Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Simantec

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN PEMBERIAN BEASISWA MENGGUNAKAN METODE FUZZY ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS(FAHP) DAN ORESTE (STUDI KASUS: Universitas Trunojoyo Madura) Ayu wulandari; Rika Yunitarini; Andharini Dwi Cahyani
Jurnal Simantec Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/simantec.v4i3.1381

Abstract

ABSTRAKPada lembaga pendidikan khususnya Universitas banyak sekali menawarkan beasiswa kepada mahasiswa, terutama bagi mahasiswa yang sedang aktif kuliah, beasiswa yang ditawarkan diantaranya beasiswa PPA dan BBM. Untuk memilih penerima yang benar-benar layak mendapatkan beasiswa maka terdapat beberapa kriteria untuk proses seleksi yang akan dibobotkan menggunakan metode FAHP yaitu Indeks Prestasi Kumulatif, jumlah semester, penghasilan orang tua per bulan, jumlah tanggungan keluarga, daya listrik rumah, dan pekerjaan orang tua. Sedangkan untuk proses perangkingan data pendaftar beasiswa digunakan metode Oreste. Metode fuzzy AHP digunakan karena dapat menyederhanakan kompleksitas dan mengakomodir pendapat dan subjektifitas dari penilaian yang berbeda dan menerjemahkan pendapat Manusia yang memiliki ketidakpastian dalam melakukan pembobotan nilai(Chang, 1996). Sedangkan Oreste digunakan untuk kondisi dimana sekumpulan alternatif akan diurutkan berdasarkan kriteria sesuai dengan tingkat kepentingannya. Kemudian data Hasil seleksi penerima beasiswa yang dilakukan oleh sistem dibandingkan dengan data penerima asli/riil dengan cara mencari total data penerima yang sama pada data penerima beasiswa riil dan data penerima pada masing-masing fakultas yangterdapat di Universitas Trunojoyo Madura yaitu Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian dan Fakultas Hukum. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa hasil akurasi menggunakan sistem penyeleksian beasiswa menggunakan metode FAHP dan Oreste sebesar 74.9%.Kata Kunci : Sistem Pendukung Keputusan, Beasiswa, FAHP, Oreste. ABSTRACTIn educational institutions, especially the University of innumerable offer scholarships to students, especially for students who are active in college, scholarships offered them scholarships PPA and BBM. To select recipients who really deserve a scholarship then there are some criteria for the selection process will be weighted using FAHP method is GPA, number of semesters, parents income per month, number of dependents, power house, and the work of parents. As for the process of ranking the registrant data is also used method of Oreste. Fuzzy AHP method is used because it can simplify the complexity and subjectivity of opinion and accommodate different assessments and translate human opinion that has uncertainty in doing weighting value (Chang, 1996). While Oreste used to the conditions in which a set of alternatives will be sorted based on the criteria according to their importance. Then the data results grantee selection performed by the system as compared to the original recipient data / real by looking for the same total data receiver to the data of real scholarship recipient and recipient data on each faculty contained inTrunojoyo University the Faculty of Engineering, Faculty of Economics , Faculty of Agriculture and Faculty of Law. Overall it can be said that the accuracy of the results of the screening system using scholarships using FAHP method and Oreste at 74.9%.Keywords: Decision Support Systems, Scholarship, FAHP, Oreste.
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PENENTUAN JALUR TERPENDEK UNTUK MENGHINDARI DAERAH RAWAN BANJIR (STUDI KASUS PROPINSI JAWA TIMUR) Laylul Musabbichin; Mula’ab b; Rika Yunitarini
Jurnal Simantec Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/simantec.v4i3.1386

Abstract

ABSTRAKPada musim hujan sering terjadi banjir pada beberapa daerah yang berada di Kota Surabaya. Sistem informasi geografis (SIG) mampu menyajikan informasi fisik suatu daerah yang berpengaruh dalam menentukan daerah rawan banjir serta menentukan jalur terpendek yang terjadi pada wilayah jawa timur. Pengguna juga dapat menentukan jalur terpendek dengan menggunakan metode Breadth First Search (BFS) yang menggunakan fungsi heuristic guna mengarahkan pencarian pada peta yang direpresentasikan dalam konsep graph, yang berguna untuk menghindari daerah mana yang seringkali terjadinya bencana banjir serta dapat meminimalkan kerugian serta kemacetan yang terjadi propinsi jawa timur. Penelitian ini dilakukan untuk pencarian rute terpendek antara perumahan sampai dengan tempat perumahan yang akan menjadi tujuan.Kata Kunci: Sistem Informasi Geografis, Bredth First Search (BFS), Banjir.ABSTRACTIn rainy season frequent flooding in some areas in the province of East Java. Geographic information systems (GIS) can present physical information of a region that is influential in determining the flood-prone areas as well as determine the shortest path which occurred in East Java area. Users can also determine the shortest path using Breadth First Search (BFS), which uses heuristic function to guide the search on the map which is represented in the concept graph, which is useful to avoid the area where the often occurrence of floods and to minimize losses and congestion that occurs provinces east Java. This study was conducted to search the shortest route between the place of housing to housing that would be the goal.Keywords: GIS, Breadth First Search (BFS), flooding
PEMODELAN PROSES BISNIS AKADEMIK TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS TRUNOJOYO DENGAN BUSINESS PROCESS MODELLING NOTATION (BPMN) Rika Yunitarini; Fika Hastarita R
Jurnal Simantec Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/simantec.v5i2.1593

