Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana manajemen pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar siswa melalui perspektif hierarki kebutuhan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow dalam konteks pendidikan madrasah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi yang melibatkan satu guru, delapan siswa, serta tiga perwakilan madrasah di MTs Jauharatul Islamiyah, Muara Sabak Ulu. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran yang efektif mampu meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pemenuhan kebutuhan fisiologis dan rasa aman, penguatan interaksi sosial, pemberian penghargaan yang bermakna, serta fasilitasi aktualisasi diri melalui kegiatan pembelajaran partisipatif. Integrasi keempat aspek tersebut mendorong keterlibatan, kepercayaan diri, dan motivasi intrinsik siswa secara berkelanjutan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan manajemen pembelajaran yang holistik, humanistik, dan berpusat pada kebutuhan siswa dalam konteks pendidikan Islam.