Articles
PENINGKATAN KUAT TEKAN TANAH LEMPUNG PLASTISITAS TINGGI YANG DISTABILISASI MENGGUNAKAN SEMEN PADA INDEKS LIKUIDITAS 0.5
Ramzi Yahya;
Yusep Muslih Purwana;
Raden Harya Dananjaya
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37049
Tanah lempung plastisitas diklasifikasikan sebagai tanah lunak dengan daya dukung dan kekuatan yang rendah. Stabilisasi tanah dibutuhkan untuk meningkatkan sifat tekniknya. Penelitian mengenai stabilisasi tanah lempung plastisitas tinggi menggunakan semen telah dilakukan dalam penelitian ini, untuk mengetahui pengaruh semen terhadap kuat tekan tanah. Stabilisasi dilakukan pada tanah setelah dikondisikan dengan indeks likuiditas 0.5. Stabilisasi dilakukan dengan variasi semen (5%, 10%, dan 15% dari berat basah tanah) dan variasi faktor air semen (20%, 25%, 30%, 35% dari berat kering semen). Uji kuat tekan bebas (UCS) dilakukan setelah masa perawatan tanah (0,3, 7, dan 14 hari). . Hasil pengujian diilustrasikan menggunakan grafik dan tabel yang menunjukkan kuat tekan tanah tertinggi dicapai pada campuran semen 15% dan FAS 20%, yaitu 989.92 kN/m2 untuk sampel tidak terendam dan 674.67 kN/m2 untuk sampel terendam.
SIMULASI PERILAKU PONDASI GABUNGAN TELAPAK DAN SUMURAN DENGAN VARIASI KEDALAMAN TELAPAK DAN PANJANG SUMURAN
Rensia Erlyana Majid;
Niken Silmi Surjandari;
Yusep Muslih Purwana
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (326.168 KB)
|
DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37328
Penggunaan model pondasi gabungan telapak dan sumuran perlu dilakukan pengujian terlebih dahulu. Model pondasi gabungan belum dapat diketahui apakah memberikan sumbangan daya dukung atau justru malah mengurangi. Data tanah di dapatkan dari Laboratorium Mekanika Tanah UNS. Pemodelan dengan program Plaxis 3D Foundation v1.5 dilakukan untuk mendapatkan nilai penurunan. Penurunan diolah menjadi grafik penurunan terhadap beban kemudian di estimasi nilai daya dukung ultimit dengan Metode De Beer (1967), Metode Fuller and Hoy (1970), dan Metode Butler and Hoy (1977). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pondasi gabungan telapak dan sumuran dapat mengurangi penurunan dibandingkan dengan model pondasi tunggaldan menaikkan daya dukung ultimit neto. Semakin besar kedalaman telapak dan panjang sumuran maka semakin kecil nilai penurunan dan daya dukung ultimit meningkat. Kedalaman telapak memberikan perubahan yang lebih signifikan baik dari segi penurunan maupun daya dukung.
