Claim Missing Document
Check
Articles

Found 42 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Dan Implementasi Turbo Decoder Pada Teknologi Long Term Evolution (Lte) Berbasis Field Programmable Gate Array (Fpga) (Design And Implementation Turbo Decoder For Long Time Evolution (Lte) Technology Based On Field Programmable Gate Array (Fpga)) Ahmad Ardianto; Rina Pudjiastuti; Denny Darlis
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Long Term Evolution (LTE) adalah sebuah teknologi yang telah di rilis oleh 3GPP dengan kemampuan pengiriman data mencapai kecepatan 100 Mbit/s untuk downlink dan 50 Mbit/s untuk uplink. Teknologi LTE dirancang untuk menyediakan efisiensi spektrum yang lebih baik, peningkatan kapasitas radio, latency dan biaya operasional yang rendah bagi operator serta layanan pita lebar nirkabel bergerak kualitas tinggi untuk pengguna. LTE dimaksudkan sebagai solusi jaringan komunikasi yang komprehensif dan aman dengan kecepatan data yang jauh lebih tinggi. Untuk kebutuhan data rate dan througput yang tinggi pada LTE, teknik pengkodean yang paling cocok adalah turbo coding. Keunggulan Turbo Code adalah penggunaan power yang minimum pada tiap modulasi sehingga memungkinkan pengiriman sinyal dengan level daya yang sangat rendah. Berdasarkan penjelasan diatas, maka dalam tugas akhir ini dilakukan perancangan prototype rangkaian decoder Turbo Code yang digunakan pada teknologi LTE menggunakan software Xilinx ISE Design Suite 14.5 dengan bahasa pengkodean VHSIC Hardware Description Language (VHDL) yang kemudian di implementasikan pada Field Programmable Gate Array (FPGA) board ATLYS Spartan-6 XC6SLX45 CSG324C. Dari hasil implementasi ditunjukkan bahwa perancangan prototype Turbo Decoder dapat dilakukan pada board ATLYS Spartan-6 XC6SLX45 CSG324C. Hasil implementasi menunjukkan penggunaan resource sebesar 23% pada board FPGA. Prototype ini menghasilkan sistem dengan periode minimum 19.662 ns dan frekuensi kerja dibawah frekuensi kerja FPGA Spartan-6, yaitu 50.963 MHz. Kata Kunci : LTE, 3GPP, Turbo Code, FPGA
Analisis Dan Simulasi Pengaruh Golden Space Time Block Code (Stbc) Pada Multiple Antenna Untuk Sistem Televisi Digital Terestrial Generasi Kedua (Dvb-T2) Sandria Abhiseka; Rina Pudji Astuti; Linda Meylani
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DVB (Digital Video Broadcasting) adalah salah satu sistem broadcasting yang digunakan untuk mentransmisikan siaran televisi atau video digital hingga ke pengguna akhir (end-user). Salah satu dari standar DVB adalah Digital Video Broadcasting Terestrial Second Generation (DVB-T2). Pada DVB-T2 juga telah diimplementasikan pengiriman High Definition Television (HDTV) walau masih sangat terbatas. Ketahanan video HDTV terhadap noise tidak terlalu tinggi sehingga akan terjadi penurunan kualitas sinyal yang diterima user jika kondisi kanal memburuk. Hal ini disebabkan karena perubahan kanal yang dilewati, antara lain dapat disebabkan oleh kanal multipath, pergerakaan benda disekitar user, pergerakan user itu sendiri dan noise. Untuk mengatasi masalah di atas dapat digunakan teknik multiple antena tipe Space Time Block Code (STBC) untuk meningkatkan ketahanan sinyal terhadap noise. Penggunaan multiple antena STBC Alamouti pada DVB-T2 dapat meningkatkan ketahanan sinyal terhadap noise di sisi penerima dengan jumlah antena yang sama. Di sisi lain, ada tipe STBC lain yaitu golden code yang juga dapat meningkatkan ketahanan sinyal terhadap noise jumlah antena yang sama. Dalam penelitian tugas akhir ini telah dibandingkan BER terhadap Eb/No yang direpresentasikan dengan grafik dari kedua jenis STBC tersebut Hasil penelitian menunjukkan bahwa STBC golden code memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan STBC Alamouti dengan jumlah antena yang sama. Pada STBC golden code 2x1 untuk mencapai target BER 10-5 membutuhkan Eb/No sebesar 17,67 dB, untuk STBC golden code 2x2 membutuhkan 15,68 dB. Sedangkan Pada STBC Alamouti 2x1 membutuhkan 19,68 dB, untuk STBC Alamouti 2x2 membutuhkan 18,71 dB. Didapatkan hasil penelitian bahwa STBC golden code 2x1 dan STBC Alamouti 2x1 memiliki coding gain sebesar 2,01 dB. Sedangkan untuk STBC golden code 2x2 dan STBC Alamouti 2x2 memiliki coding gain sebesar 3,03 dB. 
