Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Dampak

PENGOLAHAN KANDUNGAN COD LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT OLEH TYPHA LATIFOLIA DENGAN METODE FITOREMEDIASI Shinta Elystia
Jurnal Dampak Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.11.2.88-95.2014

Abstract

Limbah cair pabrik kelapa sawit meskipun sudah diolah, limbah yang dibuang ke sungai masih belum memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Untuk itu diperlukan alternatif pengolahan secara alami dengan metode fitoremediasi yang memanfaatkan tanaman Typa Latifolia. Fitoremediasi merupakan salah satuteknologi yang secara biologi yang memanfaatkan tumbuhan atau mikroorganisme yang dapatberasosiasi untuk mengurangi polutan lingkunganbaik pada air, tanah dan udara yang diakibatkanoleh logam atau bahan organik. Penelitian bertujuan untuk melihat kemampuan sistem fitoremediasi dengan tanaman Typa Latifolia dalam mengolah kandungan COD dengan variasi kerapatan tanaman, kadar limbah, dan waktu tinggal. Pada penelitian ini digunakan bak plastik ukuran 50cm x 36cm x 31cm, media tanah dengan ketebalan 10cm, media pasir ketebalan 5cm, dan media kerikil setebal 5cm dengan variasi kerapatan tanaman Typha latifolia (0,5g/cm2; 0,75g/cm2; dan 1g/cm2), variasi kadar limbah cair kelapa sawit (20%; 60%; dan 100%), dan variasi waktu tinggal (5 hari dan 9 hari). Parameter yang dianalisis adalah COD, dengan konsentrasi sebelum pengolahan sebesar 2820-3980 mg/l, sedangkan setelah diolah konsentrasinya turun menjadi 720-2720 mg/l pada hari ke 5 dan 80-2340 mg/l pada hari ke 9. Hasil ini menunjukkan bahwa metode fitoremediasi menggunakan Typha latifolia mampu menyisihkan konsentrasi COD limbah cair pabrik kelapa sawit. Secara umum, variasi kerapatan tanaman, kadar limbah, dan waktu tinggal memberikan pengaruh yang signifikan untuk penurunan COD. Kerapatan tanaman 1 g/cm2, kadar limbah 20%, dan waktu tinggal 9 hari memberikan efisiensi tertinggi untuk masing-masing parameter pencemar. Secara keseluruhan efisiensi penyisihan BOD, COD, dan TSS yang diperoleh pada penelitian ini pada hari ke 5 berkisar antara 31,66-74,65% dan pada hari ke 9 berkisar antara 41,21-97,18%.Kata Kunci: Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit, Fitoremediasi, Typha latifolia, Kerapatan Tanaman, Kadar Limbah
PEMBUATAN PESTISIDA ORGANIK MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI DARI SAMPAH DAUN PEPAYA DAN UMBI BAWANG PUTIH Elvie Yennie; Shinta Elystia
Jurnal Dampak Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.10.1.46-59.2013

Abstract

ABSTRAKPestisida adalah substansi kimia dan bahan lain yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama yang terbukti mengganggu. Pestisida dapat dibuat dari bahan alam yang salah satunya dari daun pepaya dan umbi bawang putih. Hal ini diiringi dengan mudahnya didapatkan bahan alam tersebut sehingga muncullah ide untuk membuat pestisida dari bahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh variasi waktu perendaman bahan baku dengan variasi pelarut, menghitung rendemen dari variasi waktu perendaman bahan baku dan menguji senyawa metabolit sekunder dari rendemen maksimum lalu menguji toksisitas ekstrak yang diperoleh terhadap larva nyamuk. Penelitian ini dilakukan dengan metode ekstraksi maserasi menggunakan pelarut metanol dan etanol. Variasi waktu perendaman 3,5,7 hari dengan suhu lingkungan, nisbah larutan padatan sebesar 1 : 4, setelah proses perendaman dilakukan penyaringan dan hasil saringan berupa filtrat didestilasi dengan kondisi operasi temperatur 80o C selama 50 menit. Lalu ekstrak diuji senyawa metabolit sekundernya, diukur pHnya dan toksisitas terhadap hewan uji. Kondisi operasi maksimum diperoleh pada waktu perendaman selama 7 hari dengan kadar rendemen sebesar 41,35 % dengan pH 5,79 untuk hasil ekstrak metanol dan 36,06 % dengan pH 5,86 untuk hasil ekstrak etanol. Metabolit sekunder yang berhasil diidentifikasi adalah alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan sulfur. Konsentrasi maksimum yang membunuh larva nyamuk adalah sebesar 3000 ppm dengan rata-rata kematian larva 95 % untuk ekstrak etanol dan 97,5 % untuk ekstrak metanol.Kata kunci: pestisida alami, daun pepaya dan umbi bawang putih, ekstraksiABSTRACTPesticides are chemicals and other substances used to control pests that could prove disruptive. Pesticides can be made from natural materials, one of which from the leaves of papaya and garlic bulbs. It is accompanied by easily obtained natural materials that came the idea to create pesticide of these materials. The purpose of this research was to study the effect of variations in the time of immersion of raw materials with a variety of solvents, calculate the yield of raw material variation of soaking time and the test compounds secondary metabolites of maximum yield and test the toxicity of exstracts obtained against mosquito larvae. The research was done by maceration extraction method using methanol and ethanol. 3,5,7 days soaking time variation with temperature, the solid solution ratio 1 : 4, after immersion do filtering was done and filter the results in the form of the filtrate is distilled at 80o C temperature operating conditions for 50 minutes. Then extract secondary metabolites were tested, measured their pH and toxicity towards the test animals. Maximum operating conditions obtained at the time of immersion for 7 days with high levels of yields at 41.35 % with a pH of 5.79 for methanol extract and 36.06 % with a pH 5.86 to extract the ethanol. Secondary metabolites that were succesfuly identified are alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and sulfur.Maximum concentration that killed mosquito larvae is equal to 3000 ppm with an average of 95 % larval mortality for ethanol extract and 97.5 % for methanol extract.Keyword : natural pesticides, papaya and garlic bulbs, extraction
EFISIENSI METODE MULTI SOIL LAYERING (MSL) DALAM PENYISIHAN COD DARI LIMBAH CAIR HOTEL (Studi Kasus: Hotel X Padang) Shinta Elystia; Shinta Indah; Denny Helard
Jurnal Dampak Vol 9, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.9.2.98-105.2012

