Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PAPARAN MEDIA TERHADAP PERILAKU BERISIKO REMAJA Agustin Rahmawati; Siti Istiana; Erna Kusumawati
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 3, No 2: Agustus 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v3i2.76

Abstract

Latar Belakang:Kehidupan remaja merupakan kehidupan yang sangat menentukan bagi kehidupan masa depan mereka selanjutnya. Kenakalan remaja terjadi bila kebutuhan sosiologis dan psikologisnya tidak terpenuhi dengan baik, sehingga akan memunculkan berbagai bentuk pola perilaku agresif dan cenderung ke arah negatif. Masalah perilaku agresif dan cenderung negatif itu tidak lepas dari persoalan mental, sehingga psikologisnya begitu domi- nan dalam perjalanan remaja yang masih labil. Pengaruh yang datang dari luar seringkali membawa dampak yang membawa mereka kepada perilaku beresiko seperti merokok, seksual bebas, dan napza. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan mencari pengaruh paparan media terhadap perilaku beresiko remaja.MetodePenelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari populasi siswa kelas XI SMK Sudirman Semarang dari bulan Juni s/d Juli 2015 yang berjumlah 39 siswi. Tenik sampling adalah sampling jenuh.Hasil dan Pembahasan: Data diperoleh mayoritas siswa kelas XI SMK Sudirman Semarang yang mempunyai perilaku berisiko tinggi sebanyak 53,8%. Paparan media sebagian besar memberikan paparan positif 61,5%. Hasil dengan korelasi Chi Square didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05). Pengaruh informasi yang tidak benar dapat mem- berikan dampak buruk bila tidak diimbangi dengan informasi yang tepat dari sumber yang dapat dipertanggung jawabkan.Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara paparan media dengan perilaku berisiko remajaABSTRACTBackground: Adolescent life is a life that is crucial for the future of the rest of their lives. Adolescent delinquence can happen when sociological and psychological needs are not well, so that will bring various pattern of aggres- sive behavior and tend toward the negative. Aggressive behavior problems tend to be negative and it cannot be separated from mental problems, and the psychological journey dominant in adolescents is still unstable. Influences coming from the outside often have an impact that brings them to risky behaviors such as smoking, free sex, and drugs. Therefore, this study aims to find the effect of media exposure on adolescent risk behavior.Method: The type of research used in this research is a survey research of cross sectional approach. The sample in this research is a part of the population of the students of class XI SMK Sudirman Semarang from June until July 2015 which amounted to 39 students. The sampling techniques used are a sampling of saturated.Result: Data obtained by the majority of adolescent who have high­risk behavior as much as 53.8%. Media expo- sure mostly give positive exposure to 61.5%. Results of the correlation of Chi Square p value = 0.000 (p <0.05). The influence of the incorrect information may negatively impact if not matched with the right information from sources that can be accounted for.Conclusion: There are any significant correlation media exposure with the risky behavior of adolescent.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DETEKESI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA PADA ORANGTUA DI POSYANDU MELATI LEDOK KOTA SALATIGA Sherkia Ichtiarsi Prakasiwi; Agustin Rahmawati; Siti Istiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v2i2.5948

Abstract

 Periode emas manusia berawal dari janin dalam kandungan hingga usia 2 tahun, periode tersebut merupakan hal yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Nutrisi yang baik dan cukup, status kesehatan yang baik, pengasuhan yang benar, dan stimulasi yang tepat pada periode ini akan membantu anak untuk tumbuh sehat dan mampu mencapai kemampuan optimalnya. Presentase stunting di Indonesia pada tahun 2018 tercatat 30,8% kemudian pada 2019 sedikit menurun menjadi 27,67% (Riskesdas, 2019). Data dari Dinas Kesehatan Kota Salatiga menunjukan 738 anak mengalami stunting atau 6,93% di tahun 2018. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan pendidikan kesehatan pada orangtua yang memiliki balita tentang mendeteksi secara dini tumbuh kembang dari balita di wilayah Posyandu Melati Ledok dalam upaya untuk menurunkan angka stunting di Kota Salatiga. Metode pengabdian ini menggunakan desain cross sectional, sasaran pengabdian masyarakat adalah orangtua balita di wilayah Posyandu Melati Ledok. Hasil pengabdian didapatkan adanya peningkatan pengetahuan orangtua tentang tumbuh kembang balita, yaitu kategori baik 31 orang (69%) , cukup 12 orang (27%), kurang 2 orang (4%). Diharapkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, orangtua dapat melakukan deteksi dini tumbuh kembang balita secara mandiri guna mencegah timbulnya stunting pada anak.
PAPARAN MEDIA TERHADAP PERILAKU BERISIKO REMAJA Agustin Rahmawati; Siti Istiana; Erna Kusumawati
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 3, No 2: Agustus 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.972 KB) | DOI: 10.36307/jik.v3i2.76