Perancangan Dan Analisis Antena Mikrostrip Mimo Modified Shape Bow-tie Pada Frekuensi 28 Ghz Ersyach Irham Sunny; Rina Pudji Astuti; Bambang Setia Nugroho
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi di industri telekomunikasi sangatlah cepat dan berbanding lurus dengan kebutuhan konsumen. Konsumen selalu menuntut untuk pemenuhan akan kebutuhan pertukaran informasi yang cepat dan tersedianya layanan selama 24 jam non-stop. Teknologi 4G dianggap masih belum dapat memenuhi kebutuhan pelanggan, oleh karena itu disiapkan teknologi 5G. Di masa yang akan datang teknologi 5G yang sedang disiapkan ini ditujukan untuk melengkapi teknologi 4G bukan untuk menggantikannya. Teknologi 5G saat ini masih belum mempunyai standardisasi yang mengatur secara baku dalam penerapannya. Maka dari itu, para akademisi dan peneliti masih bebas melakukan eksperimen penelitian dan riset yang terkait dengan 5G. Teknologi 5G dirancang untuk dapat memenuhi beberapa tujuan diantaranya adalah meningkatkan volume data, meningkatkan jumlah pelanggan yang terhubung, meningkatkan kecepatan akses data, meningkatkan efisiensi daya, dan mengurangi terjadinya delay. Salah satu solusi untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menggunakan teknologi MIMO (Multiple Input Multiple Output). Pada studi sebelumnya, telah dibuat sebuah delapan susunan antena yang dapat bekerja pada frekuensi 28 GHz sampai dengan 38 GHz dengan bentuk patch leaf-shaped bow-tie dengan pola radasi unidireksional. Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan, simulasi, dan analisis sebuah antena mikrostrip MIMO yang dapat bekerja pada sistem 5G untuk aplikasi perangkat seluler yang memiliki bentuk patch modified shape bow-tie pada frekuensi 28 GHz dengan pola radiasi unidireksional, polarisasi linear, dan bandwidth ≥ 2 GHz, yang selanjutnya dibuat menjadi sebuah susunan delapan antena yang diletakkan pada sebuah PCB yang diasumsikan sebagai motherboard dari perangkat seluler.j
Self-interference Cancellation Technique Using Circular Polarization For Full-duplex Wireless Communication System In 5g Technology Endah Setyowati; Rina Pudji Astuti; Bambang Setia Nugroh
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-interference occurred due to implementation of single channel full-duplex, where the transmit signal interfere the receive signal in the same node. The previous work [2] has been studied the passive cancellation, but those techniques only against the direct path. Then proposed a method using directional antenna with circular polarization to solve self-interference issue. The use of different circular polarization type on transmitter and receiver gives better quality against self-interference. In free space loss channel, using this method obtain polarization loss factor (PLF) as 0 means self-interference totally eliminated. However, AWGN channel gives effect that change polarization shape that results PLF not same as 0. The alpha - comparison between side lobe and main lobe power at directional antenna- makes impact on system performance. For obtaining bit error rate (BER) 10-3 needs SINR 17.04 dB, 16.29 dB, and 16.05 dB with alpha value 10-0.5, 10-1, and 10-2.5. Keywords—single channel full-duplex, self-interference cancellation, circular polarization.
Design And Simulation Of Lte Radio System For Broadband Wireless Access In Central Phnom Penh Siren Seven; Rina Pudji Astuti; Budi Prasetya
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—The huge number of users and new applications need higher  access  speeds  and  lower  latency  of  wireless communication. As a result, operators need more capacity and higher efficiency to serve their costumer. LTE is designed to have wider channels up to 20MHz, with low latency and packet optimized radio access technology. The peak data rate envisaged for LTE is 100 Mbps in downlink and 50 Mbps in the uplink. In order to support the simultaneous use of legacy and new systems, the operator need to provide a better radio system, especially in central  Phnom  Penh.  The  aim  of  this  study  is  to  designs, simulates,  analyzes  and  expose  the  state  of  the  art  of  map planning LTE radio system. Special emphasis is laid on radio link budget  along  with  detailed  coverage  area  and  capacity.  The results cover the interference limited coverage calculation, the traffic capacity calculation and radio frequency assignment. The implementation is achieved on the software platform for the LTE Radio  Planning  and  also  can  see  the  simulation  antenna  in Google Earth. The study will present a detailed LTE radio dimensioning procedure such as coverage area and capacity in Phnom Penh city. The simulation and analysis of the coverage by signal level and overlapping zone also a part of this work. Keywords— Long Term Evolution; MIMO; Coverage area; Capacity; Cost 231-Hata.
