Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGGUNAAN BAMBU PETUNG SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL KONSTRUKSI DINDING PENAHAN GALIAN PADA KONDISI TANAH NON KOHESIF Wahyudianto, Kurniadi; Purwana, Yusep Muslih; Surjandari, Niken Silmi
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.428

Abstract

Pembangunan konstruksi di lokasi yang sempit dan lahan kerja yang terbatas seringkali menyebabkan galian struktur harus dilaksanakan secara tegak lurus, sehingga dibutuhkan dinding penahan untuk mengamankan galian agar tidak terjadi longsor. Bambu dipilih sebagai salah satu material kombinasi dinding penahan galian sementara karena memiliki sifat-sifat mekanika yang baik dan relatif murah.  Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi keamanan dan kelayakan bambu petung sebagai material konstruksi dinding penahan galian pada kondisi tanah non kohesif, pada konstruksi dinding penahan galian tanah dengan menggunakan kombinasi baja IWF dan bambu petung, sebagai alternatif  desain dinding penahan tanah bagi pelaksana pekerjaan. Data yang diambil adalah data sekunder tanah non kohesif.  Analisis data yang dilakukan  meliputi analisis pembebanan, analisis tekanan tanah pada dinding penahan, dan analisis dimensi bambu (check kekuatan bahan). Hasil analisis menunjukkan  bahwa material bambu petung layak dan aman digunakan  sebagai alternatif material konstruksi dinding penahan galian pada kondisi tanah non kohesif. Diharapkan hasil penelitian ini dapat  menjadi referensi bagi proyek-proyek yang memerlukan pelindung galian tegak.Kata kunci: galian tegak,  konstruksi dinding penahan tanah, kombinasi baja IWF dengan bambu
ANALISIS LENDUTAN PERKERASAN KAKU PADA PEMBEBANAN SUDUT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Yasir, Farid; Surjandari, Niken Silmi; Purwana, Yusep Muslih
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.426

Abstract

Perkerasan kaku adalah salah satu jenis perkerasan untuk menangani permasalahan akibat daya dukung tanah yang rendah. Tebal perkerasan merupakan salah satu yang diperhitungkan agar tidak terjadi lendutan yang melebihi lendutan yang diijinkan pada tanah dasarnya. Penggunaan koperan pada ujung pelat perkerasan kaku adalah alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan lendutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lendutan pada perkerasan kaku akibat beban pada posisi sudut dengan variasi ketebalan dan penambahan koperan. Besarnya lendutan akibat pembebanan sudut dianalisis dengan Metode Elemen Hingga. Model pelat berukuran 6x3 m dengan variasi tebal 15 cm, 20 cm, 25 cm, 30 cm dan 35 cm, nilai CBR 10%, mutu beton yang digunakan adalah K350, posisi pembebanan sudut dengan beban 8 ton dan koperan lebar 25 cm tinggi 50 cm. Penggunaan koperan dapat mereduksi lendutan hingga 42,36%  pada tebal 15 cm dan semakin turun dengan bertambahnya tebal pelat hingga sebesar 13,13% pada tebal 35 cm, sehingga dapat diperoleh tebal perkerasan yang lebih kecil, sebagaimana dalam hasil analisis pelat tebal 35 cm tanpa koperan diperoleh lendutan maksimum sebesar 10,659 mm atau lebih besar lendutannya dari pelat tebal 25 cm menggunakan koperan dengan lendutan maksimum sebesar 10,413 mm.Kata kunci: perkerasan kaku, koperan, lendutan, metode elemen hingga.
Suction-Monitored Direct Shear Test on Unsaturated Sand and Sand-Kaolin Clay Mixture Purwana, Yusep Muslih; Nikraz, Hamid
Jurnal Geoteknik Vol 9 No 01 (2014)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the common devices for unsaturated soil strength testing is suction-controlled direct shear. In this device, suction is adjusted by controlling water pressure and air pressure during the test. Suction was generated indirectly by adjusting the specimen’s water content to the desired value. During the test, suction was monitored using the attached tensiometer. Thus in this method, pore water and pore air pressure control is no longer required. The tests were carried out using sand and sand-kaolin clay mixtures in 95:5 and 90:10 proportions. The results indicates that shear strength with respect to matric suction exhibits a bilinear envelope with an initial value of fb is higher than the effective internal friction f¢. Despite the suction capacity of the tensiometer was relatively low, this device was effective for low air entry soils such as sand or sand with relatively small portion of fine grained material. Keywords: Sand-kaolin clay mixtures, suction-monitored direct shear test, unsaturated shear strength
KUAT TEKAN TANAH LEMPUNG PLASTISITAS TINGGI YANG DISTABILISASI PADA INDEKS LIKUIDITAS 0.5 DAN 0.75 MENGGUNAKAN SEMEN Yusep Muslih Purwana; Raden Harya Dananjaya
Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.379 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i2.1530

