Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENDAMPINGAN KELAYAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR DI DESA CISALAK KABUPATEN SUMEDANG Hidayat, Trifenaus Prabu; Widawati, Enny; Sukwadi, Ronald; Wahju, Marsellinus Bachtiar; Hutahaean, Hotma Antoni
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.1924

Abstract

Pengembangan peternakan ayam petelur di Desa Cisalak, Sumedang merupakan salah satu inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Artikel ini membahas hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan pendampingan kelayakan usaha dan strategi pengembangan peternakan ayam petelur. Metode pendampingan dilakukan melalui analisis kebutuhan, pelaksanaan dan evaluasi. Pendekatan partisipatif digunakan untuk melibatkan tim, warga desa dan peternak secara aktif dalam perumusan solusi dengan metode SWOT. Contoh perhitungan kelayakan usaha juga diberikan. Hal ini dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang praktik terbaik dalam peternakan ayam petelur. Keberhasilan pendampingan dapat dilihat dari hasil evaluasi umpan balik kegiatan yang baik dan sangat baik. Selain itu, indikator keberhasilan dilihat dari respon positif dan antusiasme seluruh peserta. Artikel ini dapat menjadi referensi bagi pihak-pihak terkait, baik pemerintah daerah, warga desa, dan peternak lainnya dalam upaya pengembangan usaha peternakan ayam petelur di berbagai desa.  Abstract. The development of layer farms in Cisalak Village, Sumedang is one of the initiatives to improve the welfare of the local community. This article discusses the results of community service activities that aim to provide assistance on business feasibility and development strategies for layer farming. The mentoring method is carried out through needs analysis, implementation and evaluation. A participatory approach was used to actively involve the team, villagers and farmers in the formulation of solutions using the SWOT method. Examples of business feasibility calculations were also given. This improved their understanding of best practices in layer farming. The success of the mentoring can be seen from the results of the evaluation of good and excellent activity feedback. In addition, the success indicator is seen from the positive response and enthusiasm of all participants. This article can be a reference for related parties, both local governments, villagers, and other farmers in efforts to develop layer farming businesses in various villages.
Fault Tree Analysis dalam Identifikasi Faktor Penyebab Cedera Mata Akibat Produk Cair di Industri Farmasi Sofian Bastuti; Hotma Antoni Hutahaean; Rini Alfatiyah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan cedera mata akibat paparan produk cair di lingkungan industri farmasi, dengan menggunakan pendekatan Fault Tree Analysis (FTA). Data terkait kecelakaan kerja diperoleh melalui analisis laporan insiden, wawancara mendalam, serta observasi langsung di sebuah perusahaan farmasi yang berlokasi di Jawa Barat. Temuan studi menunjukkan bahwa cedera pada mata merupakan jenis kecelakaan kerja yang paling sering terjadi, dengan total 8 kasus yang tercatat, melebihi jumlah insiden kecelakaan lainnya. Melalui penerapan metode FTA, teridentifikasi 11 basic event yang berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan tersebut. Faktor-faktor utama yang menjadi pemicu antara lain ketidakpatuhan dalam penggunaan alat pelindung diri (APD), kurangnya pelatihan keselamatan kerja yang berkelanjutan, kondisi lingkungan kerja yang tidak memenuhi standar keselamatan, serta lemahnya implementasi kebijakan K3 di tingkat manajerial. Hasil analisis Minimal Cut Set mengindikasikan bahwa kombinasi antara perilaku tidak aman dari pekerja dan ketidakefisienan kebijakan manajemen menjadi penyebab kritis terjadinya insiden. Berdasarkan hasil tersebut, strategi pencegahan diarahkan pada peningkatan kepatuhan terhadap penggunaan APD, pelaksanaan pelatihan keselamatan secara berkala, serta penguatan sistem pengawasan K3. Pendekatan FTA terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam mengidentifikasi akar penyebab kecelakaan, sehingga dapat dijadikan dasar untuk merancang program keselamatan dan kesehatan kerja yang lebih terarah dan efektif.
Social Presence in Omega-3 Supplement Marketing: Elaboration Likelihood Processing Among Young Adults Vivi Triyanti; Aretha Jerika Halimin; Ronald Sukwadi; Riana Magdalena Silitonga; Hotma Antoni Hutahaean; Yann-Mey Yee; Nguyen Thi Bich Thu
Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship Vol. 12 No. 2 (2026): IJBE, Vol. 12 No. 2, May 2026
Publisher : School of Business, IPB University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/ijbe.12.2.241