Abstract

ABSTRAKProses bisnis merupakan gambaran kejadian ataupun aktifitas yang berlangsung dalam suatu organisasi. Kegiatan suatu organisasi dapat berjalan secara oprimal dengan adanya dukungan proses bisnis yang tepat. Pemodelan proses bisnis menjadi hal yang sangat penting dalam rencana pengoptimalan kinerja sebuah organisasi. Dengan pemodelan, dapat diketahui proses bisnis apa saja yang telah sesuai dengan target yang ingin dicapai maupun yang perlu dilakukan perbaikan agar dapat berjalan optimal. BPMN merupakan salah satu bahasa pemodelan grafis yang digunakan untuk memodelkan proses bisnis yang terjadi pada sebuah organisasi. Kelebihan dari BPMN yaitu dapat menggambarkan proses bisnis secara detail dengan aliran informasi berupa pesan yang disampaikan antar pihak terkait. Kegiatan akademik merupakan proses bisnis utama yang terdapat di Program Studi Teknik Informatika Universitas Trunojoyo disamping beberapa kegiatan yang lain. Kegiatan akademik menjadi hal terpenting bagi Prodi dalam memberikan layanan kepada masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan proses bisnis akademik yang terdapat pada Program Studi Teknik Informatika Universitas Trunojoyo dengan menggunakan BPMN untuk mendapatkan model bisnis yang mudah dimengerti oleh semua pihak yang terlibat dalam proses kegiatan akademik, sehingga proses bisnis yang ada dapat berjalan dengan optimal.Kata Kunci : Proses bisnis, BPMN, AkademikABSTRACTBusiness process was a description of event and activity that happen in an organization. Activity in an organization can be held optimal because of support from a suitable business process. Busines process modeling becomes the important thing if the team wants to optimize their performance. Designing the business process can evaluate which one of the business process that still need improvement and business process that already reach the goals. BPMN was one of the creating language tools that can be used to design a business process that happens in an organization. The advantage of BPMN is it can create the detail of organization business process with the message information flow between related entity. Academic activity was one of the main business processes in informatics engineering department of Trunojoyo University. The purpose of this research is to design educational business process in informatics engineering department by using BPMN tools to get the business process model become easier to understand and optimal. Keywords : Business process, BPMN, Academic.
SISTEM INFORMASI EVALUASI MUTU AKADEMIK DAN PROSES PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN METODE ENHANCED CUMULATIVE VOTING Aris Eko Priyanto; Achmad Jauhari; Rika Yunitarini
Jurnal Simantec Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/simantec.v8i1.8753

Abstract

PERBANDINGAN SAW DAN TOPSIS UNTUK OPEN RECRUITMENT WARGA LABORATORIUM TEKNIK INFORMATIKA DI UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA Merlien N. Febriyati; Moch. Kautsar Sophan; Rika Yunitarini
Jurnal Simantec Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/simantec.v5i3.2348

Abstract

ABSTRAKLaboratorium berfungsi untuk menunjang kegiatan perkuliahan. Dalam hal ini, admin bertanggungjawab atas semua kegiatan akademik yang dilaksanakan di laboratorium. Namun banyaknya kegiatan akademik tersebut tidak sebanding dengan sumber daya manusia, sehingga admin kesulitan menangani semua kegiatan akademik tersebut. Open recruitment dibutuhkan untuk menjaring mahasiswa-mahasiswa berprestasi guna menjadi warga laboratorium. Kriteria kriteria yang ditentukan pada open recruitment warga laboratorium, meliputi: online test, live coding, interview, presentasi, IPK, dan semester. Penilaian open recruitment selama ini dilakukan secara manual dengan menggunakan Microsoft Excel, sehingga proses pengolahan data lama dalam pengambilan keputusan, maka sistem ini dibuat dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) sebagai solusi alternatif serta berbasis web. Berdasarkan hasil uji coba menggunakan metode SAW menunjukkan nilai kecocokan urutan alternatif dengan hasil real sebesar 33,33%dan nilai kecocokan jumlah alternatif dengan hasil real sebesar 93,33%. Sedangkan, hasil uji coba menggunakan metode TOPSIS menunjukkan nilai kecocokan urutan alternatif dengan hasil real sebesar 46,67%dan nilai kecocokan jumlah alternatif dengan hasil real sebesar 100%.Kata Kunci : Open recruitment, Laboratorium, Simple Additive Weighting, Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution.ABSTRACTLaboratorium has function to support college activity. In this case, administrator has responsible for all academic activity that held in the laboratorium. Nonetheless, the amounts of academic activities are not balance with human resources, in order that, administrator difficult handles all this academic activity. Open Recruitment needed to trawl the outstanding college students to be a society of laboratorium. Requirements for Open Recruitment include of : online test, live coding, interview, presentation, IPK, and semester. The valuation of Open Recruitment for this whole time is manual by using Microsoft Excel, so that the process management of data take a long time to decide, then this system create with the method Simple Additive Weighting (SAW) and Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) as an alternative solution based of WEB. Based of trial by using method SAW shows suitable value of alternative arrangement with the result real as 33,33% and suitable value of alternative total with the result real as 93,33%. While, the result of trial use method TOPSIS shows suitable value of alternative arrangement with the result real as 46,67% and suitable value of alternative total with the result real as 100%.Keywords :Open recruitment, Laboratory, Simple Additive Weighting, Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution.
SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN JAMU MADURA MENGGUNAKAN METODE WATERFALL Rika Yunitarini; Ernaning Widiaswanti; Prasetyo Adi Pratama Nugroho
Jurnal Simantec Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Simantec Desember 2022
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/simantec.v11i1.17249