PERBANDINGAN ANALISIS KAPASITAS DUKUNG TIANG TUNGGAL PONDASI MINIPILE MENGGUNAKAN RUMUS DINAMIK, HASIL UJI SPT DENGAN HASIL UJI PDA
Hendrik Prama;
Yusep Muslih Purwana;
Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (385.178 KB)
|
DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37215
Pada perencanaan pondasi perlu memperhitungkan besarnya kapasitas dukung tanah setempat dan beban yang bekerja. Apabila pondasi yang direncanakan tidak mampu memikul beban pondasi, maka akan terjadi keruntuhan (failure) dan penurunan yang dapat mengakibatkan kerusakan fatal pada bangunan. Beberapa contoh penyelidikan tanah di lapangan adalah sondir, pengeboran dan Standard Penetration Test (SPT) serta uji beban tiang Pile Driving Analyzer (PDA). Dalam perencanaan pondasi terkadang hasil perhitungan kapasitas dukung pondasi antara metode satu dan lainnya menunjukan hasil yang bebeda. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jenis tanah, metode perhitungan dan pengambilan sampel tanah yang berbeda. Oleh karena itu perlu dilakukan studi yang komperhensif guna mengevaluasi hasil perhitungan kapasitas dukung pondasi tiang. Pada studi ini akan membandingkan kapasitas dukung pondasi minipile menggunakan rumus dinamik dan hasil uji SPT terhadap hasil uji PDA. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder, berupa data SPT, data minipile dan data uji PDA pada proyek Pembangunan Pabrik PT. Andalan Busana di Banyudono Kabupaten Boyolali. Studi ini mengggunakan beberapa rumus dinamik, antara lain: Rumus Hiley (1930), Rumus Janbu (1953) yang disempurnakan oleh Mansur-Hunter (1970), Rumus Sandres (1851), Rumus Olsen-Flaate (1967) dan Pasific Coast Uniform Building Code (PCUBC). Data SPT dihitung ulang dengan menggunakan 2 (dua) metode, yaitu: Metode Meyerhof dan Metode Poulos Davis (1980). Hasil dari perbandingan kapasitas dukung pondasi minipile mengalami perbedaan antara satu dengan lainnya. Dilihat dari nilai rasio kapasitas dukung (BCR) menunjukkan Qu-dinamik Rumus Hilley (1930) dan Rumus Sandres (1851) adalah kurang dari 1. Sedangkan BCR Rumus Janbu (1953) yang disempurnakan Mansur-Hunter (1970) dan Rumus Olsen-Flaate (1967) menunjukan hasil lebih dari 1. Hal berbeda ditunjukkan oleh Rumus PCUBC, rumus tersebut menunjukan nilai BCR kurang dari 1 pada kedalaman 10 meter dan lebih dari 1 pada kedalaman 6 meter. Qu-SPT Metode Meyerhof dan Poulos Davismenunjukan BCR kurang dari 1. Dari nilai-nilai tersebut, diketahui bahwa SPT Metode Meyerhof paling mendekati 1. Yang artinya Metode Meyerhof merupakan metode yang paling bisa diandalkan di dalam studi ini.
ANALISIS KEGAGALAN PONDASI TIANG KELOMPOK PADA KONSTRUKSI PILAR JEMBATAN
Prayogo Damarhadi;
Yusep Muslih Purwana;
Raden Harya Dananjaya
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (372.033 KB)
|
DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37244
Sebuah proyek pembangunan jembatan jalan tol menggunakan pondasi tiang pancang jenis spun pile. Namun sebelum keseluruhan struktur dari konstruksi jembatan tersebut selesai dikerjakan, salah satu dari pilar jembatan mengalami failure. Pondasi tiang kelompok tersebut berada pada lereng dengan kemiringan rata-rata 18o. Pilar jembatan mengalami kemiringan 10o dan bergeser sekitar 20 cm ke arah sungai. Analisis penyebab kegagalan pada pondasi pilar jembatan tersebut menggunakan metode elemen hingga yakni program Plaxis 2D. Pondasi tiang kelompok dimodelkan sebagai sebuah blok beton dengan modulus elastisitas komposit antara tanah dan tiang pancang. Analisis stabilitas lereng dilakukan sebelum dan sesudah adanya pondasi tiang kelompok pada titik tinjauan sehingga diketahui daerah kritis serta nilai safety factor (SF) dari lereng. Selanjutnya, dilakukan analisis terhadap tegangan horisontal yang terjadi yang kemudian dibandingkan dengan kapasitas pondasi tiang kelompok. Hasil analisis menunjukkan nilai SF lereng sebelum ada pondasi sebesar 1,218 dan setelah adanya pondasi pada titik tinjauan sebesar 1,222. Hal ini menunjukkan bahwa pondasi tersebut tidak terlalu berpengaruh pada stabilitas lereng dan longsor yang terjadi pada lereng tidak mempunyai pengaruh terhadap pondasi tiang kelompok. Sedangkan hasil analisi terhadap tegangan horisontal menunjukkan bahwa pondasi tidak mampu menahan tegangan horizontal yang terjadi sehingga mengalami patah. Kata Kunci : lereng, pondasi tiang, komposit, safety factor, tegangan horisontal.
