Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

SIMULASI PERILAKU PONDASI GABUNGAN TELAPAK DAN SUMURAN DENGAN VARIASI DIMENSI TELAPAK DAN DIAMETER SUMURAN PADA TANAH LEMPUNG BERLAPIS DITINJAU DARI NILAI PENURUNAN Habib Abduljabar Waskito; Niken Silmi Surjandari; Yusep Muslih Purwana
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37125

Abstract

Pondasi gabungan telapak dan sumuran merupakan salah satu alternatif modifikasi pondasi untuk bangunan tingkat menengah. Penggunaan gabungan pondasi telapak dan sumuran ini diharapkan dapat mengurangi besar penurunan dibandingkan pondasi telapak atau sumuran saja. Penelitian ini memodelkan pondasi gabungan telapak dan sumuran (Pondasi Telasur) dengan variasi dimensi telapak dan diameter sumuran pada tanah lempung berlapis. Sebagai alat bantu penelitian digunakan bantuan Program Plaxis 3D Foundation untuk membantu analisis Pondasi Telasur ini. Hasil penelitian menunjukkan perilaku grafik penurunan terhadap beban untuk pondasi telapak, pondasi sumuran, serta pondasi gabungan telapak dan sumuran mempunyai perilaku yang sama dengan grafik penurunan terhadap beban pada tanah lempung. Adanya gabungan telapak dan sumuran membuat nilai penurunan pondasi menjadi semakin kecil dibandingkan pondasi telapak atau sumuran saja. Semakin besar dimensi telapak dan diameter sumuran, memberikan nilai penurunan yang semakin kecil. Setiap kenaikan 0,1 m dari dimensi telapak mengurangi nilai penurunan rata-rata sebesar 2,215% sedangkan setiap kenaikan 0,1 m dari diameter sumuran mengurangi nilai penurunan rata-rata sebesar 3,722%.
STABILISASI TANAH LEMPUNG PLASTISITAS TINGGI PADA INDEKS LIKUIDITAS 0 DAN 0.25 MENGGUNAKAN SEMEN Mahmood M Kalworai; Yusep Muslih Purwana; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.456 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37053

Abstract

Stabilisasi tanah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kekuatan dan memperbaiki karakteristik dari lempung plastisitas tinggi. Penelitian ini terfokus pada stabilisasi tanah menggunakan semen dengan faktor air semen (FAS) (20%, 25%, 30% dan 35%) dengan mengontrol kadar air pada indeks likuiditas (LI) 0 dan 0.25 dan variasi semen:tanah (5%, 10%, dan 15%). Pada hasil stabilisasi dilakukan perawatan selama 0, 3, 7 dan 14 hari pada keadaan tak-terendam dan terendam, kemudian dilakukan pengujian kuat tekan silinder (UCS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tegangan tanah meningkat dengan meningkatnya proporsi semen:tanah dan meningkatnya masa perawatan, kemudian menurun dengan meningkatnya kadar air tanah. Ini terbukti bahwa penggunaan semen dengan variasi semen:tanah dapat meningkatkan kekuatan tanah pada tanah lempung plastisitas tinggi.
PERBANDINGAN KAPASITAS DUKUNG PONDASI MINIPILE DENGAN RUMUS STATIS, HASIL UJI SPT, DAN HASIL UJI PDA Shita Rosita Lailaningrum; Niken Silmi Surjandari; Yusep Muslih Purwana
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.284 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37404

Abstract

Salah satu hal penting dalam perencanaan pondasi adalah kapasitas dukung dan penurunan. Apabila kapasitas dukung tanah tidak mampu memikul beban pondasi, maka penurunan yang berlebihan atau keruntuhan dari tanah akan terjadi, kedua hal tersebut akan menyebabkan kerusakan konstruksi yang berada di atas pondasi. Banyak faktor yang mempengaruhi perhitungan kapasitas dukung pondasi, di antaranya metode perhitungan dan penyelidikan tanah yang digunakan. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi hasil perhitungan kapasitas dukung pondasi minipile dengan membandingkan kapasitas dukung pondasi menggunakan rumus statis, hasil uji SPT, dan hasil uji PDA. Penelitian ini akan menentukan kapasitas dukung pondasi minipile dengan analisis perhitungan menggunakan analisis kapasitas dukung berdasarkan rumus statis dan data SPT yang dihitung dengan beberapa metode, antara lain; Metode Meyerhof dan metode l. Data yang digunakan untuk penelitian adalah data penyelidikan tanah dengan uji SPT, dan uji PDA. Hasil dari perbandingan kapasitas dukung pondasi minipile dengan rumus statis, hasil uji SPT, dan hasil uji PDA mengalami perbedaan yang satu dengan lainnya. Dilihat dari nilai rasio kapasitas dukung menunjukkan Qulab, dan QuSPT, adalah kurang dari 1. Hasil yang lebih mendekati dengan kapasitas dukung pondasi minipile yang sudah terpasang adalah berdasarkan hasil uji SPT. Jumlah pukulan N-SPT mencapai kedalaman tanah keras sangat mempengaruhi nilai kapasitas dukung pondasi.
ANALISIS DEFLEKSI LATERAL TIANG TUNGGAL PADA TANAH KOHESIF Nasrulloh Nasrulloh; Yusep Muslih Purwana; Niken Silmi Surjandari
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.364 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36935

