Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN ZINE SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN APRESIASI SENI JALANAN DI KALANGAN ANAK MUDA BANDUNG Magfira, Andi Seha; Resmadi, Idhar; Supriadi, Olivine Alifaprilina
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi memungkinkan pertemuan berbagai budaya lokal. Salah satu hasil dari fenomena globalisasi ini adalah fenomena seni jalanan atau street art. Dari berbagai jenis street art tersebut, graffiti merupakan jenis yang perkembangannya sangat pesat. Namun sayangnya, masyarakat masih kesulitan dalam membedakan antara karya graffiti dan vandalisme. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan media yang sama untuk membuat karya seni dan vandalisme yaitu ruang publik. Hal ini muncul karena sebagian individu yang tidak bertanggung jawab menciptakan coretan-coretan merusak pada fasilitas atau area publik. Guna menemukan solusi yang tepat terhadap permasalahan ini, metode pengumpulan data berbasis kualitatif akan diterapkan dengan tujuan untuk memberikan informasi yang informatif, dengan wawancara, observasi, dan studi literatur. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan matriks perbandingan untuk menghasilkan pembahasan terkait desain zine dan komunikasi visual. Pembahasan ini akan menjadi dasar untuk merancang zine yang membahas tentang graffiti di Kota Bandung, yang pada akhirnya diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi.Kata kunci: Graffiti, Zine, Dokumentasi
PERANCANGAN ZINE EDUKASI MENSTRUAL CUP UNTUK MENGATASI LIMBAH PEMBALUT SEKALI PAKAI DI KALANGAN REMAJA AKHIR Saad, Velitha Gustina Permatasari; Resmadi, Idhar; Supriadi, Olivine Alifaprilina
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk sanitasi berupa pembalut sekali pakai yang tidak dapat didaur ulang menghasilkan sampah yang semakin menumpuk dan sulit diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat media untuk meningkatkan kesadaran terhadap pencemaran yang ditimbulkan oleh pembalut sekali pakai yang tidak dapat didaur ulang, mengedukasi masyarakat mengenai stigma negatif yang beredar dan tersebar luas tentang produk menstrual cup, dan mengedukasi mengenai cara penggunaan, kelebihan, manfaat, dan jenis-jenis menstrual cup di kalangan perempuan Indonesia. Metode penelitian yang dilakukan ialah metode penelitian kualitatif deskriptif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi visual, wawancara, kuesioner, dan studi pustaka. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode analisis deskriptif dan analisis matriks perbandingan dengan mengacu pada tujuh pokok bahasan, yakni desain komunikasi visual, prinsip desain, layout, tipografi, warna, fotografi, dan ilustrasi. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa penggunaan menstrual cup di kalangan remaja akhir Kota Bandung masih tabu dan media edukasi mengenai dampak yang ditimbulkan oleh pembalut sekali pakai pun masih sangat minim. Maka dari itu dibuatlah zine yang berdasarkan data kuesioner dapat mengatasi permasalahan yang diangkat dan menjadi media edukasi yang sesuai dengan minat dari target audiens.Kata kunci: Media Edukasi, Sampah Pembalut, Zine, Menstrual Cup, Desain Komunikasi Visual, Desain Grafis
DAMPAK PLATFORMISASI PADA TATA KELOLA MUSIK STREAMING DI INDONESIA DAN PERLAWANANNYA OLEH MUSISI INDIE LOKAL Resmadi, Idhar
Jurnal Sosioteknologi Vol. 23 No. 3 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2024.23.3.5

Abstract

Issues of inequality and injustice have become prevalent in economic-political discourse in digital media, particularly because of the impact of platformization on digital streaming platforms. This article examines how platformization shapes cultural production, the governance of the music streaming industry, and the resistance againts its dominance in Indonesia emerge. Through observations and interviews with indie music practitioners in Indonesia, this article discusses platform-based cultural production and the rise of new power held by aggregators in the music-streaming industry. The discussion is divided into the impact of platformization on indie musicians and alternative production patterns that challenge platform-based cultural production in Indonesia. This article aims to provide an overview of the impact of platformization on indie musicians in Indonesia and to explore alternative methods that encourage musicians to gain independence from platforms.
