Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Hubungan Kadar Hemoglobin dengan Kejang Demam pada Anak yang Disebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut: Studi Kasus Kontrol Amalia Aswin; Annisa Muhyi; Nurul Hasanah
Sari Pediatri Vol 20, No 5 (2019)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.108 KB) | DOI: 10.14238/sp20.5.2019.270-5

Abstract

Latar belakang. Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada anak berusia 6 bulan sampai 5 tahun tanpa disebabkan oleh proses intrakranial. Kejang demam merupakan kelainan neurologi tersering yang dijumpai pada anak.Tujuan. Untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin dengan kejang demam pada anak yang disebabkan ISPA.Metode. Penelitian analitik observasional dengan desain kasus kontrol. Data diambil dari rekam medik di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda tahun 2016-2017 menggunakan teknik purposive sampling. Variabel bebas adalah kadar hemoglobin, sedangkan variabel tergantung adalah kejang demam yang disebabkan ISPA. Analisis statistik menggunakan uji t tidak berpasangan dan chi-square (x2), kemaknaan ditentukan berdasarkan nilai p<0,05. Hasil. Didapatkan sebanyak 62 pasien dengan rincian 31 kejang demam dan 31 demam tanpa kejang. Prevalensi kejang demam pada anak laki-laki 71%, sedangkan perempuan 29%. Angka kejadian terbanyak kejang demam adalah usia 0-12 bulan dan gizi baik. Berdasarkan analisis data menggunakan uji t tidak berpasangan didapatkan rata-rata kadar hemoglobin pada kejang demam adalah 11,04 g/dL dan demam tanpa kejang 11,6 g/dL (p=0,023). Pada uji chi-square (x2), menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar hemoglobin dengan kejang demam yang disebabkan ISPA (p=0,032, OR=3,906)Kesimpulan. Terdapat hubungan kadar hemoglobin dengan kejang demam pada anak yang disebabkan ISPA.
Perbedaan Praktik Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu dan Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Usia 12-23 Bulan di Puskesmas Bontang Utara 2 Maula, Balya Ibnu; Muhyi, Annisa
Sari Pediatri Vol 27, No 4 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.4.2025.211-6

Abstract

Latar belakang. Anak berusia 0-23 bulan berada dalam 1000 hari pertama kehidupan yang merupakan masa kritis untuk pertumbuhan. Pemberian nutrisi inadekuat pada masa ini dapat menyebabkan stunting. Tujuan. Mengidentifikasi perbedaan praktik pemberian MPASI dan faktor risiko stunting pada anak usia 12-23 bulan di Puskesmas Bontang Utara 2.Metode. Studi kasus-kontrol dilakukan pada ibu dan anak berusia 12-23 bulan di 20 Posyandu dan Klinik Gizi Puskesmas Bontang Utara 2. Panjang dan berat badan anak dimasukkan ke kurva WHO Z-Score untuk menentukan PB/U, weight age, dan length age. Stunting didefinisikan sebagai PB/U <-2 SD dengan weigth age ? length age. Wawancara dilakukan pada ibu menggunakan kuesioner tervalidasi untuk menentukan status demografis, kesehatan, dan praktik pemberian MPASI meliputi ketepatan waktu, kecukupan, keamanan, dan pemberian makan responsif. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square/Fisher dan Independent T-Test untuk analisis bivariat serta regresi logistik untuk analisis multivariat.Hasil. Sebanyak 19 anak dikategorikan sebagai kasus dan 38 anak sebagai kontrol (rasio 1:2). Skor ketepatan waktu ditemukan lebih rendah pada kelompok stunting dan berbeda signifikan (p=0,04). Pendidikan ibu (aOR 0,07; IK95%: 0,008-0,634; p=0,018), penghasilan keluarga (aOR 12,8; IK95%: 1,60-102,3; p=0,016), dan riwayat penyakit 2 minggu terakhir (aOR 12,6; IK95%: 1,53-103,8; p=0,018) menjadi faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting.Kesimpulan. Perbedaan signifikan ditemukan pada praktik pemberian MPASI tepat waktu antara kelompok stunting dan kontrol. Pendidikan ibu, penghasilan keluarga, dan riwayat penyakit 2 minggu terakhir berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 12-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bontang Utara 2.