Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Environmental Risk Factors And Community Behavior On The Event Of Dengue Fever In The Work Area Payung Sekaki Health Center, Pekanbaru City: Faktor Risiko Lingkungan Dan Perilaku Masyarakat Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Wilayah Kerjan Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru Nia Septia Lisa; Suharmadji Suharmadji; Ar Wahyudi; Yuyun Priwahyuni; Haryani Octaria
Jurnal Olahraga dan Kesehatan (ORKES) Vol. 1 No. 2 (2022): Edisi Agustus 2022
Publisher : Badnur Medisa Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.339 KB) | DOI: 10.56466/orkes/Vol1.Iss2.11

Abstract

DBD ialah salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Hubungan kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat dapat menyebabkan peningkatan dan penyebaran kasus Demam Berdarah Dengue. Puskesmas Payung Sekaki merupakan salah satu wilayah endemis DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko lingkungan dan perilaku masyarakat terhadap kejadian demam berdarah dengue di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru Tahun 2022. Metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian analitik observasional dan desain case control. Jumlah sampel 135 dengan perbandingan 1:2 yang terdiri dari 45 case dan 90 control, diambil secara Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, lembar observasi, dan thermometer. Analisis data Univariat dan Bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan untuk keberadaan jentik nyamuk pada tempat penampungan air (p=0,0001 dan OR=9,063), suhu ruangan (p=0,0001 dan OR=5,757), kebiasaan menggantung pakaian (p=0,025 dan OR=2,487), frekuensi menguras tempat penampungan air (p=0,0001 dan OR=6,417), dan kegiatan PSN (p=0,001 dan OR=3,763), artinya ada hubungan yang signifikan dengan kejadian DBD. Disarankan kepada Puskesmas Payung Sekaki untuk mengefektifkan kader jumantik disetiap RW per Kelurahan dan melakukan peningkatan pengawasan kepada masyarakat terhadap kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan suhu ruangan, serta melakukan penyuluhan tentang frekuensi menguras tempat penampungan yang memenuhi syarat dan menghindari kebiasaan menggantung pakaian. Dengue Hemorrhagic Fever is one of the infectious diseases that is still a public health problem in Indonesia. The relationship between environmental conditions and community behavior can lead to an increase and spread of Dengue Hemorrhagic Fever cases. Payung Sekaki Health Center is one of the dengue endemic areas. This study aims to determine environmental risk factors and community behavior towards the incidence of dengue hemorrhagic fever in the work area of the Payung Sekaki Health Center, Payung Sekaki Sub District, Pekanbaru City in 2022. Quantitative research methods with the type of observational analytcl research and case control design. The number of samples was 135 with a ratio of 1:2 consisting of 45 cases and 90 controls, taken by Purposive Sampling. Data collection used questionnaires, observation sheets, and thermometers. Univariate and Bivariate data analysis using the Chi-Square test. The results showed the presence of mosquito larvae in water reservoirs (p=0.0001 and OR=9.063), room temperature (p=0.0001 and OR=5.757), the habit of hanging clothes (p=0.025 and OR=2.487), frequency of draining water reservoirs (p=0.0001 and OR=6.417), and PSN activities (p=0.001 and OR=3.763), meaning that there was a significant relationship with the incidence of DHF. It is recommended to the Payung Sekaki Health Center to streamline jumantic cadres in each RW per Kelurahan and increase supervision to the community on Mosquito Nest Eradication (PSN) activities and room temperature, as well as conduct counseling on the frequency of draining qualified shelters and avoid the habit of hanging clothes.
Peranan Rekam Medis Elektronik (RME) Terhadap Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Riau Tahun 2021 Doni Jepisah; Tri Purnama Sari; Haryani Octaria
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 2 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i2.865

