Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENGGUNAAN BAMBU PETUNG SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL KONSTRUKSI DINDING PENAHAN GALIAN PADA KONDISI TANAH NON KOHESIF Wahyudianto, Kurniadi; Purwana, Yusep Muslih; Surjandari, Niken Silmi
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.428

Abstract

Pembangunan konstruksi di lokasi yang sempit dan lahan kerja yang terbatas seringkali menyebabkan galian struktur harus dilaksanakan secara tegak lurus, sehingga dibutuhkan dinding penahan untuk mengamankan galian agar tidak terjadi longsor. Bambu dipilih sebagai salah satu material kombinasi dinding penahan galian sementara karena memiliki sifat-sifat mekanika yang baik dan relatif murah.  Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi keamanan dan kelayakan bambu petung sebagai material konstruksi dinding penahan galian pada kondisi tanah non kohesif, pada konstruksi dinding penahan galian tanah dengan menggunakan kombinasi baja IWF dan bambu petung, sebagai alternatif  desain dinding penahan tanah bagi pelaksana pekerjaan. Data yang diambil adalah data sekunder tanah non kohesif.  Analisis data yang dilakukan  meliputi analisis pembebanan, analisis tekanan tanah pada dinding penahan, dan analisis dimensi bambu (check kekuatan bahan). Hasil analisis menunjukkan  bahwa material bambu petung layak dan aman digunakan  sebagai alternatif material konstruksi dinding penahan galian pada kondisi tanah non kohesif. Diharapkan hasil penelitian ini dapat  menjadi referensi bagi proyek-proyek yang memerlukan pelindung galian tegak.Kata kunci: galian tegak,  konstruksi dinding penahan tanah, kombinasi baja IWF dengan bambu
ANALISIS LENDUTAN PERKERASAN KAKU PADA PEMBEBANAN SUDUT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Yasir, Farid; Surjandari, Niken Silmi; Purwana, Yusep Muslih
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.426

Abstract

Perkerasan kaku adalah salah satu jenis perkerasan untuk menangani permasalahan akibat daya dukung tanah yang rendah. Tebal perkerasan merupakan salah satu yang diperhitungkan agar tidak terjadi lendutan yang melebihi lendutan yang diijinkan pada tanah dasarnya. Penggunaan koperan pada ujung pelat perkerasan kaku adalah alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan lendutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lendutan pada perkerasan kaku akibat beban pada posisi sudut dengan variasi ketebalan dan penambahan koperan. Besarnya lendutan akibat pembebanan sudut dianalisis dengan Metode Elemen Hingga. Model pelat berukuran 6x3 m dengan variasi tebal 15 cm, 20 cm, 25 cm, 30 cm dan 35 cm, nilai CBR 10%, mutu beton yang digunakan adalah K350, posisi pembebanan sudut dengan beban 8 ton dan koperan lebar 25 cm tinggi 50 cm. Penggunaan koperan dapat mereduksi lendutan hingga 42,36%  pada tebal 15 cm dan semakin turun dengan bertambahnya tebal pelat hingga sebesar 13,13% pada tebal 35 cm, sehingga dapat diperoleh tebal perkerasan yang lebih kecil, sebagaimana dalam hasil analisis pelat tebal 35 cm tanpa koperan diperoleh lendutan maksimum sebesar 10,659 mm atau lebih besar lendutannya dari pelat tebal 25 cm menggunakan koperan dengan lendutan maksimum sebesar 10,413 mm.Kata kunci: perkerasan kaku, koperan, lendutan, metode elemen hingga.
Suction-Monitored Direct Shear Test on Unsaturated Sand and Sand-Kaolin Clay Mixture Purwana, Yusep Muslih; Nikraz, Hamid
Jurnal Geoteknik Vol 9 No 01 (2014)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the common devices for unsaturated soil strength testing is suction-controlled direct shear. In this device, suction is adjusted by controlling water pressure and air pressure during the test. Suction was generated indirectly by adjusting the specimen’s water content to the desired value. During the test, suction was monitored using the attached tensiometer. Thus in this method, pore water and pore air pressure control is no longer required. The tests were carried out using sand and sand-kaolin clay mixtures in 95:5 and 90:10 proportions. The results indicates that shear strength with respect to matric suction exhibits a bilinear envelope with an initial value of fb is higher than the effective internal friction f¢. Despite the suction capacity of the tensiometer was relatively low, this device was effective for low air entry soils such as sand or sand with relatively small portion of fine grained material. Keywords: Sand-kaolin clay mixtures, suction-monitored direct shear test, unsaturated shear strength
ANALISIS STABILITAS LERENG DENGAN TERASERING DAN PERKUATAN BRONJONG DI DESA SENDANGMULYO, TIRTOMOYO, WONOGIRI Saputro, Cahyo Dwi; Djarwanti, Noegroho; Purwana, Yusep Muslih
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.92 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36949

