Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Efektivitas Penambahan Bakteri Selulolitik Dalam Menurunkan Kadar BOD, COD dan TSS Limbah Cair Tahu Didik Suprayitno; Diena Widyastuti; Sri Sulastri
JURNAL GREEN HOUSE Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v2i2.35

Abstract

Berkembangnya industri tahu saat ini berdampak pada semakin banyaknya limbah yang dihasilkan, terutama limbah cair tahu. Limbah cair tahu yang langsung dibuang ke lingkungan tanpa melalui proses pengolahanakan menimbulkan pencemaran lingkungan. Pengolahan limbah belum banyak dilakukan dikarenakanindustri tahu yang ada masih berada dalam skala industri kecil atau rumahan. Sedangkan pengolahan limbahcair tahu membutuhkan biaya yang cukup besar. Salah satu alternatif dalam pengolahan limbah cair tahuadalah dengan pengolahan secara biologis yaitu pengolahan dengan menambahkan bakteri selulolitik. Tujuandari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas bakteri selulolitik dalam menurunkan kadar BOD,COD dan TSS limbah cair tahu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakanRancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 3 ulangan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kadar BOD, COD dan TSS limbah cair tahu di awal jauh melebihi ambang batas bakumutu yang sudah ditetapkan. Setelah melalui pengolahan dengan penambahan bakteri selulolitik didapatkanhasil bahwa kadar BOD, COD dan TSS mengalami penurunan. Efektivitas penurunan kadar BOD, COD, danTSS limbah cair tahu yang terbesar terdapat perlakuan penambahan bakteri selulolitik 15% dengan waktuinkubasi 30 hari yaitu sebesar 94,7% untuk kadar BOD, 89,9% untuk kadar COD dan 92,5% untuk kadarTSS
Keanekaragaman Amfibi (Ordo Anura) Di Blok Jati Papak Resort Kucur SPTN Wilayah Ii Muncar Taman Nasional Alas Purwo Anisa; Diena Widyastuti; Diky Rian Rozaky
JURNAL GREEN HOUSE Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v2i2.36

Abstract

Amfibi (Ordo anura) atau bisa disebut katak dan kodok merupakan satwa vertebrata yang hidup di dua alam, peranan amfibi sangat penting bagi suatu rantai makanan sebuah ekosistem. Amfibi masuk dalam kelas rantai makanan berada di tengah atau tingkat konsumen tiga. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman dan kemerataan jenis amfibi ordo anura di blok jati papak resort kucur SPTN Wilayah II Muncar Taman Nasional Alas Purwo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey atau Visual Encounter Survey (VES). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan indeks keanekaragaman jenis Shannon-wiener dan indeks kemerataan jenis. Dalam penelitian ini ditemukan 3 jenis Anura ; Polipedates leucomystax , Fajervarya cancrivora dan F. limnocharis dengan total keseluruhan 74 individu. Nilai keanekaragaman dari ketiga transek pengamatan memperoleh nilai (H’ sebesar 1,00 - 1,09) nilai indeks keanekaragaman shannon weiner pada blok jati papak dikategorikan sedang yang memiliki nilai 1<H’≤3. Nilai indeks kemerataan jenis (E sebesar 0,91 – 0,99), jadi nilai indeks kemerataan jenis anura pada blok jati papak kedalam kategori komunitas stabil dengan nilai kemerataan 0,75 < E < 1,00. Blok jati papak merupakan habitat yang cocok untuk keberlangsungan hidup anura sesuai dengan pencatatan hasil analisis habitat.
Pemanfaatan Pekarangan Rumah Untuk Tanaman Jeruk Purut Model KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) Di Kel. Turen Kec. Turen Kab. Malang Jawa Timur Ahmad; Didik Suprayitno; Diena Widyastuti; Nunuk Hariyani
JURNAL GREEN HOUSE Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v3i1.39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pemanfaatan pekarangan rumah sebagai Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Kelurahan Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dalam Program Pengabdian Masyarakat. Fokus utama penelitian adalah penerapan model KRPL dalam penanaman jeruk purut sebagai tanaman produktif dan bernilai gizi tinggi. Penelitian ini meliputi aspek pemilihan varietas jeruk purut yang sesuai, teknik penanaman yang efektif, perawatan tanaman yang optimal, serta manfaat ekonomi yang dapat diperoleh oleh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan pekarangan rumah sebagai KRPL dapat menjadi solusi yang berpotensi untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. Artikel ini juga membahas tantangan dan peluang dalam melaksanakan model KRPL dalam kerangka Program Pengabdian Masyarakat serta menawarkan rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut guna mendukung pertanian perkotaan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Studi Keanekaragaman Jenis Kupu-Kupu (Lepidoptera) Di Kawasan RPTN Patok Picis Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Sri Sulastri; Theresia Serlina Sea; Diena Widyastuti
JURNAL GREEN HOUSE Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v3i1.41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui jenis kupu-kupu, mengetahui keanekaragaman jenis kupu-kupu, dan membandingkan keanekaragamn jenis kupu-kupu pada habitat hutan dan perkebunan rakyat. Penelitian ini dilakukan di Kawasan RPTN Patok Picis Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada bulan April- Mei 2023, Metode penelitian yang digunakan pada pengamatan kupu-kupu dilakukan secara purposive sampling sedangkan teknik pengambilan data menggunkan Metode Point Count yaitu berdiam pada suatu titik yang ditentukan selama periode waktu tertentu.Dari hasil penelitian terlihat bahwa terdapat 27 jenis kupu-kupu di ruang hidup hutan dan 13 jenis kupu-kupu di lingkungan alam perkebunan rakyat. keanekaragaman jenis kupu-kupu pada lingkungan hutan sebesar 3.452 tergolong tinggi, sedangkan pada lingkungan perumahan rakyat sebesar 2.548 tergolong sedang. Terdapat perbedaan dalam keanekaragaman spesies kupu-kupu di lingkungan hutan belantara dan perkebunan rakyat
Pemanfaatan Tanaman Kayu Apu Sebagai Fitoremediasi Pada Daerah Aliran Sungai Diena Widyastuti; Yohanes Berchmans Goa; Siti Farida
JURNAL GREEN HOUSE Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v3i2.48

