Claim Missing Document
Check
Articles

Storytelling untuk Pemandu Wisata Bahari di Desa Wisata Pangandaran Maylanny; Hasanah, Ratih; Milyane, Tita Melia; Destiwati, Rita
Jurnal Abdimas Vol. 29 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v29i2.39785

Abstract

Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Jawa Barat yang memiliki potensi alam, budaya, dan kearifan lokal yang kaya. Namun, kualitas pemanduan wisata di daerah ini masih terbatas karena sebagian besar pemandu hanya menyampaikan informasi faktual tanpa menghidupkan nilai budaya dan cerita lokal dalam narasi wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi calon pemandu wisata bahari melalui pelatihan berbasis storytelling yang mengangkat legenda dan cerita rakyat Pangandaran. Program dilaksanakan dalam tiga tahapan, yaitu: (1) persiapan melalui observasi kebutuhan dan penyusunan modul pelatihan, (2) pelaksanaan berupa workshop, simulasi pemanduan, dan praktik bercerita di lokasi wisata, serta (3) evaluasi dan pendampingan lanjutan melalui pembentukan komunitas Duta Wisata Storytelling. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam menyusun dan menyampaikan cerita wisata, peningkatan kepercayaan diri berbicara di depan publik, serta pemahaman lebih mendalam terhadap nilai budaya dan kearifan lokal. Sebagian besar peserta menilai pelatihan relevan dengan kebutuhan mereka sebagai calon pemandu wisata bahari. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kapasitas generasi muda Pangandaran sebagai pemandu wisata yang komunikatif, berkarakter, dan berwawasan budaya.
Analisis Resepsi Penderita Diabetes Mengenai Penyampaian Informasi Gula Stevia Sebagai Pemanis Alami Pada Akun @Beeruindonesia Ramadhania, Avira Putri; Destiwati, Rita
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penderita diabetes di Indonesia mendorong pencarian alternatif pemanis yang lebih sehat, salahsatunya yaitu stevia. Meskipun memiliki manfaat kesehatan yang tinggi, tingkat penggunaan stevia masih rendahkarena kurangnya informasi yang tersebar secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi penderitadiabetes pada penyampaian informasi gula stevia sebagai pemanis alami melalui akun Instagram @beeruindonesia.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan teori resepsi StuartHall. Informasi diperoleh melalui wawancara mendalam kepada lima informan penderita diabetes yang mengikutiakun @beeruindonesia dan memiliki pengalaman menggunakan stevia. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagianbesar informan berada pada posisi Dominant Hegemonic dan Negotiated Hegemonic yang artinya mereka cenderungmenerima dan menyetujui pesan yang disampaikan oleh akun tersebut atau menyesuaikan dengan pengalaman danpandangan dari masing-masing pribadi daripada menolaknya secara langsung. Akun @beeruindonesia dinilai efektifdalam memberikan edukasi kesehatan dan memengaruhi perilaku penderita diabetes dalam mengganti gula denganstevia. Penelitian ini menekankan pentingnya komunikasi kesehatan yang informatif, visual dan interaktif melaluimedia sosial dalam membentuk pemahaman dan keputusan masyarakat terhadap gaya hidup sehat.Kata Kunci: Diabetes, Stevia, Resepsi, Komunikasi Kesehatan, Media Sosial
KOMUNIKASI KELUARGA SAMBUNG UNTUK MENCIPTAKAN KETERIKATAN EMOSIONAL DALAMMENGATASI KONFLIK Puteri, Nadhira Rusliani Regina; Destiwati, Rita
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga sambung merupakan keluarga yang terbentuk dari pernikahan ulang, yang menghadirkan tantangankomunikasi dan konflik akibat perbedaan latar belakang dan ekspektasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisbagaimana komunikasi efektif diterapkan dalam pengelolaan konflik untuk menciptakan keterikatan emosionalantara anggota keluarga sambung. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi, danpengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap tiga keluarga sambung di Kota Bandung. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif, yang ditandai dengan keterbukaan, empati,dukungan, sikap positif, dan kesetaraan, berperan penting dalam meredam konflik serta membangun hubunganemosional yang sehat. Komunikasi yang terbuka dan saling memahami mampu menjembatani perbedaan sertamenciptakan suasana keluarga yang harmonis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pengelolaan konflikdalam keluarga sambung sangat dipengaruhi oleh kualitas komunikasi antar anggota keluarga. Temuan inimemberikan kontribusi dalam pengembangan strategi komunikasi keluarga serta menjadi acuan praktis bagikeluarga sambung dalam membina keharmonisan dan membangun keterikatan emosional yang kuat.Kata Kunci: Keluarga Sambung, Komunikasi Interpersonal, Konflik Keluarga, Keterikatan Emosional, KomunikasiEfektif.
PENGARUH KONTEN TikTok @Tirtaaaaa TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI KESEHATAN GENERASI Z Annand, Louis Vachstar; Destiwati, Rita
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, masyarakat membutuhkan informasi kesehatan karena berbagai alasan. Teknologi, terutama internet, telahmengubah cara orang menemukan informasi ini. Sekarang, sangat mudah untuk mendapatkan informasi ini secaraonline dan di media sosial. Salah satu akun TikTok bernama @Tirtaaaaa adalah tempat yang populer bagi anak mudauntuk mendapatkan informasi kesehatan. Tirta mengunggah video-video pendek di akun ini, yang dikenal sebagaitempat yang menyediakan informasi terkini. Penelitian ini ingin mengetahui seberapa besar konten TikTok@Tirtaaaaa membantu generasi Z mendapatkan informasi kesehatan yang mereka butuhkan. Penelitian inimenggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Peneliti memilih 400 responden sebagai sampeldengan menggunakan teknik purposive sampling. Mereka menganalisis data menggunakan regresi linier sederhanadan uji T untuk menguji hipotesis. Penelitian ini didasarkan pada teori tentang bagaimana media sosial digunakan danbagaimana media sosial memenuhi kebutuhan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten TikTok dari@Tirtaaaaa mempengaruhi seberapa baik generasi Z mendapatkan informasi kesehatan sebesar 82,4%, dengankomunikasi dan konteks menjadi faktor terbesar. Sedangkan 17,6% lainnya dipengaruhi oleh hal-hal yang tidak ditelitidi sini.Media Sosial, Konten TikTok, Kebutuhan Informasi Kesehatan
Semiotika Video Musik “Eat Your Young” Oleh Hozier Dan Representasinya Pada Pola Komunikasi Keluarga (Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure) Larasati, R. Putri; Destiwati, Rita
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola asuh yang diajarkan oleh orang tua kepada anak akan sangat berpengaruh pada kehidupan sang anak. Di erasekarang, media mempunyai peran besar untuk bisa merepresentasikan apa yang sedang terjadi dalam kehidupan.Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai bagaimana komunikasi keluarga toksik direpresentasikan di media, salahsatunya adalah pada video musik “Eat Your Young” oleh Hozier. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis maknamakna penanda dan petanda dengan semiotika Ferdinand de Saussure yang ada di video musik “Eat Your Young”yang berkaitan dengan pola komunikasi keluarga serta menganalisis representasi pandangan pola komunikasi keluargadalam video musik “Eat Your Young”. Penelitian ini mengkaji semiotika dan menganalisa dengan teori polakomunikasi keluarga DeVito, sehingga metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitiankualitatif. Sebagai subjek penelitiannya adalah video musik “Eat Your Young”. Sebagai objek penelitiannya adalahpotongan adegan video tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah makna petanda dan penanda yang merepresentasikanbagaimana komunikasi keluarga yang toksik memperburuk hubungan antara orang tua dan anak.Kata kunci: Pola Komunikasi Keluarga, Semiotika, Ferdinand de Saussure, Video Musik “Eat Your Young”,Komunikasi Nonverbal.
PELATIHAN STRATEGI KONTEN DIGITAL DALAM MEMAKSIMALKAN POTENSI DESA MELALUI MEDIA SOSIAL DI DESA WISATA SUGIH MUKTI, KECAMATAN PASIR JAMBU, JAWA BARAT Rita Destiwati; Aziz, Rifqi Abdul; Priatna, Nanda
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): JP2N: Januari-April 2026
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/wckp8t61

