Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN IDENTITAS VISUAL PRODUK TURUNAN KOPI GEULIS SEBAGAI STRATEGI BRANDING UNTUK MENJANGKAU KONSUMEN UMUM Emeraldo Ramadhan Harahap; Asep Kadarisman; Idhar Resmadi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV Kopi Geulis Sumedang adalah UMKM lokal di bidang produksi dan penyajian kopiberkualitas yang masih menghadapi tantangan dalam menjangkau konsumen umum. Identitasvisual merek yang digunakan belum mampu merepresentasikan nilai produk secara inklusifmeski telah dikenal dikalangan pecinta kopi. Penelitian ini bertujuan merancang ulang identitasvisual produk turunan Kopi Geulis sebagai strategi branding untuk memperluas jangkauan pasartanpa menghilangkan citra premium yang telah terbentuk. Metode yang digunakan meliputiobservasi lapangan, wawancara, survei, dan studi literatur. Analisis dilakukan melaluipendekatan SWOT, analisis deskriptif kualitatif, dan perbandingan visual kompetitor. Hasilperancangan difokuskan pada penyusunan sistem identitas visual terpadu dalam bentuk GraphicStandard Manual (GSM), yang mencakup elemen logo, warna, tipografi, kemasan, dan mediapromosi. Perancangan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik visual, memperkuat citramerek, serta meningkatkan daya saing Kopi Geulis di pasar lokal dan memberikan kontribusiteoritis dalam pengembangan strategi branding berbasis desain komunikasi visual di sektorUMKM kopi Indonesia.Kata Kunci: Identitas Visual, Branding, UMKM Kopi, Desain Komunikasi Visual, Graphic StandardManual.
PERANCANGAN MEDIA INFORMASI TENTANG POTENSI REVITALISASI BUDAYA LOKAL DI DESA BAROS ARJASARI Rahma Haliza; Idhar Resmadi; Asep Kadarisman
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Baros merupakan salah satu desa di Kabupaten Bandung yangmemiliki kekayaan budaya lokal serta potensi wisata yang diakui secara nasional,dibuktikan dengan diraihnya penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI)2023 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Di balik prestasi tersebut,Desa Baros menghadapi tantangan dalam pengelolaan pariwisata yang profesionaldan berkelanjutan. Permasalahan yang dihadapi meliputi dokumentasi budaya yanglayak, serta kurangnya media informasi efektif yang mampu mengkomunikasikanpotensi revitalisasi budaya lokal kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.Penelitian ini bertujuan merancang media informasi berupa zine sebagai solusikreatif dan komunikatif dalam menyampaikan potensi budaya lokal Desa Baros.Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode Participatory Learningand Action (PLA). Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudiandianalisis menggunakan KJ Method dan Priority Quadrant untuk mengidentifikasiserta memetakan potensi budaya desa. Hasil penelitian menemukan enam potensibudaya dan subkultur utama yang memiliki nilai budaya tinggi, yaitu Wayang Golek,Wayang Serok, Kendang, Kecapi, Reak Sunda, dan Angklung Buncis. Potensi inipenting diangkat dalam strategi branding desa wisata. Melalui perancangan zineyang bersifat eksploratif dan partisipatif, media ini diharapkan dapat membangunpemahaman kolektif serta mendorong kolaborasi lintas aktor dalam prosesrevitalisasi budaya. Zine menjadi sarana edukatif dan inklusif yang mendukungpelestarian nilai-nilai budaya lokal dalam kerangka pengembangan desa wisataberbasis komunitas.Kata kunci: Desa Baros, Zine, Revitaliasi Budaya
PERANCANGAN ZINE SEBAGAI MEDIA INFORMASI WISATA BAHARI DI KOTA PARIAMAN Fajar, Hazkal; Resmadi, Idhar; Kadarisman, Asep
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas minimnya informasi pariwisata yang menarik dankomunikatif untuk Kota Pariaman, sebuah kota yang berkembang pesat di Sumatera Baratdengan potensi signifikan dalam wisata bahari, kuliner, dan budaya, namun sebagianbesar belum dikenal oleh masyarakat luar. Upaya promosi saat ini kurang optimal, denganinformasi yang tersebar dan tidak disajikan dalam format visual yang menarik bagigenerasi muda yang cenderung menyukai konten visual. Studi ini bertujuan untukmerancang zine sebagai panduan wisata bahari Kota Pariaman yang visual, menarik, danterstruktur, guna meningkatkan aksesibilitas informasi wisata bagi wisatawan melaluimedia cetak yang engaging dan mudah dipahami. Dengan menggunakan pendekatanpenelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur,kuesioner, dan studi literatur. Proses perancangan menggunakan metodologi designthinking. Temuan penelitian menunjukkan bahwa minimnya informasi wisata yangmenarik dan komunikatif berdampak pada wisatawan, khususnya generasi muda. Zineyang dirancang ini menawarkan solusi alternatif yang efektif dan relevan, menyajikankonten personal, kreatif, dan visual secara ringkas dan menarik, khususnya bagi audiensmuda. Pada akhirnya, zine ini berfungsi tidak hanya sebagai alat promosi tetapi jugasebagai media edukasi dan dokumentasi, menyatukan berbagai potensi daerah melaluidesain komunikasi visual, sehingga memperkuat citra Kota Pariaman sebagai destinasiunggulan di Sumatera BaratKata kunci: ilmiah, jurnal, panduan, tulisanKata kunci : Pariaman, Wisata Bahari, Zine