Abstract

Permasalahan daerah aliran sungai pada saat ini adalah pencemaran yang terjadi pada daerah aliran sungai, pencemaran disebabkan oleh limbah rumah tangga, limbah industri dan limbah yang lainnya. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan pencemaran pada DAS adalah dengan metode fitiremediasi. Fitoremediasi adalah penggunaan tanaman untuk mengekstrak, mengakumulasi dan/atau detoksifikasi polutan dan merupakan teknik baru dan kuat untuk membersihkan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan kayu apu sebagai fitoremediasi dalam mengurangi pencemaran limbah domestik pada sampel air Daerah Aliran Sungai Metro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga menghasilkan 15 satuan percobaan. Data yang dikumpulkan meliputi, analisis fisik dan kimia sampel air Sungai Metro yang terdiri dari warna, bau, suhu; analisis, pH,COD, BOD, DO. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa tanaman kayu apu terbukti mampu menurunkan kadar pencemar yang terkandung di air sungai.
Optimasi Pengolahan Leachate Dengan Kombinasi Biofilter Dan Fitoremediasi Berbasis Tanaman Bambu Air Untuk Menurunkan Kadar Logam Cr Widyastuti, Diena; Zairina, Anisa; Suprayitno, Didik; Sulastri, Sri; Mondiana, Yani Quarta
JURNAL GREEN HOUSE Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v4i1.54

Abstract

Leachate from landfill sites contains heavy metals such as chromium (Cr), which are toxic and carcinogenic, requiring effective management to prevent environmental contamination. This study aimed to optimize the reduction of Cr levels in leachate using a combination of biofilter and phytoremediation based on aquatic bamboo plants. The research was conducted at the Laboratory and Greenhouse of Institut Pertanian Malang using a Completely Randomized Design (CRD) with two treatments (biofilter only and biofilter combined with phytoremediation) and five replications. The biofilter utilized natural media including gravel, silica sand, coconut shell charcoal, and compost, while phytoremediation employed aquatic bamboo (Equisetum hyemale). Results showed that Cr levels decreased from 3.89 mg/L to 2.20 mg/L with biofilter treatment alone, and further decreased to 1.08 mg/L when using the combined biofilter-phytoremediation treatment, with removal efficiencies of 43.4% and 72.8%, respectively. The most significant reduction occurred during the initial weeks, followed by a gradual decline towards the end of the observation period. The combination of biofilter and phytoremediation with aquatic bamboo proved effective and environmentally friendly in reducing Cr levels in leachate, indicating its potential for broader application in leachate management at landfill sites
Integrasi Sistem Informasi Geografis dalam Pemetaan Kualitas Air untuk Mendukung Program Sanitasi Masyarakat Rahardjo, Poegoeh Prasetyo; Widyastuti, Diena; Zairina, Anisa; Mondiana, Yani Quarta; Wijaya, Alvin Candra; Farida, Siti
JURNAL GREEN HOUSE Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v4i1.56

