Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN ZINE MUSIK SEBAGAI MEDIA INFORMASI UNTUK MENYEBARKAN NILAI KEMANDIRIAN TERHADAP PELAKU LABEL MUSIK INDEPENDEN Fauzi, Rafid; Resmadi, Idhar; Supriadi, Olivine Alifaprilina
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji perancangan zine musik sebagai media informasi untuk menyebarkan nilai kemandirian pada pelaku label musik independen. Tantangan yang dihadapi label independen, seperti pendanaan, distribusi, dan persaingan dengan label besar, menjadi fokus utama. Kurangnya informasi mengenai nilai kemandirian dan dukungan untuk musisi juga diidentifikasi sebagai masalah utama. Penelitian ini bertujuan merancang zine musik yang menarik dan bermanfaat bagi pelaku label indie, serta mendapatkan dukungan untuk musisi dan produser independen. Ruang lingkup melibatkan label indie di Jakarta dan ditargetkan kepada audiens usia 18-30 tahun. Penelitian dengan penekanan pada penggunaan media sosial dan pertunjukan langsung sebagai strategi pemasaran yang efektif. Hasil penelitian menggambarkan pentingnya strategi tersebut dalam mempromosikan nilai kemandirian dan membangun relasi dengan penggemar serta pelaku industri. Penelitian ini memberikan panduan praktis bagi industri musik dan menyarankan langkah-langkah konkret untuk mendukung label independen. Selanjutnya, penelitian mendalam dalam sub-kultur label musik independen dapat memberikan wawasan lebih lanjut mengenai dampak media informasi terhadap kesadaran nilai kemandirian dalam industri musik.Kata kunci: label musik independen, zine musik, kemandirian
PERANCANGAN ZINE SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN APRESIASI SENI JALANAN DI KALANGAN ANAK MUDA BANDUNG Magfira, Andi Seha; Resmadi, Idhar; Supriadi, Olivine Alifaprilina
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi memungkinkan pertemuan berbagai budaya lokal. Salah satu hasil dari fenomena globalisasi ini adalah fenomena seni jalanan atau street art. Dari berbagai jenis street art tersebut, graffiti merupakan jenis yang perkembangannya sangat pesat. Namun sayangnya, masyarakat masih kesulitan dalam membedakan antara karya graffiti dan vandalisme. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan media yang sama untuk membuat karya seni dan vandalisme yaitu ruang publik. Hal ini muncul karena sebagian individu yang tidak bertanggung jawab menciptakan coretan-coretan merusak pada fasilitas atau area publik. Guna menemukan solusi yang tepat terhadap permasalahan ini, metode pengumpulan data berbasis kualitatif akan diterapkan dengan tujuan untuk memberikan informasi yang informatif, dengan wawancara, observasi, dan studi literatur. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan matriks perbandingan untuk menghasilkan pembahasan terkait desain zine dan komunikasi visual. Pembahasan ini akan menjadi dasar untuk merancang zine yang membahas tentang graffiti di Kota Bandung, yang pada akhirnya diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi.Kata kunci: Graffiti, Zine, Dokumentasi
PERANCANGAN ZINE EDUKASI MENSTRUAL CUP UNTUK MENGATASI LIMBAH PEMBALUT SEKALI PAKAI DI KALANGAN REMAJA AKHIR Saad, Velitha Gustina Permatasari; Resmadi, Idhar; Supriadi, Olivine Alifaprilina
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk sanitasi berupa pembalut sekali pakai yang tidak dapat didaur ulang menghasilkan sampah yang semakin menumpuk dan sulit diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat media untuk meningkatkan kesadaran terhadap pencemaran yang ditimbulkan oleh pembalut sekali pakai yang tidak dapat didaur ulang, mengedukasi masyarakat mengenai stigma negatif yang beredar dan tersebar luas tentang produk menstrual cup, dan mengedukasi mengenai cara penggunaan, kelebihan, manfaat, dan jenis-jenis menstrual cup di kalangan perempuan Indonesia. Metode penelitian yang dilakukan ialah metode penelitian kualitatif deskriptif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi visual, wawancara, kuesioner, dan studi pustaka. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode analisis deskriptif dan analisis matriks perbandingan dengan mengacu pada tujuh pokok bahasan, yakni desain komunikasi visual, prinsip desain, layout, tipografi, warna, fotografi, dan ilustrasi. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa penggunaan menstrual cup di kalangan remaja akhir Kota Bandung masih tabu dan media edukasi mengenai dampak yang ditimbulkan oleh pembalut sekali pakai pun masih sangat minim. Maka dari itu dibuatlah zine yang berdasarkan data kuesioner dapat mengatasi permasalahan yang diangkat dan menjadi media edukasi yang sesuai dengan minat dari target audiens.Kata kunci: Media Edukasi, Sampah Pembalut, Zine, Menstrual Cup, Desain Komunikasi Visual, Desain Grafis
DAMPAK PLATFORMISASI PADA TATA KELOLA MUSIK STREAMING DI INDONESIA DAN PERLAWANANNYA OLEH MUSISI INDIE LOKAL Resmadi, Idhar
Jurnal Sosioteknologi Vol. 23 No. 3 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2024.23.3.5