Abstract

Indonesia yang beriklim tropis mempunyai curah tinggi yang dapat memberi dampak terjadinya bahaya longsor pada daerah lereng atau daerah perbukitan.. Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri merupakan salah satu daerah yang pernah terjadi longsor pada tanggal 25 dan 26 Desember 2007 akibat musim hujan di penghujung tahun tersebut. Melihat besarnya dampak yang terjadi akibat pengaruh hujan dan pemanfaatan lahan terhadap kelongsoran, maka penelitian ini sangat penting untuk dilakukan guna untuk keperluan perbaikan lereng, dalam penelitian ini lereng didesain agar mencapai safety factor yang aman. Perbaikan lereng yang digunakan adalah perbaikan lereng dengan terasering dan perkuatan bronjong. Stabilitas lereng dianalisis dengan menggunakan metode Bishop. Program yang digunakan dalam penelitian ini adalah Slope W. Data-data yang dibutuhkan dalam penggunaan program ini adalah parameter tanah, jenis material yang digunakan, dan lain-lain. Stabilitas lereng akan dianalisis dalam 2 kondisi yang berbeda yaitu pada kondisi sebelum dan setelah hujan. Setiap kondisi yang dianalisis menggunakan veriabel yang berbeda antara lain dengan sudut kemiringan lereng 60?, 45? dan 30?. Terasering berjumlah 3 trap dengan ketinggian 5, 3, 2 meter yang dihitung dari kaki lereng serta menggunakan bronjong berdimensi 0,5 x 1 meter dan 0,3 x 2 meter. Hasil dari analisis dengan Program Slope W ini merupakan solusi kondisi tanah berpasir adalah kemiringan dan terasering lereng, hal ini dibuktikan bahwa nilai safety factor aman pada kondisi sebelum dan setelah hujan yang didapat pada kemiringan lereng (a) 30? dengan terasering dan diperkuat dengan bronjong.
ANALISIS PROBABILISTIK BAHAYA GEMPA PADA BENDUNGAN WADASLINTANG Dewi, Rahma Kusuma; Purwana, Yusep Muslih; Dananjaya, Raden Harya
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 4 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.711 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i4.36544

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan dengan tingkat intensitas kegempaan yang cukup tinggi, terlihat dari lokasinya yang berdekatan dengan sumber-sumber gempa diantaranya, zona subduksi, sesar (fault) yang aktif, dan cinicin api pasifik (gunung berapi) yang tersebar di sepanjang negara kepulauan ini. Diantara beberapa pulau di Indonesia, Pulau Jawa menjadi salah satu pulau dengan aktivitas seismik yang tinggi. Pulau dengan jumlah penduduk paling banyak, sebagai pusat pemerintahan dan kegiatan industri menjadikan Jawa mempunyai tingkat resiko kerusakan bangunan dan infrastruktur yang cukup tinggi. Salah satu bangunan yang mempunyai tingkat resiko tinggi adalah bendungan urugan. Penelitian ini akan mengevaluasi bahaya gempa pada salah satu bendungan besar Indonesia yaitu Bendungan Wadaslintang. Bendungan ini terletak di perbatasan 3 kabupaten besar yaitu Kabupaten Kebumen, Purworejo dan Wonosobo. Bendungan ini dibangun pada tahun 1982 sampai 1987, dengan tinggi 116 m. Mengingat usia bendungan yang mencapai 31 tahun serta potensi gempa yang cukup tinggi, maka perlu adanya evaluasi terbaru mengenagi resiko gempa di Bendungan Wadaslintang. Analisis ini menggunakan metode Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) dengan bantuan software R-Crisis 2018. Hasil analisis PSHA menunujukkan nilai percepatan tanah maksimum di lokasi tinjuan dengan periode ulang 500, 2.500, dan 10.000 tahun sebesar 0,22 g; 0,35 g dan 0,52 g. Hasil dari proses deagregasi menunjukkan besaran dan jarak gempa yang paling berpengaruh terhadap Bendungan Wadaslintang sebesar 6,87 – 7,13 Mw dan jarak 0-33 km. Hasil pencarian ground motion, didapatkan bahwa Gempa Irpinia, Italia (1980) mempunyai kriteria yang sama dengan lokasi tinjuan sesuai hasil deagregasi.  
KUAT TEKAN TANAH LEMPUNG PLASTISITAS TINGGI YANG DISTABILISASI PADA INDEKS LIKUIDITAS 0.5 DAN 0.75 MENGGUNAKAN SEMEN Yusep Muslih Purwana; Raden Harya Dananjaya
Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.379 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i2.1530

