Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBUATAN PESTISIDA ORGANIK MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI DARI SAMPAH DAUN PEPAYA DAN UMBI BAWANG PUTIH Elvie Yennie; Shinta Elystia
Jurnal Dampak Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.10.1.46-59.2013

Abstract

ABSTRAKPestisida adalah substansi kimia dan bahan lain yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama yang terbukti mengganggu. Pestisida dapat dibuat dari bahan alam yang salah satunya dari daun pepaya dan umbi bawang putih. Hal ini diiringi dengan mudahnya didapatkan bahan alam tersebut sehingga muncullah ide untuk membuat pestisida dari bahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh variasi waktu perendaman bahan baku dengan variasi pelarut, menghitung rendemen dari variasi waktu perendaman bahan baku dan menguji senyawa metabolit sekunder dari rendemen maksimum lalu menguji toksisitas ekstrak yang diperoleh terhadap larva nyamuk. Penelitian ini dilakukan dengan metode ekstraksi maserasi menggunakan pelarut metanol dan etanol. Variasi waktu perendaman 3,5,7 hari dengan suhu lingkungan, nisbah larutan padatan sebesar 1 : 4, setelah proses perendaman dilakukan penyaringan dan hasil saringan berupa filtrat didestilasi dengan kondisi operasi temperatur 80o C selama 50 menit. Lalu ekstrak diuji senyawa metabolit sekundernya, diukur pHnya dan toksisitas terhadap hewan uji. Kondisi operasi maksimum diperoleh pada waktu perendaman selama 7 hari dengan kadar rendemen sebesar 41,35 % dengan pH 5,79 untuk hasil ekstrak metanol dan 36,06 % dengan pH 5,86 untuk hasil ekstrak etanol. Metabolit sekunder yang berhasil diidentifikasi adalah alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan sulfur. Konsentrasi maksimum yang membunuh larva nyamuk adalah sebesar 3000 ppm dengan rata-rata kematian larva 95 % untuk ekstrak etanol dan 97,5 % untuk ekstrak metanol.Kata kunci: pestisida alami, daun pepaya dan umbi bawang putih, ekstraksiABSTRACTPesticides are chemicals and other substances used to control pests that could prove disruptive. Pesticides can be made from natural materials, one of which from the leaves of papaya and garlic bulbs. It is accompanied by easily obtained natural materials that came the idea to create pesticide of these materials. The purpose of this research was to study the effect of variations in the time of immersion of raw materials with a variety of solvents, calculate the yield of raw material variation of soaking time and the test compounds secondary metabolites of maximum yield and test the toxicity of exstracts obtained against mosquito larvae. The research was done by maceration extraction method using methanol and ethanol. 3,5,7 days soaking time variation with temperature, the solid solution ratio 1 : 4, after immersion do filtering was done and filter the results in the form of the filtrate is distilled at 80o C temperature operating conditions for 50 minutes. Then extract secondary metabolites were tested, measured their pH and toxicity towards the test animals. Maximum operating conditions obtained at the time of immersion for 7 days with high levels of yields at 41.35 % with a pH of 5.79 for methanol extract and 36.06 % with a pH 5.86 to extract the ethanol. Secondary metabolites that were succesfuly identified are alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and sulfur.Maximum concentration that killed mosquito larvae is equal to 3000 ppm with an average of 95 % larval mortality for ethanol extract and 97.5 % for methanol extract.Keyword : natural pesticides, papaya and garlic bulbs, extraction
EFISIENSI METODE MULTI SOIL LAYERING (MSL) DALAM PENYISIHAN COD DARI LIMBAH CAIR HOTEL (Studi Kasus: Hotel X Padang) Shinta Elystia; Shinta Indah; Denny Helard
Jurnal Dampak Vol 9, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.9.2.98-105.2012