Abstract

Issues of inequality and injustice have become prevalent in economic-political discourse in digital media, particularly because of the impact of platformization on digital streaming platforms. This article examines how platformization shapes cultural production, the governance of the music streaming industry, and the resistance againts its dominance in Indonesia emerge. Through observations and interviews with indie music practitioners in Indonesia, this article discusses platform-based cultural production and the rise of new power held by aggregators in the music-streaming industry. The discussion is divided into the impact of platformization on indie musicians and alternative production patterns that challenge platform-based cultural production in Indonesia. This article aims to provide an overview of the impact of platformization on indie musicians in Indonesia and to explore alternative methods that encourage musicians to gain independence from platforms.
NILAI-NILAI SUBKULTUR DALAM MEREK MATERNAL DISASTER Bastari, Rendy Pandita; Resmadi, Idhar; Lukito, Wahyu
Jurnal Bahasa Rupa Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Bahasa Rupa April 2021
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/bahasarupa.v4i2.670

Abstract

Subculture is a movement against the mainstream that is manifested through music, fashion and lifestyle. One of the supporting element of the manifestation of a subculture is the existence of products from certain brands that have authenticity. The authenticity of a brand can be formed through the interaction of a brand with its community. A brand is not constructed by itself, but it must be built with various actions towards a community with its own ecosystem so as to give rise to consumer attitudes and habits towards a brand's product. Previous studies have shown that general consumers with subcultural actors show different attitudes towards a product from a certain brand. Another study shows that brands imitate the behavior patterns of a subculture and make it their target market to sell products. This study aims to take another approach, namely a sociological approach, by conducting a case study of a brand that is associative with a subcultural movement, one of which is Maternal Disaster. The method used in this study was an unstructured interview with the owner of the Maternal Disaster brand, visual samples analysis and an analysis based on the sociological theory of Pierre Bourdieu. The result of this research is a recommendation, brands that want to start moving in the subculture must prioritize the values ​​that are upheld by the subculture movement. In addition, interaction with the community must be built through the support of activities in the subculture.
Designing in an indigenous context: zine-making using designerly activity theory to preserve social and local cultural values in Cikondang traditional village Resmadi, Idhar; Muthmainah , Ligar; Nastiti, Nisa Eka
Gelar: Jurnal Seni Budaya Vol. 23 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/glr.v23i2.7812

Abstract

This study examines the design of zines as a collaborative medium for preserving the social and cultural values of the Cikondang Traditional Village in Bandung Regency, Indonesia, which only depends on oral transmission of knowledge by the customary leader. Using a qualitative study method and framed by Designerly Activity Theory (DAT), the study collected data through field observations, interviews, focus group discussions, and document analysis. The study identifies key elements of the Designerly Activity Theory (DAT), including subjects and collective subjects, objects in context, tools and signs, rules and design criteria, community and imagined community, and division of labor and process. The urgency of this study lies in developing a zine through a collective and collaborative design system within the context of an indigenous community. The findings indicate that designing zines in indigenous contexts requires heightened attention to community collaboration, the active participation of customary leaders, sensitivity to local ethical and cultural norms, and adherence to community-based design criteria. The study’s primary contribution is the articulation of a systematic design framework that situates zine-making beyond personal expression, foregrounding collaborative, collective, and sociocultural dimensions in the design process. The study contributes to the discourse on participatory and cultural design by positioning Designerly Activity Theory as a critical, analytical, and methodological framework for understanding design as a collaborative, reflective, and culturally embedded activity.
Transformasi Spasial Fisik dan Teritorial Pada Bangunan Cagar Budaya. Studi Kasus: Museum Gedung Sate, Bandung Haristianti, Vika; Andrianawati, Aida; Resmadi, Idhar
RUAS Vol. 20 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2022.020.02.3