NILAI-NILAI SUBKULTUR DALAM MEREK MATERNAL DISASTER Bastari, Rendy Pandita; Resmadi, Idhar; Lukito, Wahyu
Jurnal Bahasa Rupa Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Bahasa Rupa April 2021
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/bahasarupa.v4i2.670

Abstract

Subculture is a movement against the mainstream that is manifested through music, fashion and lifestyle. One of the supporting element of the manifestation of a subculture is the existence of products from certain brands that have authenticity. The authenticity of a brand can be formed through the interaction of a brand with its community. A brand is not constructed by itself, but it must be built with various actions towards a community with its own ecosystem so as to give rise to consumer attitudes and habits towards a brand's product. Previous studies have shown that general consumers with subcultural actors show different attitudes towards a product from a certain brand. Another study shows that brands imitate the behavior patterns of a subculture and make it their target market to sell products. This study aims to take another approach, namely a sociological approach, by conducting a case study of a brand that is associative with a subcultural movement, one of which is Maternal Disaster. The method used in this study was an unstructured interview with the owner of the Maternal Disaster brand, visual samples analysis and an analysis based on the sociological theory of Pierre Bourdieu. The result of this research is a recommendation, brands that want to start moving in the subculture must prioritize the values ​​that are upheld by the subculture movement. In addition, interaction with the community must be built through the support of activities in the subculture.
Transformasi Spasial Fisik dan Teritorial Pada Bangunan Cagar Budaya. Studi Kasus: Museum Gedung Sate, Bandung Haristianti, Vika; Andrianawati, Aida; Resmadi, Idhar
RUAS Vol. 20 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2022.020.02.3

Abstract

This study aims to discuss the extent to which the spatial transformation due to the renovation of cultural heritage buildings can affect the physical building and the user's territory, as well as its influence on the concept of architecture as the language of development. This study uses a qualitative method. Data was collected by field observations, interviews, and literature review. The sampling was carried out using a non-random or purposive type of sample. The results of the analysis show that there has been a physical and territorial transformation in Gedung Sate, Bandung as an effect of the construction of the Gedung Sate Museum. The control role of stakeholders also greatly influences the extent to which this transformation takes place. Not only interior elements, space layouts, as well as facade elements, and user territories have changed. Furthermore, the existing transformation more or less also affects development in the Gedung Sate area, and for the city of Bandung in general. Where the role of Gedung Sate's architecture is now becoming broader and more abstract. Not only becomes an artifact, but also becomes something more economic and commercial (commodification).
The creative process of two Indonesian NFT artists from the perspective of actor-network theory Bastari, Rendy Pandita; Resmadi, Idhar; Lukito, Wahyu
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 51, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of crypto has resulted in NFT (non-fungible token) derivation. Artists began to explore the NFT market with its potential. NFT artists have different ways to get engagement and establish themselves in the world of NFT, whether in terms of artwork substance or in the social field. This study aims to deconstruct the actors behind NFT artists to elucidate the visual style and the social engagement of artists in the world of NFT. The method used in this study is a qualitative approach with data validation from interviews and NFT artwork samples. The data was subsequently processed using actor-network theory (ANT) to analyze and trace the actors behind the NFT artists. Two Indonesian artists, namely Angga Tantama and Mufti Prianka, became the study cases in this research. The result of this study shows heterogeneous actors who support the artists in their work's substance and social engagement. In the case of Mufti Prianka, NFTs influenced him to explore the possibilities of creating digital artworks, whereas for Angga, NFT platforms became one of his well-established channels to publish artworks. Based on their networks, the two Indonesian artists studied have different approaches and motivations in creating and engaging with NFTs.
