Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN BUKU CERITA ANAK UNTUK MEMPERKENALKAN NILAI MORAL TERKAIT LINGKUNGAN PADA SYAIR WAWACAN SULANJANA UNTUK ANAK USIA 10-13 TAHUN Sri Destriani; Asep Kadarisman; Idhar Resmadi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya lokal merupakan warisan turun-temurun yang telah diwariskan olehnenek moyang yang memiliki arti dalam membentuk identitas dari sebuah bangsa.Salah satu syair dari budaya lokal asal Sunda yang memiliki nilai moral adalahWawacan Sulanjana yang memiliki banyak nilai moral didalamnya. Namunsayangnya minat generasi muda terhadap kebudayaan ini kian menurun dikarenakankurangnya media yang sesuai dengan karakter anak pada zaman sekarang.Perancangan ini bertujuan untuk merancang sebuah buku cerita anak bergambaryang diperuntukan untuk anak usia 10 sampai 13 tahun. Tujuannya adalah untukmengenalkan isi dari syair Wawacan Sulanjana dan menambah nilai edukasi terkaitlingkungan melalui pendekatan visual yang menarik dan sesuai dengan usia target,sehingga nilai-nilai kebudayaan dapat dengan mudah dipahami dan dimengerti.Metode yang digunakan dalam proses penelitian ini meliputi wawancara, survei,observasi dan studi literatur. Hasil dari perancangan ini berupa buku cerita anakbergambar dengan gaya visual kartun yang telah disesuaikan untuk anak usia 10sampai 13 tahun. Diharapkan karya ini dapat menambah media pengenalankebudayaan lokal mengenai Wawacan Sulanjana untuk generasi muda, serta turutberkontribusi dalam pelestarian nilai-nilai tradisional dan lingkungan melaluipendekatan visual yang menyenangkan.. Kata kunci: Wawacan Sulanjana, Perancangan, Buku cerita anak bergambar, Budaya Sunda.
PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI MENGENAI PADU PADAN KEBAYA SEBAGAI PAKAIAN KESEHARIAN PEREMPUAN INDONESIA Nabiila Rizq Syahvita; Asep Kadarisman; Idhar Resmadi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebaya ialah salah satu kekayaan busana khas perempuan Indonesia. Kebayabukan hanya peninggalan dari masa lampau, melainkan identitas bangsa yang bertahansampai saat ini. Dari masa ke masa, kebaya memiliki banyak perubahan tanpamenghilangkan nilai kebaya itu sendiri. Di era modern ini, eksistensi kebaya sebagaipakaian keseharian kian dipertanyakan. Banyak generasi muda, khususnya Generasi Z,kurang mengenal kebaya sebagai pakaian sehari-hari. Pandangan ini membuat kehadirankebaya hanya sekadar busana belaka tanpa mengetahui esensinya sebagai representasiperempuan Indonesia. Pengenalan kebaya sebagai pakaian keseharian merupakan upayadalam melestarikan budaya leluhur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui danmemperkenalkan berbagai jenis kebaya pada Generasi Z. Metode pada penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan melalui tahap observasiserta mewawancarai beberapa narasumber penggiat kebaya. Selain itu, penelitian ini jugadilakukan melalui studi kepustakaan dari berbagai jurnal dan buku mengenai kebaya.Melalui media informasi, seperti halnya buku berilustrasi, pengenalan kebaya diharapkandapat tersampaikan dengan baik.Kata kunci: Kebaya, Pakaian Keseharian, Generasi Z, Buku Ilustrasi
PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI MENGENAI POLA MAKAN BERGIZI UNTUK MENGATASI NYERI MENSTRUASI PADA REMAJA Tazqiyatul Khalda Putri Misbach; Asep Kadarisman; Idhar Resmadi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siklus reproduksi pada se.ap remaja perempuan diketahui saat terjadinyamenstruasi, yang merupakan bagian dari proses biologis yang alami. Namun hinggakini masih banyak keluhan dismenore pada remaja perempuan atau nyeri saatmenstruasi, yang dimana hal tersebut .dak jarang dapat mengganggu ak.vitassehari-hari mereka, Peneli.an menyatakan .dak sehatnya pola makan seseorang,seper. makan makanan berlemak, junk food, dan makanan yang kurang gizi, dapatmemperburuk nyeri menstruasi. Sementara itu, asupan gizi seimbang seper. zat besi,magnesium, vitamin B6, dan omega-3, serta konsumsi bahan alami seper. kunyitasam, terbuk. dapat membantu meredakan gejala tersebut. Sayangnya, kesadaranremaja akan pen.ngnya pola makan sehat masih rendah. Peneli.an ini bertujuanmerancang buku ilustrasi sebagai media eduka.f yang informa.f dan menarik bagiremaja perempuan untuk memahami hubungan antara pola makan bergizi dan nyerihaid. Metode yang digunakan adalah pendekatan desain komunikasi visual denganprinsip eduka.f. Hasil dari perancangan ini diharapkan menjadi media informasi yangmampu meningkatkan kesadaran remaja perempuan terhadap pen.ngnya polamakan sehat, mengurangi ketergantungan pada obat, serta mendorong perubahanperilaku konsumsi makanan ke arah yang lebih sehat. Buku ini juga berpotensidiwariskan sebagai pengetahuan lintas generasi.Kata kunci: Nyeri Menstruasi, Remaja Perempuan, Makan Sehat
PERANCANGAN IDENTITAS VISUAL PRODUK TURUNAN KOPI GEULIS SEBAGAI STRATEGI BRANDING UNTUK MENJANGKAU KONSUMEN UMUM Emeraldo Ramadhan Harahap; Asep Kadarisman; Idhar Resmadi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV Kopi Geulis Sumedang adalah UMKM lokal di bidang produksi dan penyajian kopiberkualitas yang masih menghadapi tantangan dalam menjangkau konsumen umum. Identitasvisual merek yang digunakan belum mampu merepresentasikan nilai produk secara inklusifmeski telah dikenal dikalangan pecinta kopi. Penelitian ini bertujuan merancang ulang identitasvisual produk turunan Kopi Geulis sebagai strategi branding untuk memperluas jangkauan pasartanpa menghilangkan citra premium yang telah terbentuk. Metode yang digunakan meliputiobservasi lapangan, wawancara, survei, dan studi literatur. Analisis dilakukan melaluipendekatan SWOT, analisis deskriptif kualitatif, dan perbandingan visual kompetitor. Hasilperancangan difokuskan pada penyusunan sistem identitas visual terpadu dalam bentuk GraphicStandard Manual (GSM), yang mencakup elemen logo, warna, tipografi, kemasan, dan mediapromosi. Perancangan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik visual, memperkuat citramerek, serta meningkatkan daya saing Kopi Geulis di pasar lokal dan memberikan kontribusiteoritis dalam pengembangan strategi branding berbasis desain komunikasi visual di sektorUMKM kopi Indonesia.Kata Kunci: Identitas Visual, Branding, UMKM Kopi, Desain Komunikasi Visual, Graphic StandardManual.
