Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

HUBUNGAN PERILAKU KEIKUTSERTAAN KELAS IBU HAMIL DENGAN TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGHADAPI PERSALINAN PADA IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III DI DESA KALISAPU KECAMATAN SLAWI Adrestia Rifki Naharani; Siswati Siswati; Natiqotul Fatkhiyah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v7i2.856

Abstract

Kelas Ibu hamil merupakan sarana untuk belajar tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka berkelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir. Faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan (keikutsertaan ibu hamil untuk mengikuti kelas ibu hamil) antara lain adalah faktor karakteristik ibu yaitu umur, pendidikan, pekerjaan, paritas. Faktor predisposisi meliputi pengetahuan, sikap, minat, sosial budaya (adat istiadat), Faktor pendukung meliputi sarana pelayanan kesehatan, faktor pendorong meliputi dukungan keluarga, motivasi, petugas kesehatan dan sosial ekonomi.Metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah cross sectional . Dalam penelitian ini populasi yang diteliti adalah seluruh ibu hamil TM III di Desa Kalisapu Kecamatan Slawi pada bulan Maret – April tahun 2017. Sampel yang digunakan adalah keseluruhan populasi, yaitu seluruh ibu hamil di Desa Kalisapu Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal Tahun 2017 sebanyak 30 orang.Pengolahan data dilakukan dengan aplikasi olah data (SPSS versi 16). Uji statistik bivariat dengan Spearman Rank  (α = 0,05). Hasil analisis diperoleh ada korelasi yang signifikan antara keikutsertaan kelas ibu hamil dengan kecemasan primigravida dalam menghadapi persalinan, dengan p = 0,010 dengan nilai koefisien korelasi Spearman sebesar – 0,461 artinya ada korelasi yang kuat antara keikutsertaan kelas ibu hamil dengan kecemasan primigravida. Dapat diartikan jika variabel keikutsertaan klas ibu hamil meningkat maka variabel kecemasan primigravida menurun dan sebaliknya jika variabel keikutsertaan klas ibu hamil menurun maka variabel kecemasan primigravida akan meningkat. Diharapkan ibu hamil dapat megikuti klas ibu hamil secara rutin minimal tiga kali keikutsertaan. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, mampu memfasilitasi kegiatan klas ibu hamil di masing-masing desa wilayah kerjanya.
ANALISIS FAKTOR RISIKO STATUS KESEHATAN IBU TERHADAP KEJADIAN PRE EKLAMSIA DI KABUPATEN TEGAL Masturoh Masturoh; Siswati Siswati; Natiqotul Fatkhiyah
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklampsia ialah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema dan proteinuria yang timbul karena kehamilan, namun penyebabnya belum diketahui secara pasti. Pada kondisi berat preeklampsia dapat menjadi eklampsia dengan penambahan gejala kejang. Deteksi preeklampsia dalam pelayanan antenatal merupakan salah satu penerapan peran dan fungsi bidan sebagai pelaksana. Untuk itu kompetensi bidan yang meliputi pendidikan, pengetahuan dan ketrampilan harus dimiliki oleh bidan dalam melaksanakan praktik kebidanan secara aman dan bertanggungjawab pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui analisa factor risiko status kesehatan ibu hamil terhadap terjadinya pre eklamsi di Kabupaten Tegal. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain Case Control Study. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel minimal yaitu sejumlah 30 sampel. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan Ood Rasio, dengan membendingkan insiden antara kelompok kasus dengan kelompok control. Hasil penelitian menunjukan bahwa ibu hamil dengan usia < 20 tahun dan > 35 tahun mempunyai resiko terjadi pre eklamsi 7,9 kali disbanding ibu hamil dengan usia reproduksi sehat (20-35 tahun), ibu hamil dengan primigravida mempunyai risiko terjadi pre eklamsia 1,6 kali dibandingkan dengan multiparitas, ibu hamil dengan jarak kehamilan < 2 tahun mempunyai risiko terjadi pre eklamsi dibandingkan dengan ibu dengan jarak kelahiran 2 tahun atayat hipertensi atau lebih, ibu hamil yang mengalami hipertensi mempunyai risiko 16,42 kali terjadi pereeklamsi dibandingkan ibu hamil yang tidak mempunyai riwayat hipertensi dan ibu hamil dengan riwayat preeklamsi mempunyai risiko 3,26 kali terjadi preeklamsi dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak ada riwayat preeklamsi.
HUBUNGAN KELAHIRAN LOTUS BIRTH DENGAN STATUS PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BAYI USIA 0-12 BULAN DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2013 Siswati Siswati; Ani Margawati; Mundarti Mundarti
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak sejak lahir sangat penting untuk menentukan pola normal pertumbuhan dan perkembangan pada anak, juga menentukan permasalahan dan faktor yang mempengaruhi dan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini. Salah satu faktor intranatal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan sejak dini adalah cara/proses kelahiran bayi. Untuk meminimalkan trauma pada bayi akibat proses kelahiran yaitu dengan lotus birth yang merupakan proses persalinan tanpa mengklem tali pusat seperti yang biasa dilakukan, tali pusat ini dibiarkan sendiri hingga terlepas dari bayi secara alami. Dengan kelahiran lotus bayi tidak mengalami trauma dan luka pada tali pusatnya. Tujuan Penelitian : Untuk menganalisis hubungan kelahiran lotus birth dengan status pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 0-12 bulan di BPM Kabupaten Tegal. Metode penelitian : Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan case control. Sampel berjumlah 30 responden. Analisa data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Spearman Rho Kesimpulan : Status pertumbuhan bayi semuanya berstatus gizi baik. Status perkembangan bayi usia 0-12 bulan dengan lotus birth sejumlah 14 responden (93,3%) dengan perkembangan normal dan 1 responden (6,7%) dengan perkembangan meragukan. Kelahiran tanpa lotus pada bayi usia 0-12 bulan dengan perkembangan normal tidak ada, perkembangan meragukan sejumlah 13 responden (86,7%) dan perkembangan mengalami penyimpangan sejumlah 2 responden (13,3%). Hubungan yang signifikan dengan p= 0,000 (p < 0,05) antara kelahiran lotus birth dengan status pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 0-12 bulan. Kata kunci : Kelahiran Lotus Birth, Tumbuh Kembang Bayi Usia 0-12 Bulan
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM PUSAT INFORMASI KONSELING MAHASISWA (PIKMA) SMART BHAMADA Tri Agustina H; Siswati Siswati
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v10i2.163

