Claim Missing Document
Check
Articles

Konstruksi Cerai-Gugat: Kajian Fenomenologis atas Kasus Perceraian di Desa Asembakor Kraksaan Probolinggo Yakin, Ainul; Munir, Sirojul; Asuudi, Alvin Qudrata
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/trilogi.v3i3.4290

Abstract

Tingginya angka perceraian di Probolinggo telah menjadi masalah tersendiri di lingkungan masyarakat karena dampaknya yang begitu tinggi baik secara sosial maupun budaya. Angka perceraian di Probolinggo terbilang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari angka percerain dari tahun ke tahun jumlahnya meningkat. Pada tahun 2014 silam, angka perceraian sebanyak 3.578 kasus, tahun 2016 sebanyak 1.641 kasus,  tahun 2017 sebanyak 2.356 kasus hingga tahun  2020 sebanyak 2.326 kasus. Sementara dampak perceraian adalah tingginya kenakalan remaja seperti  genk  motor, anak jalanan, kasus minum-minuman keras, putus sekolah akibat rumah tangga yang retak (broken). Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengongkap dan mengelaborasi motivasi, faktor penyebab dan langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah perceraian. Penelitian mengambil lokasi di Desa Asembakor, Kraksaan, Prbolinggo.  Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dari hasil penelian dapat disimpulkan bahwa,  Pertama:  Perceraian yang terjadi di Desa Asambakor dilatarbelakangi adanya faktor pihak ketiga (perselingkuhan), ekonomi dan kekerasan rumah tangga. Sehingga pihak istri memilih percerain untuk menghindari masalah yang melingkupinya.   Dampak lebih jauh adalah maslah pengasuhan anak.  Penyebab pihak ketiga mencapai 50%, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) hanya mencapai 10%, pernikahan dini dan ekonomi hanya 20%. Warga Asembakor cenderung menganggap perceraian adalah suatu hal yang biasa dan wajar terjadi sehingga mereka tidak segan-segan melakukan perceraian sebagai jalan keluar. Kedua: Faktor-faktor perceraian yang dipicu lemahnya pengetahuan dalam mengatur rumah tangga yang sesuai ajaran Islam. Sehingga untuk mengansipasi terjadinya perceraian  tersebut adalah perlunya pendidikan keluarga sakinah, meningkatkan ketahan keluarga, ketahanan  ekonomi melalui penyediaan lapangan kerja, serta pendampingan kepada keluarga rentan untuk mencapai keluarga sakinah. 
Analisa Prompt Engineering pada Large Language Model dengan Retrieval-Augmented Generation untuk Informasi Obat dan Vitamin Haromain, Imam; Munir, Sirojul; Rahmah, Amalia
Indonesian Journal Computer Science Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/ijcs.v4i2.10005

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan analisa efektivitas dua gaya prompt, yaitu prompt bebas (zero-shot) dan prompt terbimbing (few-shot), pada model Large Language Model (LLM) berbasis Retrieval-Augmented Generation (RAG) dengan topik spesifik kesehatan, yaitu obat dan vitamin. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan menguji respons model terhadap sepuluh pertanyaan yang dirancang berdasarkan dokumen PDF dari sumber terpercaya, seperti Kementerian Kesehatan dan WHO. Proses ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana model mampu memberikan jawaban yang relevan, akurat, serta sesuai konteks ketika diberi perbedaan gaya prompt. Evaluasi kualitas jawaban dilakukan menggunakan dua metrik populer dalam Natural Language Processing, yaitu BERTScore untuk menilai kesesuaian semantik, dan ROUGE untuk mengukur kesesuaian tekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prompt bebas menghasilkan skor BERTScore yang cukup baik (Precision 69,74%, Recall 70,97%, F1 70,30%), namun cenderung rendah pada ROUGE. Sebaliknya, prompt terbimbing menunjukkan peningkatan kinerja, baik pada BERTScore (Precision 70,23%, Recall 73,32%, F1 71,64%) maupun ROUGE. Hasil penelitian menunjukan, penggunaan prompt terbimbing lebih efektif dalam menjaga keseimbangan antara kesesuaian semantik dan tekstual, sehingga berpotensi mendukung pengembangan sistem informasi kesehatan berbasis LLM secara lebih andal dan praktis.
Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Penyaluran Dana Zakat berbasis Web menggunakan Framework Laravel: Studi Kasus di Yayasan Baitul Maal PLN Depok Munir, Sirojul; Surya, Tubagus Muhammad Billal Zakky
DBESTI: Journal of Digital Business and Technology Innovation Vol 1 No 1 (2024): Mei, 2024
Publisher : LPPM STT Terpadu Nurul Fikri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54914/dbesti.v1i1.1090