Abstract

Desa Sugihmukti memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata, namun masih menghadapi tantangan dalam branding dan pemasaran digital. Untuk meningkatkan daya saing desa, program pengabdian ini menawarkan pelatihan strategi konten digital guna membantu masyarakat dalam mengelola media sosial secara efektif. Pelatihan ini mencakup pemahaman dasar tentang pemasaran digital, teknik storytelling, serta praktik langsung dalam pembuatan dan pengelolaan konten berbasis foto, video, dan tulisan. Kegiatan ini dilakukan secara onsite dengan metode yang interaktif agar masyarakat dapat langsung menerapkan materi yang diberikan. Melalui program ini, diharapkan Desa Sugihmukti dapat meningkatkan visibilitasnya sebagai desa wisata, menarik lebih banyak wisatawan, serta memperkuat identitas digitalnya. Selain itu, kegiatan ini mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam menciptakan pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi.
KOMUNIKASI EFEKTIF PADA KELUARGA BEKERJA DALAM MENJAGA KESEHATAN DI LPK DEWIE SIENTA, KOTA BANDUNG, JAWA BARAT Ramdhana, Maulana Rezi; Destiwati, Rita; Aprianti, Agus; Purwanti, Nur Nazlizah; Devi, Shilfy Rahmi; Saleh, Kanaya Putri Athira
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): JP2N: Januari-April 2026
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/3a92bq40

Abstract

Keluarga yang sebagian besar anggotanya bekerja sering menghadapi dilema dalam menjaga kesehatan. Kesibukan dan rutinitas padat seringkali membuat komunikasi di rumah menjadi terbatas, bahkan sekadar menyampaikan pesan sederhana terkait pola makan, istirahat, atau cara mengelola stres kerap terabaikan. Padahal, komunikasi yang efektif merupakan kunci penting agar setiap anggota keluarga saling memahami kebutuhan dan dapat saling mendukung dalam menjaga kesehatan. Menjawab kebutuhan tersebut, LKP Dewie Sienta dan Telkom University menyelenggarakan pelatihan komunikasi efektif bagi keluarga bekerja. Pelatihan ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui diskusi, simulasi, FGD dan praktik langsung, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman nyata dalam menerapkan keterampilan komunikasi sehari-hari. Hasil kegiatan ini diharapakan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang strategi komunikasi efektif, tumbuhnya kesadaran pentingnya keterbukaan antar anggota keluarga, serta komitmen untuk menjaga kesehatan bersama melalui komunikasi yang lebih hangat dan suportif. Dengan demikian, pelatihan ini bukan hanya meningkatkan keterampilan komunikasi, tetapi juga memperkuat ikatan keluarga dan mendukung terciptanya keluarga yang lebih sehat dan harmonis.
EDUKASI KESEHATAN MENTAL ADHD DI MEDIA SOSIAL DALAM MENCEGAH SELF-DIAGNOSIS PADA REMAJA DI MAN 1 PANGANDARAN Destiwati, Rita; Arief, Raissa Azaria; Milyane, Tita Melia
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): JP2N: Januari-April 2026
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/vmkzbt08

Abstract

Media sosial saat ini telah menjadi ruang utama bagi remaja untuk mencari informasi, termasuk mengenai kesehatan mental. Namun, kemudahan akses ini juga membawa tantangan baru. Salah satu fenomena yang sering terjadi adalah kecenderungan remaja melakukan self-diagnosis setelah menemukan konten tentang gangguan mental, seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Hal ini terjadi karena informasi yang diperoleh melalui media sosial tidak selalu akurat dan lengkap. Akibatnya, sebagian remaja dapat salah memahami kondisi dirinya, merasa memiliki gangguan tertentu, dan mengalami kecemasan berlebihan. Padahal, pemahaman yang tepat tentang kesehatan mental membutuhkan sumber informasi yang kredibel serta bimbingan dari tenaga profesional. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di MAN 1 Pangandaran, Jawa Barat, dengan tujuan memberikan edukasi kesehatan mental melalui media sosial. Metode kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal siswa mengenai ADHD dan kecenderungan self-diagnosis. Selanjutnya dilakukan ceramah dan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas fenomena yang dialami oleh siswa. Pada tahap akhir dilakukan post-test untuk menilai pemahaman peserta setelah kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan diharapkan menunjukkan adanya perubahan positif, yaitu meningkatnya pemahaman siswa tentang ADHD serta kesadaran bahwa gangguan mental tidak dapat ditentukan hanya melalui konten media sosial, melainkan memerlukan konsultasi dengan tenaga profesional.
Determinan Perilaku Mencari Bantuan terhadap Risiko Kesehatan Mental yang Mengarah pada Bunuh Diri di Kalangan Generasi Z di Instagram Hadi, Ezra Aurelia Glenia; Destiwati, Rita
Jurnal The Messenger Vol. 17 No. 2 (2025): May-August
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/themessenger.v17i2.12049