PERANCANGAN BOOKLET DESTINASI WISATA TENTANG BANGUNAN CAGAR BUDAYA SURABAYA UNTUK MENINGKATKAN PELESTARIAN SEJARAH KEPADA DEWASA MUDA Elizabeth Adhika Bramarsikanya; Asep Kadarisman; Idhar Resmadi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan cagar budaya yang ada di Surabaya menjadi jejak dan perjalanansejarah kota Surabaya. Pembentuk identitas kota Surabaya ini kurang dipedulikan danbanyak yang alih-alih dilupakan tetapi juga dibongkar tanpa pertimbangan karenapesatnya perkembangan ekonomi. Pemerintah terlambat melakukan revitalisasi yangmenyebabkan kurangnya media informasi tentang bangunan cagar budaya di Surabaya,serta hanya masyarakat berumur 30 tahun keatas saja yang aktif dalam komunitassejarah. Penelitian mengenai perancangan booklet destinasi wisata untuk mengenalkandan meningkatkan perhatian melestarikan bangunan cagar budaya di Surabaya,dilaksanakan di kota Surabaya dengan melakukan observasi, wawancara, menyebarkankuesioner dan mencari studi literatur. Kuesioner yang disebarkan ditujukan kepadadewasa muda yang berumur 18 – 25 tahun, yang berdomisili di pulau Jawa, terutama JawaTimur. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode analisisdeskriptif dan analisis perbandingan, yang menghasilkan booklet destinasi wisata sebagaimedia yang inovatif untuk mengenalkan bangunan cagar budaya Surabaya. Diharapkandengan dilakukannya penelitian ini, dapat memunculkan rasa kepedulian dan rasa ingintahu untuk mempelajari sejarah kota Surabaya melalui bangunan cagar budayanya, sertamuncul rasa ingin melestarikan dan menjaga bangunan cagar budaya Surabaya sebagaibagian sejarah kota Surabaya melalui media yang interaktif dan inovatif. Kata Kunci: Bangunan Cagar Budaya Surabaya, Dewasa Muda, Pulau Jawa, Media Informasi.
PERANCANGAN BUKU CERITA ANAK UNTUK MEMPERKENALKAN NILAI MORAL TERKAIT LINGKUNGAN PADA SYAIR WAWACAN SULANJANA UNTUK ANAK USIA 10-13 TAHUN Sri Destriani; Asep Kadarisman; Idhar Resmadi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya lokal merupakan warisan turun-temurun yang telah diwariskan olehnenek moyang yang memiliki arti dalam membentuk identitas dari sebuah bangsa.Salah satu syair dari budaya lokal asal Sunda yang memiliki nilai moral adalahWawacan Sulanjana yang memiliki banyak nilai moral didalamnya. Namunsayangnya minat generasi muda terhadap kebudayaan ini kian menurun dikarenakankurangnya media yang sesuai dengan karakter anak pada zaman sekarang.Perancangan ini bertujuan untuk merancang sebuah buku cerita anak bergambaryang diperuntukan untuk anak usia 10 sampai 13 tahun. Tujuannya adalah untukmengenalkan isi dari syair Wawacan Sulanjana dan menambah nilai edukasi terkaitlingkungan melalui pendekatan visual yang menarik dan sesuai dengan usia target,sehingga nilai-nilai kebudayaan dapat dengan mudah dipahami dan dimengerti.Metode yang digunakan dalam proses penelitian ini meliputi wawancara, survei,observasi dan studi literatur. Hasil dari perancangan ini berupa buku cerita anakbergambar dengan gaya visual kartun yang telah disesuaikan untuk anak usia 10sampai 13 tahun. Diharapkan karya ini dapat menambah media pengenalankebudayaan lokal mengenai Wawacan Sulanjana untuk generasi muda, serta turutberkontribusi dalam pelestarian nilai-nilai tradisional dan lingkungan melaluipendekatan visual yang menyenangkan.. Kata kunci: Wawacan Sulanjana, Perancangan, Buku cerita anak bergambar, Budaya Sunda.
PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI MENGENAI PADU PADAN KEBAYA SEBAGAI PAKAIAN KESEHARIAN PEREMPUAN INDONESIA Nabiila Rizq Syahvita; Asep Kadarisman; Idhar Resmadi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebaya ialah salah satu kekayaan busana khas perempuan Indonesia. Kebayabukan hanya peninggalan dari masa lampau, melainkan identitas bangsa yang bertahansampai saat ini. Dari masa ke masa, kebaya memiliki banyak perubahan tanpamenghilangkan nilai kebaya itu sendiri. Di era modern ini, eksistensi kebaya sebagaipakaian keseharian kian dipertanyakan. Banyak generasi