Abstract

The Baitul Maal PLN Depok Foundation is one of the national amil zakat institutions that currently, in its administrative management of YBM PLN, is still using the manual method, namely by receiving the submission file and determining the time so that it can discuss with the management of YBM PLN then a decision is made from the results of the discussion. This method takes a long time because an amil receiving the application file must wait for free time from the PLN YBM management. In building this system, the stages of data collection were carried out with literature studies and field studies. The system design and development phases used Unified Modeling Language diagramming and Extreme Programming development models. Based on the results of black box testing of application functionality, the percentage of success is 100%. For the UAT test, the results were 100% on the super admin side, 100% on the admin side, 100% on the mail side, and 100% on the employee side. Meanwhile, from the questionnaire given to 10 respondents regarding the feasibility of the application, the results were 75%. The conclusion is that the application to distribute Zakat funds is sufficient to facilitate YBM PLN's decisions on applications received.
Perancangan Prototype Aplikasi Mobile Ridesolve untuk Memperbaiki Akses Transportasi Mahasiswa Menggunakan Metode Design Sprint Afifah, Raihana Cindy; Nabarian, Tifanny; Munir, Sirojul
DBESTI: Journal of Digital Business and Technology Innovation Vol 1 No 2 (2024): November, 2024
Publisher : LPPM STT Terpadu Nurul Fikri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54914/dbesti.v1i2.1370

Abstract

Students at Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STT-NF) encounter challenges in accessing affordable and reliable transportation to and from campus, which complicates their search for convenient and cost-effective transport options. This study aims to develop a mobile application with an intuitive and user-friendly interface to enhance the overall transportation experience for students. Employing the Design Sprint methodology, the research follows a structured process involving understanding, diverging, deciding, prototyping, and validating phases. User requirements were gathered through surveys and interviews, and the prototype was created and tested using Figma. Usability testing utilized the System Usability Scale (SUS). The outcome of this study is RideSolve, a mobile app prototype featuring functionalities such as ride booking, driver selection, and ride history viewing. Usability testing revealed a high SUS score of 82, indicating positive user reception and effective fulfillment of their needs. Ultimately, the RideSolve prototype is anticipated to notably enhance transportation convenience for STT-NF students by offering a dependable and user-friendly solution.
PELATIHAN TATA BAHASA BAKU BERMUATAN KARAKTER PANCASILA PADA KELOMPOK PUSAT INFORMASI KONSELING REMAJA (PIK-R) DI KABUPATEN CIAMIS Hidayatullah, Asep; Mulyani, Sri; Andini, Siti; Munir, Sirojul
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.10279

Abstract

Penguasaan tata bahasa sangat penting dalam mendukung keterampilan berbicara dan menulis. Permasalahan prioritas kelompok PIKR adalah penguasaan tata bahasa yang rendah. Rendahnya penguasaan tata bahasa anggota kelompok PIKR terlihat dari seringkali menggunakan bahasa Indonesia yang dipadukan dengan bahasa gaul. Bukan itu saja, pada saat mengikuti acara formal, kebanyakan dari mereka juga masih menggunakan percampuran bahasa gaul. Karena penguasaan tata bahasa masih rendah, kemampuan menulis generasi muda anggota PIKR juga masih rendah. Nilai rata-rata prapelatihan mendapatkan nilai 60. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasai permasalahan pada mitra adalah (1) pelatihan tata bahasa baku bermuatan karakter Pancasila I, (2) sesi tugas, kuis, dan umpan balik I, (3) pelatihan tata bahasa baku bermuatan karakter Pancasila II, dan (4) sesi tugas, penghargaan, dan umpan balik II. Tahapan dalam melaksanakan solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra meliputi empat tahapan. Tahap pertama, pelatihan tata bahasa baku bermuatan karakter Pancasila I. Pada tahap ini diberikan pemahaman tentang konsep tata bahasa baku dengan materi tata bunyi dan bentuk. Tahap kedua, sesi tugas, kuis, dan umpan balik I. Tahap ketiga, dilakukan pelatihan lanjutan berkaitan dengan tata bahsa baku: tata makna. Tahap keempat, sesi tugas, penghargaan, dan umpan balik II. Tahap ini melanjutkan pengerjaan tugas berdasarkan hasil pelatihan kedua. Melalui metode tersebut, kemampuan tata bahasa peserta meningkat. Nilai pascapelatihan I mendapatkan nilai rata-rata 75 dan nilai pascapelatihan II mendapatkan nilai rata-rata 80.
KEJAHATAN SEBAGAI KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL LAUT BERCERITA: PENGEMBANGAN BAHAN AJAR Annisa, Fitriani; Rohayati, Nia; Munir, Sirojul
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20262