Abstract

Tanah lempung plastisitas tinggi diklasifikasikan sebagai tanah lunak dengan daya dukung dan kekuatan yang rendah. Stabilisasi tanah dibutuhkan untuk meningkatkan sifat tekniknya. Pencampuran tanah menggunakan semen telah dilakukan untuk menstabilisasi tanah ini. Pengaruh semen dan faktor air semen terhadap kuat tekan tanah dengan masa perawatan yang berbeda telah diinvestigasi. Uji kuat tekan bebas tanah (UCS) dilakukan pada tanah yang distabilisasi dengan kandungan semen 5%, 10%, dan 15% dari berat basah tanah dengan faktor air semen 20%, 25%, 30%, dan 35% dari berat semen. Masa perawatan sampel adalah 0, 3, 7, dan 14 hari. Tanah distabilisasi pada indeks likuidtias 0.50 dan 0.75. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin tinggi proporsi semen yang digunakan, maka semakin besar peningkatan kuat tekan tanah, namun sebaliknya semakin tinggi faktor air semen yang digunakan, maka kuat tekan tanah semakin berkurang. Selain itu, tanan yang distabilisasi pada indeks likuiditas yang lebih rendah memberikan kuat tekan yang lebih tinggi. Kuat tekan tanah tertinggi dicapai pada campuran semen 15% dengan faktor air semen 20% yang distabilisasi pada indeks likuiditas 0.50, dimana kuat tekan tanah meningkat hingga 29.5 kali dari kuat tekan semula.
Pemberdayaan masyarakat desa dengan pembuatan keramba jaring apung (KJA) untuk budidaya ikan tawar di Embung Desa Banaran, Klaten Bambang Setiawan; Yusep Muslih Purwana; Noegroho Djarwanti; Niken Silmi Surjandari; Siti Nurlita Fitri
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 17 No. 2 (2021): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v17i2.3532