PERANCANGAN ZINE TENTANG FAST BEAUTY UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN KONSUMERISME PADA KAUM PEREMPUAN GENERASI Z Prasputri, Restia Ayulina; Resmadi, Idhar; Kadarisman, Asep
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri produk kecantikan di Indonesia mulai berkembang pesat, terutamapada skincare dan makeup. Mayoritas penggunanya adalah kaum perempuangenerasi Z. Mereka aktif mengikuti tren kecantikan di media sosial. Perkembangantren yang cepat mendorong permintaan pasar yang besar. Akibatnya, produsenkosmetik terus berinovasi dan merilis produk baru hanya dalam waktu yang singkat.Jika tidak disadari, hal ini akan memunculkan perilaku pembelian yang tidak sehat.Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah media untuk meningkatkan kesadaranfenomena yang dikenal sebagai fast beauty. Penelitian ini dilakukan untuk membuatmedia informasi berupa Zine mengenai fast beauty dan konsumerisme terhadapproduk kecantikan. Dengan tujuan meningkatkan kesadaran juga pengingat akankonsekuensi terhadap produk kecantikan yang serba cepat. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif dengan observasi, wawancara, kuesioner, dan studipustaka sebagai instrumen pengumpulan data. Data yang dikumpulkan akan menjadibasis dalam membuat perancangan media zine fast beauty.Kata Kunci: Fast Beauty, Industri Kosmetik, Konsumerisme, Makeup, Skincare.
PERANCANGAN ZINE UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN TERKAIT FAST FASHION DALAM MENGATASI PERSOALAN LIMBAH LINGKUNGAN Hawa, Yesa Nurul; Resmadi, Idhar; Kadarisman, Asep
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri fast fashion dengan produksi cepat dan massal tren terkini pada hargarendah secara signifikan meningkatkan limbah tekstil, berdampak negatif bagi lingkungan.Dengan 92 miliar pakaian yang berakhir di TPA setiap tahun dan proyeksi peningkatan,terdapat kekurangan informasi komprehensif dan kesadaran publik, khususnya dikalangan anak muda Bandung, tentang bahaya lingkungan ini. Penelitian ini bertujuanuntuk meningkatkan kesadaran, menciptakan akses informasi, dan menyediakan mediazine yang efektif bagi kaum muda. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodedeskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan konsumen fastfashion, pengguna zine, dan kreator zine, serta kuesioner. Hasil penelitian menunjukkanbahwa meskipun ada kesadaran, pembelian impulsif yang didorong oleh harga, tren, danmedia sosial seringkali menutupi isu mode berkelanjutan. Zine edukatif yang dihasilkanmenampilkan visual menarik, kreatif, dan narasi informatif mengenai dampak fastfashion, yang disesuaikan dengan gaya komunikasi anak muda. Zine ini berfungsi sebagaialat penting untuk menjembatani kesenjangan informasi, mendorong pemikiran kritis,dan membentuk budaya konsumsi fesyen yang lebih bertanggung jawab danberkelanjutan, mempromosikan konsep seperti slow fashion, thrifting, dan upcycling,sehingga mengatasi persoalan limbah tekstil dan dampaknya bagi lingkungan.Kata Kunci: Fast Fashion, Lingkungan, Limbah Tekstil, Mode Berkelanjutan, Zine
Designing from Within: Analysis of Subculture Zine-Making Using Activity Theory in Bandung Idhar Resmadi; Rendy Pandita Bastari; Rahmiati Aulia
Journal of Urban Society's Arts Vol 13, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jousa.v13i1.15364

Abstract

Zines are alternative media embedded within urban subculture communities in Bandung, Indonesia. Zines function not only as platforms for personal expression but also as design practices shaped by social relations, collective values, and media technology. This study uses Activity Theory as an analytical lens to examine how zine design is mediated by sociocultural systems within subculture networks. Adopting a qualitative case study approach, the research investigates four subculture zines such as Form and Pressure, Saturasi, Break from Cinema, and Golosor Times through in-depth interviews and participant observation. The findings demonstrate that zine-making is a socially situated design activity mediated by interactions among subjects, tools, objectives, rules, communities, and divisions of labor. While each case presents a distinct configuration of these elements, all emphasize participatory and context-sensitive design approaches. This study argues that zine-making should be understood as a form of activity system grounded in community practices as a process of knowledge production, identity articulation, and technological dynamics. Furthermore, this study proposes Activity Theory as a robust methodological framework for analyzing community-based design, offering insights for expanding design paradigms toward more democratic, inclusive, and culturally embedded practices.
