Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Studi Kualitatif Pengalaman Remaja Putri yang Mengalami Gangguan Menstruasi di SMP Negeri 2 Bunta Kabupaten Banggai Propinsi Sulawesi Tengah Mariyati Mariyati; Arlin Adam; Andi Alim
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2025): July: OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v3i4.1537

Abstract

Adolescence is a critical phase in individual development, especially for adolescent girls who begin to experience menstruation as a sign of reproductive maturity. However, not all adolescents experience menstruation normally; some experience disorders such as menstrual pain, irregular cycles, and prolonged bleeding. This study aims to explore in depth the subjective experiences of adolescent girls with menstrual disorders at SMP Negeri 2 Bunta, Banggai Regency, focusing on the nature of the disorders experienced, their interpretation of these experiences, coping strategies, and the social support received. This study employs a qualitative approach with a phenomenological design. The primary informants were female adolescents in grades VII–IX who had experienced menstrual disorders in the past six months, selected purposively until data saturation was achieved. Data collection techniques included in-depth interviews, non-participatory observation, and document analysis. Data were analyzed using the Miles and Huberman model through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that menstrual disorders are viewed as normal by most informants, despite causing physical discomfort and psychological anxiety. Adolescents' responses to these disorders vary, ranging from the use of warm compresses and medication to no intervention at all. The primary sources of information are mothers and social media, while the roles of teachers and schools remain limited. Social support is most commonly provided by family, although some adolescents also feel supported by peers and teachers. This study emphasizes the importance of systematic reproductive health education, school involvement in supporting adolescents, and the creation of safe and stigma-free discussion spaces regarding menstruation-related issues.
Dasar Pengetahuan dan Kriteria Kebenaran Perspektif Barat dan Islam Frarera, Andre Nova; Mariyati, Mariyati; Batubara, Nur Khafifah Indriyani; Salminawati, Salminawati; Hidayat, Rahmad
Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol. 7 No. 2 (2022): JAQFI VOL.7 NO. 2, 2022
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jaqfi.v7i2.21314

Abstract

There is no truth because it is influenced by external rather than internal forces, so people from all walks of life always want to know the truth.The existence of particular facts is the foundation of truth itself.In this instance, the scientific truth that has been tried and proven by science.In order to distinguish between fiction and fact in the context of human life, a successful strategy in human cognition is to use the five senses to gather truth and information, which is then processed through logical reasoning. As a result, the purpose of this article is to attempt to compare and contrast the Western and Islamic perspectives on reality using scientific evidence. This article primarily focuses on the advantages it will provide to Muslims and the general public.
Efektivitas pelayanan KIE farmasi terhadap sikap penggunaan tanaman obat keluarga (TOGA) pada ibu rumah tangga Zuhra, Meutia; Mariyati, Mariyati; Rahmi, Aulia; Maulida, Aula
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 3 (2025): Volume 19 Nomor 3
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i3.923

