Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENERAPAN CPPOB UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK OLAHAN IKAN PATIN DI KAMPUNG PATIN XIII KOTO KAMPAR Asih, Esthy Rahman; Arsil, Yuliana
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 3 No 2 (2024): Vol 3 No 2 (2024): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v3i2.978

Abstract

Ikan patin adalah salah satu jenis ikan air tawar yang sedang digalakkan budidayanya di Provinsi Riau terutama di Kabupaten Kampar. Ikan patin mengandung protein sebanyak 17 g; lemak 6,6 g; fosfor 173 mg; kalsium 31 mg dan kalium 346 mg. Produk olahan ikan patin dapat menghilangkan kejenuhan konsumen pada produk yang monoton seperti ikan goreng, disup atau dibakar saja. Dengan pengolahan, ikan patin dapat menghasilkan produk yang menarik dan memiliki masa simpan yang lebih lama dan akan meningkatkan harga jual ikan patin. Permasalahan yang dihadapi oleh sentra pengolahan ikan patin di kampung patin XIII Koto Kampar tersebut adalah bagaimana produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasar global. Oleh karena itu mendorong tim pengabdian masyarakat untuk membantu menghasilkan produk yang bermutu, aman dan bergizi. Untuk menghasilkan produk yang mampu berdaya saing maka diperlukan pengetahuan tentang bagaimana Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Mutu produk yang dihasilkan juga akan dinilai kandungan gizinya sehingga dapat memberikan informasi bagi konsumen. Terjadi peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku penjamah setelah dilakukan penyuluhan. Mutu olahan ikan patin yaitu bakso, naget dan abon ikan yang dihasilkan sudah sesuai dengan SNI.
PEMBERDAYAAN KADER DALAM PENGOLAHAN IKAN UNTUK MENAMBAH PENDAPATAN KELUARGA DI KELURAHAN HARJOSARI PEKANBARU Arsil, Yuliana; Restusari, Lily; Mulyani, Sri; Muharni, Muharni
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 3 No 3 (2024): Vol 3 No 3 (2024): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v3i3.994

Abstract

Pendekatan dalam mencegah dan mengatasi stunting salah satunya dengan membuat produk pangan yang kaya protein dan gizi yang baik, salah satunya dengan pemanfaatan bahan pangan lokal ikan. Diversifikasi pangan olahan ikan serta dapat meningkatakan nilai gizi dan tingkat konsumsi ikan, serta produk olahan ikan memiliki nilai ekonomi yang lebih baik. Tujuan pengabdian masyarakat adalah meningkat keterampilan kader dalam pengolahan ikan dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan kader sehingga dapat menambah pendapatan keluarga. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan dari bulan Februari 2024 s/d Oktober 2024 di Kelurahan Harjosari, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru. Sasaran dari pengabdian masyarakat berjumlah 20 orang. Metode pengabdian masyarakat ini meliputi penyuluhan, praktik pengolahan dan penjualan produk ikan serta evaluasi minat kader untuk melakukan usaha serta evaluasi terhadap praktik penjualan. Luaran pengabdian masyarakat berupa publikasi di jurnal pengabmas nasional dan karya yang terdaftar pada HaKI serta buku modul pengabdian masyarakat yang ber ISBN. Hasil dari pengabdian masyarakat yakni terdapat peningkatan minat kader untuk berwirausaha. Kader terampil melakukan pengolahan ikan dengan baik. Kader mampu melakukan praktik penjualan produk olahan ikan dan memperoleh keuntungan dari penjualan produk olahan ikan.
Optimizing Addition of Africal Catfish to the Level of Preferences and Nutritional Content of Cassava Rengginang Maria, Tri Anna; Arsil, Yuliana; Rahayu, Dewi; Yolahumaroh, Yolahumaroh; Muharni, Muharni
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 13 No 2 (2024): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v13i2.952

Abstract

Rengginang cassava has a high carbohydrate content while the protein content is low so it is necessary to add other ingredients such as the addition of catfish. This type of research is an experimental study with a completely randomized design (CRD) consisting of four treatments, namely 0% (control), 10%, 20% and 30%, and using 25 semi-trained panelists. Based on the results of the highest average level of preference for the color, aroma, taste and texture of cassava rengginang with the addition of Africancatfish at aconcentration of 10%. The One-Way Anova test indicated a significant effect (р<0,05) in terms of color, aroma, taste, and texture. This study provides an innovation in traditional rengginang products by adding dumbo catfish as an additional protein source. This innovation transforms rengginang from merely a carbohydrate source into a highly nutritious snack rich in protein.
Identifikasi Bakteri Escherichia coli pada Jajanan Kantin Sekolah Wahyuni, Amalia Dwi; Alza, Yessi; Arsil, Yuliana; Rahayu, Dewi
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v3i2.2033

