Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Proses Produksi Container Accu Menggunakan Metode Lean Manufacturing Pada PT.Presisi Cimanggis Makmur (PCM) Bummy Prakoso; Evi Febianti; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta VOL. 5 NO. 1 MARET 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.13 KB)

Abstract

PT.Presisi Cimanggis Makmur merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufacture. Perusahaan ini masih menggunakan system make to stock. Usahan yang dilakukan perusahaan untuk memenuhi permintaan konsumen salah satunya dengan meminimasi waste. Waste yang sering terjadi pada proses produksi container accu adalah defect product. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pemborosan yang sering terjadi di lantai produksi, mengidentifikasi penyebab-penyebab terjadinya waste, dan memberikan usulan perbaikan untuk penyelesaian masalah waste yang ada. Penelitian ini menggunakan metode lean manufacturing dengan analysis menggunakan metode fault tree analysis (FTA). Pemborosan yang sering terjadi pada proses produksi container accu pada perusahaan setelah dilakukan wawancara dan perhitungan dengan pembobotan maka di ketahui waste yang sering muncul adalah defect product dengan bobot 20,95%,. Kemudian, Dari hasil identifikasi penyebab terjadinya waste pada proses pembuatan container accu menggunakan fault tree analysis (FTA), maka diketahui faktor atau akar masalah terjadinya defect tersebut adalah mold atau cetakan ditempatkan pada mesin yang salah, tidak ada jadwal maintenance, kurangnya pelatihan pada teknisi, kurangnya pengawasan, sisa material lain dalam nozzle, banyak variasi bahan baku, dan penurunan kualitas bahan baku. Setelah dilakukan brainstorming dengan kepala produksi untuk perbaikan yang dapat dilakukan untuk perusahaan, maka didapatkan kegiatan yang waktunya dapat direduksi diantaranya pada proses transportasi dari gudang penyimpanan menuju gedung produksi waktu yang dapat di pangkas sebesar 16 detik, proses transportasi ke mesin mold, dan proses perpindaha operator dengan pengurangan waktu selama 10 detik yang semua kegiatan tersebut digolongkan dalam NNVA (Necessary but Non Value Added). Peningkatan process cycle efficiency (PCE) setelah perbaikan adalah 15% dari sistem eksisting.
Usulan Penjadwalan Produksi Pada Aliran Flow Shop dengan Algoritma Genetika untuk Meminimasi Makespan Latif Bayani; Lely Herlina; Evi Febianti
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 3 November 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.953 KB)

Abstract

CV. Serang Teknindo merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur. Sering terjadiketerlambatan pengiriman pada produk cuople menjadi alasan produk cuople perlu dilakukanpengurutan pekerjaan atau penjadwalan produksi. Penjadwalan adalah pengurutan pembuatan produksecara menyeluruh yang dikerjakan pada beberap buah mesin. Tujuan penelitian ini adalah menentukanurutan pekerjaan yang optimal di CV.Serang Teknindo agar diperoleh makespan minimum denganmenggunakan metode algoritma genetika dan untuk mengetahui nilai makespan minimum yangdihasilkan dari penjadwalan yang dilakukan. Pada perhitungan dengan pendekatan algoritma genetikaini, populasi awal dipilih dari hasil perhitungan algoritma CDS dengan memilih dua urutan yang lebihbaik. Selanjutnya dilakukan crossover dan mutasi untuk mendapatkan induk baru yang dipilih melaluiseleksi. Metode crossover yang dilakukan adalah Partially Mapped Croccover (PMX), metode mutasiyang dilakukan adalah Reciprocal Exchange Mutation (REM), sedangkan metode seleksi yang digunakanadalah Steady-state Selection. Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan, diperoleh urutan pekerjaanyang optimal dalam penjadwalan produksi pada aliran flow shop dengan menggunakan algoritmagenetika adalah 1-2-5-6-4-3 atau urutan job yang harus dikerjakan yaitu dimulai dari produk cuople segidua dalam, kemudian cuople segi tiiga dalam, kemudian cuople segi enam dalam, kemudian cuople segidelapan dalam, kemudian cuople segi empat dalam, kemudian job terakhir yang dikerjakan adalahcuople trapesium dan Makespan minimum yang dihasilkan dari penjadwalan yang telah dilakukanadalah sebesar 23252,24 menit.