Abstract

Background: Family medicinal plants are one of the efforts to increase community participation in health development. The use of family medicinal plants has not been optimally socialized, counseling, information, and education are needed by health workers, especially pharmacists, in the use of family medicinal plants so that their use is safe and effective. Purpose: To determine the effectiveness of pharmaceutical counseling, information, and education on attitudes towards the use of medicinal plants among housewives. Method: Quantitative research using a pre-experimental design (one group pre-test and post-test) on 153 productive-age housewives (20-60 years) in Lhokseumawe City. The dependent variable in this study is attitude, while the independent variables are counseling services, information, and pharmacy education. The research instruments used were questionnaires and educational media, namely leaflets. Data analysis included univariate and bivariate with paired t-tests on normally distributed data, if not normally distributed, the Wilcoxon test was used. Results: The age of the sample was dominated by 20-30 years of age with 63 participants (41.2%) and the majority had a high school education with 39 participants (39.2%). The attitude of using family medicinal plants during the pre-test was in the positive category with 48 respondents (31.4%), but after being given the intervention, the post-test score of positive attitudes increased by 142 respondents (92.8%). In addition, the average pretest score, the attitude of using family medicinal plants was 18.38 with a standard deviation of 4.97, but during the posttest it became 26.75 with a standard deviation of 4.97. This shows an increase in the attitude score of using family medicinal plants after receiving counseling, information, and pharmaceutical education services. Conclusion: There is a difference in the attitude of using family medicinal plants in housewives after being given counseling, information, and pharmaceutical education services by pharmaceutical personnel with a p-value (0.000). Suggestion: Counseling, information, and pharmaceutical education can be applied in traditional health service programs as motivation for cultivating family medicinal plants at home, one of the efforts to increase community independence in treatment.   Keywords: Attitude; Counseling; Education; Family Medicinal Plants; Housewives; Information.   Pendahuluan: Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya meningkatkan peran masyarakat dalam pembangunan kesehatan. Pemanfaatan TOGA belum tersosialisasikan secara maksimal, dibutuhkan konseling, informasi, dan edukasi (KIE) oleh tenaga kesehatan, khususnya farmasi dalam pemanfaatan TOGA agar dalam penggunaannya aman dan efektif. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas KIE farmasi terhadap sikap penggunaan tanaman obat keluarga (TOGA) pada ibu rumah tangga. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain eksperimental pre eksperimental (one group pretest and posttest) pada 153 ibu rumah tangga usia produktif (20-60 tahun) di Kota Lhokseumawe. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah sikap, sedangkan variabel independen yaitu pelayanan KIE farmasi. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar kuesioner dan media edukasi yaitu leaflet. Analisis data yang dilakukan meliputi univariat dan bivariat dengan paired t-test pada data yang berdistribusi normal, jika tidak berdistribusi normal digunakan uji Wilcoxon Hasil: Usia sampel didominasi 20-30 tahun sebanyak 63 partisipan (41.2%) dan mayoritas menamatkan pendidikan hingga SMA sebanyak 39 partisipan (39.2%). Sikap penggunaan TOGA ketika pretest dengan kategori positif sebanyak 48 responden (31.4%), namun setelah diberikan intervensi skor posttest sikap positif meningkat sebanyak 142 responden (92.8%). Selain itu, rerata skor pretest, sikap penggunaan TOGA 18.38 dengan standar deviasi sebesar 4.97, namun ketika posttest menjadi 26.75 dengan standar deviasi 4.97. Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan skor sikap penggunaan TOGA setelah menerima pelayanan KIE farmasi. Simpulan: Terdapat perbedaan sikap penggunaan TOGA pada ibu rumah tangga setelah diberikan layanan KIE farmasi oleh tenaga kefarmasian dengan p-value (0.000). Saran: KIE farmasi dapat diterapkan dalam program layanan kesehatan tradisional sebagai motivasi budidaya TOGA di rumah upaya kemandirian masyarakat terhadap obat.   Kata Kunci: Edukasi; Ibu Rumah Tangga; Informasi; Konseling; Sikap; Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
Sikap Ibu dan Peran Keluarga dalam Penerapan Tradisional pada Ibu Postpartum Gani, Abdul; Mariyati, Mariyati; Suryawati, Ida; Agusri, Agusri; Ridhayani, Ridhayani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47367

Abstract

Masa kehamilan dan persalinan merupakan salah satu fase kehidupan dimana ibu banyak dihadapkan pada larangan dan anjuran berdasarkan adat istiadat ataupun budaya setempat, sehingga banyak didapatkan praktik perawatan tradisional pada ibu postpartum. Perawatan tradisional yang paling sering dilakukan yaitu penggunaan rempah-rempah, baik secara sistemik maupun topikal. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan tumbuhan herbal selama masa postpartum. Penelitian ini jenis kualitiatif dan akan dilakukan di wilayah kota Lhokseumawe dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tekhnik wawancara mendalam dan Analisa data dilakukan melalui analisis konten. Responden penelitian dikumpulkan dengan tekhnik snowball sampling. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar kajian dalam penelitian lebih lanjut mengenai uji klinis jenis perawatan tradisional yang bermanfaat bagi meningkatkan maupun menjaga Kesehatan ibu postpartum
Peran Mahasiswa Dalam Kuliah Kerja Nyata Sangat Penting Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Bersih Dan Sehat Masyarakat Desa Parisan Agung Astuti, Ni Putu Kusuma; Yamin, Ulfawati; Mariyati, Mariyati; Ahmadin, Trio; Umiati, Umiati; Sulbia, Sulbia
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.5390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam meningkatkan kualitas hidup bersih dan sehat di Desa Parisan Agung. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui survei, baik kuesioner maupun wawancara, untuk memperoleh informasi yang terukur dan sistematis. Fokus utama penelitian ini adalah untuk menganalisis kontribusi mahasiswa dalam mengedukasi dan melibatkan masyarakat dalam praktik hidup bersih dan sehat melalui program-program yang dilaksanakan selama KKN. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Parisan Agung, yang dipilih karena memiliki potensi untuk berkembang dalam bidang peningkatan kualitas hidup bersih dan sehat. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota masyarakat Desa Parisan Agung yang terlibat langsung dalam kegiatan program KKN mahasiswa. Sampel penelitian ini sebanyak 125 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling acak atau purposive, tergantung pada kriteria relevansi responden terhadap topik penelitian, seperti kepala desa, pekerja kesehatan dan kelompok masyarakat yang terlibat langsung dalam program edukasi kesehatan dan kebersihan. Berdasarkan hasil temuan penelitian, dapat dilihat bahwa peran mahasiswa dalam meningkatkan kebersihan dan edukasi hidup sehat mendapatkan nilai yang sangat baik (rata-rata lebih dari 4), yang menunjukkan bahwa program-program yang dilakukan oleh mahasiswa KKN telah memberikan dampak positif yang signifikan. Namun, partisipasi masyarakat dalam kegiatan KKN dan dampak jangka panjang terhadap kesehatan masih perlu ditingkatkan, meskipun mendapatkan nilai yang baik atau cukup baik. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan wawasan bagi pengembangan program KKN yang lebih efektif.
Penyuluhan Kesehatan : Edukasi Gizi Seimbang pada Remaja Putri di SMP Negeri 2 Bunta, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah Mariyati Mariyati; Zamli, Zamli
Karya Nyata : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): September : Karya Nyata : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/karyanyata.v2i3.1947