Abstract

Latar Belakang:Kehidupan remaja merupakan kehidupan yang sangat menentukan bagi kehidupan masa depan mereka selanjutnya. Kenakalan remaja terjadi bila kebutuhan sosiologis dan psikologisnya tidak terpenuhi dengan baik, sehingga akan memunculkan berbagai bentuk pola perilaku agresif dan cenderung ke arah negatif. Masalah perilaku agresif dan cenderung negatif itu tidak lepas dari persoalan mental, sehingga psikologisnya begitu domi- nan dalam perjalanan remaja yang masih labil. Pengaruh yang datang dari luar seringkali membawa dampak yang membawa mereka kepada perilaku beresiko seperti merokok, seksual bebas, dan napza. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan mencari pengaruh paparan media terhadap perilaku beresiko remaja.MetodePenelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari populasi siswa kelas XI SMK Sudirman Semarang dari bulan Juni s/d Juli 2015 yang berjumlah 39 siswi. Tenik sampling adalah sampling jenuh.Hasil dan Pembahasan: Data diperoleh mayoritas siswa kelas XI SMK Sudirman Semarang yang mempunyai perilaku berisiko tinggi sebanyak 53,8%. Paparan media sebagian besar memberikan paparan positif 61,5%. Hasil dengan korelasi Chi Square didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05). Pengaruh informasi yang tidak benar dapat mem- berikan dampak buruk bila tidak diimbangi dengan informasi yang tepat dari sumber yang dapat dipertanggung jawabkan.Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara paparan media dengan perilaku berisiko remajaABSTRACTBackground: Adolescent life is a life that is crucial for the future of the rest of their lives. Adolescent delinquence can happen when sociological and psychological needs are not well, so that will bring various pattern of aggres- sive behavior and tend toward the negative. Aggressive behavior problems tend to be negative and it cannot be separated from mental problems, and the psychological journey dominant in adolescents is still unstable. Influences coming from the outside often have an impact that brings them to risky behaviors such as smoking, free sex, and drugs. Therefore, this study aims to find the effect of media exposure on adolescent risk behavior.Method: The type of research used in this research is a survey research of cross sectional approach. The sample in this research is a part of the population of the students of class XI SMK Sudirman Semarang from June until July 2015 which amounted to 39 students. The sampling techniques used are a sampling of saturated.Result: Data obtained by the majority of adolescent who have high­risk behavior as much as 53.8%. Media expo- sure mostly give positive exposure to 61.5%. Results of the correlation of Chi Square p value = 0.000 (p <0.05). The influence of the incorrect information may negatively impact if not matched with the right information from sources that can be accounted for.Conclusion: There are any significant correlation media exposure with the risky behavior of adolescent.
Litelatur Review : FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL Desi Rohmawati; Erna kusumawati; Agustin Rahmawati
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang  :   Kehamilan   merupakan  masa  penting  bagi  pembentukan  kualitas sumberdaya manusia yang akan datang karena pertumbuhan dan perkembangan ditentukan  pada  saat  janin dalam   kandungan.   Salah   satu   faktor   penting   dalam kehamilan adalah status  gizi   ibu.  Masa kehamilan memerlukan perhatian khusus karena merupakan periode penting  karena  Ibu hamil termasuk  salah  satu  kelompok yang  rawan  gizi.  Tujuan   penelit ian   untuk   menemukan   dan membuat kerangka pemikiran yang jelas dari apa  yang sudah dirumuskandalam permasalahan literatur review. Metode penelit ian : kepustakaan (library research) denganmengkaji secara krit is di  dalam  tubuh   literatur   berorientasi  akdemik.  Sumber   literatur   ada5   jurnal penelit ian   yang disesuaikan dengan tema dan per masalahan literatur review. MetodeAnalisa data menggunakan anotasi bibliografi (annotated bibliography) dimana setiap sumber akan  ditarik  simpulan  terkait  dengan   yang   tertulis.    Hasil pembahasan : terdapat   3 permasalahan  yaitu  1.  Adakah     pengaruh Tingkat ekonomi ibu    hamil terhadap kekuranganenergi  kronik  (kek)      selama  kehamilan  ?  2.  Selain    tingkat ekonomi ibu,   faktor  apa   yang dapat   menyebabkan kekurangan energi kronik (kek) selama  kehamilan ?  3.  Apakah     semua    faktor     yang     terdapat     pada     sumber literatur dapat menjadi penyebab kekurangan energikronik (kek) selama kehamilan ?. Simpulan :  Faktor- faktor yang berhubungan dengankekurangan energi kronis (KEK) dalam kehamilan antara lain adalah faktor asupan zat gizi, faktorusia, jarak kehamilan, status ekonomi, sosial dan dukungan keluarga, faktor pendidikan danpengetahuan, dan faktor penyakit atau infeksi. Kata kunci : keha milan, kekurangan energi kr o nis, fakto r
Paparan Media Terhadap Perilaku Berisiko Remaja Agustin Rahmawati; Siti Istiana; Erna Kusumawati
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science)
Publisher : Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/k720vv43