Abstract

[Bahasa]: Desa Banaran terletak di Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Desa ini mempunyai embung desa yang belum dimanfaatkan secara produktif oleh masyarakat setempat. Masyarakat telah mengelola embung tersebut untuk budidaya ikan, namun usaha tersebut belum membuahkan hasil optimal karena prosedur pembenihan dan proses panen yang belum tepat. Akibatnya, keberadaan embung desa tersebut belum memberikan kontribusi yang signifikan untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Oleh karenanya dibutuhkan suatu upaya pemberdayaan untuk meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat dengan memanfaat-kan embung desa secara tepat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah pemberdayaan masyarakat dengan melakukan pemanfaatan embung Desa Banaran dengan pembuatan keramba jaring apung (KJA) sebagai bentuk kegiatan budidaya ikan tawar. Kegiatan ini dimulai dengan survei awal potensi dan pengukuran untuk membuat desain KJA. KJA didesain dengan menggunakan baja ringan dengan pemanfaatan drum besar untuk penyangga. Benih ikan yang dimasukan ke dalam keramba yaitu benih ikan nila. Selain itu, dilakukan juga sosialisasi kepada masyarakat atas kegiatan pemberdayaan budidaya ikan. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah transfer ilmu budidaya ikan tawar dengan KJA beserta bantuan alat keramba dan benih kepada warga Desa Banaran. Dari data awal penebaran benih ikan, kematian banyak terjadi di awal fase kemudian mengalami penurunan dan mulai stabil pada minggu ke 6. Hasil panen ikan tawar dari kegiatan ini juga dapat menjadi sumber pangan dan pendapatan masyarakat Desa Banaran. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya diwaktu yang akan datang. Kata Kunci: embung, ikan tawar, keramba jaring apung (KJA) [English]: Banaran is a village located in Delanggu, Klaten-Central Java. This area has an unproductive reservoir yet by the resident. The resident has been managing the reservoir to fish cultivation, but then the action is not enough successful because of the lack of the correct procedure. This has not made a significant impact on the community’s economy, thus efforts to empower the community are needed to improve the reservoir's economic quality. The purpose of this program is community empowerment to design and installs the new product; a floating net cage to fish farming of Banaran reservoir. The first stage of this study was survey and interview in the reservoir location. The next stage was designing the net floating cage in the detailed draft. KJA was designed using mild steel with the use of a large drum for support. Fish seeds that are put into cages are tilapia seeds. In addition, socialization was also carried out to the community on fish farming empowerment activities. The result of this community service is a transfer of knowledge of fish cultivation with KJA along with the assistance of cages and seeds to the residents of Banaran Village. The number of fish deaths decreased and began to stabilize at the 6th week. Fish harvests from this project can also be a source of food and income for the people of Banaran Village. Hopely, this activity can be a starting point for other community empowerment activities in the future. Keywords: reservoir, freshwater fish, floating net cage
ANALISIS MATERIAL RINGAN DENGAN MORTAR BUSA PADA KONSTRUKSI TIMBUNAN JALAN Deni Hidayat; Yusep Muslih Purwana; Florentina Pungky Pramesti
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan teknologi lintas atas (overpass) diharapkan dapat mengatasi kemacetan padaperlintasan sebidang tanpa mengganggu pergerakan transportasi yang ada. Konstruksi timbunan seringdihadapi pada beberapa masalah pekerjaan timbunan, diantaranya permasalahan penurunan akibatberat sendiri timbunan badan jalan dan akibat beban lalu lintas kendaraan. Permasalahan tersebutdapat diatasi salah satu opsinya menggunakan timbunan ringan yang dikembangkan sebagai inovasiteknologi karena mempunyai sifat self compacted menjadi material pengganti berkualitas tinggi (highgrade soil). Teknologi ini di luar negeri mulai banyak digunakan terutama di Jepang diterapkan padakonstruksi timbunan dibelakang abutmen jembatan, perkuatan dan pembentukan lereng galian ataulereng proteksi yang tegak karena keterbatasan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkanperbandingan deformasi pada tanah dasar akibat beban timbunan menggunakan timbunankonvensionaldengan timbunan ringanyang dianalisis menggunakan program Plaxis. Metode dalampenelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu penelitian dengan mengumpulkan data primer dansekunder dari parameter serta variabel yang diteliti kemudian dianalisis untuk diambilkesimpulan.Data-data yang digunakan mencakup data tanah dasar dan timbunan yang diambil darilokasi penelitian. Hasil penelitian berdasarkan program Plaxis, teknologi penggunaan timbunan ringanmemberikan nilai penurunan lebih kecil jika dibandingkan dengan timbunan konvensional.Penggunaan timbunanringandapat mengurangi beban timbunan karena beratnya ringan, kekuatancukup tinggi untuk subgrade, berat isi dan kuat tekan dapat didesain sesuai keinginan sehingga dapatmengurangi dampak penurunan pada jalan diatasnya.Kata Kunci: penurunan, Plaxis, timbunan ringan, lintas atas
Pemberdayaan Masyarakat dengan Perencanaan Embung Desa Randugede, Magetan-Jawa Tengah Bambang Setiawan; Niken Silmi Surjandari; Siti Nurlita Fitri; Yusep Muslih Purwana; Galuh Chrismaningwang; Harya Dananjaya I B
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i4.6485