Abstract

The decline in river water quality due to domestic and industrial pollution presents a major challenge in urban environmental management. This study aims to map the spatial distribution of water quality in the Upper Metro Sub-watershed using a Geographic Information System (GIS) approach to support community-based sanitation planning. The methodology involved the measurement of physical, chemical, and biological parameters at five monitoring stations. Water quality was evaluated using the STORET method and EPT Index (Ephemeroptera, Plecoptera, Trichoptera), while spatial data were analyzed using IDW interpolation to generate pollution distribution maps. The results revealed a downstream degradation in water quality, indicated by increasing levels of BOD, COD, TSS, and phosphate, and decreasing DO. According to STORET classification, the upstream area was categorized as unpolluted, whereas the downstream stations were moderately polluted. The EPT index decreased from 12 taxa upstream to none downstream, reinforcing the chemical analysis. Spatial maps highlighted pollution hotspots in densely populated residential and small industrial zones. GIS integration proved effective in visualizing pollution zones and supporting decision-making in the Total Sanitation Program (STBM). This study offers technical and spatial recommendations to improve data-driven water quality management.
Potensi Chamaedorea Elegans dalam Menurunkan Kadar Logam Berat CD Leachate dengan Metode Fitoremediasi Widyastuti, Diena; Suprayitno, Didik; Sulastri, Sri
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i1.3833

Abstract

Pencemaran lingkungan oleh logam berat merupakan masalah serius yang terus menjadi perhatian global. Salah satu sumber utama pencemaran logam berat adalah leachate atau lindi dari tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Kadmium (Cd) adalah salah satu logam berat yang sering ditemukan dalam konsentrasi tinggi pada leachate dan memiliki efek toksik signifikan terhadap kesehatan manusia dan ekosistem. Fitoremediasi telah muncul sebagai metode ramah lingkungan dan hemat biaya untuk mengatasi pencemaran logam berat. Metode ini memanfaatkan kemampuan alami tumbuhan untuk menyerap, mengakumulasi, dan mendegradasi kontaminan dari lingkungan. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai tanaman hiperakumulator adalah Chamadorea elegans. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 kali ulangan 1 kontrol dengan uji BNT 5%. Parameter pengamatan dalam penelitian ini adalah kandungan logam berat Cr dan pengamatan pertumbuhan tanaman hias yang meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tanaman chamadorea elegans mampu menurunkan kadar logam berat Cd, sehingga tanaman ini mempunyai potensi menjadi salah satu pilihan yang efektif dan berkelanjutan dalam upaya remediasi tanah tercemar logam berat, khususnya kadmium (Cd), melalui metode fitoremediasi.
Pengembangan Sistem Kontrol Lingkungan Mikro Tanaman Aglaonema Berbasis Internet of Things Wijaya, Alvin Candra; Diena Widyastuti; Didik Suprayitno; Nunuk Hariyani; Sri Sulastri
JURNAL GREEN HOUSE Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v4i2.63

Abstract

Aglaonema is an ornamental plant with high aesthetic and economic value, whose growth and quality are strongly influenced by microclimate conditions such as temperature, air humidity, and soil moisture. This study aims to develop an Internet of Things (IoT) based microclimate control system for Aglaonema plants capable of monitoring and controlling environmental conditions automatically and in real time. The system is designed using an ESP32 microcontroller as the main controller, a DHT22 sensor for measuring temperature and air humidity, a soil moisture sensor for monitoring growing media conditions, and actuators consisting of a cooling fan and a water pump. Environmental data are transmitted to the ThingSpeak platform to support remote monitoring. System testing includes sensor accuracy evaluation, actuator response testing, and assessment of the system’s impact on plant growth. The results indicate that the sensors exhibit good accuracy and stability, the actuators operate correctly according to predefined control logic, and the system effectively maintains optimal microclimate conditions for plant growth. The proposed system has the potential to support more efficient and automated Aglaonema cultivation under a limited experimental scale.
Potensi Ekowisata Bedengan Dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Ola , Yohanes Maria Vianey; Widyastuti, Diena; Sulastri, Sri
JURNAL GREEN HOUSE Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v4i2.66

Abstract

Bedengan Forest Tourism is an ecotourism destination renowned for its captivating natural scenery and rich cultural assets. This region is not only valued for its productive agricultural capacity but also serves as an excellent site for various nature-based tourism activities. Located in Selorejo Village, Dau District, Malang Regency, East Java, the research was undertaken in Bedengan from May to June 2025. The study aimed to identify the ecotourism potential of Bedengan, assess the role of the local community in supporting ecotourism, and develop strategies for sustainable ecotourism growth. The research employed survey and observation methods, with samples selected through purposive sampling. Data were analyzed qualitatively using SWOT analysis. The development strategies formulated based on the SWOT analysis include: (a) maximizing the appeal of Bedengan’s natural resources to promote educational nature tourism, supported by facilities such as ticket booths, prayer rooms, gazebos, toilets, parking, photo spots, camping gear, QR and educational parks, information boards, seating, flying fox, trash bins, and information centers; (b) expanding collaborations for educational and tourism promotions to enhance tourism management and visitor interest; and (c) proactively addressing potential threats by innovatively and characteristically developing Bedengan Tourism to ensure its long-term sustainability.