Abstract

This study aims to discuss the extent to which the spatial transformation due to the renovation of cultural heritage buildings can affect the physical building and the user's territory, as well as its influence on the concept of architecture as the language of development. This study uses a qualitative method. Data was collected by field observations, interviews, and literature review. The sampling was carried out using a non-random or purposive type of sample. The results of the analysis show that there has been a physical and territorial transformation in Gedung Sate, Bandung as an effect of the construction of the Gedung Sate Museum. The control role of stakeholders also greatly influences the extent to which this transformation takes place. Not only interior elements, space layouts, as well as facade elements, and user territories have changed. Furthermore, the existing transformation more or less also affects development in the Gedung Sate area, and for the city of Bandung in general. Where the role of Gedung Sate's architecture is now becoming broader and more abstract. Not only becomes an artifact, but also becomes something more economic and commercial (commodification).
Pemberdayaan Masyarakat Desa Baros melalui Tradisi Liwetan dan Produksi Media Informasi Budaya Resmadi, Idhar
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Charity-Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Baros di Kabupaten Bandung memiliki kekayaan budaya dan lingkungan yang potensial untuk dikembangkan sebagai desa wisata berkelanjutan. Salah satu praktik budaya yang masih lestari adalah tradisi Liwetan, yaitu makan bersama di atas daun pisang yang sarat nilai sosial. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pelestarian tradisi Liwetan serta merancang media informasi berupa video dokumentasi dan buku untuk mendokumentasikan kegiatan budaya tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif partisipatoris, dengan tahapan sosialisasi awal, observasi partisipatif, penyelenggaraan forum Liwetan, Focus Group Discussion, serta produksi media informasi. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa bersama warga, pemerintah desa, komunitas lokal, serta mitra komunitas Forum Bebenah Lemah Cai sebagai aktor kunci dalam identifikasi masalah dan solusi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Liwetan dapat difungsikan sebagai forum diskusi partisipatif untuk mengidentifikasi potensi desa, seperti pelestarian mata air, seni budaya lokal, dan penguatan UMKM. Media video dokumentasi dan buku laporan dirancang sebagai alat advokasi dan dokumentasi formal yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi kepada pemangku kebijakan dan publik luas. Pendekatan ini juga memperkuat kohesi sosial, membangun jejaring, dan menumbuhkan kesadaran kolektif warga terhadap pelestarian lingkungan dan budaya. Temuan dari kegiatan ini menegaskan pentingnya integrasi antara kearifan lokal dan strategi komunikasi visual dalam pembangunan desa. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat peran warga sebagai subjek pembangunan, tetapi juga memberikan model partisipatif yang dapat direplikasi di konteks desa wisata lain secara berkelanjutan.
The creative process of two Indonesian NFT artists from the perspective of actor-network theory Bastari, Rendy Pandita; Resmadi, Idhar; Lukito, Wahyu
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 51, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of crypto has resulted in NFT (non-fungible token) derivation. Artists began to explore the NFT market with its potential. NFT artists have different ways to get engagement and establish themselves in the world of NFT, whether in terms of artwork substance or in the social field. This study aims to deconstruct the actors behind NFT artists to elucidate the visual style and the social engagement of artists in the world of NFT. The method used in this study is a qualitative approach with data validation from interviews and NFT artwork samples. The data was subsequently processed using actor-network theory (ANT) to analyze and trace the actors behind the NFT artists. Two Indonesian artists, namely Angga Tantama and Mufti Prianka, became the study cases in this research. The result of this study shows heterogeneous actors who support the artists in their work's substance and social engagement. In the case of Mufti Prianka, NFTs influenced him to explore the possibilities of creating digital artworks, whereas for Angga, NFT platforms became one of his well-established channels to publish artworks. Based on their networks, the two Indonesian artists studied have different approaches and motivations in creating and engaging with NFTs.