Abstract

Tanah lempung plastisitas tinggi diklasifikasikan sebagai tanah lunak dengan daya dukung dan kekuatan yang rendah. Stabilisasi tanah dibutuhkan untuk meningkatkan sifat tekniknya. Pencampuran tanah menggunakan semen telah dilakukan untuk menstabilisasi tanah ini. Pengaruh semen dan faktor air semen terhadap kuat tekan tanah dengan masa perawatan yang berbeda telah diinvestigasi. Uji kuat tekan bebas tanah (UCS) dilakukan pada tanah yang distabilisasi dengan kandungan semen 5%, 10%, dan 15% dari berat basah tanah dengan faktor air semen 20%, 25%, 30%, dan 35% dari berat semen. Masa perawatan sampel adalah 0, 3, 7, dan 14 hari. Tanah distabilisasi pada indeks likuidtias 0.50 dan 0.75. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin tinggi proporsi semen yang digunakan, maka semakin besar peningkatan kuat tekan tanah, namun sebaliknya semakin tinggi faktor air semen yang digunakan, maka kuat tekan tanah semakin berkurang. Selain itu, tanan yang distabilisasi pada indeks likuiditas yang lebih rendah memberikan kuat tekan yang lebih tinggi. Kuat tekan tanah tertinggi dicapai pada campuran semen 15% dengan faktor air semen 20% yang distabilisasi pada indeks likuiditas 0.50, dimana kuat tekan tanah meningkat hingga 29.5 kali dari kuat tekan semula.
Pemberdayaan masyarakat desa dengan pembuatan keramba jaring apung (KJA) untuk budidaya ikan tawar di Embung Desa Banaran, Klaten Bambang Setiawan; Yusep Muslih Purwana; Noegroho Djarwanti; Niken Silmi Surjandari; Siti Nurlita Fitri
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 17 No. 2 (2021): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v17i2.3532