Perancangan Dan Simulasi Sphere Detector Baseband Uplink Receiver Pada Teknologi Lte Saddam Nusantara Sukoco; Rina Pudjiastuti; Denny Darlis
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan jaringan wireless yang cepat pada zaman ini tentu saja membutuhkan standar yang mengaturnya. Salah satu standar telekomunikasi yang digunakan, adalah 3GPP LTE (The Third Generation Partnership Project Long Term Evolution), yang merupakan sebuah kolaborasi asosiasi yang berasal dari beberapa negara. Sesuai standar tersebut, pengembangan jaringan wireless dengan kecepatan data yang tinggi pada masa yang akan datang merupakan isu yang penting. Salah satu teknik yang mendukung jaringan tersebut,sebagai contoh jaringan LTE, adalah sistem MIMO. Ide dasar dari sistem MIMO adalah menggunakan penyebaran beberapa antena pada satu atau kedua ujung link komunikasi sehingga perlu penggunaan algoritma deteksi yang tepat di ujung penerima dan mengeksploitasi hamburan multipath yang merupakan fenomena umum dalam saluran wireless. Sphere detection merupakan salah satu solusi untuk deteksi pada MIMO yang memiliki banyak antena dan modulation order yang tinggi. Pada penelitian ini dirancang dan disimulasikan Sphere Detector dengan antena sistem 2x2, modulasi yang dipakai adalah 16 QAM dan 64 QAM, serta jumlah bit sebanyak 1280 – 1920000 bit. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Sphere Detector memiliki performansi yang hampir sama dengan sistem deteksi lainnya, seperti Maximum Likelihood Detector. Misalnya pada BER 10-1,maka SNR akan bernilai sama untuk SD dan untuk ML yaitu bernilai 9 dB modulasi 16 QAM dan 14.94 dB untuk modulasi 64 QAM. Sedangkan untuk waktu pemrosesan data pada BER 10-1, Sphere Detector cenderung lebih baik dibandingkan dengan maximum likelihood detector pada modulasi orde tinggi. Kata kunci : LTE, MIMO, Sphere Detector
Perancangan Dan Analisis Coverage Area Jaringan Wifi Pada Kapal Laut Gasi Dhias; Rina Pudji Astuti; Arfianto Fahmi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu kendala yang terjadi pada saat berkendara dengan kapal laut. Dengan perkembangan teknologi saat ini beberapa kapal penumpang telah tersedia BTS dari salah satu operator seluler Indonesia. Akan tetapi fasilitas tersebut hanya dapat dirasakan oleh penumpang dengan pelanggan operator seluler tersebut. Untuk meratakan fasilitas tersebut, maka memanfaatkan jaringan WiFi dapat menjadi salah satu solusi dari permasalahan tersebut. Maka dilakukan perancangan coverage area WiFi agar area availability mencapai 90% dari kabin kapal. Terdapat dua metode dalam perancangan, yaitu berdasarkan capacity planning dan berdasarkan link budget dengan model propagasi COST 231-Multiwall dan MAPL (Maximum Allowed Path Lost) sebagai perhitungan link budget Dari hasil perhitungan link budget, capacity planning, dan analisa dari hasil simulasi diperoleh, pada lantai 1 dibutuhkan 1 access point dengan radius sel 68 m. Pada lantai 2 dibutuhkan 1 access point dengan radius sel 62 m. Pada lantai 3 dibutuhkan 1 access point dengan radius sel 58 m. Pada lantai 4 dibutuhkan 1 access point dengan radius sel 69 m. Kata kunci : Coverage area WiFi, COST 231-Multiwall
Perancangan Dan Implementasi Turbo Encoder Pada Lte Berbasis FPGA Ni'Matul 'Abdah Adhiya Fakhriy; Rina Pudji Astuti; Denny Darlis
