Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Mengkaji Dampak Pola Pendidikan Vokasi Kemaritiman Pada Self Efficacy Taruna Siap Prala Ely Sulistiyowati; Desy Yuli Aryani; Fitri Suprapti; Kholid Mawardi; Muchammad Rully Sjahirul Alim
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 9 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i9.2780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-efficacy terhadap kesiapan taruna dalam menghadapi Praktik Laut (Prala) pada konteks pendidikan vokasi kemaritiman. Prala merupakan tahap krusial dalam pendidikan kemaritiman yang memerlukan kesiapan mental dan kompetensi yang memadai. Self-efficacy, atau keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya, dihipotesiskan memiliki peran signifikan dalam menentukan tingkat kesiapan taruna. Objek penelitian ini adalah 200 taruna semester 4 yang akan melaksanakan Prala dari empat kampus maritim di Semarang. Pemilihan taruna semester 4 didasarkan pada pertimbangan bahwa mereka berada pada tahap kritis persiapan menjelang pelaksanaan PRALA. Keempat kampus yang menjadi lokasi penelitian dipilih untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang kondisi pendidikan vokasi kemaritiman di Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), dan observasi partisipatif. Wawancara mendalam dilakukan dengan taruna terpilih untuk menggali persepsi mereka tentang self-efficacy dan kesiapan menghadapi Prala. FGD dilaksanakan untuk memperoleh pemahaman kolektif tentang tantangan dan harapan taruna terkait Prala. Observasi partisipatif dilakukan untuk mengamati perilaku dan interaksi taruna dalam konteks persiapan Prala. Analisis data menggunakan metode analisis tematik, di mana transkrip wawancara dan FGD serta catatan observasi dikoding dan dikelompokkan ke dalam tema-tema utama. Triangulasi data dilakukan untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan yang kompleks antara self-efficacy dan kesiapan taruna menghadapi Prala. Temuan utama mengindikasikan bahwa tingkat self-efficacy yang tinggi cenderung berhubungan dengan kesiapan yang lebih baik, namun faktor-faktor kontekstual seperti dukungan institusi dan pengalaman praktik sebelumnya juga memainkan peran penting. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan utama yang dihadapi taruna dalam mempersiapkan diri untuk Prala, serta strategi coping yang mereka gunakan. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan program intervensi yang holistik untuk meningkatkan self-efficacy taruna sebagai bagian dari persiapan Prala. Rekomendasi meliputi penyusunan program mentoring, pelatihan manajemen stres, dan peningkatan exposure terhadap lingkungan kerja maritim sebelum Prala. Penelitian ini juga menyoroti perlunya pendekatan yang lebih personal dalam mempersiapkan taruna, mengingat variasi individual dalam tingkat self-efficacy dan kebutuhan persiapan.
Analisis Prosedur Pemuatan Jumbo Bag di KM. Royal Glory Muhammad Bayuseto; Amthori Anwar; Fitri Suprapti; Erwin Sutantyo
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52492/jmp.v11i2.140

Abstract

The optimization of cargo loading processes plays a crucial role in maritime logistics operations. This study is focused on examining jumbo bag loading procedures aboard MV Royal Glory, identifying various influencing factors, and establishing management methods for damaged jumbo bags. Using a qualitative-descriptive approach, data was collected through field observations, in-depth interviews, and documentation during sea practice. Research findings show that while loading procedures are systematically structured, their effectiveness remains limited as they rely on manual calculations and crew expertise without technological support. Three primary constraints identified include human resources, equipment and facilities, and cargo materials. Although measures for handling damaged jumbo bags have been implemented, preventive actions have not yet been adopted. This situation leads to reduced operational time efficiency and heightened occupational safety risks.
Pengoptimalan Perawatan Deepwell Cargo Pumps untuk Memperlancar Kegiatan Bongkar di MT. Prima Lautan 1 Anita Rahayu; Fitri Suprapti; Kirtyana Nindita; Widar Bayu Wantoro
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52492/jmp.v12i1.173