Abstract

ABSTRAKDalam penelitian dilakukan pengolahan limbah cair Hotel yang bersumber dari dapur dan laundri dengan metode Multi Soil Layering (MSL). Tujuan penelitian ini untuk menentukan efisiensi penyisihan COD dan mempelajari pengaruh faktor variasi material organik dalam campuran tanah pada lapisan anaerob dan variasi Hydraulic Loading Rate (HLR) terhadap efisiensi pengolahan limbah cair hotel dengan metode MSL. Dua buah reaktor MSL berdimensi 50 x 15 x 100 cm dengan lapisan batuan yang sama pada kedua reaktor berupa kerikil berukuran 35 mm serta lapisan anaerob berupa campuran tanah dengan arang (reaktor 1) dan campuran tanah dengan serbuk gergaji (reaktor 2) dengan rasio komposisi 2 : 1. Limbah dialirkan pada masing-masing reaktor dengan variasi HLR 500, 750, dan 1.000 l/m2hari. Konsentrasi COD sebelum diolah adalah 132,600201,240 mg/l, setelah diolah dengan MSL konsentrasi berubah menjadi 12,48088,920 mg/l. Secara umum, variasi material organik dalam campuran tanah tidak begitu berpengaruh pada penyisihan COD. Variasi HLR cukup berpengaruh, dimana HLR 500 l/m2hari memberikan efisiensi penyisihan COD yang lebih tinggi. Efisiensi penyisihan COD yang diperoleh pada penelitian ini berturut-turut pada reactor 1 berkisar antara 55 -90 % dan pada reactor 2 berkisar antara 56-89%. Hasil menunjukkan bahwa kedua reaktor mampu menyisihkan COD pada limbah cair hotel.Kata Kunci: COD, limbah cair hotel, multi soil layering (MSL)ABSTRACTResearch COD removal from hotel wastewater stemmed from laundry and kitchen with Multi Soil Layering method (MSL) was conducted. The aim were to observe COD removal efficiency and to study the effect of organic material variation in soil as the anaerob layer as well as the effect of various hydraulic loading rate (HLR). In this research, there were two MSL reactors with dimension of 50 x 15 x 100 cm. Aerob layers of both reactors in the form of gravel 3-5 mm sized while anaerob layers are composed from soil mixed with charcoal (reactor 1) and soil mixed with sawdust (reactor 2) with ratio 2:1. HLR of wastewater for each reactor are 500, 750, and 1.000 l/m2day. Concentration of COD was 132,600-201,240 mg/l. COD concentration successively reduced to 12,480-88,920 mg/l.This result indicated both reactors can cast aside COD and also neutralize hotel liquid waste pH. In general, organic material variation of in soil mixture, that is sawdust and charcoal did not show any significant influence. HLR of 500 l / m2/day allowed the best removal efficiency at each contaminant parameters. As a whole efficiency removal of COD at this research successively at reactor 1 ranged from 55-90%, and 56-89%.Key Words:COD, hotel wastewater, multi soil layering (MSL)
Biosorpsi Kromium (Cr) Pada Limbah Cair Industri Elektroplating Menggunakan Biomassa Ragi Roti (Saccharomyces cerevisiae) Shinta Elystia; Resna Rauda Putri; Sri Rezeki Muria
Jurnal Dampak Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.15.1.1-6.2018

Abstract

Electroplating industry is one of the industries producing liquid waste containing heavy metals. Among the heavy metals contained in the liquid waste is Chromium (Cr) which has a high toxicity. One technology that can be applied to eliminate Cr metal in liquid waste is by the method Biosorption using biomass derived from yeast bread (Saccharomyces cerevisiae). This study aimed to study the ability of bread yeast biomass (saccharomyces cerevisiae) in removing Cr metal on variations in biosorbent weight of 0.25; 0.5 and 0.75 grams, mesh size 80; 100 and 140 and contact time 1; 2; 3 and 4 hours. The results showed that the highest Cr removing efficiency occurred at 0.75 g biosorbent weight at 80 mesh and 4 hours contact time with efficiency of 54.7%. The biosorption process indicates that the adsorption isotherm type obtained is Langmuir isotherms assumed that the layer formed is monolayer with R2 value of 0.8819. The SEM analysis results show the difference of the morphological shape on the sample surface before and after the biosorption process
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI BEAD ALGA Chlorella sp. DALAM FLAT-FOTOBIOREAKTOR UNTUK MENYISIHKAN NUTRIEN PADA PALM OIL MILL EFFLUENT (POME) Shinta Elystia; Indah Darmayanti Darmayanti; Sri Rezeki Muria
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 18, No 1 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.05 KB) | DOI: 10.31258/jst.v18.n1.p14-20