Abstract

Background: Adolescent life is a life that is crucial for the future of the rest of their lives. Adolescent delinquencecan happen when sociological and psychological needs are not well, so that will bring various pattern of aggressive behavior and tend toward the negative. Aggressive behavior problems tend to be negative and it cannot beseparated from mental problems, and the psychological journey dominant in adolescents is still unstable. Influencescoming from the outside often have an impact that brings them to risky behaviors such as smoking, free sex, anddrugs. Therefore, this study aims to find the effect of media exposure on adolescent risk behavior.Method: The type of research used in this research is a survey research of cross sectional approach. The samplein this research is a part of the population of the students of class XI SMK Sudirman Semarang from June until July2015 which amounted to 39 students. The sampling techniques used are a sampling of saturated.Result: Data obtained by the majority of adolescent who have high-risk behavior as much as 53.8%. Media exposure mostly give positive exposure to 61.5%. Results of the correlation of Chi Square p value = 0.000 (p <0.05). Theinfluence of the incorrect information may negatively impact if not matched with the right information from sourcesthat can be accounted for.Conclusion: There are any significant correlation media exposure with the risky behavior of adolescent.Keywords: risky behavior, adolescents, media exposure
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG POSYANDU DENGAN PARTISIPASI KADER DALAM KEGIATAN POSYANDU PURNAMA DI WILAYAH PUSKESMAS RINGINARUM KABUPATEN KENDAL 2011 Dina Dwi Septiani; Novita Kumalasari; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.358 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Kader adalah seorang tenaga sukareka yang dipilh dari, oleh dan untuk masyarakat, yang bertugas membantu kelancaran pelayanan kesehatan. Berdasarkan data Dinas Kabupaten Kendal terdapat 212 kader di wilayah Puskesmas Ringinarum yang terdiri dari 148 kader aktif dan 74 kader kurang aktif dalam kegiatan posyandu. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang posyandu dengan partisipasi kader dalam kegiatan posyandu purnama di wilayah Puskesmas Ringinarum, Kabupaten Kendal. Jenis penelitian adalah analitic dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kader posyandu yang bekerja di Wilayah Kerja Puskesmas Ringinarum Kabupaten Kendal satu tahun terakhir yang berjumlah 115 orang kader. Teknik sampel yang digunakan adalah proportionate simple random sample. Variabel bebas yaitu pengetahuan kader tentang posyandu, sedangkan variable terikat yaitu partisipasi kader dalam kegiatan posyandu. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi rank spearman. Kecenderungan terjadi kenaikan partisipasi kader posyandu searah dengan makin baiknya pengetahuan kader tentang posyandu. Dari uji statistik dengan menggunakan uji korelasi rank spearman rho, dimana pada uji tersebut diperoleh nilai r = 0,703 p = 0,000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan kader tentang posyandu dengan partisipasi kader dalam kegiatan posyandu purnama. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang posyandu dengan partisipasi kader dalam kegiatan posyandu purnama di Wilayah Kerja Puskesmas Ringinarum Kabupaten Kendal. Kata Kunci : Kesadaran, Partisipasi, Posyandu
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI KELAS XI TERHADAP PENCEGAHAN ANEMIA SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN DI SMA FILIAL NEGERI 1 GUBUG Zela Ubaidillah; Budi Santosa; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 1 (2015): February 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.938 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.1.2015.25-30