Translasi Narasi Visual untuk Komunitas Belajar Filsafat Melalui Narrative Extraction Method Elmanisa, Astiti; Elmanisa, Astiti Ramdani; Bastari, Rendy Pandita; Resmadi, Idhar
Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Vol 14 No 2 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/visualita.v14i2.19051

Abstract

This study examines the process of translating verbal narratives into visual forms through the application of the Narrative Extraction Method (NEM) in the design of visual assets for an Indonesian philosophy learning community. The urgency of this research lies in the need for a systematic approach to identifying and extracting key narrative elements as a foundation for visual development, ensuring that the resulting visual representations accurately reflect the meaning and context embedded in the source narrative. NEM is employed as an initial approach to extract the essence of the narrative, keywords, and conceptual elements from the text before they are translated into visual forms. The design process is understood as a practice of intersemiotic translation, in which verbal meanings are transferred into a visual sign system through the use of metaphor, composition, and illustrative style. The findings indicate that NEM helps clarify the direction of visual design, particularly when dealing with narratives that are complex and rich in social and emotional contexts. However, the implementation process also involves iterations and adjustments influenced by the illustrator’s visual style and subjective preferences, resulting in visual outcomes that are not entirely linear with the initial extraction results. Nevertheless, NEM continues to function as a primary conceptual foundation that maintains the semantic connection between the narrative and its visual representation. This study highlights the importance of creative flexibility in applying systematic methods within narrative-based visual design practices.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Baros melalui Tradisi Liwetan dan Produksi Media Informasi Budaya Idhar Resmadi
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Charity-Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Baros di Kabupaten Bandung memiliki kekayaan budaya dan lingkungan yang potensial untuk dikembangkan sebagai desa wisata berkelanjutan. Salah satu praktik budaya yang masih lestari adalah tradisi Liwetan, yaitu makan bersama di atas daun pisang yang sarat nilai sosial. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pelestarian tradisi Liwetan serta merancang media informasi berupa video dokumentasi dan buku untuk mendokumentasikan kegiatan budaya tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif partisipatoris, dengan tahapan sosialisasi awal, observasi partisipatif, penyelenggaraan forum Liwetan, Focus Group Discussion, serta produksi media informasi. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa bersama warga, pemerintah desa, komunitas lokal, serta mitra komunitas Forum Bebenah Lemah Cai sebagai aktor kunci dalam identifikasi masalah dan solusi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Liwetan dapat difungsikan sebagai forum diskusi partisipatif untuk mengidentifikasi potensi desa, seperti pelestarian mata air, seni budaya lokal, dan penguatan UMKM. Media video dokumentasi dan buku laporan dirancang sebagai alat advokasi dan dokumentasi formal yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi kepada pemangku kebijakan dan publik luas. Pendekatan ini juga memperkuat kohesi sosial, membangun jejaring, dan menumbuhkan kesadaran kolektif warga terhadap pelestarian lingkungan dan budaya. Temuan dari kegiatan ini menegaskan pentingnya integrasi antara kearifan lokal dan strategi komunikasi visual dalam pembangunan desa. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat peran warga sebagai subjek pembangunan, tetapi juga memberikan model partisipatif yang dapat direplikasi di konteks desa wisata lain secara berkelanjutan.
