Arif Hakim
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Bandung

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Berhitung Anak Melalui Media Papan Stik Berhitung di Kelompok B TK Al-Ittihad Firda Siti Mariyam; Enoh; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.71 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.3323

Abstract

Abstract. This research is motivated by the lack of development of children's numeracy skills which can be seen from the difficulty of children in distinguishing similar numbers. Recognize numbers and symbols for numbers 1-20. This happens because of the immaturity of children 's numeracy skills. The purpose of this study was to improve the numeracy skills of group B children in Al-Ittihad Kindergarten through a counting stick board media. This research was carried out using a classroom action research method, with 17 children in group B as research subjects. The result of the research shows that the children 's numeracy skills using the counting stick media increased by 33.82%. In the first cycle the average was 51,2 and increased in the second cycle with an average of 83,82. Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurang berkembangnya kemampuan berhitung anak yang nampak dari kesulitan anak dalam membedakan angka yanf mirip, mengenal bilangan dan lambang bilangan 1-20. Hal ini terjadi karena kurang matangnya kemampuan berhitung anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berhitung pada anak kelompok B di di TK Al-Ittihad melalui media papan stik berhitung. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode penelitian tindakan kelas, dengan subjek penelitian anak kelompok B berjumlah 17 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berhitung anak menggunakan media papan stik berhitung meningkat sebesar 33,82%. Pada Siklus I rata-rata 51,2 dan meningkat pada siklus II dengan rata-rata 83,82.
Analisis Dampak Tayangan Film terhadap Perilaku Agresivitas Anak Usia 4-6 Tahun di RA Al-Muhajirin Aulia Nur Aisyah; Nan Rahminawati; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.677 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.3375

Abstract

Abstract. This study focuses on analyzing the impact of animated films on the aggressive behavior of children aged 4-6 years at RA Al-Muhajirin. This study aims to identify what forms of aggressive behavior are shown by children and analyze the impact of animated films on the aggressive behavior of children aged 4-6 years at RA Al- Muhajirin. This research uses a case study approach. Data collection techniques used are interviews and observation. The result of the research is that the dominant form of aggressive behavior is shown by children aged 4-6 years at RA Al- Muhajirin, namely the form of physical aggressive behavior. Then the results of the study showed that the impact of animated films had a major impact on children's aggressive behavior, such as fighting with friends and family members, pushing, pushing, and following scenes from the films they watched. Abstrak. Penelitian ini berfokus untuk menganalisis dampak tayangan film animasi terhadap perilaku agresivitas anak usia 4-6 tahun di RA Al-Muhajirin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk perilaku agresif apa yang dominan ditunjukkan oleh anak dan menganalisis sejauh mana dampak film animasi terhadap perilaku agresif anak usia 4-6 tahun di RA Al-Muhajirin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa bentuk perilaku agresif yang dominan ditunjukkan oleh anak usia 4-6 tahun di RA Al-Muhajirin, yaitu bentuk perilaku agresif fisik. Kemudian hasil penelitian memperlihatkan bahwa dampak dari tayangan film animasi sangat berdampak terhadap perilaku agresif anak, seperti berkelahi dengan teman maupun pada anggota keluarga, menendang, mendorong, menonjok dan mengikuti adegan dari film yang ditonton nya.
Penanganan Orang Tua terhadap anak Bergizi Buruk Usia 3-5 Tahun di Kota Pangkalpinang Jihan Ristadevi; Nan Rahminawati; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.65 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.3387