Abstract

Mikroalga Chlorella sp. memanfaatkan nutrien yang terdapat di dalam POME sebagai sumber nutrisi untuk pertumbuhannya. Pada penelitian ini dilakukan penyisihan nutrien yaitu kandungan COD dan Nitrogen Total dengan memanfaatkan POME sebagai medium kultivasi di dalam flat-fotobioreaktor. Imobilisasi sel dilakukan untuk membentuk beads dikarenakan sel Chlorella sp. yang mikroskopis, berat jenis rendah, dan sulit dipisahkan dari medium. Untuk mendapatkan efisiensi penyisihan terbaik dilakukan variasi konsentrasi bead alga di dalam flat-fotobioreaktor sebesar 6, 8, 10, 12, dan 14 beads/mL air limbah serta waktu kontak 0, 1, 3, 5, dan 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi penyisihan COD dan Nitrogen Total terbaik terdapat pada flat-fotobioreaktor dengan konsentrasi bead alga sebesar 12 beads/mL air limbah pada hari ketujuh sebesar 77,8 % dan 83,5 %.
EVALUASI TINGKAT KEBISINGAN SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI UNIT PLTD/G TELUK LEMBU PT PLN PEKANBARU DENGAN METODE NIOSH Aryo Sasmita; Shinta Elystia; Jecky Asmura
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.874 KB) | DOI: 10.31258/jst.v15.n2.p34-42

Abstract

Kebisingan tidak dapat dipisahkan dari perkembangan industri karena hampir semua proses produksi di industri akan menimbulkan kebisingan. Kebisingan juga dapat menyebabkan gangguan yang berpotensi mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan terutama berasal dari kegiatan operasional peralatan pabrik. Pekerja lapangan PLTD/G setiap hari berhubungan dengan mesin-mesin pembangkit listrik yang memiliki tingkat kebisingan yang tinggi. Risiko kerusakan pendengaran (damage risk on hearing) pada pekerja dapat disebabkan oleh bising yang tinggi atau waktu kumulatif paparan yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kebisingan yang ada dilokasi penelitian dan mengetahui waktu pemaparan maksimal yang diperbolehkan untuk bepekerja berada pada lokasi kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah melakukan perhitungan tingkat kebisingan yang terjadi di PT. PLN (Persero) Unit PLTD/G Teluk Lembu Pekanbaru berdasarkan KepMenLH Nomor 48 Tahun 1996 dan SNI 7231-2009 kemudian melakukan evaluasi waktu maksimal pekerja terpapar kebisingan yang ditimbulkan berdasarkan metode perhitungan NIOSH. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat empat titik yang berada dibawah Nilai Ambang Batas (NAB) Kepmenaker No. 51 Tahun 1999 sedangkan sisanya diatas NAB. Waktu terlama pemaparan yaitu titik 2 dengan waktu pemaparan maksimal selama 88,89jam, sedangkan waktu pemaparan paling singkat yaitu titik 13 dengan lama pemaparan diperbolehkanhanya selama 5,68 menit
STUDI EKOKINETIKA AIR LINDI TPA MUARA FAJAR KECAMATAN RUMBAI PESISIR, PEKANBARU Shinta Elystia; Jecky Asmura
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 2 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.996 KB) | DOI: 10.31258/jst.v13.n2.p%p