Abstract

Rekam Medik Elektronik sudah digunakan di berbagai rumah sakit di dunia sebagai pengganti atau pelengkap rekam kesehatan berbentuk kertas. Di Indonesia dikenal dengan Rekam Medis Elektronik (RME). Sejak berkembangnya e-Health, RME menjadi pusat informasi dalam sistem informasi rumah sakit. RME mulai digunakan di beberapa rumah sakit di Indonesia khususnya rumah sakit dengan penanam modal asing (PMA), namun demikian para tenaga kesehatan dan pengelola sarana pelayanan kesehatan masih ragu untuk menggunakannya karena belum ada peraturan perundangan yang secara khusus mengatur penggunaannya. Sejak dikeluarkannya Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 11 Tahun 2008 telah memberikan jawaban atas keraguan yang ada. UU ITE telah memberikan peluang untuk implemetasi RME. Dengan demikian, Implementasi RME merupakan sebuah proses dan proyek besar dari sistem teknologi informasi karena penuh dengan tantangan. Pengelola tidak selalu dapat menerima tantangan dan mengatur dengan efektif dan kritis agar dapat melakukan perubahan sistem informasi dan teknologi yang baru. Pada akhirnya teknologi informasi elektronik yang baru diharapkan dapat meningkatkan privacy dan confidentiality. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau. Metode penelitian yang dilakukan dengan penyuluhan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi dan refleksi hal ini bertujuan guna memberikan pemahaman akan pentingnya RME. Kata Kunci: Rekam Medis, Elektronik, system informasi manajemen,RSUD
Evaluasi Penerapan SIMRS Dengan Metode EUCS (End User Computing Satisfaction) Di Instalasi Rekam Medis RSUD Petala Bumi Provinsi Riau Tahun 2021 Sy. Effi Daniati; Haryani Octaria; Mohd. Rinaldi Amartha; Rizki Aprianto
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 2 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i2.866

Abstract

Salah satu model untuk mengevaluasi sistem informasi adalah dengan metode End User Computing Satisfaction(EUCS). EUCS adalah metode untukmengukur tingkat kepuasan dari pengguna suatu sistem aplikasi dengan membandingkan antara harapan dan kenyataan dari sebuah sistem informasi.Model evaluasi EUCS ini dikembangkan oleh Doll & Torkzadeh. Evaluasi dengan menggunakan model ini lebih menekankan kepada kepuasan(satisfaction) pengguna akhir terhadap aspek teknologi berdasarkan dimensi isi, keakuratan, format, ketepatan waktu dan kemudahan penggunaan sistem. Metode End-User Computing Satisfaction (EUCS), merupakan cara untuk melakukan penilaian keseluruhan evaluasi, dimana pengguna telah merasa puas terhadap sebuah sistem informasi dan juga faktor-faktor yang membentuk kepuasan ini. Pengukuran terhadap kepuasan telah memiliki sejarah yang panjang dalam disiplin ilmu sistem informasi. Model evaluasi ini dikembangkan oleh Doll & Torkzadeh dimana keduanya menekankanpada kepuasan (satisfaction) pengguna akhir terhadap aspek teknologi. Penilaian kepuasan tersebut dilihat dari 5 (lima) macam perspektif ataudimensi yaitu isi (concent), keakuratan (accuracy), format, kemudahan penggunaan (easy of use) dan waktu (timeliness). Pengabdian kepada masyarakat dilakukan di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau. Metode penelitian yang dilakukan dengan penyuluhan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi dan refleksi hal ini bertujuan guna memberikan pemahaman akan pentingnya Salah satu model untuk mengevaluasisistem informasi adalah dengan metode End User Computing Satisfaction(EUCS). Kata Kunci : SIMRS, EUCS, Rekam Medis, Rumah Sakit, Kepuasan    Pengguna
Environmental Risk Factors And Community Behavior On The Event Of Dengue Fever In The Work Area Payung Sekaki Health Center, Pekanbaru City: Faktor Risiko Lingkungan Dan Perilaku Masyarakat Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Wilayah Kerjan Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru Nia Septia Lisa; Suharmadji Suharmadji; Ar Wahyudi; Yuyun Priwahyuni; Haryani Octaria
Jurnal Olahraga dan Kesehatan (ORKES) Vol. 1 No. 2 (2022): Edisi Agustus 2022
Publisher : Badnur Medisa Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56466/orkes/Vol1.Iss2.11