Abstract

Latar belakang : Menurut Moore (1997) yang dikutip oleh Tarwito dkk (2009) anemia pada remaja dapat berdampak pada menurunnya produktifitas kerja ataupun kemampuan akademis di sekolah karna tidak adanya gairah belajar dan konsentrasi. Menurut hasil penelitian yang dilakukan Nursari (2009) pada remaja putri SMP N 18 Bogor, seluruh informasi mengalami anemia tingkat sedang dengan kadar Hb antara 8,7 gr%  sampai 10,8 gr% memiliki beberapa gejala dan tanda anemia yaitu 5L, pusing, mudah  ngantuk, pucat pada kuku, bibir dan kelopak mata. Tujuan: Untuk mengetahui pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap pencegahan anemia sebelum dan sesudah penyuluhan pada siswi kelas XI di SMA Filial Negeri 1 Gubug. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian diskriptif. Variabel yang digunakan adalah pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia sebelum dan sesudah penyuluhan. Populasi dalam penelitian ini remaja putri kelas XI di SMA Filial Negeri 1 Gubug yang berjumlah 49 orang. Pengumpulan data dengan kuesioner. Hasil : Tingkat pengetahuan responden yang berpengetahuan kurang sebelum di lakukan penyuluhan sebanyak 32 orang (65,3 %) dan setelah di lakukan penyuluhan yang berpengetahuan baik sebanyak 28 orang (57,1%). Sikap terhadap pencegahan anemia dengan tingkat pengetahuan positif sebanyak 25 orang (51,0%) setelah dilakukan penyuluhan sikap terhadap pencegahan anemia dengan tingkat positif sebanyak 35 orang (71,4%). Simpulan : Jumlah responden yang memiliki pengetahuan baik adalah 57% dan yang memiliki sikap positif adalah 71,4% setelah dilakukan penyuluhan. Kata Kunci : pengetahuan, sikap dan anemia
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENCEGAHAN KANKER LEHER RAHIM PADA WANITA YANG SUDAH MENIKAH USIA < 20 TAHUN DI WILAYAH KECAMATAN GAYAMSARI KOTA SEMARANG Marfira Priyaswati; Dewi Puspitaningrum; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2015): August 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.865 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.2.2015.17-19