Abstract

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Mandala Husada (STIKes Bhamada) membentuk Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIKMA) sejak tahun 2014 dengan nama “PIKMA SMART Bhamada”. PIKMA SMART Bhamada termasuk dalam kategori TEGAK. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi program PIKMA SMART Bhamada.Jenis penelitian yang digunakan adalah diskriptif kualitatif untuk memberikan gambaran implementasi program PIKMA SMART Bhamada. Informan utama dalam penelitian ini adalah pengurus PIKMA dan informan triangulasi adalah mahasiswa, Pembina PIKMA, Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kepala Seksi Institusi Masyarakat dan Remaja Dinas P3AP2KB (Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) Kabupaten Tegal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan PIKMA SMART Bhamada telah sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan PIKMA dengan kategori TEGAK.. Alur pelaksanaan PIKMA sesuai dengan pedoman kegiatan kemahasiswaan di STIKes Bhamada. Sosialisasi PIKMA terus dilakukan dengan jelas dan konsisten. PIKMA telah memiliki program setiap tahunnya namun terkadang ada beberapa program yang tidak terlaksana dikarenakan berbenturan dengan jadwal perkuliahan.Semua pengurus PIKMA telah kompeten. Namun personel PIKMA masih kurang dikarenakan peminatan mahasiswa terhadap Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PIKMA menurun. Disamping itu, saat ada kegiatan PIKMA sebagian mahasiswa terkadang berbenturan dengan jadwal kuliah.Semua sarana yang dibutuhkan sudah ada, namun bagi pengurus PIKMA dirasa kurang memadai karena tidak adanya kipas angin atau pendingin ruangan, printer dan kunci pintu. Dana untuk kegiatan PIKMA sudah mencukupi. SOP untuk PIKMA belum ada secara khusus. Seluruh petunjuk pelaksanaan kegiatan tercantum dalam Pedoman Kegiatan Kemahasiswaan secara umum. PIKMA telah menjalin kerjasama dengan SMA/SMK Kabupaten dan Kota Tegal, dan BKKBN.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI Ika Esti Anggraeni; Ike Putri Setyatama; Siswati Siswati
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v11i2.238