PERANCANGAN MEDIA INFORMASI TENTANG POTENSI REVITALISASI BUDAYA LOKAL DI DESA BAROS ARJASARI Rahma Haliza; Idhar Resmadi; Asep Kadarisman
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Baros merupakan salah satu desa di Kabupaten Bandung yangmemiliki kekayaan budaya lokal serta potensi wisata yang diakui secara nasional,dibuktikan dengan diraihnya penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI)2023 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Di balik prestasi tersebut,Desa Baros menghadapi tantangan dalam pengelolaan pariwisata yang profesionaldan berkelanjutan. Permasalahan yang dihadapi meliputi dokumentasi budaya yanglayak, serta kurangnya media informasi efektif yang mampu mengkomunikasikanpotensi revitalisasi budaya lokal kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.Penelitian ini bertujuan merancang media informasi berupa zine sebagai solusikreatif dan komunikatif dalam menyampaikan potensi budaya lokal Desa Baros.Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode Participatory Learningand Action (PLA). Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudiandianalisis menggunakan KJ Method dan Priority Quadrant untuk mengidentifikasiserta memetakan potensi budaya desa. Hasil penelitian menemukan enam potensibudaya dan subkultur utama yang memiliki nilai budaya tinggi, yaitu Wayang Golek,Wayang Serok, Kendang, Kecapi, Reak Sunda, dan Angklung Buncis. Potensi inipenting diangkat dalam strategi branding desa wisata. Melalui perancangan zineyang bersifat eksploratif dan partisipatif, media ini diharapkan dapat membangunpemahaman kolektif serta mendorong kolaborasi lintas aktor dalam prosesrevitalisasi budaya. Zine menjadi sarana edukatif dan inklusif yang mendukungpelestarian nilai-nilai budaya lokal dalam kerangka pengembangan desa wisataberbasis komunitas.Kata kunci: Desa Baros, Zine, Revitaliasi Budaya
PERANCANGAN ZINE SEBAGAI MEDIA INFORMASI WISATA BAHARI DI KOTA PARIAMAN Fajar, Hazkal; Resmadi, Idhar; Kadarisman, Asep
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas minimnya informasi pariwisata yang menarik dankomunikatif untuk Kota Pariaman, sebuah kota yang berkembang pesat di Sumatera Baratdengan potensi signifikan dalam wisata bahari, kuliner, dan budaya, namun sebagianbesar belum dikenal oleh masyarakat luar. Upaya promosi saat ini kurang optimal, denganinformasi yang tersebar dan tidak disajikan dalam format visual yang menarik bagigenerasi muda yang cenderung menyukai konten visual. Studi ini bertujuan untukmerancang zine sebagai panduan wisata bahari Kota Pariaman yang visual, menarik, danterstruktur, guna meningkatkan aksesibilitas informasi wisata bagi wisatawan melaluimedia cetak yang engaging dan mudah dipahami. Dengan menggunakan pendekatanpenelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur,kuesioner, dan studi literatur. Proses perancangan menggunakan metodologi designthinking. Temuan penelitian menunjukkan bahwa minimnya informasi wisata yangmenarik dan komunikatif berdampak pada wisatawan, khususnya generasi muda. Zineyang dirancang ini menawarkan solusi alternatif yang efektif dan relevan, menyajikankonten personal, kreatif, dan visual secara ringkas dan menarik, khususnya bagi audiensmuda. Pada akhirnya, zine ini berfungsi tidak hanya sebagai alat promosi tetapi jugasebagai media edukasi dan dokumentasi, menyatukan berbagai potensi daerah melaluidesain komunikasi visual, sehingga memperkuat citra Kota Pariaman sebagai destinasiunggulan di Sumatera BaratKata kunci: ilmiah, jurnal, panduan, tulisanKata kunci : Pariaman, Wisata Bahari, Zine
PERANCANGAN ZINE TENTANG FAST BEAUTY UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN KONSUMERISME PADA KAUM PEREMPUAN GENERASI Z Prasputri, Restia Ayulina; Resmadi, Idhar; Kadarisman, Asep
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri produk kecantikan di Indonesia mulai berkembang pesat, terutamapada skincare dan makeup. Mayoritas penggunanya adalah kaum perempuangenerasi Z. Mereka aktif mengikuti tren kecantikan di media sosial. Perkembangantren yang cepat mendorong permintaan pasar yang besar. Akibatnya, produsenkosmetik terus berinovasi dan merilis produk baru hanya dalam waktu yang singkat.Jika tidak disadari, hal ini akan memunculkan perilaku pembelian yang tidak sehat.Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah media untuk meningkatkan kesadaranfenomena yang dikenal sebagai fast beauty. Penelitian ini dilakukan untuk membuatmedia informasi berupa Zine mengenai fast beauty dan konsumerisme terhadapproduk kecantikan. Dengan tujuan meningkatkan kesadaran juga pengingat akankonsekuensi terhadap produk kecantikan yang serba cepat. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif dengan observasi, wawancara, kuesioner, dan studipustaka sebagai instrumen pengumpulan data. Data yang dikumpulkan akan menjadibasis dalam membuat perancangan media zine fast beauty.Kata Kunci: Fast Beauty, Industri Kosmetik, Konsumerisme, Makeup, Skincare.