Abstract

Pondasi tiang pancang merupakan salah satu jenis dari pondasi dalam. Pondasi tiang pancang selain dirancang untuk menahan beban-beban aksial, juga dirancang untuk memperhitungkan beban lateral. Akibat adanya beban lateral yang bekerja pada tiang pancang mengakibatkan terjadinya defleksi atau pergeseran. untuk mengetahui besarnya defleksi yang terjadi pada tiang dapat dilakukan dengan pengujian lapangan atau yang sering disebut dengan lateral test. Selain melakukan pengujian lateral test, besarnya defleksi juga dapat dianalisis menggunakan metode Reese & Matlock (1960) dan metode p-y curve. Penelitian ini akan mengamati defleksi lateral tiang tunggal pada tanah kohesif. Berdasarkan hasil uji lateral test didapatkan defleksi maksimum pada P.1 sebesar 55,74 mm. Setelah dilakukan analisis menggunakan metode p-y curve, metode Reese & Matlock (1960) didapatkan hasil bahwa nilai defleksi lateral tiang tunggal hasil analisis metode p-y curve lebih mendekati hasil uji lateral test dibandingkan dengan metode Reese & Matlock (1960), hal tersebut dikarenakan paremeter tanah dan spesifikasi tiang lebih diperhatikan pada metode p-y curve, sedangkan Metode Reese & Matlock (1960) menggunakan korelasi dalam analisisnya.
KERAWANAN BENCANA TANAH LONGSOR KABUPATEN PONOROGO Hanif Yuniarta; Agus Prijadi Saido; Yusep Muslih Purwana
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.531 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37327

Abstract

Bencana alam merupakan peristiwa alam yang dapat terjadi setiap saat dimana saja dan kapan saja, yang menimbulkan kerugian material dan imaterial bagi kehidupan masyarakat. Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang umumnya terjadi di wilayah pegunungan, terutama di musim hujan. Kabupaten Ponorogo merupakan daerah yang berpotensi mengalami bencana tanah longsor karena bentuk morfologi Kabupaten Ponorogo yang bervariasi seperti dataran tinggi dan perbukitan. Salah satu cara yang dapat diterapkan untuk memperkirakan bencana tanah longsor adalah menggunakan program aplikasi yang mampu menginventarisasi lokasi terdampak menggunakan sistem informasi geografis yang memiliki kemampuan untuk menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis dan menyajikan data bereferensi geografis. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kerawanan tanah longsor menggunakan software ArcGIS dengan metode dari Paimin, et al (2006) yang dimodifikasi, dengan parameter yang digunakan yaitu Hujan Harian maksimal 3 harian (25%), Lereng Lahan (15%), Geologi (10%), Gempa (5%), Keberadaan Sesar (5%), Penggunaan Lahan (20%), Infrastruktur (15%), dan Kepadatan Pemukiman (5%). Semua parameter ditumpangsusunkan (overlay), kemudian diberikan pembobotan (skor) pada peta hasil analisis tersebut.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kabupaten Ponorogo dapat di kategorikan sebagai daerah kerawanan bencana tanah longsor agak rawan di daerah perbukitan dan pegunungan, pada bagian dataran rendah dapat dikategorikan sebagai daerah yang kerawanan tanah longsor sedikit rawan.
PENURUNAN PERMEABILITAS DAN PENINGKATAN KUAT GESER TANAH LANAU MENGGUNAKAN PENGARUH MIKROBAKTERI BACILLUS SUBTILIS DAN PSEUDOMONAS SP Muhammad Saleh Nasution; Yusep Muslih Purwana; Bambang Setiawan
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.133 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36919