Abstract

TPA Muara Fajar adalah tempat pengolahan sampah akhir Kota Pekanbaru, yang operasionalnya menggunakan sistem open dumping, yaitu sampah dibuang dan diletakkan begitu saja di tanah lapang. Sistem open dumping di TPA akan sangat berpengaruh terhadap kualitas lingkungan, khususnya air tanah dangkal di sekitar TPA. Penelitian ini bertujuan mengetahui ekokinetika (perjalananan) air lindi di air tanah sekitar TPA. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel air tanah dangkal dari 4 lokasi sampel dengan mempertimbangkan jarak lokasi dengan TPA Sampah. Pada masing-masing lokasi yaitu L1, L2, L3 dan L4 diambil 5 sampel air tanah pada sumur penduduk, kemudian dikomposit menjadi satu. Analisis sifat fisika, kimia dan mikrobiologi air tanah dilakukan secara in-situ dan di laboratorium. Dari hasil penelitian air lindi dari TPA berpengaruh terhadap kualitas air tanah dangkal, pada jarak 0 – 100 m dari TPA (L1) terdapat 10 parameter yang melebihi baku mutu yaitu Bau, Rasa, pH, DO, BOD, Amonia, Timbal, Seng, Tembaga, dan Krom, Lokasi 2 (L2) pada jarak 100 – 200 m terdapat sembilan parameter yang melebihi baku mutu antara lain Bau, rasa, pH, DO, BOD, ammonia, Timbal, Tembaga, dan Krom, Lokasi 3 (L3) pada jarak 200 -300 m terdapat 5 parameter yang melebihi baku mutu yaitu pH, DO, Seng, Tembaga, dan Krom. Lokasi 4 (L4) sebagai kontrol >1km. masih terdapat 3 parameter pencemar yang melebihi baku mutu, atara lain: DO, Tembaga dan Krom. Ekokinetika air lindi sudah mencapai jarak terjauh yaitu > 1 km, masih ditemukan kadar logam berat yang melebihi baku mutu, dengan kata lain sudah dalam kondisi tercemar sehingga air sumurnya dapat dikatakan tidak layak untuk dikonsumsi.Kata kunci : Air lindi, Air tanah dangkal, Ekokinetika, TPA Muara Fajar
PEMANFAATAN MIKROALGA Chlorella sp UNTUK PRODUKSI LIPID DALAM MEDIA LIMBAH CAIR HOTEL DENGAN VARIASI RASIO C:N DAN PANJANG GELOMBANG CAHAYA Shinta Elystia; Sri Rezeki Muria; Sri Indira Puspa Pertiwi
Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Vol. 11 No. 1 (2019): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol11.iss1.art3

Abstract

Mikroalga memiliki kandungan lemak (lipid) dan asam lemak (fatty acid) yang dapat dikonversi menjadi salah satu energi alternative biodiesel. Biodiesel adalah bahan bakar alternatif yang tidak beracun dan dapat terurai secara alami. Kelimpahan dan pertumbuhan mikroalga Chorella Sp. yang sangat cepat dinilai ideal dan potensial untuk dijadikan sebagai bahan baku produksi bioenergi. Disisi lain mikroalga membutuhkan nutrisi seperti karbon dan nitrogen untuk pertumbuhannya. Sumber nutrisi dapat diperoleh dari limbah cair, seperti limbah cair hotel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kondisi terbaik untuk Chlorella sp memproduksi kandungan lipid dengan memvariasikan rasio C: N 100: 7, 100: 13, 100: 32 dan panjang gelombang cahaya menggunakan lampu cahaya putih (380-750 nm) , lampu biru (450-495 nm), lampu hijau (495-570 nm), dan lampu merah (620-750 nm) juga mengamati kemampuan Chlorella sp untuk mengurangi nutrisi dalam media limbah cair. Percobaan dilakukan pada suhu kamar di bawah pencahayaan 2000 lux selama 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chlorella sp menghasilkan konten lipid tertinggi (36,84%) pada rasio C: N 100: 7. Selain itu, Ketika alga dikultivasi dengan panjang gelombang cahaya berbeda menunjukkan bahwa Chlorella sp tumbuh lebih baik dan menghasilkan kandungan lipid sebesar 40,91% di bawah cahaya biru (450-495 nm) bila dibandingkan dengan jenis cahaya lainnya.
ANALISIS PENAMBAHAN BAKTERI Azospirillum sp. TERHADAP KEPADATAN SEL DAN KANDUNGAN LIPID MIKROALGA Chlorella sp. SERTA PENYISIHAN N TOTAL DI LIMBAH CAIR TAHU Shinta Elystia; Mesy Susi Darsy; Sri Rezeki Mulia
Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2021): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol13.iss2.art4