Abstract

The number of school-age adolescent girls in Banggai Regency, Central Sulawesi, still faces serious challenges related to nutritional problems such as anemia and chronic energy deficiency (SEZ). Low nutritional literacy and unbalanced food consumption habits also worsen their nutritional status, especially during puberty when nutritional needs increase significantly. This service activity aims to increase the understanding and awareness of young women on the principles of balanced nutrition through a participatory educational approach. The implementation of the activity was carried out at SMP Negeri 2 Bunta, Simpang Raya District, involving 30 students in grades VII and VIII as well as UKS supervisory teachers. The intervention included providing material on "Fill My Plate", the 4 pillars of balanced nutrition, and the risk of nutritional disorders in adolescents. The material was delivered in the form of interactive counseling using leaflet media, accompanied by knowledge measurement through pre-test, post-test, and one-week post-activity evaluation. The results of the activity showed a significant increase in students' understanding of the principles of balanced nutrition, with the knowledge score of the good category increasing from 40% to 87%. Most of the participants were able to mention the composition of the meal portion, the importance of breakfast, restrictions on fast food consumption, and the need to drink enough water every day. This activity also has an impact on increasing the capacity of teachers in assisting and monitoring the health status of students through the UKS program. Teachers become more active in conducting periodic counseling and recording the nutritional development of female students on a regular basis. School-based balanced nutrition counseling has been proven to be effective in improving adolescent nutritional literacy. This educational model can be replicated in other regions with cross-sectoral support such as education offices, health centers, and village governments, to support the achievement of sustainable development goals in the health sector.
PKM PEMBERDAYAAN KADER MENUJU KELURAHAN SIAGA SEHAT JIWA DI KOTA SEMARANG JAWA TENGAH Arifianto, Arifianto; Mariyati, Mariyati
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 6, No 1 (Maret) (2024): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v6i1.146

Abstract

Kesehatan jiwa merupakan kondisi dimana seorang individu dapat berkembang, baik secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut dapat menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dan mampu bekerja secara produktif. Tujuan kegiatan PKM adalah memberikan pengetahuan dan pelatihan kader dalam masalah kesehatan jiwa di masyarakat, mengenali dan melakukan pendataan pada masyarakat untuk menggolongkan keluarga sehat jiwa, resiko gangguan jiwa dan gangguan jiwa. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan program Kelurahan Siaga Sehat Jiwa dan deteksi dini kesehatan jiwa dengan tanya jawab, dan simulasi. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan kader menuju kelurahan siaga sehat jiwa dan deteksi dini kesehatan jiwa. Kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat kader dan masyarakat ikut berperan serta dalam mendeteksi pasien gangguan jiwa yang belum terdeteksi, dan membantu pemulihan pasien yang telah dirawat di rumah sakit, serta siaga terhadap munculnya masalah kesehatan jiwa di masyarakat. Kesimpulan dari kegiatan PKM yaitu pentingnya pengetahuan kader, tokoh masyarakat, dan pemerintah untuk meningkatkaan derajat kesehatan masyarakat melalui program kegiatan kelurahan siaga sehat jiwa. Harapan dari terbentuknya kelurahan siaga sehat jiwa yaitu dapat mengurangi dampak dari kerugian akibat dari adanya penderita gangguan jiwa yang tidak mendapatkan perawatan oleh keluarga dan membantu pemulihan pasien yang telah pulang dirawat dari rumah sakit dan siaga terhadap munculnya masalah kesehatan jiwa di masyarakat.
Penerapan Perawatan Tradisional Aceh Pada Ibu Postpartum Mariyati, Mariyati; Lisna, Irma; Suryawati, Ida
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 8 No. 2 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v8i2.68