Abstract

Latar Belakang : Penyakit kanker leher rahim menduduki peringkat pertama yaitu 2.259 kasus (19,2%) dari 11.341 kasus pada tahun 2012 di Provinsi Jawa Tengah dan paling tertinggi ditemukan pada Puskesmas Kedungmundu dan Gunungpati  9 jiwa (13,43%) di Kota Semarang. Wanita yang sudah menikah usia< 20 tahun berisiko terkena kanker leher rahim yang termasuk dalam faktor resiko perkawinan muda/ seks usia dini. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan di KUA SeKecamatan Kota Semarang pada bulan September 2013 - Februari 2014, dari 4.383 pasangan yang sudah menikah terdapat 606 wanita yang sudah menikah usia< 20 tahun. Data tertinggi terdapat di Wilayah Kecamatan Gayamsari yaitu sebesar 207 (63,9%) dari 324 jumlah pasangan yang sudah menikah.Tujuan : Mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap  tentang pencegahan kanker leher rahimpada wanita yang sudah menikah usia < 20 tahun Di Wilayah Kecamatan Gayamsari Kota Semarang. Jenis Penelitian : Deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 207 wanita yang sudah menikah usia< 20 tahun dengan sampel 67 responden yang diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Kuesioner sebagai instrumennya.Hasil Penelitian : Sebagian besar wanita yang sudah menikah usia < 20 tahun mempunyai pengetahuan yang kurang tentang pencegahan kanker leher rahim sebanyak 40 ( 59,7%) dan sebagian besar mempunyai sikap yang mendukung sebanyak 44 (65,7%). Kesimpulan : Pengetahuan responden tentang pencegahan kanker leher rahim sebagian besar berpengetahuan kurang yaitu sebanyak 40 responden (59,7) sedangkan sikap responden mendukung yaitu sebanyak 44 responden (65,7%).
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ULANG NIFAS DI WILAYAH PUSKESMAS PURWOYOSO KOTA SEMARANG Uswatun Hasanah; Dewi Puspitaningrum; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.25 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.2.2014.38-42

Abstract

Latar belakang : Pada masa nifas merupakan masa yang paling rawan bagi ibu. Hal ini dapat dilihat dari kejadian maternal paling banyak adalah pada waktu nifas sebesar (48,65%). kunjungan nifas merupakan kunjungan yang dilakukan oleh ibu setelah melahirkan dengan jumlah 4x kunjungan. Kunjungan nifas menurut data hasil jumlah grafik puskesmas di kota semarang, Puskesmas purwoyoso memiliki angka kunjungan nifas tertinggi pada tahun 2011 dengan jumlah kunjungan lengkap yaitu (104,8%). Dalam hal ini peran serta dukungan suami sangat berpengaruh terhadap frekuensi kunjungan ulang ibu nifas. Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dengan frekuensi kunjungan ulang nifas di Wilayah Puskesmas Purwoyoso Kota Semarang. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi sebanyak 79 ibu nifas dengan sampel 44 responden di Wilayah Puskesmas Purwoyoso Kota Semarang dengan menggunakan kuesioner wawancara. Teknik sampling yang di gunakan berupa Simple Random Sampling menggunakan metode teknik undian. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil : Berdasarkan hasil Uji Chi Square di dapatkan nilai fisher exact dengan p value sebesar (0,002) < α (0,05). Simpulan : Ada hubungan antara dukungan suami dengan frekuensi kunjungan ulang nifas di Wilayah Puskesmas Purwoyoso Kota Semarang.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG HIV/AIDS DAN VCT DENGAN SIKAP TERHADAP KONSELING DAN TES HIV/AIDS SECARA SUKARELA DI PUSKESMAS KARANGDORO SEMARANG Titik Nuraeni; Nuke Devi Indrawati; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.31 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Kasus HIV/AIDS bagaikan gunung es, yang nampak hanya permukaan belaka namun kasus yang sesungguhnya jauh lebih besar daripada kasus yang nampak.Karena HIV/AIDS sendiri merupakan salah satu penyakit yang masih ditakuti orang pada umumnya.Tidak terkecuali pada ibu hamil. Karena apabila ibu hamil mengidap HIV/AIDS, sang janin juga dapat tertular apabila tidak ada intervensi yang baik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik korelasi dengan menggunakan desain cross sectional. Subyek dalam penelitian ini adalah 45 ibu hamil yang melakukan ANC di Puskesmas Karangdoro Semarang bulan Juli-Agustus 2011. Proses pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi Kuadrat. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu hamil tentang HIV/AIDS dan VCT dengan sikap terhadap konseling dan tes HIV/AIDS di Puskesmas Karangdoro Semarang sebesar X2 hitung 7,240>3,841. Hasil uji korelasi Chi Square didapatkan hasil ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu hamil tentang HIV/AIDS dan VCT dengan sikap terhadap konseling dan tes HIV/AIDS secara sukarela di Puskesmas Karangdoro Semarang. Kata Kunci : ibu hamil, HIV/AIDS, VCT