Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan antara Risiko 4 Terlalu dan Kepatuhan Antenatal Care (ANC) dengan Komplikasi Persalinan Rina Kartikasari; Siti Rohani; Susi Irianti
Faletehan Health Journal Vol 12 No 01 (2025): Faletehan Health Journal, Maret 2025
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v12i01.753

Abstract

Complications during childbirth are one of the leading causes of maternal mortality in Indonesia. This condition arises from high-risk pregnancies or deliveries and can threaten the lives of both the mother and the fetus, necessitating appropriate obstetric management. This study aims to determine the relationship between the 4 too much (4T) risks and antenatal care (ANC) compliance with labor complications at Baros Health Center in Serang Regency, Banten Province, Indonesia. This research employed an analytical design with a case-control framework. A total of 292 respondents were randomly selected as samples. Data were collected from annual report books, delivery registers, and e-cohorts. Data analysis was conducted using the chi-square test. The results indicated that the incidence of childbirth complications occurred in 55.5% of the total respondents, with hemorrhage being the most common type of complication (34% of 162 complication cases). The occurrence of complications had a significant relationship with being too young (p=0.000; OR=9.8), being too old (p=0.000; OR=16.9), having too many children (p=0.000; OR=20.3), too close birth distance (p=0.000; OR=7.5), and ANC compliance (p=0.000; OR=62.2). The most significant risk factor was ANC compliance. Based on the study's findings, promotional and preventive efforts need to be enhanced through education on the importance of ANC compliance for pregnant women. Additionally, family planning programs should be strengthened to prevent pregnancies at too young or too old ages, manage the number of children, and ensure ideal birth spacing.
Pemberdayaan Keluarga untuk Meningkatkan Pengetahuan tentang ASI Eksklusif di Desa Cigelam: Pengabdian Etty Nurkhayati; Annisa Nurhayati Hidayat; Susi Irianti; Dini Rachmaniah; Elfina Yulidar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7742

Abstract

Pemberian ASI eksklusif memerlukan dukungan keluarga karena keputusan dan praktik menyusui berlangsung dalam lingkungan rumah tangga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai ASI eksklusif melalui edukasi dan pembentukan keluarga pendamping ASI. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan keluarga yang mencakup tahap persiapan, edukasi, pendampingan, evaluasi, dan pelaporan. Materi meliputi konsep ASI eksklusif, klasifikasi ASI, fisiologi laktasi, dukungan keluarga, serta peran keluarga pendamping ASI. Evaluasi pengetahuan dilakukan secara deskriptif menggunakan pretest dan posttest pada 50 peserta. Sebelum edukasi, 20 peserta (40%) dikategorikan memahami materi dan 30 peserta (60%) belum memahami. Setelah edukasi, jumlah peserta yang memahami meningkat menjadi 40 orang (80%), sedangkan yang belum memahami menurun menjadi 10 orang (20%). Seluruh sasaran yang tercatat mengikuti rangkaian kegiatan dan peserta menunjukkan respons positif selama penyuluhan dan pendampingan. Hasil tersebut menunjukkan peningkatan proporsi pemahaman sebesar 40 poin persentase setelah intervensi edukasi. Pemberdayaan keluarga melalui edukasi terstruktur dan pendampingan berpotensi menjadi strategi promotif untuk memperkuat dukungan keluarga terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Keberlanjutan kegiatan perlu diarahkan pada pendampingan keluarga secara berkala dan integrasi dengan pelayanan kesehatan setempat.