ANALISIS RISIKO GEMPA DI KOTA SURAKARTA DENGAN PENDEKATAN METODE GUMBEL
Unwanus Sa'adah;
Yusep Muslih Purwana;
Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (390.378 KB)
|
DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37304
Indonesia merupakan wilayah yang rawan gempa karena terletak di antara tiga lempeng tektonik dunia. Beberapa gempa besar kerap terjadi di Indonesia yang menimbulkan banyak kerusakan, baik berupa kerusakan tanah maupun kerusakan struktur yang mengakibatkan kerugian besar. Untuk meminimkan kerusakan struktur, dapat diupayakan dengan perencanaan bangunan yang memperhitungkan gempa rencana. Dalam perhitungan gempa rencana, salah satu parameter yang biasanya dipakai adalah percepatan tanah puncak. Percepatan tanah puncak dapat dicari dengan menggunakan analisis Fungsi Atenuasi pada daerah yang akan ditinjau. Dalam penelitian ini digunakan Fungsi Atenuasi Boore et al. (1997) dan Youngs et al. (1997) dengan mempertimbangkan nilai cepat rambat gelombang geser pada lokasi yang ditinjau. Analisis Fungsi Atenuasi juga dapat disertai dengan analisis probabilitas untuk mendapatkan percepatan tanah puncak dengan kala ulang tertentu. Analisis probabilitas dalam penelitian ini menggunakan Metode Gumbel. Hasil penelitian menunjukkan percepatan tanah puncak di Kota Surakarta sebesar 0,0985 gal untuk kala ulang 500 tahun dan 0,1217 gal untuk kala ulang 2500 tahun.
SIMULASI PERILAKU PONDASI GABUNGAN FOOT PLAT DAN SUMURAN PADA VARIASI DIMENSI FOOT PLAT DAN DIAMETER SUMURAN
Budhi Sulistyanto;
Niken Silmi Surjandari;
Yusep Muslih Purwana
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (319.659 KB)
|
DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37330
Saat ini, beberapa proyek mulai menggunakan gabungan pondasi foot plat dan pondasi. Namun belum diketahui bagaimana perilaku pondasi gabungan tersebut dalam menahan beban. Penelitian ini meninjau besarnya penurunan akibat dari penambahan beban aksial vertikal pada tengah pondasi. Nilai penurunan digunakan untuk mendapatkan daya dukung pada berbagai variasi pondasi gabungan. Asumsi daya dukung awal yang diberikan adalah penjumlahan daya dukung foot plat dan sumuran. Parameter tanah dasar yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari di Laboratorium Mekanika Tanah UNS berupa tanah lempung. Pondasi dimodelkan dalam bentuk monolit dan mutu beton yang digunakan adalah f'c 25 MPa. Selanjutnya, data parameter dianalisis dengan software Plaxis 3D Foundation v.1.6. Penggabungan pondasi foot plat dengan pondasi sumuran menambah daya dukung namun terdapat selisish 11% dari penjumlahan daya dukung foot plat dan daya dukung sumuran. Pengurangan dimensi foot plat memberikan efek penurunan daya dukung pondasi yang lebih signifikan jika dibandingkan dengan pengurangan diameter sumuran.
