Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG POSYANDU DENGAN PARTISIPASI KADER DALAM KEGIATAN POSYANDU PURNAMA DI WILAYAH PUSKESMAS RINGINARUM KABUPATEN KENDAL Dina Dwi Septiani; Trixie Salawati; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.044 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.36-41

Abstract

Latar belakang: Kader adalah seorang tenaga sukareka yang dipilh dari, oleh dan untuk masyarakat, yang bertugas membantu kelancaran pelayanan kesehatan. Berdasarkan data Dinas Kabupaten Kendal terdapat 212 kader di wilayah Puskesmas Ringinarum yang terdiri dari 148 kader aktif dan 74 kader kurang aktif dalam kegiatan posyandu. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang posyandu dengan partisipasi kader dalam kegiatan posyandu purnama di wilayah Puskesmas Ringinarum, Kabupaten Kendal. Metode: Jenis penelitian adalah analitic dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kader posyandu yang bekerja di Wilayah Kerja Puskesmas Ringinarum Kabupaten Kendal satu tahun terakhir yang berjumlah 115 orang kader. Teknik sampel yang digunakan adalah proportionate simple random sample. Variabel bebas yaitu pengetahuan kader tentang posyandu, sedangkan variable terikat yaitu partisipasi kader dalam kegiatan posyandu. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi rank spearman. Kecenderungan terjadi kenaikan partisipasi kader posyandu searah dengan makin baiknya pengetahuan kader tentang posyandu. Hasil: Dari uji statistik dengan menggunakan uji korelasi rank spearman rho, dimana pada uji tersebut diperoleh nilai r = 0,703 p = 0,000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan kader tentang posyandu dengan partisipasi kader dalam kegiatan posyandu purnama. Simpulan: Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang posyandu dengan partisipasi kader dalam kegiatan posyandu purnama di Wilayah Kerja Puskesmas Ringinarum Kabupaten Kendal.
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DENGAN BERAT BAYI LAHIR DI RS PERMATA BUNDA KAB.GROBOGAN TAHUN 2011 Muazizah Muazizah; Herryanto Adi Nugroho; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 1, No 1 (2012): February 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.299 KB) | DOI: 10.26714/jk.1.1.2012.73-80

Abstract

Tujuan Penelitian :Untuk menganalisis pengaruh hemoglobin wanita hamil terhadap berat bayi lahir Jenis penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis korelasi yaitu menganalisis hubungan antar variabel, korelasi untuk menentukan tingkat / kedekatan hubungan,dan untuk mengetahui arah hubungan antara dua variabel numerik. pendekatan retrospektif, teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, teknik analisis yang digunakan adalah pengukuran pusat dan regresi linear sederhanaHasil Penelitian :Hasil analisis didapatkan rata –rata kadar Hb ibu hamil adalah 11,05 gr/dl.rata – rata berat bayi lahir adalah 2873,3 gr. Hasil nilai koefisien determinasi persamaan garis regresi dapat menerangkan 95,3 % variasi berat bayi lahir dengan persamaan berat bayi lahir = (-7515,96) + 940,07 * Hb ibu hamil. artinya berat bayi lahir dapat diperkirakan jika diketahui kadar hb ibu hamil. Nilai p value = 0,000 artinya alpha 5% bahwa regresi sederhana cocok dengan data yang ada dan menolak hipotesis nol, berarti ada hubungan linier antara hb ibu hamil dengan berat bayi lahir. dari nilai b=940,07 berarti bahwa setiap satu gram/dl hb ibu hamil variabel berat bayi lahir akan bertambah sebesar 940,07 gr. Saran : sebaiknya dilakukan penelitian untuk memprediksi BBL dari faktor lain.
HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS IBU DENGAN BERAT BAYI LAHIR DI RB CITRA INSANI SEMARANG TAHUN 2012 Siti Dewi Endriana; Nuke Devi Indrawati; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.212 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Berat Bayi Lahir merupakan salah satu indikator bahwa bayi baru lahir yang sehat. Umur ibu dan paritas mempengaruhi Berat Bayi Lahir. Angka Kematian Bayi pada tahun 2010, Indonesia masih sangat tinggi, dimana sekitar 82,5% dengan normal berat bayi yang dilahirkan (2500-4000 gram) dan 17,5% normal berat lahir terdiri 11,1% dengan berat badan lahir rendah (<2500 gram) dan 6,4% dari berat bayi yang dilahirkan (> 4000 gram). Yang kemungkinan itu terjadi yang berkaitan dengan usia ibu dan paritas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur Ibu dan paritas dengan Bayi Baru Lahir Berat. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik retrospektif. Sampel penelitian ini adalah semua populasi ibu bersalin di Rumah Sakit Bersalin Citra Insani dari Maret hingga Juni 2012. Ada 184 sampel tanpa berdasarkan kriteria apapun. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi. Dari 159 orang (86,4%) dalam data ibu bersalin yang paling Rumah Sakit Bersalin Citra Insani adalah antara 20-35 usia. Sebagian besar dari mereka memiliki multipara paritas (102 orang / 55,4%) Dari uji Korelasi Rank Spearman, nilai koefisien korelasi (r) usia ibu adalah 0215. Ini memiliki korelasi yang rendah dan memiliki pola linier positif. Dari uji hipotesis, nilai p = 0,003 (p <0,05). The (r) nilai Paritas 0194. Ini memiliki korelasi yang sangat rendah dan memiliki pola linier positif. Dari uji hipotesis, nilai p = 0,008 (p <0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia dan paritas dengan Berat Bayi Lahir. Kata kunci: Usia, Paritas, Berat bayi lahir
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SISWI SD TENTANG MENSTRUASI SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PENYULUHAN DI SDN SAMPANGAN 01 SEMARANG Ita Afriliana; Dewi Puspitaningrum; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.327 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.2.2014.12-19

