Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : AGRISE

Korelasi Tingkat Sosial Ekonomi Anggota Lembaga Keuangan Mikro (Lkm) Prima Tani Pada Usahatani Ternak Kelinci Dengan Tingkat Potensi Kelancaran Pengembalian Kreditnya (Studi Kasus Di Desa Plumbangan, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar) Ismayanto Adi Purnomo; Djoko Koestiono
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 8, No 2 (2008)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.409 KB)

Abstract

Pada Prima Tani Blitar, penggunaan kredit LKM untuk beternak kelinci dinilai lebih menguntungkan dan cocok dengan model LKM Prima Tani. Dengan potensi yang dimiliki kelinci, diharapkan pendapatan keluarga akan meningkat sehingga kelancaran pengembalian kreditnya tinggi. Kelancaran pengembalian kredit akan membantu keberlanjutan LKM Prima Tani. Sehingga perlu menganalisis potensi kelancaran pengembalian kredit LKM Prima Tani pada usahatani  ternak kelinci dan hubungannya dengan tingkat sosial ekonomi anggota LKM Prima Tani. Menggunakan  analisis skala Likert, analisis karakter 4C, dan analisis korelasi chi-square, menghasilkan sebagian besar anggota LKM Prima Tani yang menggunakan kredit untuk beternak kelinci memiliki potensi pengembalian kredit yang rendah. Serta tidak ada hubungan antara tingkat sosial ekonomi anggota LKM pada usahatani ternak kelinci dengan tingkat potensi kelancaran pengembalian kreditnya. Faktor sosial ekonomi tersebut yaitu umur, pendidikan, pengalaman beternak, keorganisasian, dan pendapatan keluarga.   Kata kunci: kelinci, LKM Prima Tani, kelancaran, kredit.
Analisis Pendapatan Dan Penyerapan Tenaga Kerja Keluarga Petani Tatiek Koerniawati Andajani; Djoko Koestiono; Iman Yushendra
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.16 KB)

Abstract

Salah satu teknologi budidaya padi yang mampu menghemat penggunaan tenaga kerja adalah teknologi tanam benih langsung (tabela). Teknologi tabela menjadi alternatif inovasi yang strategis sebab selain menghemat alokasi tenaga kerja juga dapat menekan biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Menganalisis pendapatan rumah tangga petani padi sistem Tabela dan sistem Tapin, 2). Menganalisis penyerapan tenaga kerja keluarga petani padi sistem Tabela dan sistem Tapin. Dari hasil analisis diketahui bahwa pendapatan rumah tangga petani padi sistem Tabela dan sistem Tapin berbeda nyata. Hal ini disebabkan oleh petani padi sistem Tabela dapat mengalokasikan modal dan tenaga kerja pada kegiatan off farm dan non farm. Penyerapan tenaga kerja keluarga petani padi sistem Tapin juga berbeda nyata dengan penyerapan tenaga kerja keluarga petani padi sistem Tabela. Hal ini dikarenakan petani padi sistem Tabela berkesempatan mengalokasikan tenaga kerja dalam rumah tangga pada kegiatan kegiatan off farm dan non farm, sedangkan alokasi tenaga kerja dalam rumah tangga petani padi sistem Tapin masih dipusatkan pada kegiatan usahatani padi.   Kata Kunci: Pendapatan rumahtangga, tenaga kerja keluarga, sistem tanam tabela dan tapin
ANALISIS KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA (STUDI KASUS PADA PELAKSANAAN PROGRAM DESA MANDIRI PANGAN DI DESA ORO BULU KECAMATAN REMBANG KABUPATEN PASURUAN) Retno Ediwiyati; Djoko Koestiono; Budi Setiawan
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.222 KB)

Abstract

Program Desa Mandiri Pangan adalah salah satu program yang dibuat oleh Pemerintah dalam upaya untuk mengatasi kerawanan pangan dan kemiskinan di pedesaan dengan melibatkan peran serta dari masyarakat. Penelitian ini bertujuan: 1) Menganalisis tingkat ketahanan pangan rumah tangga berdasarkan Pola Pangan Harapan (PPH), dan 2) Menganalisis Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap diversifikasi pangan (skor PPH) di daerah penelitian. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa Tingkat Ketahanan Pangan Rumah Tangga program Desa Mandiri Pangan berdasarkan Angka Kecukupan Energi (AKE) dan Tingkat Kecukupan Energi (TKE) termasuk dalam kategori “tahan pangan”. Tingkat Kecukupan Energi dari kelompok Afinitas Mawar 1 adalah sebesar 81,30 %, Mawar 2 sebesar 79,14 % dan Mawar 3 sebesar 94,25 %. Sedangkan tingkat kecukupan protein berdasarkan analisis Angka Kecukupan Protein (AKP) pada kelompok Mawar 1 adalah sebesar 77,41 %, kelompok Mawar 2 sebesar 68,29 % dan kelompok Mawar 3 sebesar 81,11%. Sementara itu skor Pola Pangan Harapan (PPH) untuk kelompok Mawar 1 adalah sebesar 70,54, kelompok Mawar 2 sebesar 66,62 dan untuk kelompok Mawar 3 skor 90,24. Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap skor PPH adalah usia ibu rumah tangga (X1), luas pekarangan (X3) dan pendapatan total keluarga (X5). Saran yang diajukan adalah menumbuhkan kemandirian pangan rumah tangga dengan meningkatkan usaha produktif yang memberikan tambahan pendapatan rumah tangga. Selain itu juga dengan memanfaatkan lahan pekarangan seoptimum mungkin untuk meningkatkan keanekaragaman pangan rumah tangga  di Program Desa Mandiri Pangan.