STABILISASI TANAH LEMPUNG PLASTISITAS TINGGI PADA INDEKS LIKUIDITAS 1 DAN 1.25 DENGAN SEMEN MENGGUNAKAN SOIL CEMENT MIXING SKALA LABORATORIUM
Yusep Muslih Purwana;
Niken Silmi Surjandari
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (657.468 KB)
|
DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36931
Stabilisasi tanah merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki karakteristik pada tanah bermasalah. Tanah lempung plastisitas tinggi termasuk dalam tanah bermasalah karena mempunyai daya dukung rendah. Salah satu metode untuk meningkatkan daya dukung adalah stabilisasi tanah lempung menggunakan semen. Penelitian ini menggunakan tanah lempung plastisitas tinggi dari daerah Sukoharjo yang dikontrol kadar airnya pada Indeks Likuiditas (LI) 1 dan 1.25. Stabilisasi tanah ini berfokus pada peningkatan daya dukung tanah dengan variasi semen:tanah (15%, 20% dan 25% terhadap berat kering tanah) dan variasi Faktor Air Semen/FAS (35%, 45%, 55% dan 65% terhadap berat semen kering yang dibutuhkan). Pencampuran semen dan tanah menggunakan soil cement mixing skala laboratorium. Pengujian Unconfined Compressive Strength (UCS) dilakukan pada 7 hari saat kondisi tak-terendam dan terendam. Data pengujian digunakan sebagai input data analisis untuk mendapatkan kuat tekan tanah yang dihasilkan. Hasil pengujian UCS didapat grafik hubungan antara kuat tekan dengan proporsi semen:tanah, proporsi FAS, keadaan tak-terendam dan terendam, dan perbandingan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan tanah meningkat dengan meningkatnya proporsi semen:tanah; FAS 35% adalah FAS paling optimum, dan meningkatnya kuat tekan silinder setelah dilakukan pencampuran bahan stabilisasi menggunakan soil cement mixing skala laboratorium. Pada kadar air LI = 1 dan kondisi tak-terendam kuat tekan yang dihasilkan lebih tinggi dari pada LI = 1.25 dan kondisi terendam. Ini terbukti bahwa penggunaan semen dengan variasi FAS dapat meningkatkan kekuatan tanah pada tanah lempung plastisitas tinggi
ANALISIS PENGARUH BEBAN GEMPA TERHADAP STABILITAS LERENG DI DESA SENDANGMULYO, TIRTOMOYO, WONOGIRI
Heru Pujianto;
Yusep Muslih Purwana;
Niken Silmi Surjandari
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36958
Beberapa daerah di Kabupaten Wonogiri memiliki kontur tanah yang berbukit-bukit, karena bentuk muka tanah itulah maka ada beberapa kejadian tanah longsor yang pernah terjadi di Wonogiri. Kasus yang akan dikaji pada penelitian ini adalah di daerah Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri yang pernah terjadi longsor. Melihat masih banyaknya jumlah penduduk yang masih bermukim di bawah lereng tersebut, maka penelitian ini sangat penting untuk keperluan mitigasi bencana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besar perubahan nilai faktor aman stabilitas lereng setelah dilakukan penambahan beban gempa. Penelitian ini diawali dengan mengumpulkan data sekunder berupa data tanah, data profil lereng dan data beban hujan. Kasus penelitian lereng dianalisis dengan Slope/W untuk metode statik dan pseudo statik sedangkan Quake/W untuk metode dinamik. Lereng dikondisikan setelah hujan 2 harian yang diambil dari data sekunder. Hasil analisis stabilitas lereng dengan menggunakan metode statik menunjukan nilai SF paling kecil sebesar 0,47 untuk lereng dengan kemiringan 60o. Hasil analisis stabilitas lereng dengan menggunakan metode pseudo statik dengan memasukan koefisien gempa dengan nilai sebesar 0,92 dan menunjukan nilai SF paling kecil sebesar 0,38 untuk lereng dengan kemiringan 60o. Hasil analisis stabilitas lereng dengan menggunakan metode dinamik menunjukan nilai SF paling kecil sebesar 0,40 untuk lereng dengan kemiringan 60o. Hasil analisis stabilitas lereng dari ketiga metode tersebut didapatkan nilai SF paling kecil pada metode pseudo statik yaitu pada sudut 60o dengan nilai SF sebesar 0,38, karena metode pseudo statik arah beban gempa dianggap ke arah luar lereng yang dapat meningkatkan gaya longsor pada lereng.