Abstract

Background: Healthy and safe snacks for consumption are those that can provide benefits and provide energy for the body. Food problems in Indonesia are characterized by cases of food poisoning where food safety is often ignored. The presence of coliform bacteria or Escherichia coli in food is an indicator to determine the level of quality of food and beverages microbiologically. The purpose : To identify the presence of Escherichia coli and coliform bacteria in school canteen snacks. Methods: This research is descriptive qualitative. The samples in this study were flavored ice, cilor, and friedchicken. The test for Escherichia coli and coliform bacteria content using the Total Plate Count (TPC) method was carried out at the UPT Laboratory of Health and Environment of the Riau Provincial Health Office. The results: This study showed that the cilor sample identified the presence of coliform bacteria (100 colonies/g) and fried chicken (50 colonies/g). Then in 3 samples no Escherichia coli bacteria were identified. Conclusion: Coliform bacteria were identified in the snack samples but Escherichia coli bacteria were not identified in the snack samples.
Pengolahan Ikan untuk Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Harjosari Pekanbaru Arsil, Yuliana; Restusari, Lily; Mulyani, Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.12566

Abstract

ABSTRAK Pekanbaru merupakan kota yang memiliki sentral produksi perikanan yang cukup tinggi. Akses untuk memperoleh perikanan diseluruh wilayah kota Pekanbaru sangat mudah terutama di kelurahan Harjosari yang berada di Pusat kota. Ikan merupakan sumber protein hewani yang memiliki peran penting untuk tubuh. Pemanfaatan ikan sebagian besar masih sebatas ikan konsumsi serta kurangnya variasi dalam pengolahan ikan menyebabkan kurangnya minat konsumsi ikan terutama bagi anak-anak. Melakukan diversifikasi pangan tentunya akan meningkatkan kualitas dari produk pangan dan salah satu upaya dalam meningkatkan konsumsi ikan. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah ikan. Meliputi sosialisasi dan diskusi awal, penyuluhan Praktik dan evaluasi. Pengetahuan peserta pengabdian masyarakat sebelum penyuluhan dengan rata-rata 73, dan setelah penyuluhan meningkat menjadi 92. Keterampilan peserta mengolah ikan dalam kategori baik. Peserta pengabdian masyarakat mengalami peningkatan pengetahuan dan mampu melakukan praktik pengolahan ikan. Kata Kunci: Pangan Lokal, Teknologi, Diversifikasi, Pengetahuan  ABSTRACT Pekanbaru is a city that has a fairly high fisheries production center. Access to fisheries throughout the Pekanbaru city area is very easy, especially in the Harjosari village which is located in the city center. Fish is a source of animal protein which has an important role for the body. The utilization of fish mostly is still limited to simple consumption with lack of variety in the fish processing which causes a lack of interest in consuming fish, especially for children. Diversifying the  food will certainly improve the quality of food products and this is one of the efforts to increase fish consumption.  To increase the community's knowledge and skills in processing fish. Includes socialization and initial discussion, counseling related to fish processing, practices and evaluation. Knowledge of community service participants before counseling with an average of 73, and after counseling increased to 92. Participants' skills in processing fish are in the good category. Community service participants obtain Increased knowledge and skills in fish processing. Keywords: Local Food, Technology, Diversification, Knowledge
Edukasi Perawatan Kaki Dan Penerapan Senam Kaki Diabetik Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Wilayah Kerja Puskesmas Melur Pekanbaru Syafrisar Meri Agritubella; Yoza Misra Fatmi; Yuliana Arsil
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu gejala yang dirasakan oleh pasien DM adalah kesemutan pada kaki. Upaya mengatasi kesemutan pada kaki adalah dengan melakukan aktivitas fisik seperti senam kaki. Senam Kaki Diabetik merupakan Gerakan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya luka pada kaki dan membantu melancarkan aliran darah di bagian kaki. Tujuan Senam Kaki diabetic ini dapat menurunkan kadar gula darah sewaktu dan membantu memperkuat otot dan saraf kaki serta tungkai bawah. Mitra pengabdian adalah penderita DM di Wilayah Kerja Puskesmas Melur. Metode pengabdian Masyarakat ini adalah Service Learning (SL) yaitu pendekatan dalam pengajaran untuk menumbuhkan kesadaran dalam memecahkan persoalan secara langsung dan meningkatkan semangat belajar penderita DM. Hasil kegiatan didapatkan bahwa 8 pasien DM didapatkan 7 pasien (87,5%) mampu melakukan latihan senam kaki secara mandiri