Abstract

Abstract. Researcheras conducted a study of one family that had poorly nourished children. To find out the handling of parents, especially a mother, towards poorly nutritious children through food modification, parenting, diet and routine checks to the puskesmas. This study used the case study method, with data collection techniques using observation sheets and interviews. The result of handling poorly nutritious children in children is through food modification where parents manage food as attractively as possible, then through democratic parenting which provides rules in provides portions of food that are as needed and scheduled one day three meals with different menus, and routinely check to the puskesmas at least onece a week. Abstrak. Peneliti melakukan penelitian terhadap satu keluarga yang memiliiki anak bergizi buruk. Untuk mengetahui penanganan orang tua khususnya seorang ibu terhadap anak bergizi buruk melalui modifikasi makanan, pola asuh, pola makan dan rutin pengecekan ke puskesmas. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data mengunakan lembaran observsi dan wawancara. Hasil penanganan anak bergizi buruk pada anak adalah dengan melalui modifikasi makanan yang dimana orang tua melakukan pengelolaan makanan semenarik mungkin selanjutnya melalui pola asuh demokratis yang dimana memberikan aturan dalam memberikan makanan dan rasa kasih sayang yang lebih, kemudian pola makan orang tua memberikan porsi makan yang sesuai kebutuhan dan terjadwal satu hari tiga kali makan dengan menu yang berbeda, dan rutin pengecekan ke puskesmas minimal satu minggu sekali.
Pola Asuh Orang Tua terhadap Perilaku Sulit Makan Anak pada Keluarga Ekonomi Lemah di Desa Cilame Dwi Rizky; Erhamwilda; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.183 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.4291

Abstract

Abstract. In children aged 3-6 years there is a period of rapid physical growth. So that children need the most nutritional needs compared to the next period. Difficulty eating is one of the problems that exist in children. Difficulty eating can result in a child's lack of nutritional needs. Therefore, parents must apply appropriate parenting patterns so that children do not have difficulty eating and fulfill their nutrition. Here the author conducts research in Cilame Village, because in this village there are still many people who have early childhood 3-6 years and are included in the classification of prosperous families according to the BKKBN. This study uses a descriptive correlational method with a quantitative approach. The sample in this study amounted to 50 parents who have early childhood 3-6 years. This study uses data sourced from questionnaires using probability sampling, namely sampling area (cluster) sampling. The analytical technique used is quantitative analysis using two variables, namely the parenting style variable and the child's eating pattern variable. The results of this study indicate that the parenting pattern applied by most parents in Cilame Village is democratic parenting with a percentage of 52%, and the eating pattern of children in Cilame Village has a tendency to have difficulty eating with a percentage value of 58%. And after testing using a linear regression test to find out which eating patterns affect difficulty eating, and the result is an authoritarian parenting pattern that affects eating habits with a percentage of 7.7%. Abstrak. Pada anak usia 3 – 6 tahun terjadi masa pertumbuhan fisik yang cepat. Sehingga anak memerlukan kebutuhan gizi yang paling banyak dibandingkan pada masa-masa berikutnya. Sulit makan menjadi salah satu masalah yang ada pada anak. Sulit makan dapat mengakibatkan kurangnya kebutuhan nutrisi anak. Maka dari itu orang tua harus menerapkan pola asuh yang sesuai agar anak tidak mengalami sulit makan dan terpenuhi nutrisinya. Disini penulis melakukan penelitian di Desa Cilame, karena di Desa ini masih banyak masyarakat yang mempunyai anak usia dini 3 – 6 tahun dan termasuk kedalam klasifikasi keluarga sejahtera menurut BKKBN. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 orang tua yang memiliki anak usia dini 3-6 tahun. Penelitian ini menggunakan data yang bersumber dari kuisioner dengan menggunakan probability sampling yaitu sampling area (cluster) sampling. Teknik analisis yang digunakan yaitu menggunakan analisis kuantitatif menggunakan dua variabel, yaitu variabel pola asuh orang tua dan variabel pola makan anak. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pola asuh orang tua yang diterapkan kebanyakan orang tua di Desa Cilame yaitu pola asuh demokratis dengan persentase 52%, dan pola makan anak di Desa Cilame mempunyai kecenderungan sulit makan dengan nilai persentase 58%. Dan setelah dilakukan pengujian menggunakan uji regresi linear untuk mengetahui pola makan manakah yang mempengaruhi sulit makan, dan hasilnya yaitu pola asuh otoriter yang mempengaruhi perilaku sulit makan dengan persentase 7,7%.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Pemberian Makanan Gizi Seimbang pada Anak Usia 4-6 Tahun Syamsiah Iskandar; Erhamwilda; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.395 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.4418