Abstract

ABSTRAKDalam penelitian dilakukan pengolahan limbah cair Hotel yang bersumber dari dapur dan laundri dengan metode Multi Soil Layering (MSL). Tujuan penelitian ini untuk menentukan efisiensi penyisihan COD dan mempelajari pengaruh faktor variasi material organik dalam campuran tanah pada lapisan anaerob dan variasi Hydraulic Loading Rate (HLR) terhadap efisiensi pengolahan limbah cair hotel dengan metode MSL. Dua buah reaktor MSL berdimensi 50 x 15 x 100 cm dengan lapisan batuan yang sama pada kedua reaktor berupa kerikil berukuran 35 mm serta lapisan anaerob berupa campuran tanah dengan arang (reaktor 1) dan campuran tanah dengan serbuk gergaji (reaktor 2) dengan rasio komposisi 2 : 1. Limbah dialirkan pada masing-masing reaktor dengan variasi HLR 500, 750, dan 1.000 l/m2hari. Konsentrasi COD sebelum diolah adalah 132,600201,240 mg/l, setelah diolah dengan MSL konsentrasi berubah menjadi 12,48088,920 mg/l. Secara umum, variasi material organik dalam campuran tanah tidak begitu berpengaruh pada penyisihan COD. Variasi HLR cukup berpengaruh, dimana HLR 500 l/m2hari memberikan efisiensi penyisihan COD yang lebih tinggi. Efisiensi penyisihan COD yang diperoleh pada penelitian ini berturut-turut pada reactor 1 berkisar antara 55 -90 % dan pada reactor 2 berkisar antara 56-89%. Hasil menunjukkan bahwa kedua reaktor mampu menyisihkan COD pada limbah cair hotel.Kata Kunci: COD, limbah cair hotel, multi soil layering (MSL)ABSTRACTResearch COD removal from hotel wastewater stemmed from laundry and kitchen with Multi Soil Layering method (MSL) was conducted. The aim were to observe COD removal efficiency and to study the effect of organic material variation in soil as the anaerob layer as well as the effect of various hydraulic loading rate (HLR). In this research, there were two MSL reactors with dimension of 50 x 15 x 100 cm. Aerob layers of both reactors in the form of gravel 3-5 mm sized while anaerob layers are composed from soil mixed with charcoal (reactor 1) and soil mixed with sawdust (reactor 2) with ratio 2:1. HLR of wastewater for each reactor are 500, 750, and 1.000 l/m2day. Concentration of COD was 132,600-201,240 mg/l. COD concentration successively reduced to 12,480-88,920 mg/l.This result indicated both reactors can cast aside COD and also neutralize hotel liquid waste pH. In general, organic material variation of in soil mixture, that is sawdust and charcoal did not show any significant influence. HLR of 500 l / m2/day allowed the best removal efficiency at each contaminant parameters. As a whole efficiency removal of COD at this research successively at reactor 1 ranged from 55-90%, and 56-89%.Key Words:COD, hotel wastewater, multi soil layering (MSL)
Biosorpsi Kromium (Cr) Pada Limbah Cair Industri Elektroplating Menggunakan Biomassa Ragi Roti (Saccharomyces cerevisiae) Shinta Elystia; Resna Rauda Putri; Sri Rezeki Muria
Jurnal Dampak Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.15.1.1-6.2018

