Perkembangan teknologi digital yang terus meningkat telah mengubah cara berkomunikasi, belajar, dan berinteraksi sosial, terutama pada Generasi Z. Generasi Z tumbuh di tengah era digital, sehingga mereka menggunakan media digital dengan intensitas yang tinggi, baik untuk mendapatkan informasi maupun membangun hubungan sosial. Di samping itu, kondisi masyarakat Indonesia yang beragam membutuhkan penguatan nilai-nilai toleransi, saling menghargai, dan empati dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran literasi digital dalam membentuk nilai-nilai multikultural pada Generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital memiliki peran penting dalam membentuk sikap terbuka, toleran, dan kritis terhadap keberagaman. Namun, ada tantangan seperti ujaran kebencian, prasangka sosial, dan polarisasi identitas yang menghambat penguatan nilai multikultural di ruang digital. Karena itu, diperlukan kerja sama antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam memperkuat literasi digital yang didasarkan pada nilai-nilai multikultural.