Abstract

Abstract. Parenting patterns are parenting practices applied by parents in meeting the physical and non-physical needs of children. The provision of balanced nutrition is a way for parents to provide food to their children by taking into account the nutritional needs of children, which are processed in various ways according to the nutritional needs of children. The purpose of this research is to find out how much parenting style is about giving balanced nutrition to children.The research conducted is ex post facto quantitative research, the subject of this research is the parents of children aged 4-6 years in the city of Bandung as many as 98 parents. data collection techniques through questionnaires. The data analysis technique uses simple regression analysis where to see whether or not there is an effect using the t test. The results showed that there was an influence of parenting patterns on the provision of balanced nutrition to children by 28.1%. Abstrak. Pola asuh orangtua adalah praktik-praktik pengasuhan yang diterapkan oleh orang tua dalam memenuhi kebutuhan fisik maupun non fisik anak. pemberian makanan gizi seimbang merupakan cara orangtua memberikan makanan kepada anak dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi anak, yang diolah dengan bervariasi sesuai dengan kebutuhan gizi anak. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pola asuh orangtua terhadap pemberian makanan gizi seimbang pada anak. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif ex post facto, subjek penelitian ini adalah orangtua dari anak usia 4-6 tahun di kota bandung sebanyak 98 orangtua. teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dimana untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang lemah pola asuh orangtua terhadap pemberian makanan gizi seimbang pada anak sebesar 28.1%.
Peran Nilai Budaya Sunda dalam Pola Asuh Orang Tua bagi Penanaman Nilai Moral dan Agama Anak di Kampung Pasirgede Desa Sindangpanon Banjaran Astri Mahesa; Fitroh Hayati; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.243 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.4483

Abstract

Abstract. The purpose of this study was to find out the Sundanese Cultural Values ​​and parenting patterns for inculcating moral and religious values, which were applied in Pasir Gede Village and how the role of parents in the Sundanese Cultural Tradition Values. Data collection techniques used are interviews, observation and documentation which then test the validity of the data using data triangulation. Based on the results of the study, it was found that: (1) The Sundanese cultural values ​​that still exist in the Pasirgede village are the values ​​of penance, compassion and nurturing, ethical values ​​and politeness and religious values. , kapamalian, Traditions related to religion such as thanksgiving for pregnancy, celebration of holidays, the tradition of marriage using Sundanese customs. (2) In this case the family does not play a role in the value of Sundanese cultural traditions. because, there are inhibiting factors that hinder the role of the family on the values ​​of Sundanese cultural traditions, such as the play environment for children who have different parental upbringing, the school environment, the home environment that has mingled with immigrants. The widespread use of mobile phones and television in all circles makes the Sundanese family of Pasirgede village easier to find information, one of which is about the value of cultural traditions that are no less left behind by the times. (3) Parenting for girls has a tendency to pay more attention to ethics, because today's young generation looks less in proper manners. Parenting applied by parents will also shape the habits of children in their daily lives. Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Nilai Budaya Sunda dan Pola asuh orang tua bagi penanaman nilai moral dan agama, yang diterapkan di Kampung Pasir Gede serta Bagaimana Peran orang tua terhadap Nilai Tradisi Budaya Sunda. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi yang selanjutnya pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi data. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa: (1)Nilai budaya sunda yang masih ada di kampung pasirgede ialah nilai silih asah, silih asih dan asuh, Nilai etika dan kesopanan dan Nilai keagamaan, Kemudian Tradisi yang masih ada di kampong Pasir gede ialah Tradisi berbahasa sunda, kapamalian, Tradisi yang berkaitan dengan keagamaan seperti syukuransyukuran kehamilan, perayaan hari besar, tradisi menikah dengan menggunakan adat sunda. (2) Dalam hal ini keluarga tidak berperan terhadap nilai tradisi budaya sunda. sebab, terdapat faktor penghambat yang menghalangi peran keluarga terhadap nilai tradisi budaya sunda yaitu seperti lingkungan sepermainan anak yang memiliki didikan orangtua yang berbedabeda, lingkungan sekolah, lingkungan rumah yang sudah berbaur dengan warga pendatang. Maraknya penggunaan handphone dan televisi disemua kalangan membuat keluarga sunda kampung Pasirgede dapat mempermudah mencari informasi salahsatunya mengenai nilai tradisi kebudayaan yang tidak kalah tertinggal oleh zaman. (3) Pola asuh kepada anak perempuan memiliki kecenderungan lebih memperhatikan dalam etika, karena generasi muda masa sekarang terlihat kurang dalam bertatakrama yang sesuai. Pola asuh yang diterapkan oleh orang tua pun akan membentuk kebiasaan-kebiasaan anak dalam kesehariannya.
Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam pada Anak Usia Dini melalui Program Hafalan Al-Qur’an Raihan Siti Zulfa; Arif Hakim
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v2i2.1225