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik  pengkodean  kanal  merupakan  salah  satu  cara  meningkatkan  Quality  of  Service  (  QoS  )  dengan mengkodekan informasi yang dikirimkan, sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan informasi yang diterima di penerima. Pada transmisi jumlah data yang besar, teknik pengkodean kanal yang mendekati sempurna ( mendekati teorema Shannon limit ), selain Low Density Parity Code (LDPC) adalah turbo code. Berdasarkan penelitian sebelumnya, turbo code dirancang dengan code rate 1/3  tanpa memenuhi proses Transport Channel (TrCHs) sesuai standar 3rd Generation Partnership Project ( 3GPP ). Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan prototype Turbo Encoder yang digunakan pada Transport Channel (TrCHs ) pada teknologi 3rd Generation Partnership Project Long Term Evolution ( 3GPP LTE ) menggunakan bahasa pengkodean VHSIC Hardware Description Language ( VHDL ). Model Turbo Encoder yang dirancang dan diimplementasikan memiliki 40 bit input (input ditentukan dengan minimum code block = Z) yang sudah dijumlahkan dengan bit Cyclic Redudancy Check (CRC ) yang akan diproses pada dua bagian Recursive Systematical Convolutional (RSC) dengan code rate  1/3   dan  menggunakan interleaver berjenis Quadratic Permutation Polynomial (  QPP  ). Kemudian digabungkan dengan blok rate matching yang terdiri dari sub- block interleaver, bit collection, serta blok bit selection and pruning. Kemudian desain tersebut diimplementasikan pada board Field Programmable Gate Array ( FPGA ). Hasil implementasi menunjukkan menunjukkan bahwa perancangan prototype Turbo Encoder dapat dilakukan pada board FPGA. Hasil sintesis mengenai penggunaan resource pada FPGA untuk Turbo Encoder adalah slice registers   1 % , slice LUTs 2%, occupied slices 6%, bonded IOBs 25%, BUFG/BUFGMUXs 43%, MUXCYs 1%, RAMB16BWERs 5%, RAMB8BWERs 1%, fully used LUT-FF pairs 39%, dan BSCANs 25%. Kata kunci : Turbo Code, LTE, 3GPP, FPGA, VHDL
Analisis Dan Simulasi Pengiriman Data Dengan Metode Enkripsi Elliptic Curve Cryptography (ecc) Pada Sistem Transmisi Orthogonal Frequency Division Multiplexing (ofdm) Rheza Rivaldi Hi Hukum; Rina Pudji Astuti; Nur Andini
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, kebutuhan akan keamanan informasi pada data menjadi semakin besar. Pada jaringan Wi-Fi, telah terdapat suatu metode enkripsi Wifi Protected Access 2 (WPA2), yang mengimplementasikan AES pada enkripsinya. Selain dari masalah keamanan, kendala yang banyak dihadapi pada sistem komunikasi mobile saat ini adalah bagaimana mengatasi propagasi yang bersifat multipath. Pada tugas akhir ini ditawarkan penggunaan algoritma ECC untuk pengamanan data. Pada simulasi ini juga digunakan skema transmisi OFDM untuk mengatasi kanal yang bersifat frequencyselective fading. Parameter yang diuji adalah Bit Error Rate (BER), dan hasil ciphertext dan plaintext pada sisi pengirim dan penerima untuk nilai Eb/No berkisar antara 0-20 dB. Simulasi performansi memberikan hasil correlation sebesar 0.018, nilai entropy sebesar 7.9877, sensitif terhadap perubahan kunci, dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mencari nilai kunci menggunakan teknik Brute Force Attack. Data yang diterima setelah proses dekripsi memiliki 6 buah karakter yang berubah dari data asli pada nilai Eb/No 8 dB, dan memiliki 1 buah karakter yang berubah pada nilai Eb/No 20 dB. Nilai BER sistem yang memakai metode enkripsi ECC sedikit lebih besar dari sistem yang tidak memakai metode enkripsi ECC. Nilai BER sistem yang memakai modulator QPSK lebih kecil dari sistem yang memakai modulator 16-QAM.Kata Kunci : kriptografi, ECC, OFDM
Perancangan Dan Analisis Antena Massive Mimo Mikrostrip Patch Persegi Panjang Dengan Polarisasi Linier Untuk Komunikasi 5g (28 Ghz) Alfrina Dyah Purnamasari; Rina Pudji Astuti; Bambang Setia Nugroho