Abstract

Kabupaten Magetan terletak pada posisi 7°38'30" Lintang Selatan dan 111°20'30" Bujur Timur dengan luas mencapai 688,85 km². Dengan mayoritas penduduk adalah petani. Hal tersebut sesuai dengan ketersediaan lahan pertanian yang masih luas yaitu 28.269 ha tanah sawah dan 40.616 ha tanah kering.  Meskipun pertanian menjadi lahan utama di Magetan, tetapi masih banyak desa di Magetan yang termasuk kelas kekeringan lahan tinggi. Berdasarkan kondisi tersebut, maka untuk meningkatkan produksi pertanian, diusulkan pembuatan embung.  Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah untuk melakukan analisa potensi embung sebagai alternatif solusi kekeringan.  Metode yang dilaksanakan adalah dengan melakukan survei untuk mendapatkan data fisik dan non fisik yang diperlukan untuk mendukung analisa yang dilaksanakan mulai bulan mei hingga juli 2022. Data menggunakan data primer dan sekunder dari beberapa sumber. Hasil survey ditindaklanjuti dengan rapat koordinasi tim pengabdian masyarakat, dimana hasilnya menjadi bahan Focus Group Discussion (FGD). Pihak-pihak yang diundang dalam kegiatan FGD adalah perangkat desa Randugede Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan dan Kepala Bidang SDA DPUPR beserta stafnya. Hasil akhir kegiatan pengabdian masyarakat yaitu lebih menyarankan untuk pengembangan embung di lokasi Desa Randugede sisi bawah karena kontur lebih memungkinkan untuk pembuatan embung dibandingkan dengan sisi atas.Magetan Regency is located at 7°38'30" south latitude and 111°20'30" east longitude with an area of 688.85 km². The majority of the population is farmers. Consequently, this location is to the availability of agricultural land, which is still extensive such as 28,269 ha of harvest fields and 40,616 ha of drought land. Although agriculture is the principal land in Magetan, many villages in Magetan still belong to high land drought susceptibility. It should build a reservoir based on these conditions to increase agricultural production. This paper aims to analyze the potential of reservoirs as an alternative solution to drought. The method implemented is to survey to obtain physical and non-physical data needed to support the analysis. The data uses primary and secondary data from several sources. The survey results were followed up with a team coordination meeting, where the results were used as a Focus Group Discussion (FGD). The parties invited to the FGD activities were the Randugede, Plaosan District, Magetan Regency, and the Head of the DPUPR. The final result of community service activities is more advisable to develop a reservoir at the Randugede Village location on the bottom side because the contours are more likely to build a pond than the top side.
Model Skala Laboratorium Tanah Ekspansif Saat Mengembang dengan Beban Slab Cahyo Agung Saputra; Bambang Setiawan; Yusep Muslih Purwana
Semesta Teknika Vol 25, No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/st.v25i2.15240