Abstract

[Bahasa]: Desa Banaran terletak di Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Desa ini mempunyai embung desa yang belum dimanfaatkan secara produktif oleh masyarakat setempat. Masyarakat telah mengelola embung tersebut untuk budidaya ikan, namun usaha tersebut belum membuahkan hasil optimal karena prosedur pembenihan dan proses panen yang belum tepat. Akibatnya, keberadaan embung desa tersebut belum memberikan kontribusi yang signifikan untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Oleh karenanya dibutuhkan suatu upaya pemberdayaan untuk meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat dengan memanfaat-kan embung desa secara tepat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah pemberdayaan masyarakat dengan melakukan pemanfaatan embung Desa Banaran dengan pembuatan keramba jaring apung (KJA) sebagai bentuk kegiatan budidaya ikan tawar. Kegiatan ini dimulai dengan survei awal potensi dan pengukuran untuk membuat desain KJA. KJA didesain dengan menggunakan baja ringan dengan pemanfaatan drum besar untuk penyangga. Benih ikan yang dimasukan ke dalam keramba yaitu benih ikan nila. Selain itu, dilakukan juga sosialisasi kepada masyarakat atas kegiatan pemberdayaan budidaya ikan. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah transfer ilmu budidaya ikan tawar dengan KJA beserta bantuan alat keramba dan benih kepada warga Desa Banaran. Dari data awal penebaran benih ikan, kematian banyak terjadi di awal fase kemudian mengalami penurunan dan mulai stabil pada minggu ke 6. Hasil panen ikan tawar dari kegiatan ini juga dapat menjadi sumber pangan dan pendapatan masyarakat Desa Banaran. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya diwaktu yang akan datang. Kata Kunci: embung, ikan tawar, keramba jaring apung (KJA) [English]: Banaran is a village located in Delanggu, Klaten-Central Java. This area has an unproductive reservoir yet by the resident. The resident has been managing the reservoir to fish cultivation, but then the action is not enough successful because of the lack of the correct procedure. This has not made a significant impact on the community’s economy, thus efforts to empower the community are needed to improve the reservoir's economic quality. The purpose of this program is community empowerment to design and installs the new product; a floating net cage to fish farming of Banaran reservoir. The first stage of this study was survey and interview in the reservoir location. The next stage was designing the net floating cage in the detailed draft. KJA was designed using mild steel with the use of a large drum for support. Fish seeds that are put into cages are tilapia seeds. In addition, socialization was also carried out to the community on fish farming empowerment activities. The result of this community service is a transfer of knowledge of fish cultivation with KJA along with the assistance of cages and seeds to the residents of Banaran Village. The number of fish deaths decreased and began to stabilize at the 6th week. Fish harvests from this project can also be a source of food and income for the people of Banaran Village. Hopely, this activity can be a starting point for other community empowerment activities in the future. Keywords: reservoir, freshwater fish, floating net cage
ANALISIS MATERIAL RINGAN DENGAN MORTAR BUSA PADA KONSTRUKSI TIMBUNAN JALAN Deni Hidayat; Yusep Muslih Purwana; Florentina Pungky Pramesti
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan teknologi lintas atas (overpass) diharapkan dapat mengatasi kemacetan padaperlintasan sebidang tanpa mengganggu pergerakan transportasi yang ada. Konstruksi timbunan seringdihadapi pada beberapa masalah pekerjaan timbunan, diantaranya permasalahan penurunan akibatberat sendiri timbunan badan jalan dan akibat beban lalu lintas kendaraan. Permasalahan tersebutdapat diatasi salah satu opsinya menggunakan timbunan ringan yang dikembangkan sebagai inovasiteknologi karena mempunyai sifat self compacted menjadi material pengganti berkualitas tinggi (highgrade soil). Teknologi ini di luar negeri mulai banyak digunakan terutama di Jepang diterapkan padakonstruksi timbunan dibelakang abutmen jembatan, perkuatan dan pembentukan lereng galian ataulereng proteksi yang tegak karena keterbatasan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkanperbandingan deformasi pada tanah dasar akibat beban timbunan menggunakan timbunankonvensionaldengan timbunan ringanyang dianalisis menggunakan program Plaxis. Metode dalampenelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu penelitian dengan mengumpulkan data primer dansekunder dari parameter serta variabel yang diteliti kemudian dianalisis untuk diambilkesimpulan.Data-data yang digunakan mencakup data tanah dasar dan timbunan yang diambil darilokasi penelitian. Hasil penelitian berdasarkan program Plaxis, teknologi penggunaan timbunan ringanmemberikan nilai penurunan lebih kecil jika dibandingkan dengan timbunan konvensional.Penggunaan timbunanringandapat mengurangi beban timbunan karena beratnya ringan, kekuatancukup tinggi untuk subgrade, berat isi dan kuat tekan dapat didesain sesuai keinginan sehingga dapatmengurangi dampak penurunan pada jalan diatasnya.Kata Kunci: penurunan, Plaxis, timbunan ringan, lintas atas
PENGARUH ELEKTROOSMOSIS PADA TANAH LEMPUNG DITINJAU DARI PARAMETER KONSOLIDASI TANAH Herfin Ardita Prastiwi; Niken Silmi Surjandari; Yuseph Muslih Purwana
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.644 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37097

Abstract

Tanah lempung dengan kadar air yang tinggi memiliki daya dukung tanah yang rendah, plastisitas yang tinggi, kembang susut yang relatif besar, kuat geser yang rendah dan permeabilitas yang rendah mengakibatkan penurunan yang besar. Perbaikan tanah diperlukan guna memperbaiki sifat fisik dari tanah lempung. Metode elektroosmosis merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengurangi kadar air pada tanah lempung dengan mengaliri arus listrik searah (DC). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh elektroosmosis pada tanah lempung ditinjau dari parameter konsolidasi tanah sehingga mendapatkan nilai indeks pemampatan (Cc), koefisien konsolidasi (Cv), penurunan (Sc) dan lama penurunan (t). Penelitian ini dilakukan percobaan uji model fisik ditinjau dari parameter konsolidasi tanah lempung dibawah pengaruh elektroosmosis tanpa preloading dan dengan preloading di laboratorium. Model elektroosmosis berbentuk box berukuran 30 x 30 x 15 cm dengan pemberian beda potensial 0, 4.5, 9, 12 V. Hasil konsolidasi tanah parameter nilai Cc semakin tinggi beda potensial dan preloading yang diberikan maka semakin kecil nilai Cc. Tanpa preloading pada anoda Cc = 0,476 dan dengan preloading Cc = 0,453. Parameter nilai Cv terjadi titik balik voltase pada posisi anoda Cv = 0,070 cm²/det beda potesial 10 V dan pada posisi katoda nilai Cv = 0,054 cm²/det beda potensial 11 V. Nilai Sc yang diberi elektroosmosis dengan preloading pada beda potensial 12 V posisi anoda Sc = 0,946 g/cm2 lebih kecil dibanding nilai Sc yang diberi elektroosmosis tanpa preloading pada beda potensial 12 V posisi anoda Sc = 1,030 g/cm2. Semakin besar beda potensial dan preloading yang diberikan semakin cepat waktu penurunan yang terjadi, tanpa preloading posisi anoda beda potensial 12 V nilai t = 1,161 hari dan dengan preloading t = 1,389 hari. Volume air yang keluar pada beda potensial 12 V tanpa preloading 180 ml lebih sedikit dibanding volume air yang keluar dengan preloading 343 ml.
PROFIL PERMUKAAN TANAH KERAS KOTA SURAKARTA SEBAGAI INFORMASI PRADESAIN PONDASI Reza Satria Warman; Yusep Muslih Purwana; Noegroho Djarwati
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37113