Abstract

peningkatan stabilitas tanah dilakukan dengan cara menurunkan nilai permeabilitas dan meningkatkan kuat geser tanah. Umumnya bahan tambah dalam rekayasa geoteknik berupa bahan kimia dan bahan yang bersifat solid. Pada penelitian ini penulis mencoba melakukan analisa terhadap pengaruh mikrobakteri terhadap penurunan nilai permeabilitas dan peningkatan nilai kuat geser tanah lanau sebagai alternatif bahan rekayasa geoteknik. penambahan mikrobakteri diharapkan dapat meningkatkan stabilitas tanah lanau dengan cara mereduksi nilai permeabilitas dan meningkatkan nilai kuat geser tanah yang diteliti. Mikrobakteri Pseudomonas sp dan Bacillus subtilis merupakan variasi bakteri yang digunakan pada penelitian ini. Tahap pemeraman tanah yang diinokulasi bakteri dilakukan selama 15 dan 30 hari. Pengujian penelitian ini bertujuan mengetahui prosentase peningkatan kuat geser dan penurunan nilai permeabilitas antara tanah terpengaruh bakteri dan tanah tidak terpengaruh bakteri sebagai nilai kontrol pengujian. Uji SEM dilakukan guna mengetahui pertumbuhan dan perkembangan pada tanah yang terpengaruh bakteri dengan waktu pemeraman 30 hari. Bakteri Bacillus subtilis dapat meningkatkan nilai kuat geser 59.30% dan Pseudomonas sp 48.84% terhadap perbandingan kuat geser tanah yang tidak menggunakan bakteri sebagai kontrol perbandingan. Nilai prosentase penurunan hasil uji permeabilitas tanah diperoleh sebesar 60.29% dari tanah yang dipengaruhi bakteri bacillus subtilis dan 48.92% dari hasil tanah yang menggunakan Pseudomonas sp terhadap sampel tanah yang tidak menggunakan pengaruh bakteri.
PENGGUNAAN SOIL CEMENT MIXING SKALA LABORATORIUM UNTUK STABILISASI TANAH LEMPUNG PLASTISITAS TINGGI PADA INDEKS LIKUIDITAS 0 DAN 0.25 Masanggun Velentina; Yusep Muslih Purwana; Niken Silmi Surjandari
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.633 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36967

Abstract

Stabilisasi tanah merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan stabilitas dan kapasitas daya dukung tanah. Tanah lempung plastisitas tinggi berpotensi menjadi tanah yang bermasalah karena mempunyai kekuatan rendah dan penurunan yang tinggi. Salah satu metode untuk meningkatkan daya dukung adalah stabilisasi tanah lempung menggunakan semen. Penelitian ini menggunakan tanah lempung plastisitas tinggi dari daerah rawa-rawa di Grogol, kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah yang dikondisikan kadar airnya pada Indeks Likuiditas (LI) 0 dan 0.25. Stabilisasi tanah ini berfokus pada peningkatan daya dukung tanah dengan variasi semen:tanah (15%, 20% dan 25% terhadap berat kering tanah) dan variasi Faktor Air Semen/FAS (35%, 45%, 55% dan 65% terhadap berat semen kering yang dibutuhkan) dengan pencampuran bahan stabilisasi menggunakan alat soil cement mixing skala laboratorium. Pengujian Unconfined Compressive Strength (UCS) dilakukan pada 7 hari saat kondisi tak-terendam dan terendam. Hasil penelitian menunjukkan pada hubungan tegangan dan regangan pada LI = 0 dan LI = 0.25 pada sampel tanah yang telah direndam selama 1 hari, pada indeks likuiditas 0 memiliki kekakuan tanah paling besar pada campuran semen 25% dan setiap sampel tanah mengalami penurunan kuat tekan tanah setelah direndam. Penambahan jumlah proporsi semen akan menyebabkan peningkatan kekakuan tanah. Perbandingan dengan penelitian sebelumnya menunjukkan kuat tekan tertinggi pada LI = 0 oleh karena itu kandungan kadar air sangat mempengaruhi dan sampel pada keadaan tak-terendam, kuat tekan yang dihasilkan lebih tinggi dari pada sampel pada keadaan terendam
ANALISIS STABILITAS LERENG DENGAN PERKUATAN BRONJONG MENGGUNAKAN SOFTWARE GEOSLOPE DI DESA TAMBAKMERANG, GIRIMARTO, WONOGIRI Elok Fajar Sagita; Niken Silmi Surjandari; Yusep Muslih Purwana
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36946