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kejahatan sebagai kritik sosial dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori dan mengembangkan bahan ajar membaca novel berbasis kritik sosial untuk pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Fase F. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi terhadap teks novel sebagai sumber data utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa bentuk kejahatan yang ditampilkan dalam novel meliputi kekerasan fisik terhadap tokoh utama, penyiksaan sistematis oleh aparat negara, serta latar sosial yang brutal dan represif. Ketiga bentuk tersebut merepresentasikan kejahatan struktural yang dilembagakan oleh kekuasaan dan menjadi bentuk kritik sosial terhadap negara yang represif serta pelanggaran hak asasi manusia. Berdasarkan temuan ini, dikembangkan bahan ajar membaca novel yang memuat materi, aktivitas pembelajaran, dan penilaian yang berorientasi pada pembentukan pemahaman kontekstual dan sikap kritis siswa. Bahan ajar disusun dengan mengacu pada prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan, serta divalidasi oleh guru Bahasa Indonesia sebagai layak digunakan dalam pembelajaran sastra. Pengembangan bahan ajar ini memberikan kontribusi terhadap pembelajaran sastra yang lebih aktual, reflektif, dan kontekstual. Dengan demikian, karya sastra tidak hanya dipahami sebagai teks fiksi semata, tetapi juga sebagai medium edukatif yang mampu membentuk kepekaan sosial, empati, dan kesadaran kritis peserta didik terhadap realitas sejarah dan persoalan kemanusiaan di masyarakat.Kata Kunci: Kejahatan; Kritik Sosial; Novel; Bahan Ajar; Sastra AbstractThis study aims to describe the forms of crime as social criticism in the novel Laut Bercerita by Leila S. Chudori and to develop novel reading teaching materials based on social criticism for high school Indonesian language learning. This research uses a descriptive qualitative approach with content analysis methods applied to the novel’s text. The analysis reveals that the depicted crimes include physical violence, systematic torture by state authorities, and a brutal and repressive social background. These crimes are portrayed as a critique of repressive state power and violations of human rights. Based on these findings, teaching materials were developed that integrate values of humanity, social justice, and historical awareness into literature learning. The teaching materials are designed using the principles of relevance, consistency, and sufficiency and have been validated by teachers as appropriate for use in classroom settings. The development of these materials contributes to a more contextual, critical, and character-oriented literature learning experience. Therefore, literature serves not only as an aesthetic medium but also as an educational tool in fostering students’ social sensitivity and critical awareness.Kata Kunci: Crime; Social Criticism; Novel; Teaching Material; Literature  
POLITENESS IN THE THREADS @PRATIWI.CRISTIN Nurmaulida, Dela; Rohayati, Nia; Munir, Sirojul
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20496

Abstract

The Study aims to describe and analyze the characteristic of language politeness in @pratiwi.cristin’s Threads post, which highlight social and education issues, and to link them with the development of factual argumentative writing materials based on cognitive neuroscience. Research employs a qualitative descriptive approach using literature review, documentation, and observation techniques. The finding reveal that the threads post politeness characteristic aligned with Leech’s maxims, such as tact, approbation, sympaty, generosity, agreement, and modesty. Factor such as topic, delivery style, and social context significantly influence the formation of polite utterances. The result serve as a foundation for developing contextual and relevant alternative teaching materials, particularly for argumentative writing instruction at the senior high school level. The use of digital media platforms like Threads proves effective in increasing students ‘engagement and critical thinking skills. Although challenges remain in integrating cognitive neuroscience into classroom pratices, this study offers innovative insight into design of digital-based learning materials that are timely and reflective. 
NILAI MORAL YANG TERKANDUNG DALAM FILM BILA ESOK IBU TIADA KARYA NAGIGA NUR ARYATI (ALTERNATIF PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENYIMAK FILM NARATIF) Fauziah, Fatia; Munir, Sirojul; Noviadi, Andri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.19967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Nilai Moral dalam Film “Bila Esok Ibu Tiada” karya Nagiga Nur Aryati serta potensinya sebagai alternatif pengembangan bahan ajar menyimak film naratif. Film ini bercerita tentang seorang Ibu, Rahmi, yang berjuang keras membesarkan empat anaknya seorang diri setelah sang suami meninggal. Di tengah tantangan ekonomi dan konflik keluarga, Ranika (anak sulung) bertindak otoriter, anak-anak yang lain yaitu Rania, Rangga, dan Hening semakin sibuk dengan kehidupan masing-masing, namun Rahmi tetap mencintai tanpa syarat. Film ini mengangkat tema penyesalan dan kesadaran akan pentingnya kehadiran ibu dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis pustaka, dokumentasi, dan analisis. Proses tersebut bertujuan untuk menganalisis nilai yang terdapat pada dialog, adegan dan latar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini mengandung nilai moral seperti hubungan manusia dengan dirinya, hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial dan lingkungan alam, dan hubungan manusia dengan tuhannya. Berdasarkan temuan tersebut, film “Bila Esok Ibu Tiada” dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar alternatif yang cukup dengan kebutuhan peserta didik, khususnya dalam pembelajaran menyimak film naratif dengan saksama untuk memahami alur cerita dan nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. Pemanfaatan media populer seperti film yang hangat dibicarakan dapat meningkatkan daya tarik pembelajaran dan pemahaman siswa terhadap kemampuan menyimak dan memahami berbagai tipe teks aural hingga mampu menuliskan kembali teks aural atau audio visual.
KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA PADA NOVEL ANJING MENGEONG, KUCING MENGGONGGONG KARYA EKA KURNIAWAN Fauzieah, Melly Luthfi; Munir, Sirojul; Noviadi, Andri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20052