Abstract

Abstract. The purpose of this study was to determine the program for inculcating Islamic religious values ​​in early childhood through the memorization program of the Qur'an. This research uses a case study method with a qualitative approach. With data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The case study method uses a qualitative approach because this research provides an overview and examines programs, processes and activities in greater depth in the field with various data collection procedures over a certain period of time regarding the efforts of teachers in managing religious learning at RA Al-Hidayah Kp. Sutam RT 03 RW 04 Sumbersari Village, Ciparay District, Bandung Regency. The research subjects of teachers at RA Al-Hidayah amounted to 5 people. The results of the research on inculcating the values ​​of Islamic religious education at RA Al-Hidayah include: 1. The program for inculcating Islamic religious education through the program of memorizing the Qur'an consists of: a. Lesson planning b. The concept of learning to memorize the Qur'an c. The purpose of learning to memorize the Qur'an. 2. The process of instilling the values ​​of Islamic religious education in RA Al-Hidayah. 3. The inhibiting factor in the process of inculcating Islamic religious education values ​​through memorizing the Qur'an at RA Al-Hidayah. Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui program penanaman nilai-nilai pendidikan Agama Islam pada anak usia dini melalui program hafalan Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif dikarenakan penelitian ini memberikan gambaran dan mengkaji program, proses dan aktivitas secara lebih mendalam yang ada di lapangan dengan beragam prosedur pengumpulan data selama waktu tertentu mengenai upaya guru dalam pengelolaan pembelajaran agama di RA Al-Hidayah Kp. Sutam RT 03 RW 04 Desa Sumbersari Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Subjek penelitian guru di RA Al-Hidayah berjumlah 5 orang. Hasil penelitian penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam di RA Al-Hidayah mencakup: 1. Program penanaman pendidikan agama Islam melalui program hafalan Al-Qur’an terdiri dari : a. Perencanaan pembelajaran b. Konsep pembelajaran menghafal Al-Qur’an c. Tujuan pembelajaran menghafal Al-Qur’an. 2. Proses penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam di RA Al-Hidayah. 3. Faktor penghambat dalam proses penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam melalui hafalan Al- Qur’an di RA Al-Hidayah.
Analisis Nilai Pendidikan Karakter yang Terkandung dalam Film Kartun Upin dan Ipin Dini Nurfalaah; Asep Dudi; Arif Hakim
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v2i2.1292

Abstract

Abstract. Character education is education that teaches about the nature, character, and behavior of a person. Character education is not only obtained through formal education, it can also be obtained through the surrounding environment such as playing with friend and watching television. Because children will easily absorb and imitate everything he sees and hears. Especially cartoons that are very interesting to him, such as the cartoons Upin dan Ipin.This study uses a qualitative approach with documentation techniques. Namely looking for theories and concepts that are in accordance with the title of this study contained in the primary and secondary sources of this research. The first source is the cartoon film Upin dan Ipin Keris Siamang Tunggal. The result showed that there were 5 values of character education in the cartoon film Upin dan Ipin Keris Siamang Tunggal, namely the value of curiosity, the value of friendship, the value of social care, the value of hard work and the value of peace-loving. Abstrak. Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang mengajarkan mengenai watak, sifat, serta perilaku seseorang. Pendidikan karakter tidak hanya di peroleh melalui pendidikan formal saja, ia juga dapat di peroleh melalui lingkungan sekitar seperti bermain bersama teman serta menonton televisi. Karena anak akan dengan mudah menyerap dan meniru apa yang ia lihat dan dengar. Terlebih film kartun yang sangat menarik baginya, seperti film kartun Upin dan Ipin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik dokumentasi. Yaitu mencari teori dan konsep yang sesuai dengan judul penelitian yang terdapat pada data primer dan sekunder. Untuk sumber pertama penelitin ini ialah film kartun Upin dan Ipin Keris Siamang Tunggal. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 5 nilai-nilai pendidikan karakter di dalam film kartun Upin dan Ipin Keris Siamang Tunggal, yaitu nilai rasa ingin tahu, nilai bersahabat, nilai peduli sosial, nilai kerja keras dan nilai cinta damai.
Peran Orang Tua dalam Menanamkan Perilaku Prososial Anak Usia 4-5 Tahun Siti Nurjanah; Huriah Rachmah; Arif Hakim
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v2i2.1429