Abstract

Surakarta merupakan kota dengan pertumbuhan yang cukup pesat. Hal ini ditandai dengan banyaknya pekerjaan konstruksi bangunan komersil seperti hotel di kota Surakarta. Ketersediaan data desain yang baik tentunya menjadi suatu keharusan dalam proses perencanaan untuk memperoleh suatu desain dengan tingkat keamanan yang akurat. Salah satu aspek penting dalam proses perencanaan konstruksi adalah penyelidikan geoteknik untuk tahapan pradesain pondasi. Salah satu penyelidikan geoteknik yang sering dilakukan dalam tahapan pradesain pondasi adalah pengujian bor dalam beserta Standard Penetration Test (SPT) untuk mengetahui bagaimana profil lapisan tanah serta nilai tahanan uji standar pada suatu wilayah tinjauan. Jenis serta dimensi pondasi yang akan digunakan pada suatu pekerjaan konstruksi bangunan sangat ditentukan oleh bagaimana kondisi profil lapisan tanah serta dimana kedalaman lapisan tanah keras berada pada lokasi konstruksi bangunan tersebut. Ketersediaan data pendukung tentunya akan sangat membantu apabila tersedia untuk proses tahapan pradesain pondasi. Oleh karena itu perlu adanya informasi mengenai bagaimana profil kedalaman tanah keras yang ada di kota Surakarta untuk menunjang proses pradesain pondasi.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Agus Prijadi Saido Alfredh Kanggunum Ary Setyawan Ary Setyawan Bambang Setiawan Bambang Setiawan Bambang Setyawan Budhi Sulistyanto Chrismaningwang, Galuh Damarhadi, Prayogo Deni Hidayat Dewi, Rahma Kusuma Dewi, Rahma Kusuma Djarwanti, Noegroho Djarwanti, Noegroho Djarwati, Noegroho Elok Fajar Sagita Florentina Pungky Pramesti Habib Abduljabar Waskito Hamid Nikraz, Hamid Hanif Yuniarta Hendrik Prama Herfin Ardita Prastiwi Heru Pujianto Inneke Widyasari Lailaningrum, Shita Rosita M Kalworai, Mahmood Mahmood M Kalworai Majid, Rensia Erlyana Masanggun Velentina Mohmed Alshekh A. M. Hmade1, Mohmed Alshekh Muhammad Iqbal Muhammad Nurdin Muhammad Saleh Nasution Nasrulloh Nasrulloh Nasrulloh Nasrulloh Nasution, Muhammad Saleh Niken Silmi Surjandari Niken Silmi Surjandari Niken Silmi Surjandari Noegroho Djarwanti Noegroho Djarwanti Noegroho Djarwati Nomleni, Ida Agustin Nor Fata Yunashirson Nurfauziyah, Imtinan Prama, Hendrik Prastiwi, Herfin Ardita Prayogo Damarhadi Pujianto, Heru Purnomo, M Toni Agus Raden Harya Dananjaya Raden Harya Dananjaya Raden Harya Dananjaya, Raden Harya Ramadhan Al Mahdi Jibril Ramadhan Al Mahdi Jibril, Ramadhan Ramdhani, Martha Ramzi Yahya Rensia Erlyana Majid Reza Satria Warman Rizali, Muhammad Adi Ibrahim Sagita, Elok Fajar Saido, Agus Prijadi Saputro, Cahyo Dwi Saputro, Cahyo Dwi Setianto, Thomas Edi Shita Rosita Lailaningrum Sholihin As’ad Siti Nurlita Fitri Suhaemi, Muhammad Sulistyanto, Budhi Syafii Syafii Thomas Edi Setianto Unwanus Sa'adah Velentina, Masanggun Wahyudianto, Kurniadi Warman, Reza Satria Waskito, Habib Abduljabar Yahya, Ramzi Yasir, Farid Yuniarta, Hanif