan BTP yang tepat serta pentingnya regulasi halal untuk produk pangan terutama untuk UMKM-UMKM. Keberlanjutan kegiatan ini nantinya diharapkan hingga kelompok UMKM Kedung Pandan memiliki sertifikasi halal serta legalitas (P-IRT) untuk usahanya.