Abstract

Latar belakang: Menarche merupakan tanda awal masuknya seorang perempuan dalam masa reproduksi. Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada siswi kelas IV, V, VI SDN Sampangan 01Semarangdidapatkan hasil bahwa13dari15responden memilikitingkat pengetahuan yang kurang tentang menstruasi. Pendidikan kesehatan di sekolah penting dilakukan, terutama yang menyangkut kesehatan reproduksi, dan sebagainya. Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan siswi sekolah dasar tentang menstruasi melalui penyuluhan di SDN Sampangan 01 Semarang. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan "One Group Pre Test Post Test". Populasi pada penelitian adalah seluruh siswi kelas IV, V, dan VI di SDN Sampangan 01 Semarang sebanyak 87 siswi, besar sampel adalah 46 siswi. Teknik pengambilan sampel yang dipakai adalah proporsional random sampling. Hasil: Pengetahuan sebelum penyuluhan memiliki skor rata-rata 9,04, rata-rata pengetahuan setelah penyuluhan mengalami peningkatan menjadi 18,07. Pengetahuan tentang menstruasi sebelum penyuluhan mayoritas dalam kategori kurang yaitu sebanyak 89,1 %, setelah penyuluhan mayoritas dalam kategori baik 84,8%. Simpulan: pengetahuan siswi tentang menstruasi mengalami peningkatan setelah penyuluhan.Kata kunci: Pengetahuan, Menstruasi
Paparan Media Terhadap Perilaku Berisiko Remaja Agustin Rahmawati; Siti Istiana; Erna Kusumawati
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science)
Publisher : Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/k720vv43

Abstract

Background: Adolescent life is a life that is crucial for the future of the rest of their lives. Adolescent delinquencecan happen when sociological and psychological needs are not well, so that will bring various pattern of aggressive behavior and tend toward the negative. Aggressive behavior problems tend to be negative and it cannot beseparated from mental problems, and the psychological journey dominant in adolescents is still unstable. Influencescoming from the outside often have an impact that brings them to risky behaviors such as smoking, free sex, anddrugs. Therefore, this study aims to find the effect of media exposure on adolescent risk behavior.Method: The type of research used in this research is a survey research of cross sectional approach. The samplein this research is a part of the population of the students of class XI SMK Sudirman Semarang from June until July2015 which amounted to 39 students. The sampling techniques used are a sampling of saturated.Result: Data obtained by the majority of adolescent who have high-risk behavior as much as 53.8%. Media exposure mostly give positive exposure to 61.5%. Results of the correlation of Chi Square p value = 0.000 (p <0.05). Theinfluence of the incorrect information may negatively impact if not matched with the right information from sourcesthat can be accounted for.Conclusion: There are any significant correlation media exposure with the risky behavior of adolescent.Keywords: risky behavior, adolescents, media exposure