Abstract

Electroplating industry is one of the industries producing liquid waste containing heavy metals. Among the heavy metals contained in the liquid waste is Chromium (Cr) which has a high toxicity. One technology that can be applied to eliminate Cr metal in liquid waste is by the method Biosorption using biomass derived from yeast bread (Saccharomyces cerevisiae). This study aimed to study the ability of bread yeast biomass (saccharomyces cerevisiae) in removing Cr metal on variations in biosorbent weight of 0.25; 0.5 and 0.75 grams, mesh size 80; 100 and 140 and contact time 1; 2; 3 and 4 hours. The results showed that the highest Cr removing efficiency occurred at 0.75 g biosorbent weight at 80 mesh and 4 hours contact time with efficiency of 54.7%. The biosorption process indicates that the adsorption isotherm type obtained is Langmuir isotherms assumed that the layer formed is monolayer with R2 value of 0.8819. The SEM analysis results show the difference of the morphological shape on the sample surface before and after the biosorption process
Co-Authors Ade Rani Putri Adrianto Ahmad Afrilia Geishy Karamy Aisyah Sri Lestari Aldita Meitri Dewi Aminuyati Andhika Chandra Anggraini, Melina Dwi Aprilya, Sondang Ita Aryo Sasmita Asward, Mayshara Audina, Nurul Aulia Masta Aulia, Syarifah Rizky Ayu Eka Putri Darmayanti, Indah David Andrio Davin Zamora Putra Deassy Amelia Denada Curie Denisa Nurmalia Denny Helard Dewi Fitria Dian Larasati Dian Larasati Diana Aprila Dini Aulia Sari Ermal Dwi Azrul Disyamto, Dwi Azrul Dwi Mina Intan Permadi Edward Edward Edward HS Edward Hs Elvi Yenie, Elvi Elvie Yennie Erlangga, Herta Furaida Fajri, Sandra Monica Fanani, Adita Suri Fauzani, Rhanti Fauzy Isnandar Febrian Maulana Ferizal Nuurfath Floria Christin Hadi Purnama Putra, Hadi Purnama Hafiz Hafiz Hamdani . Hamdani Hamdani Handika Resvandry Harsena Hayas Fika Harsena Hayas Fika Hasti, Fucy Adilla Hasti, Fucy Adilla Helda Sri Rahayu, Helda Sri Ifni Rimijuna Imalatunil Khaira Imalatunil Khaira Indah Darmayanti Darmayanti Indah Kartika Zulfa Indah Kartika Zulfa Iner, Alfa Insani, Suciati Dwi Irwinsyah, Irwinsyah Isabella Amalia Denisa Putri Isra Desmita Putri Ivnaini Andesgur Jaspi, Khalika Jecky Asmura Juarsa, Tri Juniwarnis Juniwarnis Juniwarnis Juniwarnis Karamy, Afrilia Geishy Kardo Kardo Khadijah Lestari Lubis Khairegtah, Said M. Fitra Khodijah Khodijah Kiki Ramadanti Kiki Ramadanti Larasati, Dian Lely Rahmawati Saragih Lidya Anggraini Lilis Anggreani Lita Darmayanti Loisa Rosalia Sitompul M. Hardi Alfarobi M. Iwan Fermi Mardhatillah, Annisa Masriza, Maya Meisy Dhyta Amelia Meisy Dhyta Amelia Mesy Susi Darsy Mesy Susri Darsi MIFTAHUL JANNAH Muhammad Faisal Dharma Muhammad Reza Mustika Chairani Mustika Chairani Mutia Nurrahmadhani Novira, Tria Bela Novita Faradisha Nur Anisyah Handayani Hasibuan Nurul Falah Pretty Nova M H Priyambada, Gunadi PURWANTI PURWANTI Putra, Anggara Putri Fatihah Zuhrah Putri Sarah Nurliana Atmaja Putri, Aulia Dewi Putri, Bella Nadiah Putriani Putriani Queen Destya Rahmadani Mutia Rahmadini Setianingsih Rani Ariyanti Regina Giantika Rehansyah, M Akhbar Resna Rauda Pratiwi Resna Rauda Putri Resty Maiyola Ricky Pribadi Rika Kristin Riri Shania Ritonga, Desrinayanti Robi Mulyadi Romadona, Syahri Roselyn Indah Kurniati Sandra Monica Fajri Sandy Juliana Sari Sanny Amir Arasy Sari, Siti Shindi Unada Shinta Indah Siahaan, Jessica Sri Indira Puspa Pertiwi Sri Indira Puspa Pertiwi Sri Rezeki Mulia Sri Rezeki Muria Syarah Adriana Syarfi Daud Syavina Ananda Tiara Adinda Toto Heri Sungkowo, Toto Heri Utami Khairunnisa Utami Utami Vayolla Syakirah Karil Vina Lestari Riyandini Vonny Meidina Rizani Vonny Meidina Rizani Wenny Andini Winda Yani Christian S Yelmida Azis Yesi Arnita Yohanes Yohanes Yudhi Hanafi Syadli, Yudhi Hanafi Yuliyana Rahmawati Yulya Yulya Yunitasari, Yonna Zultiniar Zultiniar Zultiniar Zultiniar Zultiniar Zultiniar Zultiniar Zultiniar