Abstract

Abstract. Socio-emotional development in children aged four to five years is divided into three parts, one of which is prosocial behavior. There is one surah that contains a strict command for a Muslim to behave prosocially is surah al-Ma'un, which clearly means that we must help with useful things. Therefore, one's prosocial behavior must be instilled from an early age. Parental involvement is very important for the growth and development of children, because parents are the closest model to children. Therefore, parental involvement is indispensable in the growth and development of children. The purpose of this study was to find behaviors and causes and to overcome prosocial behavior in children aged 4-5 years. This study uses qualitative research with case study methods on three children aged 4-5 years who attend RA X. Apparently, the environment is very influential on the development of children's prosocial behavior because it has an influence on children to interact with local residents so that when there is interaction, the child's social development will be honed. Through these activities prosocial attitudes will be learned and applied by children to the surrounding community. Abstrak. Perkembangan sosial emosional pada anak usia empat sampai lima tahun dibagi menjadi tiga bagian, salah satunya adalah perilaku prososial. Ada salah satu surah yang memuat perintah keras bagi seorang Muslim untuk berperilaku prososial adalah surah al-Ma’un, yang secara menjelaskan berarti kita harus menolong dengan barang-barang yang berguna. Maka dari hal tersebut perilaku prososial seseorang harus ditanamkan sejak usia dini. Orang tua merupakan pendidik pertama dalam hidup anak, maka peran keluarga dalam mengasuh anak memegang peranan utama. Keterlibatan orang tua sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, karena orang tua adalah model yang paling dekat dengan anak. oleh karena itu, keterlibatan orang tua sangat diperlukan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan penelitian ini untuk menemukan perilaku serta penyebab dan untuk mengatasi perilaku prososial pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus pada tiga orang anak yang berusia 4-5 tahun yang bersekolah di RA X. Ternyata, lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkembangan prilaku prososial anak karena memiliki pengaruh terhadap anak untuk berinteraksi dengan warga sekitar sehingga ketika adanya interaksi tersebut perkembangan sosial anak akan terasah. Melalui kegiatan tersebut sikap prososial akan dipelajari dan diaplikasikan oleh anak kepada masyarakat sekitar.
Mitigation Literacy of Fire Disaster for Early Childhood by Integrating Islamic Values Dinar Nur Inten; Dewi Mulyani; Arif Hakim
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jpii.v7i1.460

Abstract

This research departs from our concern as researchers about the various disasters that have occurred in our beloved country, as well as our concern for the future of the children affected by the disaster. Therefore, with the aim that early childhood literate and aware of the causes of disasters, as well as avoiding disasters that occur and dealing with disasters that occur, our research on disaster mitigation literacy for early childhood carried out by integrating three fun learning methods and integrating Islamic values. The disaster theme raised was the theme closest to children, namely fire. This study used a classroom action research method. The subjects were early childhood education children at Ar-Rahman school in the city of Bandung. The lesson began by explaining the concept of fire by integrating Islamic values, such as verses, hadiths and mahfudzot related to disasters. Furthermore, materials strengthening was implemented with various activities that involved children. In addition, at the peak of fire simulation, activities were also carried out. The results showed that disaster mitigation through literacy for early childhood on the theme of fire, by integrating Islamic values ​​and involving children in learning, made children more sensitive to disasters, knew how to take action to prevent disasters from happening, knew the stages when facing fires, so that they can save themselves and become grateful servants of God.