Abstract

Biomassa mikroalga Chlorella sp. mampu menghasilkan lipid yang dapat dikonversi menjadi biodiesel sebagai energi alternatif bahan bakar fosil disamping perannya dalam pengolahan limbah. Oleh karena itu, teknik budidaya mikroalga tersebut menjadi penting untuk dikembangkan. Salah satunya dengan memanfaatkan bakteri Azospirillum sp. yang bisa meningkatkan pertumbuhan Chlorella sp. dalam pembentukan lipid dan menurunkan kadar pencemar pada limbah cair tahu. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran pertumbuhan dan jumlah lipid yang dihasilkan Chlorella sp. serta mengetahui hubungan bakteri Azospirillum sp. dan Chlorella sp. dalam menurunkan kadar penyisihan nitrogen total di limbah cair tahu. Penelitian dilakukan secara batch dengan perlakuan penambahan bakteri dengan 5 level yang berbeda, yaitu 0 (tanpa penambahan bakteri), penambahan bakteri sebanyak 0,25; 0,50; 0,75 dan 1 (%v/v). Proses pengolahan dilakukan selama 13 hari dengan penyinaran cahaya matahari dalam fotobioreaktor. Berdasarkan hasil penelitian, kepadatan tertinggi diperoleh dari perlakuan penambahan 1% bakteri Azospirillum sp. sebesar 9,26 x 106 sel/ml. Perlakuan dengan penambahan 1% mampu menghasilkan lipid 24,38% dengan efisiensi penyisihan N total sebesar 66,67%.
Pemanfaatan Bionanomaterial Chitosan dari Limbah Cangkang Kulit Udang Sebagai Adsorben dalam Pengolahan Air Gambut Shinta Elystia; Nur Anisyah Handayani Hasibuan; Zultiniar Zultiniar
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 20, No 3 (2022): July 2022
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.20.3.570-578