STABILISASI TANAH LEMPUNG PLASTISITAS TINGGI PADA INDEKS LIKUIDITAS 1 DAN 1.25 MENGGUNAKAN SEMEN
Nor Fata Yunashirson;
Yusep Muslih Purwana;
Raden Harya Dananjaya
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.96 KB)
|
DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37114
Stabilisasi tanah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kekuatan dan memperbaiki karakteristik dari lempung plastisitas tinggi. Pada penelitian ini, terfokus pada stabilisasi tanah menggunakan semen dengan Faktor Air Semen (FAS) 20%, mengkontrol kadar air pada indeks likuiditas (LI) = 1 dan LI = 1.25 dan variasi semen:tanah (5%, 10%, dan 15%). Pada hasil stabilisasi dilakukan perawatan selama 0, 3, 7 dan 14 hari pada keadaan tak-terendam dan terendam, kemudian dilakukan pengujian kuat tekan silinder (UCS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tegangan tanah meningkat dengan meningkatnya proporsi semen:tanah dan meningkatnya masa perawatan, kemudian menurun dengan meningkatnya kadar air tanah. Ini terbukti bahwa penggunaan semen dengan variasi semen:tanah dapat meningkatkan kekuatan tanah pada tanah lempung plastisitas tinggi.
STUDI PENGARUH MIKROBAKTERI TERHADAP PERMEABILITAS DAN KUAT GESER TANAH LEMPUNG DENGAN VARIASI WAKTU PEMERAMAN
Thomas Edi Setianto;
Yusep Muslih Purwana;
Bambang Setyawan
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (621.642 KB)
|
DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36969
Nilai permeabilitas dan kuat geser memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan stabilitas tanah. Jika di Indonesia pada umumnya bahan yang digunakan untuk material peningkatan stabilitas tanah adalah bahan kimia, namun pada penelitian ini penulis akan mencoba menganalisa penambahan mikrobakteri penghasil eksopolisakarida pada tanah lempung sebagai alternatif bahan tersebut. Dimana diharapkan penambahan mikrobakteri ini dapat menambah stabilitas tanah dengan cara mereduksi nilai permeabilitas dan meningkatkan nilai kuat geser tanahnya. Proses inokulasi mikrobakteri ini dilakukan terhadap dua variasi jenis mikrobakteri (Pseudomonas sp dan Bacillus subtilis). Pemeraman setelah inokulasi mikrobakteri kedalam tanah selama 15 dan 30 hari yang kemudian dilakukan pengujian permeabilitas dan kuat geser. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh mikrobakteri dalam mereduksi nilai permeabilitas dan meningkatkan nilai kuat geser tanah setelah proses inokulasi selesai. Hasil penelitian ini didukung dengan foto scan hasil uji SEM untuk mengetahui perubahan pada tanah asli dan tanah campuran bakteri pada masa pemeraman 30 hari. Hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa inokulasi mikrobakteri sangat berpengaruh terhadap tanah lempung yang dinyatakan dalam presentase. Hasil pengujian permeabilitas didapatkan prosentase penurunan nilai permeabilitas sampel hasil inokulasi Bacillus subtilis sebesar 67,18% dan sampel hasil inokulasi Pseudomonas sp sebesar 58,73% terhadap sampel natural sebagai kontrol. Sedangkan hasil pengujian kuat geser didapatkan prosentase peningkatan nilai kuat geser sampel hasil inokulasi Bacillus subtilis sebesar 79,57% dan hasil inokulasi Pseudomonas sp sebesar 70,97% terhadap sampel natural sebagai kontrol.