Abstract

Backgrounds: The high prevalence of cholesterol in young adults has increased the popularity of dietary supplements. Brochures, both online and offline, are common mediums for communicating product benefits. As humans are inherently social, incorporating social presence into product visuals may enhance user engagement.Purpose: This study examines the effect of varying levels of social presence in omega-3 supplement photographs on consumers’ emotional valence, emotional arousal, and perceived product diagnosticity using the Elaboration Likelihood Model to distinguish between central and peripheral processing routes.Design/methodology/approach: This study hypothesizes that social presence influences peripheral variables emotional valence and emotional arousal as well as the central variable of product diagnosticity. Fifteen questionnaire items measured these constructs across three social presence scenarios (low, moderate, and high). A total of 114 participants who were familiar with omega-3 supplements and had experience using Instagram were recruited for the study. Data were analyzed using the Friedman test to identify differences between conditions.Findings/Result: Significant differences were observed across social presence levels. Images with high social presence generated the strongest positive emotional valence and arousal, whereas images with low social presence resulted in superior product diagnosticity. The moderate social presence condition yielded comparatively lower scores across all variables, suggesting limited effectiveness in activating either processing route.Conclusion: High social presence effectively elicits emotional valence and arousal through peripheral processing, whereas low social presence enhances product diagnosticity via central processing. Moderate social presence failed to strongly activate either route, underscoring the strategic role of visual social cues.Originality/value (State of the art): This study offers actionable insights for designing health supplement brochures that balance emotional appeal and cognitive clarity, advancing research on social presence and consumer engagement in health communication and marketing. Keywords:  social presence, elaboration likelihood model, omega-3 supplement, friedman test, health supplement brochures
Pelatihan Penerapan Metode Pengolahan dan Analisis Data Kuantitatif Hasil Penelitian untuk Peningkatan Ketrampilan Penelitian Hotma Antoni Hutahaean; MM Wahyuni Inderawati; Agustinus Silalahi; Stephen Aprius Sutresno
Jurnal Pengabdian Masyarakat Charitas Vol. 5 No. 02 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Charitas Desember 2025
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/charitas.v5i02.7403

Abstract

One of the most important stages in conducting research is processing research data obtained from the data collection process. However, practical understanding regarding the steps for interpreting results and data processing tricks is still limited among general students. To limit this gap, the service team held a workshop related to processing quantitative research data using a statistical application that can be accessed for free via the internet. This activity was successfully implemented and received a positive response from participants. The workshop focuses on providing knowledge and skills related to the use of applications for data processing and interpretation of results using research data that has been used by resource persons in the past. The evaluation results showed that the majority of participants were able to understand the basic concepts of data, data processing and interpretation of results. The workshop shows that the use of examples of actual research data is very effective in bridging theory and practice in conducting research, especially those related to data processing.
Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan Menggunakan Metode HAZOP Dan FMEA Yudi Maulana; Hotma Antoni Hutahaean; Esa Pratiwi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1527

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam industri maklon kosmetik yang melibatkan penggunaan bahan kimia dan peralatan mekanis. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi bahaya kerja di PT. ASK dengan menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). HAZOP digunakan untuk mengidentifikasi penyimpangan, penyebab, konsekuensi, serta tindakan pencegahan berdasarkan matriks risiko. Sementara itu, FMEA menghitung Risk Priority Number (RPN) melalui penilaian severity, occurrence, dan detection. Hasil penelitian menunjukkan risiko tertinggi terdapat pada proses mixing, packaging, filling, dan penerimaan bahan baku. Beberapa potensi bahaya utama antara lain tumpahan bahan kimia (RPN 144), reaksi bahan dalam mixer (RPN 120), serta postur kerja yang tidak ergonomis (RPN 112). Temuan ini menegaskan bahwa penerapan HAZOP dan FMEA efektif dalam memberikan penilaian risiko secara menyeluruh serta membantu perusahaan merumuskan langkah pencegahan. Dengan demikian, penerapan K3 secara sistematis sangat penting untuk meminimalkan risiko dan mendukung perbaikan berkelanjutan dalam sistem manajemen keselamatan kerja.
Prediksi Kebutuhan Energi Listrik di Banten: Proyeksi dan Skenario Transisi Energi Berkelanjutan Achmad Chaerul Muslim; Hotma Antoni Hutahaean; Saddam Rasyidin Alfaruk
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v4i2.1231