Abstract

Upaya pemerintah dalam penurunan AKB dan AKN sejalan dengan tujuan SDG’s yaitu masalah kesehatan, dimana menyusui dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Presentase pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan Kab.Tegal merupakan urutan 8 terendah dari 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah. Cakupan ASI eksklusif Kab.Tegal tahun 2018 sebesar 51,45% dan cakupan terendah di Puskesmas Kaladawa sebesar 0,06% sedangkan target nasional yang ditetapkan adalah 80%. Berdasarkan penelitian faktor dominan yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif adalah dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI Eksklusif di Desa Pacul Kecamatan Kaladawa Kab.Tegal. Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu nifas dengan bayi usia 0-6 bulan sejumlah 40 responden. Dukungan keluarga dalam penelitian ini adalah dari suami, orang tua dan mertua. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan uji statistik Chi Square. Sebagian besar responden memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya hingga bayi berusia 6 bulan dan keluarga responden mendukung dalam pemberian ASI Eksklusif. Bentuk dukungan keluarga yang diberikan berupa dukungan informasi, penilaian, instrumental dan emosional, dan bentuk dukungan terbesar berupa dukungan instrumental. Berdasarkan perhitungan Chi Square dengan p value 0,110 disimpulkan bahwa tidak ada hubungan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI Eksklusif di Desa Pacul Kecamatan Kaladawa Kab.Tegal.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN POST PARTUM BLUES PADA IBU NIFAS DI DESA DUKUHWARU KABUPATEN TEGAL Adrestia Rifki Naharani; Ike Putri Setyatama; Masturoh Masturoh; Siswati Siswati
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v14i1.451

Abstract

Adaptasi psikologis pada ibu postpartum dimulai ketika seorang ibu mulai merawat dan mengurus bayinya. Hal ini merupakan peran dan tanggung jawab baru bagi setiap wanita setelah melahirkan. Peran dan tanggung jawab baru ini sering membuat ibu merasa tidak percaya diri dan mengalami stress. Ibu merasa sedih dan putus asa karena belum mampu untuk merawat bayi dengan baik. Kondisi ini membuat ibu menjadi lebih sensitif. Kondisi seperti ini dikenal dengan baby blues atau postpartum blues. Banyak faktor yang dapat menyebabkan postpartum blues, salah satunya yaitu dukungan sosial. Dukungan sosial bisa berasal dari suami, keluarga dan tetangga/lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian post partum blues. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey analitik,dengan pendekatan cross sectional dengan uji statistic Chi-Square dengan responden 20 ibu nifas. Dari hasil penelitian didapatkan dari 20 responden ada 5 orang yang mengalami post partum blues ( 25 %) dan 15 orang tidak mengalam post partum blues ( 75%). Hasil analisis menunjukan hasil yang signifikan dari hubungan kedua variabel tersebut adalah p = 0,000, p = 0,018<α 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolah sehingga ada Hubungan antara dukungan keluarga dengan post partum blues pada ibu nifas di Desa Dukuhwaru Kecamatan Dukuhwaru. Kata Kunci : post partum blues,nifas,dukungan keluarga
KONSELING PRAKTIK PERAWATAN BAYI BARU LAHIR PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA KALISAPU KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL Ike Putri Setyatama; Masturoh Masturoh; Siswati Siswati
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.273

Abstract

Kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan dampak di masyarakat. Hal yang perlu diperhatikan antara lain menjaga jarak aman (physical distancing), mengenakan masker, dan sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Masalah pada bayi baru lahir dapat diminimalkan dengan perawatan bayi baru lahir oleh seorang ibu ataupun keluarganya, yang tidak lepas dari peran dan dukungan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kemampuan perawatan bayi. Jumlah Balita di wilayah Desa Kalisapu sejumlah 150 orang, dimana 40 diantaranya adalah bayi berusia kurang dari 1 tahun. Desa Kalisapu berada di Kecamatan Slawi yang merupakan zona merah (level 4 –Risiko Tinggi) tingkat transmisi Covid-19. Beberapa kendala dalam perawatan bayi di Desa Kalisapu antara lain pengetahuan ibu dan keluarga yang masih rendah tentang perawatan bayi, selain karena kegiatan Posyandu Balita untuk sementara ditunda selama masa pandemi, informasi terkait tumbuh perkembangan bayi dan balita kurang optimal. Target luaran yang ingin dicapai adalah ibu yang memiliki bayi dapat melakukan perawatan bayi baru lahir sesuai dengan standar. Pengabdian ini dilakukan pada Bulan Maret 2020, diikuti oleh 30 ibu yang memiliki bayi di Desa Kalisapu. Teknik pelaksanaan dengan metode promotif, yaitu konseling dan praktik simulasi perawatan bayi yang sesuai standar kesehatan di masa pendemi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan door to door sesuai dengan data yang diberikan oleh bidan desa setempat, sehingga menghindari atau tidak menimbulkan kerumunan. Hasil pengabdian masyarakat tentang perawatan bayi baru lahir di masa pandemi ini mennujukkan kepuasan dari masyarakat sasaran. Ibu-ibu yang memiliki bayi baru lahir dapat melakukan mempraktikkan perawatan bayi dengan baik dan benar. Hasil konseling didadaptkan bahwa sasaran telah mengerti dan memahami tentang perawatan bayi baru lahir yang benar.
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN METODE BOOKLET DI DESA KALISAPU KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL Ike Putri Setyatama; Masturoh Masturoh; Siswati Siswati
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 2 (2021): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i2.365