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi 5G adalah suatu perkembangan teknologi terbaru yang diperkirakan akan mulai diimplementasikan di Indonesia pada tahun 2020. Teknologi ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan layanan berbasis teknologi nirkabel (mobile wireless). Terutama kebutuhan akan very hight data rate, great service, low latency, dan support high mobility yang belum dapat terpenuhi oleh teknologi sebelumnya. Pada tahun 2020, diperkirakan jaringan mobile dapat terkoneksi kapan saja dan dimana saja. Salah satu kriteria 5G adalah mampu beradaptasi dengan jumlah user yang menggunakan. Teknik on/off merupakan salah satu teknik yang dapat dilakukan untuk melihat pola dari beberapa parameter dari suatu antena. Pada penelitian sebelumnya, telah dilakukan perancangan dan analisis antena massive MIMO mikrostrip dengan pencatuan proximity feed berpolarisasi cross linier untuk komunikasi 5G (28 GHz). Kemudian, telah dilakukan juga perancangan antena Massive MIMO dual frekuensi pada frekuensi 28/38 GHz. Pada penelitian tersebut, belum dilakukan belum dilakukan perancangan antena planar massive MIMO pada frekuensi 28 GHz. Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan antena Massive MIMO berpolarisasi linier yang bekerja pada frekuensi 28 GHz dan dilakukan penerapan teknik on/off . Antena yang dirancang adalah antena mikrostrip berjumlah 64 elemen antena dengan bentuk patch persegi panjang, berpola radiasi unidireksional dengan menggunakan substrat rogers duroid 5880. Optimasi dilakukan pada tiap tahapan perancangan antena dari 1 antena, 2 antena, empat antena, 8 antena, 16 antena, dan 64 antena. Antena massive MIMO yang telah dirancang memperoleh bentuk polarisasi linier dengan nilai Return Loss rata-rata dibawah -10dB, gain rata-rata diatas 7,5 dB, dan bandwidth lebih besar dari 667 MHz. Kemudian dilakukan teknik on/off dan melihat pengaruh terhadap parameter antena yang telah di buat.Kata kunci : Antena massive MIMO, 5G, Polarisasi Linier
Co-Authors A. Ali Muayyadi A. Ali Muayyadi Adit Kurniawan Adnan Adzhani Afief Dias Pambudi Agus Cahya Ananda Yoga Putra Agus Pratondo Ahmad Ardianto Ahmad Hambali, Ahmad Aldo Alessandro Tukat Alfrina Dyah Purnamasari Ali Muayyadi Aloysius Adya Pramudita Anastasia Clara Andriyan B. Suksmono Annisa , Nurul Arfianto Fahmi Argymnasthiar Ramadhana Balthazar Isra Bambang Setia Nugroh Bambang Setia Nugroho Bayu Aziz Jayawardana Bhaskara Narottama Brian Pamukti Budi Prasetya Budi Prasetya Budi Syihabuddin Citra Dewi Anggraeni Dadang Gunawan Denny Darlis Desti Madya Saputri Dharu Arseno DHONI PUTRA SETIAWAN Dwiyanto Dwiyanto, Dwiyanto Dziqru Akbar Edwar EDWAR EDWAR Ema Rachmawati Emerson Gabariel Ambarita Endah Setyowati Erna Sri Sugesti Ersyach Irham Sunny Eva Lucky Wijaya Evander Christy Faishal Daffa Fitri Imansyah Furry Rachmawati Gasi Dhias Hafizha, Syahna Harfan Hian Ryanu Herlina, Lisye Hurianti Vidyaningtyas Indra Lukmana Sardi Jamal, Muh. Arham Joses Steven Tarigan Kevin, Raymondus Khoirul Anwar Kurniadi, Akhdan Kurniawan Nur Ramdhani Kusuma, Muhamad Mardanu Kusumawardhani, Eka Levy Olivia Nur Linda Meylani Luh Putu Ayu Sri Aryaningrum Lurina, Manda Manda Lurina Masna, Haris Azmil Maulani, Azka Muhamad Asvial Muhamad Mardanu Kusuma Muhammad Yaser Nabila Amalia Azzahra Nachwan Mufti Adriansyah Nanda Aldira Fakhri Ni'Matul 'Abdah Adhiya Fakhriy Nia Soniyanti Nina Karlina Nur Andini Obed Rhesa Ludwiniananda Pakpahan, Yolanda Jessica Patricius Evander Christy Predarico, Boby Putra, Leonardus Sandy Ade Raihan Santoso Rayhan Nauvaldi Rheza Rivaldi Hi Hukum Rifky, Muhammad Rizal, Mochammad Fahru Rizky Lazardy Sina Rizwan Jufri Nst Saddam Nusantara Sukoco Salwa Salsabila Sandria Abhiseka Simon Siregar Siren Seven Sugihartono Sugihartono Sugondo Hadiyoso Sutari, Wiyono Syahfwan A , Andi Muh Tomy Irawan Uke Kurniawan Usman Yaumil Chairiani Yayan Agustian Yoga Julian Yoga Sukma Mahendra Yudi Tri Jayadi YUNITA, TRASMA Yusuf Sugiyarto YUYUN SITI ROHMAH