Abstract

Wonogiri merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah, yang memiliki kondisi topografi cenderung curam, terdiri dari banyak bukit dan lereng. Kondisi ini menyebabkan daerah tersebut berpotensi longsor cukup tinggi. Hal ini diperkuat dengan adanya peristiwa pada tahun 2007 silam, dimana bencana tanah longsor terparah terjadi dan menelan banyak korban jiwa serta rusaknya infrastruktur, sehingga untuk meningkatkan keamanan dilakukan pemasangan bronjong yang berguna menahan lereng dari kelongsoran atau gerusan erosi tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai stabilitas lereng sebelum dan sesudah diberi perkuatan bronjong di Desa Tambakmerang, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, dengan ketinggian 14 m dan kemiringan sebesar 60°. Ada empat variasi pemasangan bronjong yang dianalisis dalam perhitungan. Pemasangan bronjong disusun secara berundak dan menahan tanah. Analisis stabilitas lereng dilakukan dengan menggunakan software Geoslope. Berdasarkan hasil penelitian, stabilitas lereng sebelum diberi perkuatan bronjong akibat beban sendiri dengan menggunakan software Geoslope didapatkan safety factor (SF) sebesar 1,17. Dalam perencanaan pemasangan bronjong dengan semua variasi dapat meningkatkan stabilitas lereng, sehingga tepat digunakan untuk mengatasi kelongsoran. Bronjong dengan variasi II dengan nilai SF 1,47 merupakan variasi yang paling tepat digunakan pada lereng tersebut. Stabilitas lereng setelah diberi perkuatan bronjong dapat dinyatakan aman karena memiliki nilai faktor keamanan > 1,25.
Seismic Safety Evaluation of Mechanically Stabilized Earth (MSE) Wall for Highway Construction Rizali, Muhammad Adi Ibrahim; Yusep Muslih Purwana
Indonesian Geotechnical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Vol. 3, No. 2, August 2024
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56144/igj.v3i2.78

Abstract

The usage of Mechanically Stabilized Earth (MSE) Walls has grown in popularity over the last few decades and has been widely used in many countries for highway construction, including Indonesia. As a country with a high risk against seismic hazards, a considerable stability analysis against earthquakes for construction must be conducted. This paper is directed to evaluate the static and seismic stability of MSE wall by adopting design criteria from SNI 8460:2017 using the pseudo-static approach with Limit Equilibrium Method (LEM) which modelling earthquake as a seismic coefficient, a one-way constant load and dynamic response approach with Finite Element Method (FEM) which modelling earthquake as ground motion, a fluctuating load which varies in time. The stability analysis is performed by considering three failure mechanisms that mostly occurred in MSE Walls; base sliding, tensile overstress, and slope failure. The earthquake load is modelled based 1000-year return period earthquake. Based on the analysis result, the most potential failure mechanism that may occur in the MSE wall is tensile overstress, while the least potential failure is base sliding. The analysis result also shows that the finite element method obtained higher safety factors compared to limit equilibrium, while on the other hand, the remaining two failure mechanisms shows the different result, with the finite element method obtaining lower safety factors than limit equilibrium. Modelling seismic load as an accelerogram indicates that earthquakes have higher impacts on structure stability compared to seismic coefficient, based on seismic safety factor reduction of each method. Although show differences in the value of the safety factor, the minimum safety factor required still complies with both methods.
PENGUATAN KAPASITAS KOMUNITAS KONSTRUKSI DENGAN SOSIALISASI SNI GEOTENIK 8460:2017 BERSAMA DENGAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT KARANGANYAR Chrismaningwang, Galuh; Surjandari, Niken Silmi; Purwana, Yusep Muslih; Setiawan, Bambang; Nurfauziyah, Imtinan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27459