Abstract

Jamu merupakan minuman tradisional dengan komposisi yang berasal dari beberapa bahan-bahan alami dengan banyak khasiat seperti penggunaan obat pada umumnya. Banyaknya jenis produk jamu menjadi alternatif masyarakat dalam mengobati keluhan-keluhan kesehatan. Jamu Madura adalah contoh jamu yang cukup tersohor di berbagai daerah bahkan ke mancanegara. Kepopuleran jamu Madura ini tidak terlepas dari khasiat serta variasi produk yang banyak diminati kalangan masyarakat. Kondisi ini merupakan angin segar bagi tumbuh kembangnya industri jamu di Madura. Permintaan akan jamu Madura semakin tinggi dan tidak hanya dari dalam negeri, namun juga berasal dari luar negeri. Hal ini membutuhkan pengelolaan produk jamu Madura yang lebih terstruktur dan perlu ada dukungan teknologi informasi, sehingga dapat meningkatkan usaha produksi serta penjualan jamu Madura. Namun dalam praktiknya, para pelaku usaha dagang jamu masih menggunakan cara manual untuk mengelola data persediaan jamu Madura. Selain cara tersebut cukup banyak memakan waktu, hasilnya juga kurang akurat. Untuk membuat hal tersebut menjadi lebih cepat dan mudah penulis membangun sebuah Sistem Informasi Persediaan Jamu Madura. Metode yang digunakan untuk membangun sistem menggunakan metode SDLC atau System Development Life Cycle dengan model waterfall. Tools yang digunakan adalah bahasa pemrograman PHP (Hypertext Preprocessor), MySQL dan untuk text editor menggunakan Visual Studio Code. Dalam membangun sistem juga menggunakan framework yaitu Laravel. Dengan dibangunnya Sistem Informasi Persediaan Jamu Madura diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat dalam hal pengelolaan data persediaan jamu Madura.Kata kunci: Jamu, Laravel, Madura, Persediaan, Sistem Informasi, Waterfall
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PENENTUAN JALUR TERPENDEK UNTUK MENGHINDARI DAERAH RAWAN BANJIR (STUDI KASUS PROPINSI JAWA TIMUR) Musabbichin, Laylul; b, Mula’ab; Yunitarini, Rika
Jurnal Simantec Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/simantec.v4i3.1386

Abstract

ABSTRAKPada musim hujan sering terjadi banjir pada beberapa daerah yang berada di Kota Surabaya. Sistem informasi geografis (SIG) mampu menyajikan informasi fisik suatu daerah yang berpengaruh dalam menentukan daerah rawan banjir serta menentukan jalur terpendek yang terjadi pada wilayah jawa timur slot gacor. Pengguna juga dapat menentukan jalur terpendek dengan menggunakan metode Breadth First Search (BFS) yang menggunakan fungsi heuristic guna mengarahkan pencarian pada peta yang direpresentasikan dalam konsep graph, yang berguna untuk menghindari daerah mana yang seringkali terjadinya bencana banjir serta dapat meminimalkan kerugian serta kemacetan yang terjadi propinsi jawa timur. Penelitian ini dilakukan untuk pencarian rute terpendek antara perumahan sampai dengan tempat perumahan yang akan menjadi tujuan.Kata Kunci: Sistem Informasi Geografis, Bredth First Search (BFS), Banjir.ABSTRACTIn rainy season frequent flooding in some areas in the province of East Java. Geographic information systems (GIS) can present physical information of a region that is influential in determining the flood-prone areas as well as determine the shortest path which occurred in East Java area. Users can also determine the shortest path using Breadth First Search (BFS), which uses heuristic function to guide the search on the map which is represented in the concept graph, which is useful to avoid the area where the often occurrence of floods and to minimize losses and congestion that occurs provinces east Java. This study was conducted to search the shortest route between the place of housing to housing that would be the goal.Keywords: GIS, Breadth First Search (BFS), flooding