Abstract

Tanah ekspansif termasuk dalam jenis tanah bermasalah yang sangat sensitif terhadap perubahan kadar air. Jenis tanah ini menyusut secara signifikan sebagai akibat dari perubahan volume pori, menciptakan gaya angkat pada struktur yang ada dan berpotensi merusaknya. Tujuan penelitian ini untuk melihat perilaku tanah ekspansif yang berada di bawah slab beton, mulai dari pola pengembangan, tekanan yang ditimbulkan ketika tanah mengembang dan kecepatan rambatan aliran air. Penelitian dilakukan secara experimen di Laboratorium Mekanika Tanah UNS Surakarta, alat uji utama yang digunakan dalam pengujian ini berbentuk box uji dua dimensi, parameter propertis tanah yang diuji adalah kadar air awal, specific gravity, grain size analysis, dan atterberg limit. Tanah ekspansif yang digunakan berasal dari daerah Sambungmacan. Hasil dari permodelan ini didapatkan, nilai tekanan pengembangan maksimum hasil uji menggunakan proving ring adalah sebesar 121,26 kPa dengan displacement maksimum 58,54 mm dan kecepatan rambatan air rata-rata 1,2094 mm/jam.
Expansive Soil Swelling Test of Small Scale Laboratory Model on Sambungmacan Soil, Central Jawa Cahyo Agung Saputra; Bambang Setiawan; Yusep Muslih Purwana
PENA TEKNIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik VOLUME 8 NUMBER 1 MARCH 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Andi Djemma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51557/pt_jiit.v8i1.1431

Abstract

Soil is one of the most important elements in any civil engineering work, almost all construction activities are related to soil. One of the most common soil problems is expansive soil. This type of soil has a high potential to expand when compared to other types of soil. This research aims to find out how expansive the tested soil is and how it reacts when wetting. The test in this research is experimental, where the expansive soil test is modeled in a rectangular test box with a soil volume of 0.08 m3. The swelling and expansion pressures were measured using proving rings and dials, each totaling five units. The expansive soil used came from Sambungmacan Subdistrict, Sragen Regency, Central Java. The results of the property index test of Sambungmacan soil have a plasticity index percent value of 49.33% and a liquid limit (LL) of 90.16%. The test results showed that the maximum swelling reached 28.3% of the initial soil height of 200 mm and the maximum soil swelling pressure reached 103.23 kPa with a moisture content of 22.62%. The maximum pressure that occurs in each proving ring is at an average moisture content of 31.81%. The results of this study also show the effect of every 1% moisture content will produce a percent soil swelling of 0.40% to 1.08% and the average percentage of swelling pressure that occurs is in the range of 4.65 kPa to 10.26 kPa at every 1% swelling.
PENDAMPINGAN DALAM ANALISIS PENANGANAN KELONGSORAN PADA TANAH EKSPANSIF MENGGUNAKAN SOFTWARE GEOSTUDIO Galuh Chrismaningwang; Niken Silmi Surjandari; Yusep Muslih Purwana; Bambang Setiawan; Raden Harya Dananjaya; Siti Nurlita Fitri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16611