muda, khususnya Generasi Z,kurang mengenal kebaya sebagai pakaian sehari-hari. Pandangan ini membuat kehadirankebaya hanya sekadar busana belaka tanpa mengetahui esensinya sebagai representasiperempuan Indonesia. Pengenalan kebaya sebagai pakaian keseharian merupakan upayadalam melestarikan budaya leluhur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui danmemperkenalkan berbagai jenis kebaya pada Generasi Z. Metode pada penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan melalui tahap observasiserta mewawancarai beberapa narasumber penggiat kebaya. Selain itu, penelitian ini jugadilakukan melalui studi kepustakaan dari berbagai jurnal dan buku mengenai kebaya.Melalui media informasi, seperti halnya buku berilustrasi, pengenalan kebaya diharapkandapat tersampaikan dengan baik.Kata kunci: Kebaya, Pakaian Keseharian, Generasi Z, Buku Ilustrasi
PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI MENGENAI POLA MAKAN BERGIZI UNTUK MENGATASI NYERI MENSTRUASI PADA REMAJA Tazqiyatul Khalda Putri Misbach; Asep Kadarisman; Idhar Resmadi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siklus reproduksi pada se.ap remaja perempuan diketahui saat terjadinyamenstruasi, yang merupakan bagian dari proses biologis yang alami. Namun hinggakini masih banyak keluhan dismenore pada remaja perempuan atau nyeri saatmenstruasi, yang dimana hal tersebut .dak jarang dapat mengganggu ak.vitassehari-hari mereka, Peneli.an menyatakan .dak sehatnya pola makan seseorang,seper. makan makanan berlemak, junk food, dan makanan yang kurang gizi, dapatmemperburuk nyeri menstruasi. Sementara itu, asupan gizi seimbang seper. zat besi,magnesium, vitamin B6, dan omega-3, serta konsumsi bahan alami seper. kunyitasam, terbuk. dapat membantu meredakan gejala tersebut. Sayangnya, kesadaranremaja akan pen.ngnya pola makan sehat masih rendah. Peneli.an ini bertujuanmerancang buku ilustrasi sebagai media eduka.f yang informa.f dan menarik bagiremaja perempuan untuk memahami hubungan antara pola makan bergizi dan nyerihaid. Metode yang digunakan adalah pendekatan desain komunikasi visual denganprinsip eduka.f. Hasil dari perancangan ini diharapkan menjadi media informasi yangmampu meningkatkan kesadaran remaja perempuan terhadap pen.ngnya polamakan sehat, mengurangi ketergantungan pada obat, serta mendorong perubahanperilaku konsumsi makanan ke arah yang lebih sehat. Buku ini juga berpotensidiwariskan sebagai pengetahuan lintas generasi.Kata kunci: Nyeri Menstruasi, Remaja Perempuan, Makan Sehat
Co-Authors Agung Kurniawan, Guntur Ahdiya, Zhafira Nur Al Fariz, Mohammad Salman Alviantoro, Bernardinus Orlando Bima Amirah Tsabita, Ukhti Andrianawati, Aida Aniq Atiqi R Annisa Aditsania Asep Kadarisman Asep Mulyana Astiti Ramdani Elmanisa Atikah, Tsaqifa Budiman, Irza Bunga Secaria, Khanna Daska, Afifah Tsurayya Dewilina, Muthia Djoko Murdowo Elizabeth Adhika Bramarsikanya Elmanisa, Astiti Emeraldo Ramadhan Harahap Fadhillah, Najwa Syahira Fadilla, Putri Fajar, Hazkal Fauzi, Rafid Fernandes, Lydia Isaura Ganjar Gumilar Gema Aria Prahara Hawa, Yesa Nurul Izzah, Nadiyah Zamratul Jauza, Zalfa Aethra Jiwa Utama Ligar Muthmainah Lingga Agung Lukito, Wahyu Luqman Rusdan Nugraha Magfira, Andi Seha Maulana, Adhito Azza Nabiila Rizq Syahvita Nasution, Syafira Innaya Nisa Eka Nastiti Nur Cahyani, Alfira Nur Syalsabila, Trisna Olivine Alifaprilina Supriadi Prasputri, Restia Ayulina Putri Arisa, Tiara Putri Azzahra, Shabrina Putri Safira, Anisa Qarirah, Fithri Rahma Haliza Rahmiati Aulia Ramadhan, Muhamad Randy Pandita Bastari Ratri Wulandari Rendy Pandita Rendy Pandita B Rendy Pandita Bastari Rizky Adji, Mohammad Saad, Velitha Gustina Permatasari Salsabila Pane, Amelia Siti Saadah Solehat Turyana, Nafisa Agnia Sonny Yuliar Sri Destriani Sri Soedewi Sukma, Lintang Mahesa Prana Supriadi, Alifaprilina Syarip Hidayat Tamburian, Gabrielle Stephany Tazqiyatul Khalda Putri Misbach Togar Mulya Radja Vika Haristianti Virani, Mutiara Waworuntu, Marchsya Zevanya Wibisono Tegar GP Zain, Alifa Nisrina