Abstract

This study aims to identify factors causing decreased performance of the deepwell cargo pump and the maintenance measures taken to prevent delays in the unloading process on the MT Prima Lautan 1. The research method used was qualitative descriptive, with data collected through observation, interviews, and literature review during practical activities at sea. The results showed that the main factors causing delays in the unloading process on the MT Prima Lautan 1 were inadequate performance of the deepwell cargo pump, and suboptimal maintenance. In addition to technical aspects, it was found that the crew's lack of understanding of maintenance procedures also exacerbated the damage. To address this problem, a series of steps can be taken, such as maintenance and lubricating the deepwell cargo pump, which can improve its performance. Consistent implementation of a planned maintenance system in accordance with the manual and company's SMS can improve the efficiency and safety of ship operations. Therefore, this study emphasizes the importance of preventive maintenance and ongoing training for ship crews to reduce the risk of damage and operational delays.
EDUKASI PENGGUNAAN LIFE JACKET UNTUK KESELAMATAN DI LAUT BAGI WARGA KELURAHAN TLOGOMULY0 Candra Oktyasari Putri; Fitri Suprapti; Niken Devi Rosita; Purwanto Purwanto; Dhesi Wulan Sari
Journal of Community Service (JCOS) Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jcos.v2i3.1084

Abstract

Edukasi penggunaan life jacket untuk keselamatan di Laut bagi masyarakat khususnya Kader PKK warga Tlogopancing Kelurahan Tlogomulyo Kecamatan Pedurungan Semarang adalah tema dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Politeknik Maritim Negeri Indonesia. Latar belakang dilakukan kegiatan pengabdian ini adalah sering terjadinya kecelakaan kapal penumpang. Dan kejadian kecelakaan kapal penumpang terbaru dialami oleh kapal wisata yang terbalik di Waduk Kedung Ombo yang menewaskan 9 orang. Kecelakaan tersebut diduga kelebihan muatan kapal dan minimnya pemahaman tentang penggunaan alat keselamatan pada transportasi laut. Banyaknya korban meninggal dunia dikarenakan mereka tidak mengerti pentingnya menggunakan life jacket pada saat menaiki perahu walaupun hanya untuk berwisata. Sehingga dengan penyuluhan ini diharapkan masyarakat mengerti akan pentingnya alat keselamatan dan mengetahui cara penggunaannya. Dalam penyuluhan, akan dipraktikkan penggunaan alat keselamatan berupa life jacket agar memudahkan penerimaan materi penyuluhan ke masyarakat. Proses kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui penyampaian materi dengan ceramah, diskusi dan tanya jawab tentang alat keselamatan di laut, dan praktik penggunaan alat keselamatan. Melalui pengabdian kepada masyarakat kali ini, diharapkan mampu memberikan edukasi mengenai alat keselamatan di laut. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini memberi dampak kepada peserta dengan adanya peningkatan pemahaman tentang pentingnya penggunaan alat keselamatan dan mengetahui cara penggunaan life jacket untuk keselamatan di laut.  
PENGEMBANGAN MARITIME LEADERSHIP BERBASIS HUMAN FACTOR MELALUI INTEGRASI KOMPETENSI TEKNIK MARITIM DAN MARITIME HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT PADA PENDIDIKAN TINGGI MARITIM DI INDONESIA Rahindra Bayu Kumara; Fitri Suprapti; Renny Hermawati; Ade Irma Sagala
Jurnal Universal Technic Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Universal Technic
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/unitech.v5i1.5237

Abstract

The modern maritime industry faces increasingly complex challenges due to advances in navigation technology, the digitalization of ship operations, and growing demands for maritime safety. These developments require maritime higher education institutions not only to produce graduates with strong technical maritime competencies but also to develop effective maritime leadership supported by human factors and maritime human resource management. This study aims to analyze the development of human factor-based maritime leadership through the integration of technical maritime competency and Maritime Human Resource Development within Indonesian maritime higher education institutions. A qualitative approach with a multiple-case study design was employed involving three public maritime higher education institutions. Data were collected through in-depth interviews, field observations, bridge simulator observations, and document analysis, and were analyzed using thematic analysis. The findings reveal that maritime leadership is developed through the integration of three key components: Technical Maritime Competency, Human Factor Competency, and Maritime Human Resource Development. Technical maritime competency serves as the foundation of professional competence for prospective ship officers, while human factors strengthen communication, situational awareness, teamwork, and decision-making during ship operations. Furthermore, human resource development through classroom learning, Bridge Resource Management training, navigation simulators, sea practice, and character development programs reinforces leadership competencies in a sustainable manner. This study proposes the Integrated Maritime Leadership Development Model, which explains how the integration of technical competency, human factors, and maritime human resource development contributes to effective maritime leadership, safe ship operations, and a strong maritime safety culture. The findings provide practical implications for designing integrated maritime education curricula that better align with the competency requirements of the global shipping industry.