Designing in an indigenous context: zine-making using designerly activity theory to preserve social and local cultural values in Cikondang traditional village Idhar Resmadi; Ligar Muthmainah; Nisa Eka Nastiti
Gelar: Jurnal Seni Budaya Vol. 23 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/glr.v23i2.7812

Abstract

This study examines the design of zines as a collaborative medium for preserving the social and cultural values of the Cikondang Traditional Village in Bandung Regency, Indonesia, which only depends on oral transmission of knowledge by the customary leader. Using a qualitative study method and framed by Designerly Activity Theory (DAT), the study collected data through field observations, interviews, focus group discussions, and document analysis. The study identifies key elements of the Designerly Activity Theory (DAT), including subjects and collective subjects, objects in context, tools and signs, rules and design criteria, community and imagined community, and division of labor and process. The urgency of this study lies in developing a zine through a collective and collaborative design system within the context of an indigenous community. The findings indicate that designing zines in indigenous contexts requires heightened attention to community collaboration, the active participation of customary leaders, sensitivity to local ethical and cultural norms, and adherence to community-based design criteria. The study’s primary contribution is the articulation of a systematic design framework that situates zine-making beyond personal expression, foregrounding collaborative, collective, and sociocultural dimensions in the design process. The study contributes to the discourse on participatory and cultural design by positioning Designerly Activity Theory as a critical, analytical, and methodological framework for understanding design as a collaborative, reflective, and culturally embedded activity.
Co-Authors Agung Kurniawan, Guntur Ahdiya, Zhafira Nur Al Fariz, Mohammad Salman Alviantoro, Bernardinus Orlando Bima Amirah Tsabita, Ukhti Andrianawati, Aida Aniq Atiqi R Annisa Aditsania Asep Kadarisman Asep Mulyana Astiti Ramdani Elmanisa Atikah, Tsaqifa Budiman, Irza Bunga Secaria, Khanna Daska, Afifah Tsurayya Dewilina, Muthia Djoko Murdowo Elizabeth Adhika Bramarsikanya Elmanisa, Astiti Emeraldo Ramadhan Harahap Fadhillah, Najwa Syahira Fadilla, Putri Fajar, Hazkal Fauzi, Rafid Fernandes, Lydia Isaura Ganjar Gumilar Gema Aria Prahara Hawa, Yesa Nurul Izzah, Nadiyah Zamratul Jauza, Zalfa Aethra Jiwa Utama Ligar Muthmainah Lingga Agung Lukito, Wahyu Luqman Rusdan Nugraha Magfira, Andi Seha Maulana, Adhito Azza Nabiila Rizq Syahvita Nasution, Syafira Innaya Nisa Eka Nastiti Nur Cahyani, Alfira Nur Syalsabila, Trisna Olivine Alifaprilina Supriadi Prasputri, Restia Ayulina Putri Arisa, Tiara Putri Azzahra, Shabrina Putri Safira, Anisa Qarirah, Fithri Rahma Haliza Rahmiati Aulia Ramadhan, Muhamad Randy Pandita Bastari Ratri Wulandari Rendy Pandita Rendy Pandita B Rendy Pandita Bastari Rizky Adji, Mohammad Saad, Velitha Gustina Permatasari Salsabila Pane, Amelia Siti Saadah Solehat Turyana, Nafisa Agnia Sonny Yuliar Sri Destriani Sri Soedewi Sukma, Lintang Mahesa Prana Supriadi, Alifaprilina Syarip Hidayat Tamburian, Gabrielle Stephany Tazqiyatul Khalda Putri Misbach Togar Mulya Radja Vika Haristianti Virani, Mutiara Waworuntu, Marchsya Zevanya Wibisono Tegar GP Zain, Alifa Nisrina