Abstract

Masa pandemi Covid-19 mengakibatkan beberapa dampak pada masyarakat, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Kebijakan pembatasan kapasitas jumlah siswa di sekolah dan pembatasan aktifitas kegiatan siswa di sekolah membuat remaja kehilangan beberapa moment dalam kehidupannya, baik kegiatan bertukar informasi dengan teman, maupun mendapatkan edukasi dari pihak eksternal. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi pada masa pandemi COVID 19. Metode pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan April 2021 yang diikuti oleh 48 remaja di wilayah Desa Kalisapu Kab.Tegal. Teknik pelaksanaan pengabdian pada masyarakat dilakukan dengan metode promosi, yaitu dengan upaya KIE (komunikasi, informasi, edukasi) tentang kesehatan reproduksi npada remaja menggunakan metode booklet sebagai medianya. Kegiatan pengabdian masyarakat pemberian KIE tentang kesehatan reproduksi pada remaja dilakukan dari rumah ke rumah atau sesuai dengan data yang diberikan oleh bidan desa setempat, sehingga menghindari atau tidak menimbulkan kerumunan.
Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) pada Masa Pandemi Covid 19 di SMP N 1 Dukuhwaru Kab. Tegal Ike Putri Setyatama; masturoh masturoh; siswati siswati; Adrestia Rifki Naharani
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v3i1.387

Abstract

The large population of the world's population is teenagers and the progress of a nation can be seen, one of which is the behavior of teenagers. The adolescent period is a transition from childhood to adulthood, where the process of sexual maturity begins. Physical and psychological changes in adolescents lead to attraction to peers of the opposite sex, so that adolescents are prone to unhealthy behavior, this incident in adolescents requires early education related to healthy reproductive health in adolescents Teenager Based on studies at SMP N 1 Dukuhwaru, there are several problems related to knowledge of adolescent reproductive health, including the lack of knowledge about personal hygiene, changes in the physiology of the adolescent reproductive system, and the psychology of puberty and related to menstruation and various problems. In accordance with the partner's problem, the community service team carried out community service activities for students at SMP N 1 Dukuhwaru, as an effort to apply service in the implementation of the Tri Dharma of Higher Education. Technical implementation of this community service with promotive efforts, including communication, information and education (KIE) activities related to adolescent reproductive health with material presentations followed by reviews, discussions and questions and answers. In the activity of providing material, in addition to being given visually with pictures and videos, material is also provided with props, especially the material for cleaning and caring for reproductive organs. The results of the implementation of service include students of SMP N 1 Dukuhwaru having correct knowledge related to reproductive health, namely the ability to describe and explain personal hygiene, changes in the physiology of the adolescent reproductive system, psychology of puberty and menstruation related to various problems and solutions or ways to overcome them. With the enthusiasm of the target participants, the school hopes that similar activities can be carried out regularly at SMP N 1 Dukuhwaru
PENDIDIKAN KESEHATAN TEKHNIK MENYUSUI PADA IBU NIFAS DI DESA DUKUHWARU KABUPATEN TEGAL Adrestia Rifki Naharani; Ike Putri Setyatama; Masturoh Masturoh; Siswati Siswati
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v3i2.444

Abstract

Mencari posisi meyusui yang nyaman saat menyusui sangat penting karena posisi tidak nyaman ketika menyusui dapat menyebabkan ibu menjadi cemas dan mengurangi atau menghentikan aliran susu sehingga bayi tidak mendapatkan cukup susu dan menyedot dengan keras dan menyebabkan sakit pada putting ibu. Sehingga ibu nifas harus mengetahui tekhnik menyuusi yang benar pada saat menyusui. Dari 12 ibu nifas yang ada di desa dukuhwaru, 7 ibu hamil merupakan ibu yang baru pertama kali memiliki bayi dan mengalami proses menyusui. Sejumlah 9 ibu nifa mengalami putting susu lecet pada saat menyusui. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu nifas tentang tekhnik menyusui yang benar pada saat proses menyusui. Pengabdian masyarakat dilakukan pada hari Rabu, tanggal 30 Maret 2022 di Desa Dukuhwari Kev. Dukuhwaru Kab. Tegal dengan 12 ibu nifas. Pelaksanaan kegiatan ini dengan metode pemberian tekhnik menyusui yang benar dengan leaflet dan melakukan praktik meyusui dengan tekhnik menyusui yang benar secara langsung. Hasil pengabdian ini adalah ibu nifas memberikan respon yang positif dan mau mempraktikkan tekhnik menyusui yang benar dan meu melakukannya pada saat menyusui.