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kajian sosiologi sastra pada novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan dan mendeskripsikan bahan ajar yang berkaitan dengan kajian sosiologi sastra agar peserta didik mampu mengevaluasi gagasan dari membaca teks fiksi di media cetak. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu metode yang menggambarkan analisis sosiologi sastra menggunakan teori Ian Watt pada novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan. Penelitian ini menggunakan teori Ian Watt yang memfokuskan tiga aspek yaitu konteks sosial pengarang, sastra sebagai cerminan masyarakat dan fungsi sosial sastra. Konteks sosial pengarang diungkapkan tema, amanat, sudut pandang, dan gaya bahasa yang mencerminkan pengaruh sosial dan lingkungan terhadap pengarang dalam menulis cerita. Sastra sebagai cerminan masyarakat digambarkan melalui tema, tokoh, alur dan latar yang mencerminkan keadaan masyarakat pada novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong. Fungsi sosial sastra digambarkan melalui tema, amanat, tokoh dan latar sebagai perubahan dan pesan yang disampaikan penulis dalam novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong.Kata Kunci: Sosiologi Sastra, novel.
PSIKOLOGI SASTRA DALAM NOVEL SESUK KARYAA TERE LIYE Sefianingsih, Dewi; Munir, Sirojul; Noviadi, Andri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Psikologi Sastra Dalam Novel Sesuk Karya Tere Liye dan mendeskripsikan hasil analisis Psikologi Sastra dalam Novel Sesuk untuk dijadikan bahan ajar yang sesuai dengan hasil penelitian tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan Psikologi Sastra yang terdapat dalam novel Sesuk karya Tere Liye. Penelitian ini menggambarkan pendekatan metode deskriptif kualitatif untuk mencapai tujuan. Novel Sesuk karya Tere Liye digunakan sebagai sumber data dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data yang digunakan tehnik studi pustaka, tehnik analisis, dan tehnik dokumentasi. Hasil dan pembahasan menunjukkan adanya psikologi sastra dalam novel Sesuk karya Tere Liye dan dapat diterapkan sebagai alternatif pengembangan bahan ajar membaca teks novel. Aspek yang diteliti dalam penelitian ini mencakup id (khayalan) merupakan karakter tokoh berupaya memenuhi kepuasan insting dengan menciptakan khayalan, dimana tokoh berupaya menenangkan ketegangan insting serta memperoleh kepuasan dari dorongan biologis melalui imajinasi, ego (perantara) berupaya untuk mengambil keputusan mengenai insting yang akan dipuaskan dengan mempertimbangkan kenyataan, dimana karakter tokoh berusaha memulihkan ketegangan insting dan membantu biologi dengan mempertimbangkan situasi di lingkungan atau dunia luar yang diinginkan, dan super ego (hati) terkait dengan standar atau norma masyarakat mengenai moralitas, baik dan buruk, atau benar dan salah. Karakter tokoh ini menginternalisasi dan mengakui norma-norma sosial tersebut, dan tekanan pada individu untuk hidup sesuai dengan standar moral dan sosial yang telah ditetapkan.Kata Kunci : Psikologi Sastra, Pengembangan Bahan Ajar