Abstract

Persoalan air bersih merupakan masalah global yg mendesak harus segera ditangani. Khususnya masalah di daerah lahan gambut yang air bersihnya terbatas, adanya air gambut yang memiiki kuantitas besar pada daerah lahan gambut dimungkinkan dapat digunakan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan air, sedangkan untuk kualitas air gambut itu sendiri tidak memenuhi syarat sebagai air bersih. Upaya mengantisipasi kuantitas kebutuhan air tersebut dengan memanfaatkan bionanomaterial chitosan dari limbah cangkang kulit udang sebagai adsorben dalam pengolahan air gambut. Limbah cangkang kulit udang dihaluskan dan disaring menggunakan saringan 100 mesh lalu dilakukan sintesis chitosan dengan tahap deproitenasi, demineralisasi, dan deasetilasi. Sintesis bionanomaterial chitosan dengan penambahan asam asetat 2% dan Tripoliphospat 200 ml. Hasil sintesis chitosan dikarakterisasi dengan uji FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) dimana adanya gugus amina dan hidroksil dalam pengkhelatan parameter logam Fe dan warna pada air gambut dengan nilai derajat N deasetilasi sebesar 90,9%. Bionanomaterial chitosan dikarakterisasi dengan uji XRD (X-Ray Diffraction) dengan nilai ukuran partikel bionanomaterial chitosan sebesar 73,93 nm. Variabel pada penelitian yang digunakan adalah 1 gram, 3 gram, 5 gram, dan 7 gram untuk massa adsorben, sedangkan variabel waktu pengadukan yaitu 30 menit, 60 menit dan 90 menit. Hasil Konsentrasi  penyisihan air gambut pada logam Fe sebesar 0,06 mg/L dengan efisiensi penyisihan nilai sebesar 95,65%, sedangkan penyisihan parameter warna sebesar 14,828 PtCo dengan efisiensi penyisihan nilai sebesar 97,93% dan didapatkan  massa adsorben terbaik pada 5 gram dengan waktu pegadukan 30 menit. Hasil perbandingan efisiensi penyisihan logam Fe dan warna pada baku mutu hygiene sanitasi dinyatakan sudah memenuhi sebagai sumber air.ABSTRACTThe problem of clean water is an urgent global problem that must be addressed immediately. Especially the problem in peatland areas where clean water is limited, the presence of peat water which has a large quantity in peatland areas is possible to be used as a source of meeting water needs, while the quality of peat water itself does not meet the requirements as clean water. Efforts to anticipate the quantity of water demand by utilizing chitosan bionanomaterial from shrimp shell waste as an adsorbent in peat water treatment. Shrimp shell waste was pulverized and filtered using a 100 mesh sieve, then chitosan was synthesized in the stages of deprioritization, demineralization, and deacetylation. Synthesis of chitosan bionanomaterial with the addition of 2% acetic acid and 200 ml of Tripoliphospat. The results of the chitosan synthesis were characterized by the FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) test in which the presence of amine and hydroxyl groups in the chelation of Fe metal parameters and color in peat water with a degree of N deacetylation value of 90.9%. Chitosan bionanomaterial was characterized by an XRD (X-Ray Diffraction) test with a particle size value of 73.93 nm for chitosan bionanomaterial. The variables used in this study were 1 gram, 3 grams, 5 grams, and 7 grams for the adsorbent mass, while the stirring time variables were 30 minutes, 60 minutes, and 90 minutes. Results The concentration of removal of peat water on Fe metal is 0.06 mg/L with an efficiency of removal of values of 95.65%, while the removal of color parameters is 14.828 PtCo with an efficiency of removal of values of 97.93% and the best adsorbent mass is obtained at 5 grams with stirring time 30 minutes. The results of the comparison of the efficiency of the removal of Fe and color metals in the sanitation hygiene quality standard were declared to have met the requirements as a water source.
Uji Toksisitas Akut Effluent Pengolahan Lindi TPA Muara Fajar Terhadap Ikan Mas (Cyprinus Carpiol ) Dengan Metode Renewal Test Novita Faradisha; Shinta Elystia; Elvi Yenie