Abstract

Pertumbuhan ekonomi yang pesat dan ekspansi populasi di Provinsi Banten telah menyebabkan peningkatan permintaan listrik yang signifikan, sehingga memerlukan strategi perencanaan energi yang komprehensif untuk memastikan pasokan listrik yang berkelanjutan dan andal. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan konsumsi listrik di Banten hingga tahun 2050 menggunakan model sistem dinamis, dengan mempertimbangkan berbagai parameter sosio-ekonomi dan teknis. Model ini mengintegrasikan faktor-faktor kunci seperti pertumbuhan populasi, perkembangan ekonomi, rasio elektrifikasi, dan kapasitas berbagai pembangkit listrik (PLTD, PLTU, PLTG, dan PLTM). Penelitian ini mengeksplorasi berbagai skenario kebijakan, termasuk transisi menuju sumber energi terbarukan, untuk mengatasi peningkatan permintaan energi dan mengurangi dampak lingkungan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa meskipun sumber energi konvensional, seperti pembangkit listrik berbasis batu bara, memberikan solusi jangka pendek, mereka menyebabkan peningkatan emisi karbon. Sebaliknya, skenario energi terbarukan, meskipun memerlukan waktu adaptasi yang lebih lama, menawarkan solusi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan dengan potensi surplus energi pada tahun 2050. Penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan energi yang adaptif dan pergeseran strategis menuju energi terbarukan untuk memastikan ketahanan energi jangka panjang di Banten dan berkontribusi pada tujuan keberlanjutan Indonesia.
ERP SYSTEM SELECTION USING BEST-WORST METHOD AT PT. X Arif Suryadi; Hotma Antoni Hutahaean; Melina Hermawan; Christina
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v9i1.70-78

Abstract

ABSTRAK  Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan sektor bisnis yang mendominasi di negara Indonesia. Saat ini UMKM menghadapi tantangan agar terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan daya saing mereka Pemanfaatan sistem enterprise resource planning (ERP) merupakan salah satu upaya yang dapat meningkatkan daya saing usaha UMKM ini. Penelitian ini membantu perusahaan UMKM dalam memilih sistem ERP yang sesuai dengan kebutuhan bisnisnya. Kriteria pemilihan dibagi ke dalam tiga faktor utama: kualitas sistem, layanan vendor dan tingkat resiliensi vendor. Best-worst method digunakan untuk menghitung bobot dari masing-masing kriteria. Hasil perhitungan kemudian didiskusikan dengan para pengambil keputusan untuk memverifikasi agar sesuai dengan pertimbangan mereka. Hasil penelitian menunjukan bahwa harga murah saja tidak cukup untuk menarik konsumen membeli produk ERP. Ada faktor lain yang dipertimbangkan konsumen. Dari sisi produk yang ditawarkan, sistem yang memiliki reputasi merek yang tinggi, mudah diaplikasikan ke dalam proses bisnis dan user interface yang mudah dipahami oleh karyawan perusahaan merupakan faktor yang dominan pemilihan. Sedangkan dari sisi vendor, vendor yang memiliki tingkat resiliensi tinggi, kemampuan vendor dalam berpresentasi yang menunjukan keahlian dalam bernegosiasi dan mampu memberikan pelayanan yang khusus menjadi faktor dominan dalam pemilihan. ABSTRACT Small and medium-sized enterprises (SMEs) that dominate Indonesia’s business landscape face challenges in continuing to innovate and integrate information technology into their operations to remain competitive. One of the information technologies they can integrate to enhance SMEs’ competitive advantage is the enterprise resource planning system. This study helps a company to select a system that best fits its business process needs. The selection criteria consist of three major factors: system quality, vendor’s service, and vendor’s resilience. The best-worst method is used to calculate the weight for each criterion. The results are discussed with the decision-makers to verify that they reflect the decision-makers’ considerations. The findings show that a low price alone is not enough to attract consumers to buy ERP products. On the product side, a strong ERP system’s brand reputation, the ease of customizing the system to a company’s business processes, and an easy-to-use ERP system user interface dominate the selection process. On the vendor side, vendor’s resilience, the vendor representative’s presentation skills, which demonstrate strong negotiation skills and a willingness to provide personalized service, dominate the selection process.
Pengembangan Model Deep Learning LSTM dan CNN untuk Peramalan Penjualan Sepeda Motor di Indonesia Yohanes Anton Nugroho; Hotma Antoni Hutahaean
Jupiter: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika Vol. 3 No. 2 (2025): Maret: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jupiter.v3i2.795

Abstract

Accurate sales forecasting is essential for stakeholders to make strategic decisions. This study aims to compare the performance of two deep learning models, namely Long Short-Term Memory (LSTM) and Convolutional Neural Network (CNN), in forecasting domestic motorcycle sales produced by AISI member manufacturers. The forecast is based on historical data from January 2021 to December 2024. The model was trained using time series data and the forecasting results for the period January to March 2025 were evaluated using the metrics Mean Absolute Error (MAE), Mean Squared Error (MSE), Root Mean Squared Error (RMSE), and Mean Absolute Percentage Error (MAPE). The results show that the LSTM model produces lower MAE and MAPE values than CNN, which shows its superiority in providing more accurate and consistent predictions. On the other hand, the CNN model has lower RMSE and MSE values, thus being able to reduce large prediction errors. By comparing the results of LSTM, CNN, and actual data forecasting, the LSTM model is more suitable for forecasting motorcycle sales in Indonesia