Abstract

DBD ialah salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Hubungan kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat dapat menyebabkan peningkatan dan penyebaran kasus Demam Berdarah Dengue. Puskesmas Payung Sekaki merupakan salah satu wilayah endemis DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko lingkungan dan perilaku masyarakat terhadap kejadian demam berdarah dengue di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru Tahun 2022. Metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian analitik observasional dan desain case control. Jumlah sampel 135 dengan perbandingan 1:2 yang terdiri dari 45 case dan 90 control, diambil secara Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, lembar observasi, dan thermometer. Analisis data Univariat dan Bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan untuk keberadaan jentik nyamuk pada tempat penampungan air (p=0,0001 dan OR=9,063), suhu ruangan (p=0,0001 dan OR=5,757), kebiasaan menggantung pakaian (p=0,025 dan OR=2,487), frekuensi menguras tempat penampungan air (p=0,0001 dan OR=6,417), dan kegiatan PSN (p=0,001 dan OR=3,763), artinya ada hubungan yang signifikan dengan kejadian DBD. Disarankan kepada Puskesmas Payung Sekaki untuk mengefektifkan kader jumantik disetiap RW per Kelurahan dan melakukan peningkatan pengawasan kepada masyarakat terhadap kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan suhu ruangan, serta melakukan penyuluhan tentang frekuensi menguras tempat penampungan yang memenuhi syarat dan menghindari kebiasaan menggantung pakaian. Dengue Hemorrhagic Fever is one of the infectious diseases that is still a public health problem in Indonesia. The relationship between environmental conditions and community behavior can lead to an increase and spread of Dengue Hemorrhagic Fever cases. Payung Sekaki Health Center is one of the dengue endemic areas. This study aims to determine environmental risk factors and community behavior towards the incidence of dengue hemorrhagic fever in the work area of the Payung Sekaki Health Center, Payung Sekaki Sub District, Pekanbaru City in 2022. Quantitative research methods with the type of observational analytcl research and case control design. The number of samples was 135 with a ratio of 1:2 consisting of 45 cases and 90 controls, taken by Purposive Sampling. Data collection used questionnaires, observation sheets, and thermometers. Univariate and Bivariate data analysis using the Chi-Square test. The results showed the presence of mosquito larvae in water reservoirs (p=0.0001 and OR=9.063), room temperature (p=0.0001 and OR=5.757), the habit of hanging clothes (p=0.025 and OR=2.487), frequency of draining water reservoirs (p=0.0001 and OR=6.417), and PSN activities (p=0.001 and OR=3.763), meaning that there was a significant relationship with the incidence of DHF. It is recommended to the Payung Sekaki Health Center to streamline jumantic cadres in each RW per Kelurahan and increase supervision to the community on Mosquito Nest Eradication (PSN) activities and room temperature, as well as conduct counseling on the frequency of draining qualified shelters and avoid the habit of hanging clothes.
Analisis Alur Pelaksanaan Retensi Berkas Rekam Medis Di Rumah Sakit X Pekanbaru Haryani Octaria; Sy.Effi Daniati; Doni Jepisah
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 1 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v4i1.1503