Abstract

Purpose: This study investigated the influence of attitude (AT), subjective norms (SN), and perceived behavioral control (PBC) on help-seeking behavior using the Theory of Planned Behavior (TPB). The study also examined whether Instagram use affected the link between intention and seeking for help behavior. Instagram was chosen as the focus platform because its largest user demographic in Indonesia is Generation Z. This research addressed the urgent need to understand help-seeking patterns among Generation Z in the digital era.   Methods: A quantitative approach was applied using PLS-SEM. The sample consisted of 400 Generation Z with prior mental health concerns who actively utilized Instagram. The Slovin formula was applied to calculate the sample size at a 95% confidence level. An online questionnaire was utilized to gather the data and analyzed to assess the influence of the three TPB constructs on help-seeking intention and behavior, as well as the moderating effect of Instagram use.   Findings: AT, SN, and PBC collectively explained 87% of the variance in help-seeking behavior and 84.4% in intention. However, Instagram use did not significantly moderate the relationship between intention and behavior (p=0.321, >0.05).   Originality: This research addresses an important gap by examining how routine interaction with digital platforms may facilitate or inhibit the transition from intention to behavior. By applying the TPB framework within a socially and technologically relevant context, this study contributes both conceptually and practically to the understanding of youth mental health behavior.
Pola Komunikasi Virtual Grup Percakapan Komunitas Hamur “HAMURinspiring” Di Media Sosial Line Briliana, Cut Nadya Nanda; Destiwati, Rita
Manajemen Komunikasi Vol 3, No 1 (2018): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.517 KB) | DOI: 10.24198/jmk.v3i1.12045

Abstract

Melalui perkembangan teknologi Internet, kini komunikasi tidak hanya terjadi secara tatap muka, namun juga bermedia komputer atau dikenal dengan istilah computer mediated communication (CMC). Perkembangan teknologi diikuti juga dengan perkembangan beragam platform media sosial yang banyak digunakan sebagai media komunikasi. Kemunculan media sosial tersebut banyak dimanfaatkan oleh komunitas sebagai sarana komunikasi dan interaksi, hal tersebut mendorong terbentuknya komunitas dalam ranah virtual seperti Komunitas HAMUR yang berada di Yogyakarta yang memanfaatkan grup percakapan pada media sosial Line sebagai media komunikasi komunitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi virtual, aturan komunikasi dan proses komunikasi komunitas HAMUR. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi virtual. Pengumpulan data dilakukan melalui tahap wawancara kepada 5 informan dan observasi terhadap grup percakapan komunitas yaitu “HAMURInspiring”. Hasil penelitian memperoleh bahwa adanya kesamaan identitas antar anggota komunitas HAMUR yaitu berasal dari keluarga broken home (keluarga tidak harmonis). Pada aturan komunikasi, komunitas HAMUR tidak memiliki aturan tertentu secara tertulis yang mengatur anggota dalam berkomunikasi. Pada proses komunikasi secara primer terdapat perbedaan bahasa antar anggota komunitas dalam berkomunikasi, pada proses komunikasi sekunder media Line dianggap membantu menghubungkan antar anggota komunitas yang terpisah jarak untuk berkomunikasi. Aspek-aspek tersebut berhubungan dengan pola komunikasi virtual yang terbentuk pada komunitas HAMUR, pola komunikasi dari komunitas HAMUR adalah pola komunikasi semua arah sehingga setiap anggota dapat bebas melakukan komunikasi dengan anggota lainnya.