Abstract

Perawatan tradisional terhadap perawatan ibu postpartum, masih banyak di jumpai di lingkungan masyarakat, masyarakat Aceh dengan keyakinan atau budaya yang dianut perawatan tradisional pada masa postpartum seperti madeung, sale dan toet batee oleh etnis Aceh. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana perawatan tradisional yang diterapkan pada ibu postpartum. Desain penelitian ini deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum yang berjumlah sebanyak 42 responden. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 42 responden menggunakan teknik total populasi. Pengumpulan data telah dilakukan pada tanggal 17 Juli sampai dengan 02 Agustus 2023. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisa dilakukan dengan analisa univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa penerapan perawatan tradisional pada ibu postpartum berada pada kategori diterapkan sebanyak 27 responden (64.3% dan jenis penerapan perawatan tradisional pada ibu postpartum yang paling banyak diterapkan yaitu salee sebanyak 27 responden (64.3%) dan paling sedikit diterapkan yaitu terapi pijat sebanyak 20 responden (47.6%). Diharapkan bagi ibu postpartum pengobatan tradisional melakukan konsultasi dengan tenaga kesehatan untuk menghindari efek samping dan bahaya lainnya dari penerapan perawatan tradisional.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis IPAS Materi Gaya Pada Siswa Kelas IV Di SDN Pandeanlamper 03 Rohandini, Fitria; Subekti, Ervina Eka; Murniati, Ngurah Ayu Nyoman; Mariyati, Mariyati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kritis IPAS siswa kelas IV SDN Pandeanlamper 03 sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Rancangan penelitian menggunakan eksperimen kuantitatif yaitu Pre-Experimental Design dengan model One-Group Pretest-Posttest Design. Data yang diperoleh melalui metode tes tertulis adalah tes uraian. Lokasi penelitian ini akan dilaksanakan di kelas IV SDN Pandeanlamper 03. Sampel dalam penelitian ini adalah 28 siswa kelas IV dengan menggunakan teknik sampel jenuh. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil uji paired sample statistic t-test menunjukan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata pretest yaitu 57 sedangkan nilai rata-rata posttest 80. Terlihat rata-rata posttest dari hasil nilai tes kemampuan berpikir kritis siswa lebih besar dari pada rata-rata pretest, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, terdapat perbedaan rata-rata antara skor pretest dan posttest siswa sebelum dan sesudah menggunakan model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SDN Pandeanlamper 03. Kata Kunci : Problem Based Learning, Berpikir Kritis, IPAS
ANALYSIS OF FACTORS ASSOCIATED WITH SMOKING BEHAVIOR IN ADOLESCENTS IN BLANG MANGAT DISTRICT KOTA LHOKSEUMAWE Suryawati, Ida; Gani, Abdul; Mariyati, Mariyati
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v8i1.1563

Abstract

Background: Smoking behavior is the biggest health problem that can cause death. Tobacco use at an early age can form a lifelong smoker and stunt the growth of children. The prevalence of smoking among adolescents in Indonesia tends to increase every year which is induced by many factors. The aim of this study is to analyze the factors associated with smoking behavior in adolescents in KecamatanBlang Mangat, Lhokseumawe. Method: This analytic study using cross-sectional approach. The population in this study were all male students in four public Junior High School with a total of 584 students. The number of samplein this study were 327 respondents. The sampling technique employed is Quota random sampling. The number of respondents for each school is determined based on the total population of each school. Data collection was performed using questionnaires which thereafter analysed utilizing multivariate test. Result: The results show that there is a correlation between knowledge and smoking behavior (p=0.000); the correlation between adolescent perception and smoking behavior (p=0.001); the correlation between family support and smoking behavior (p=0.000); the correlation between peer influence and smoking behavior (p=0.000); the correlation between stress and smoking behavior (p=0.000). Family support is the most dominant factor influencing smoking behavior (p0.001). It is seen from the biggest value of exp B which is 15.355. Suggestion: Efforts that can be made to prevent smoking behavior in adolescents are by maintaining good communication, positive support from families, and controlling children's behavior.