PERANCANGAN ZINE UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN TERKAIT FAST FASHION DALAM MENGATASI PERSOALAN LIMBAH LINGKUNGAN Hawa, Yesa Nurul; Resmadi, Idhar; Kadarisman, Asep
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri fast fashion dengan produksi cepat dan massal tren terkini pada hargarendah secara signifikan meningkatkan limbah tekstil, berdampak negatif bagi lingkungan.Dengan 92 miliar pakaian yang berakhir di TPA setiap tahun dan proyeksi peningkatan,terdapat kekurangan informasi komprehensif dan kesadaran publik, khususnya dikalangan anak muda Bandung, tentang bahaya lingkungan ini. Penelitian ini bertujuanuntuk meningkatkan kesadaran, menciptakan akses informasi, dan menyediakan mediazine yang efektif bagi kaum muda. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodedeskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan konsumen fastfashion, pengguna zine, dan kreator zine, serta kuesioner. Hasil penelitian menunjukkanbahwa meskipun ada kesadaran, pembelian impulsif yang didorong oleh harga, tren, danmedia sosial seringkali menutupi isu mode berkelanjutan. Zine edukatif yang dihasilkanmenampilkan visual menarik, kreatif, dan narasi informatif mengenai dampak fastfashion, yang disesuaikan dengan gaya komunikasi anak muda. Zine ini berfungsi sebagaialat penting untuk menjembatani kesenjangan informasi, mendorong pemikiran kritis,dan membentuk budaya konsumsi fesyen yang lebih bertanggung jawab danberkelanjutan, mempromosikan konsep seperti slow fashion, thrifting, dan upcycling,sehingga mengatasi persoalan limbah tekstil dan dampaknya bagi lingkungan.Kata Kunci: Fast Fashion, Lingkungan, Limbah Tekstil, Mode Berkelanjutan, Zine
Designing from Within: Analysis of Subculture Zine-Making Using Activity Theory in Bandung Idhar Resmadi; Rendy Pandita Bastari; Rahmiati Aulia
Journal of Urban Society's Arts Vol 13, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jousa.v13i1.15364

Abstract

Zines are alternative media embedded within urban subculture communities in Bandung, Indonesia. Zines function not only as platforms for personal expression but also as design practices shaped by social relations, collective values, and media technology. This study uses Activity Theory as an analytical lens to examine how zine design is mediated by sociocultural systems within subculture networks. Adopting a qualitative case study approach, the research investigates four subculture zines such as Form and Pressure, Saturasi, Break from Cinema, and Golosor Times through in-depth interviews and participant observation. The findings demonstrate that zine-making is a socially situated design activity mediated by interactions among subjects, tools, objectives, rules, communities, and divisions of labor. While each case presents a distinct configuration of these elements, all emphasize participatory and context-sensitive design approaches. This study argues that zine-making should be understood as a form of activity system grounded in community practices as a process of knowledge production, identity articulation, and technological dynamics. Furthermore, this study proposes Activity Theory as a robust methodological framework for analyzing community-based design, offering insights for expanding design paradigms toward more democratic, inclusive, and culturally embedded practices.