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 2, No 2 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The garbage mixed with rain water will produce leachate. Leachate can be pollution if not treated before being discharged into the environment. The leachate treatment are precipitation process, coagulation-flocculation, sedimentation, and cleaning process. However, effluent of TPA Muara Fajar Landfill was above the standard quality of KEP 51-/MENLH/10/1995 about industrial effluent standard. Therefore research on acute toxicity test of effluent leachate from Muara Fajar Landfil to determine LC50 value and TUa (Toxicity Unit area) value by using renewel test method in 96 hours observation. Testing animal used was goldfish (Cyprinus Carpio L). LC50 value was calculated by probit method which utilized the goldfish mortality and the parameters tested was DO, pH, temperature, COD, and sulfide. The value of LC50 of effluent Muara Fajar Landfill was 3,595% and TUa (Toxicity Unit Area) of effluent Muara Fajar Landfill was 27,81. The results showed that value of effluent could make great acute toxicity. Result show the COD and sulfide leachate of characteristics of Muara Fajar landfill affected goldwish mortality. By the higher concentrations and characteristic by the higher goldwish mortality, which means more toxic the leachate was. By the smaller concentration value and characteristics of leachate by the higher LC50 value, which means the toxicity of the leachate was disminished.Keywords : effluent leachate of muara fajar Landfill, LC50 value, renewal test, toxicity.
Co-Authors Ade Rani Putri Adrianto Ahmad Afrilia Geishy Karamy Aisyah Sri Lestari Aldita Meitri Dewi Aminuyati Andhika Chandra Anggraini, Melina Dwi Aprilya, Sondang Ita Aryo Sasmita Asward, Mayshara Audina, Nurul Aulia Masta Aulia, Syarifah Rizky Ayu Eka Putri Darmayanti, Indah David Andrio Davin Zamora Putra Deassy Amelia Denada Curie Denisa Nurmalia Denny Helard Dewi Fitria Dian Larasati Dian Larasati Diana Aprila Dini Aulia Sari Ermal Dwi Azrul Disyamto, Dwi Azrul Dwi Mina Intan Permadi Edward Edward Edward HS Edward Hs Elvi Yenie, Elvi Elvie Yennie Erlangga, Herta Furaida Fajri, Sandra Monica Fanani, Adita Suri Fauzani, Rhanti Fauzy Isnandar Febrian Maulana Ferizal Nuurfath Floria Christin Hadi Purnama Putra, Hadi Purnama Hafiz Hafiz Hamdani . Hamdani Hamdani Handika Resvandry Harsena Hayas Fika Harsena Hayas Fika Hasti, Fucy Adilla Hasti, Fucy Adilla Helda Sri Rahayu, Helda Sri Ifni Rimijuna Imalatunil Khaira Imalatunil Khaira Indah Darmayanti Darmayanti Indah Kartika Zulfa Indah Kartika Zulfa Iner, Alfa Insani, Suciati Dwi Irwinsyah, Irwinsyah Isabella Amalia Denisa Putri Isra Desmita Putri Ivnaini Andesgur Jaspi, Khalika Jecky Asmura Juarsa, Tri Juniwarnis Juniwarnis Juniwarnis Juniwarnis Karamy, Afrilia Geishy Kardo Kardo Khadijah Lestari Lubis Khairegtah, Said M. Fitra Khodijah Khodijah Kiki Ramadanti Kiki Ramadanti Larasati, Dian Lely Rahmawati Saragih Lidya Anggraini Lilis Anggreani Lita Darmayanti Loisa Rosalia Sitompul M. Hardi Alfarobi M. Iwan Fermi Mardhatillah, Annisa Masriza, Maya Meisy Dhyta Amelia Meisy Dhyta Amelia Mesy Susi Darsy Mesy Susri Darsi MIFTAHUL JANNAH Muhammad Faisal Dharma Muhammad Reza Mustika Chairani Mustika Chairani Mutia Nurrahmadhani Novira, Tria Bela Novita Faradisha Nur Anisyah Handayani Hasibuan Nurul Falah Pretty Nova M H Priyambada, Gunadi PURWANTI PURWANTI Putra, Anggara Putri Fatihah Zuhrah Putri Sarah Nurliana Atmaja Putri, Aulia Dewi Putri, Bella Nadiah Putriani Putriani Queen Destya Rahmadani Mutia Rahmadini Setianingsih Rani Ariyanti Regina Giantika Rehansyah, M Akhbar Resna Rauda Pratiwi Resna Rauda Putri Resty Maiyola Ricky Pribadi Rika Kristin Riri Shania Ritonga, Desrinayanti Robi Mulyadi Romadona, Syahri Roselyn Indah Kurniati Sandra Monica Fajri Sandy Juliana Sari Sanny Amir Arasy Sari, Siti Shindi Unada Shinta Indah Siahaan, Jessica Sri Indira Puspa Pertiwi Sri Indira Puspa Pertiwi Sri Rezeki Mulia Sri Rezeki Muria Syarah Adriana Syarfi Daud Syavina Ananda Tiara Adinda Toto Heri Sungkowo, Toto Heri Utami Khairunnisa Utami Utami Vayolla Syakirah Karil Vina Lestari Riyandini Vonny Meidina Rizani Vonny Meidina Rizani Wenny Andini Winda Yani Christian S Yelmida Azis Yesi Arnita Yohanes Yohanes Yudhi Hanafi Syadli, Yudhi Hanafi Yuliyana Rahmawati Yulya Yulya Yunitasari, Yonna Zultiniar Zultiniar Zultiniar Zultiniar Zultiniar Zultiniar Zultiniar Zultiniar