Abstract

Abstrak: Penguatan kapasitas komunitas konstruksi sangat penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para profesional konstruksi terkait penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) Geoteknik 8460:2017 melalui workshop dan sosialisasi yang melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Karanganyar. Metode pelaksanaan kegiatan ini melibatkan sosialisasi melalui ceramah dan diskusi interaktif terkait SNI Geoteknik 8460:2017. Mitra dalam kegiatan ini adalah profesional konstruksi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Karanganyar yang berjumlah 80 orang. Sistem evaluasi yang digunakan mencakup pemberian pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta serta post-test untuk mengevaluasi tingkat pemahaman setelah kegiatan selesai. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada skor post-test, dengan rata-rata peningkatan sebesar 8,08%. Kategori yang mengalami kenaikan tertinggi adalah Uji Laboratorium dan Implementasi yang meningkat sebesar 13,69%, diikuti oleh Standar dan Tujuan SNI Geoteknik yang meningkat sebesar 12,81%. Kegiatan ini juga berhasil menciptakan wadah kolaborasi antara akademisi dan praktisi di sektor konstruksi. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan mutu dan keberlanjutan proyek infrastruktur di daerah tersebut.Abstract: Enhancing the capacity of the construction community is crucial in supporting sustainable infrastructure development in Karanganyar Regency, Central Java. This community service activity aims to improve the understanding of construction professionals regarding the implementation of the Indonesian National Standard (SNI) Geotechnical 8460:2017 through workshops and outreach programs involving the Department of Public Works and Public Housing (PUPR) of Karanganyar Regency. The implementation method includes socialization through lectures and interactive discussions related to SNI Geotechnical 8460:2017. The partners in this activity are construction professionals from the PUPR, Karanganyar Regency, totaling 80 participants. The evaluation system used includes the distribution of questionnaires, pre-tests to measure participants' initial knowledge, and post-tests to evaluate their level of understanding after the activity. The results showed a significant increase in post-test scores, with an average improvement of 8.08%. The category with the highest increase was Laboratory Testing and Implementation, which rose by 13.69%, followed by SNI Geotechnical Standards and Objectives, which increased by 12.81%. This activity also successfully created a platform for collaboration between academics and practitioners in the construction sector. Therefore, this activity contributes to the improvement of the quality and sustainability of infrastructure projects in the region.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Agus Prijadi Saido Alfredh Kanggunum Ary Setyawan Ary Setyawan Bambang Setiawan Bambang Setiawan Bambang Setyawan Budhi Sulistyanto Chrismaningwang, Galuh Damarhadi, Prayogo Deni Hidayat Dewi, Rahma Kusuma Dewi, Rahma Kusuma Djarwanti, Noegroho Djarwanti, Noegroho Djarwati, Noegroho Elok Fajar Sagita Florentina Pungky Pramesti Habib Abduljabar Waskito Hamid Nikraz, Hamid Hanif Yuniarta Hendrik Prama Herfin Ardita Prastiwi Heru Pujianto Inneke Widyasari Lailaningrum, Shita Rosita M Kalworai, Mahmood Mahmood M Kalworai Majid, Rensia Erlyana Masanggun Velentina Mohmed Alshekh A. M. Hmade1, Mohmed Alshekh Muhammad Iqbal Muhammad Nurdin Muhammad Saleh Nasution Nasrulloh Nasrulloh Nasrulloh Nasrulloh Nasution, Muhammad Saleh Niken Silmi Surjandari Niken Silmi Surjandari Niken Silmi Surjandari Noegroho Djarwanti Noegroho Djarwanti Noegroho Djarwati Nomleni, Ida Agustin Nor Fata Yunashirson Nurfauziyah, Imtinan Prama, Hendrik Prastiwi, Herfin Ardita Prayogo Damarhadi Pujianto, Heru Purnomo, M Toni Agus Raden Harya Dananjaya Raden Harya Dananjaya Raden Harya Dananjaya, Raden Harya Ramadhan Al Mahdi Jibril Ramadhan Al Mahdi Jibril, Ramadhan Ramdhani, Martha Ramzi Yahya Rensia Erlyana Majid Reza Satria Warman Rizali, Muhammad Adi Ibrahim Sagita, Elok Fajar Saido, Agus Prijadi Saputro, Cahyo Dwi Saputro, Cahyo Dwi Setianto, Thomas Edi Shita Rosita Lailaningrum Sholihin As’ad Siti Nurlita Fitri Suhaemi, Muhammad Sulistyanto, Budhi Syafii Syafii Thomas Edi Setianto Unwanus Sa'adah Velentina, Masanggun Wahyudianto, Kurniadi Warman, Reza Satria Waskito, Habib Abduljabar Yahya, Ramzi Yasir, Farid Yuniarta, Hanif