Abstract

Abstrak: Lumbung Sukodono yang terletak di Desa Sukodono, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur mengalami kelongsoran sehingga tidak berfungsi secara maksimal. Sejak tahun 2021, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, yang bertanggungjawab dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah Sukodono, telah berupaya melakukan berbagai macam perbaikan untuk menanggulangi masalah kelongsoran di Lumbung Sukodono namun hingga saat ini, kelongsoran masih terus terjadi. Penggunaan GeoStudio sebagai perangkat lunak analisis geoteknik adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan efektivitas dan kehandalan penanganan kelongsoran. Program pendampingan penggunaan software Geostudio oleh tim pengabdian masyarakat diharapkan bisa membantu mitra BBWS Bengawan Solo dalam mengidentifikasi dan menganalisis potensi kelongsoran akibat tanah ekspansif di Lumbung Sukodono dengan lebih akurat. Pendampingan dilakukan pada 3 orang staf teknik dan 3 orang staf lapangan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Dari hasil observasi, kegiatan ini secara efektif meningkatkan pemahaman mengenai perilaku tanah ekspansif dan cara pemodelannya menggunakan Geostudio terhadap seluruh peserta kegiatan pendampingan. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat kesalahan pada saat pemodelan kurang dari 10%.Abstract: Slope instability induced Lumbung Sukodono, which is located in Sukodono Village, Panceng District, Gresik Regency, East Java Province, to operate not as efficiently. Since 2021, the Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, responsible for water resource management in the Sukodono area, has been making various efforts to address the slope instability issue at Lumbung Sukodono. However, the slope instability persists. The use of GeoStudio as a geotechnical analysis software is a suitable step to enhance the effectiveness and reliability of slope instability management. A community engagement program, involving 3 technical staff and 3 field staff, was conducted to assist BBWS Bengawan Solo in identifying and analyzing potential slope instability due to expansive soils at Lumbung Sukodono more accurately. Observations revealed that the program effectively improved participants' understanding of expansive soil behavior and its modeling using GeoStudio, with modeling errors being less than 10%.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Agus Prijadi Saido Alfredh Kanggunum Ary Setyawan Ary Setyawan Bagaskara, Brilliant Bambang Setiawan Bambang Setiawan Bambang Setiawan Bambang Setiawan Bambang Setiawan Bambang Setiawan Bambang Setiawan Bambang Setyawan Budhi Sulistyanto Cahyo Agung Saputra Chrismaningwang, Galuh Crismaningwang, Galuh Damarhadi, Prayogo Danajaya, Raden Harya Dananjaya H.I, Raden Harya Darsono Darsono Deni Hidayat Dewi, Rahma Kusuma Dewi, Rahma Kusuma Dian Eksana Wibowo Djarwanti, Noegroho Djarwanti, Noegroho Djarwati, Noegroho Elok Fajar Sagita Fitri, Siti Nurlita Florentina Pungky Pramesti Galuh Chrismaningwang Galuh Chrismaningwang Galuh Chrismaningwang Habib Abduljabar Waskito Hamid Nikraz, Hamid Hanif Yuniarta Harya Dananjaya I B Hendrik Prama Herfin Ardita Prastiwi Heru Pujianto Indra, Raden Harya Danjanjaya Hesti Inneke Widyasari Lailaningrum, Shita Rosita Listanti, Sinta Nur Rizqi M Kalworai, Mahmood Mahmood M Kalworai Majid, Rensia Erlyana Masanggun Velentina Mohmed Alshekh A. M. Hmade1, Mohmed Alshekh Muhammad Iqbal Muhammad Nurdin Muhammad Saleh Nasution Nasrulloh Nasrulloh Nasrulloh Nasrulloh Nasution, Muhammad Saleh Niken Silmi Surjandari Niken Silmi Surjandari Niken Silmi Surjandari Niken Silmi Surjandari Niken Silmi Surjandari Noegroho Djarwanti Noegroho Djarwanti Noegroho Djarwati Nomleni, Ida Agustin Nor Fata Yunashirson Nugroho, Kuntoro Warso Nurfauziyah, Imtinan Prama, Hendrik Prastiwi, Herfin Ardita Prayogo Damarhadi Pujianto, Heru Purnomo, M Toni Agus Putra Perdana, I Gusti Putu Yoga Raden Harya Dananjaya Raden Harya Dananjaya Raden Harya Dananjaya Raden Harya Dananjaya Raden Harya Dananjaya, Raden Harya Ramadhan Al Mahdi Jibril Ramadhan Al Mahdi Jibril, Ramadhan Ramdhani, Martha Ramzi Yahya Rensia Erlyana Majid Reza Satria Warman Rizali, Muhammad Adi Ibrahim Sagita, Elok Fajar Saido, Agus Prijadi Saputro, Cahyo Dwi Saputro, Cahyo Dwi Setianto, Thomas Edi Shita Rosita Lailaningrum Sholihin As’ad Siti Nurlita Fitri Siti Nurlita Fitri Siti Nurlita Fitri Suhaemi, Muhammad Sulistyanto, Budhi Syafii Syafii Thomas Edi Setianto Unwanus Sa'adah Utomo, Prasetyo Widhy Velentina, Masanggun Wahyudianto, Kurniadi Warman, Reza Satria Waskito, Habib Abduljabar Yahya, Ramzi Yasir, Farid Yuniarta, Hanif Yusuf Cahyo Nogroho