Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH KAIN BATIK DENGAN TEKNIK SOSPESO TRANSPARENTE SEBAGAI GARNITUR BUSANA PESTA Hanifa, Siti Nuranti; Wiana, Winwin
JPBD (Jurnal Penelitian Busana dan Desain) Vol. 2 No. 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 Bulan Maret 2022
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpbd.v2i1.8835

Abstract

AbstrakLimbah merupakan suatu hal yang menjadi permasalahan lingkungan khususnya yang berbahan dasar sintetis dan tidak dapat terurai. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2018, limbah kain menjadi urutan ke-6 jumlah sampah terbanyak di Indonesia yakni, organic 60%, plastic 14%, kertas 9%, karet 5,5%, logam 4,3%, kain 3,5%, kaca 1,7%, lainnya 1,7% (datadoks, 2019). Pengelolaan limbah kain khususnya kain batik di Indonesia sudah sangat beragam, mulai dari menggunakan teknik patchwork, quiling, hingga sospeso transparente. Teknik sospeso transparente merupakan sebuah teknik crafting yang dipopulerkan oleh Monica Allegro dari Italia. Teknik dasar sospeso transparente sama dengan decoupage, yaitu memotong dan menempel motif ke suatu permukaan. Namun memiliki perbedaan yaitu, pada teknik sospeso motif yang dipotong dan ditempel ke suatu permukaan akan memiliki tampilan 3 dimensi. Penelitian ini terfokus pada pengelolaan limbah kain dengan teknik sospeso transparente sebagai garniture busana pesta dengan metode Project Based Learning yang memiliki 3 tahapan pokok, antara lain yaitu (1) Perencanaan Proyek (2) Pelaksanaan Proyek (3) Evaluasi Proyek (Sofyan, 2006) . Penelitian ini bertujuan untuk, memberikan inovasi pengelolaan limbah dengan teknik sospeso transparente yang digunakan untuk garnitur busana pesta. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat mengolah limbah kain menjadi barang yang dapat digunakan kembali.Kata Kunci: Limbah, Kain Batik, Sospeso Transparente, Garnitur Busana  AbstractWaste is a matter that becomes an environmental problem especially those made from synthetic and non-biodegradable. Based on data from the Ministry of Environment in 2018, fabric waste is the 6th largest amount of waste in Indonesia, namely organic 60%, plastic 14%, paper 9%, rubber 5.5%, metal 4.3%, fabric 3.5 %, glass 1.7%, other 1.7% (datadox, 2019). Waste fabric management especially batik cloth in Indonesia has been very diverse, ranging from using patchwork, quiling, and sospeso transparente. Sospeso transparente technique is a crafting technique that was popularized by Monica Allegro from Italy. The basic technique of sospeso transparente is the same as decoupage, which is cutting and sticking motifs to a surface. But it has a difference, namely, in the sospeso technique motifs that are cut and pasted onto a surface will have a 3-dimensional appearance. This research focuses on the management of fabric waste with the sospeso transparente technique as a party dress garniture with the Project Based Learning method which has 3 main stages, namely (1) Project Planning (2) Project Implementation (3) Project Evaluation (Sofyan, 2006). This study aims to provide waste management innovation with the sospeso transparente technique used for party dress garments. Thus, it is hoped that the community can process fabric waste into reusable goods.Keywords: Waste, Sospeso Transparente, Garniture of Party Dress
VISUAL BUNGA AMARILIS SEBAGAI IDE BENTUK GARNITUR DENGAN TEKNIK EMBELLISHMENT PADA BUSANA PESTA MALAM MODEL BALLGOWN Syafitri, Elsa Anit; Wiana, Winwin
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 28, No 2 (2025): Mei-Agustus 2025
Publisher : Faculty of Visual Arts and Design, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v28i2.14499

Abstract

Bunga amarilis, dikenal sebagai Hippeastrum, adalah tanaman bunga yang menawan dan indah, dinamai oleh orang Yunani sebagai amaryllis yang memiliki arti "kemegahan" atau "berkilau". Keindahan bunga tersebut dijadikan sumber ide penciptaan busana pesta malam model ballgown. Visual bunga amarilis diaplikasikan sebagai garnitur pada busana dengan menggunakan teknik embellishment, meliputi lekapan bordir, korsase, dan payet. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode PPE: planning, production, dan evaluation. Hasil dari penelitian ini adalah terciptanya busana pesta malam model ballgown beserta garniturnya yang memiliki kesesuaian dengan visual bunga amarilis, divalidasi oleh beberapa ahli tata busana sebagai responden melalui pembagian angket Google Forms. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian visual bunga amarilis pada busana secara umum dinilai oleh responden telah sesuai hingga sangat sesuai dengan sumber ide, terutama pada aspek warna dan konsep desain.Kata kunci: bunga amarilis; teknik embellishment; busana pesta malam---The Visualization of Amaryllis Flowers as a Design Idea for Garnishments Using Embellishment Techniques in a Ballgown Model Evening Party Dress. The amaryllis flower, known as Hippeastrum, is an ornamental plant admired for its striking beauty and was named by the Greeks as amaryllis, meaning “splendor” or “brilliance”. The visual qualities of this flower serve as the source of inspiration for the creation of a ballgown model evening party dress. The visual elements of the amaryllis flower are applied as garment garnishments using embellishment techniques, including embroidered appliqué, corsage, and beading. This study employs a research and development approach using the PPE model, consisting of planning, production, and evaluation stages. The result of this study is the creation of a ball gown model evening party dress complete with garnishments that correspond to the visual characteristics of the amaryllis flower, as validated by several fashion design experts through questionnaires distributed via Google Forms. The findings indicate that the application of amaryllis flower visuals in the dress is generally assessed by respondents as appropriate to highly appropriate to the source of inspiration, particularly in terms of color application and overall design concept.Keywords: amaryllis flower; embellishment technique; evening party dress