Abstract

Pelaksanaan retensi telah berjalan di Rumah Sakit X Pekanbaru dimana masih perlu ada pembenahan terkait SOP pelaksanaanya, adapun tujuan dalam pengabdian ini mengenai kebijakan sistem retensi, pelaksanaan sistem retensi dan masalah atau hambatan retensi berkas rekam medis di rumah sakit. Pengabdian ini dilakukan dengan cara observasi dan wawancara, dengan hasil bahwa dalam retensi berkas rekam medis Rumah sakit X memiliki kebijakan pelaksanaan retensi berkas rekam medis yaitu, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 269/Menkes/Per/III/2008, Peraturan Direktur Rumah Sakit dan SOP yang berlaku di rumah sakit. Pelaksanaan retensi berkas rekam medis dengan memindahkan berkas rekam medis aktif ke inaktif walaupun terdapat hambatan yaitu kurangnya petugas untuk melakukan retensi, ataupun kurangnya rak penyimpanan berkas rekam medis. Berdasarkan hasil review artikel penelitian, pelaksanaan retensi berkas rekam medis dirumah sakit pada umumnya telah dilaksanakan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan setiap rumah sakit walaupun terdapat masalah atau hambatan seperti kurangnya petugas ataupun tidak adanya jadwal retensi arsip dalam SOP.
EVOLUSI DAN TANTANGAN KEAMANAN DAN KERAHASIAAN REKAM MEDIS BERDASARKAN HAK AKSES DI RUANG PENYIMPANAN PADA ERA DIGITALISASI RUMAH SAKIT “X” Nur Maimun; Ulil Kholili; Jihan Natassa; Sri Wardani; Haryani Octaria
Journal of Hospital Administration and Management (JHAM) Vol 7 No 1 (2026): Journal of Hospital Administration and Management (JHAM)
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/jham.v7i1.911

Abstract

The advancement of information technology has driven the transformation of medical record systems from paper-based records to Electronic Medical Records (EMRs). The implementation of EMRs provides various benefits, including improved operational efficiency, data accessibility, and healthcare service quality. However, digitalization also presents challenges related to patient data confidentiality and security, including the risks of data breaches, unauthorized access, and cyberattacks. This study aims to explore the evolution and challenges of medical record confidentiality in storage systems during the digitalization era. A qualitative research method with a phenomenological approach was employed. Informants were selected using a non-probability sampling technique through purposive sampling. The results showed that, from the man aspect (human resources), the competence and readiness of personnel in maintaining the security and confidentiality of medical records were adequate, although the availability of information technology personnel remained insufficient. From the money aspect, funding requirements for maintaining the security and confidentiality of medical records were proposed through the hospital planning department. Regarding the material aspect, the facilities and infrastructure supporting EMR implementation at X Hospital Pekanbaru were almost fully available. From the method aspect, the hospital had established standard operating procedures (SOPs) related to electronic medical records. Meanwhile, the machine aspect indicated that the implementation of technology and equipment supporting the security and confidentiality of medical record data, both manual and electronic, had been carried out relatively well. Therefore, strengthening information technology human resources, enhancing staff capacity, and continuously optimizing digital security systems are recommended to maintain the confidentiality and security of medical record data in the digital era.
IMPLEMENTASI DIGITALISASI REKAM MEDIS DALAM KEGIATAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI RSIA BUDHI MULIA PEKANBARU Henny Maria Ulfa; Haryani Octaria; Tona Doli Silitonga
Journal of Hospital Administration and Management (JHAM) Vol 7 No 1 (2026): Journal of Hospital Administration and Management (JHAM)
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/jham.v7i1.915

Abstract

The implementation of Electronic Medical Records (EMR) is an essential component of digital transformation in healthcare services and has become mandatory for all healthcare facilities in Indonesia. One of the key elements supporting EMR implementation is medical record digitization, which aims to improve the efficiency of patient data management and facilitate timely access to health information. This study aimed to analyze the implementation of medical record digitization in Electronic Medical Record activities at RSIA Budhi Mulia Pekanbaru. This study employed a descriptive qualitative approach. Four informants participated in the study, consisting of the head of the medical record unit, registration officers, and medical record processing staff. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using qualitative methods. The findings revealed that medical record personnel involved in the digitization process possessed appropriate educational qualifications and had received training related to EMR implementation. Standard Operating Procedures (SOPs) for EMR implementation were available and consistently applied. Supporting facilities and infrastructure, including computer equipment and internet networks, were considered adequate. However, a weakness was identified in the system security aspect, namely the absence of an automatic account-locking feature, which may increase the risk of unauthorized access to medical record data. The study concludes that the implementation of medical record digitization at RSIA Budhi Mulia Pekanbaru has generally been well implemented in terms of human resources, SOPs, and supporting infrastructure. Strengthening system security through the development of account protection features is recommended to enhance the confidentiality and integrity of electronic medical record data.