Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

STREET SHOPPING MALL DI MANADO. Arsitektur Nusantara Kasawuri Y. A. L. F Wuritimur; Raymond Ch. Tarore; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21269

Abstract

Manado sebagai salah satu kota di Indonesia timur yang menjadi pusat segala aktifitas ekonomi, pariwisata, perdagangan, jasa dan industri yang dalam perkembangannya cukup pesat. Sebagai ibukota provinsi Sulawesi Utara tentunya Manado mempunyai daya tarik para investor dan para wisatawan untuk berkunjung dan menanamkan saham di kota ini. Dalam perkembangan ekonomi, peningkatan cukup signifikan disektor perdagangan dan Jasa yang mana  munculnya Pusat Perbelanjaan modern di kota Manado sebagai salah satu gaya hidup dan perkembangan sebuah kota. Manado telah memiliki beberapa pusat perbelanjaan modern (shopping mall) namun, kebanyakan berkonsep enclosed mall. Enclosed mall adalah sebuah pusat perbelanjaan modern yang tertutup, dimana para pengunjung akan terlindung dari panas matahari maupun air hujan. Pada perkembangannya, pusat perbelanjaan dimulai dari konsep terbuka, dalam artian tanpa penutup atap. Karakteristik mall ini yang diangkat sebagai pusat perbelanjaan pertama kali muncul yang akan di kembangkan sebagai pedestrian mall atau juga street shopping mall. Konsep Street Shopping Mall adalah sebuah pusat perbelanjaan yang mengorientasikan pejalan kaki ketika sedang berjalan-jalan atau rekreasi. Pusat perbelanjaan terbuka yang diharapkam sebagai transformasi baru sebuah shopping mall di Kota Manado. Arsitektur Nusantara sendiri dipilih karena akan memberikan sebuah nuansa baru dalam shopping mall dengan mengangkat keragaman budaya lokal Indonesia dengan ciri khasnya.                                         Kata Kunci: Street, Shopping Mall, Manado, Arsitektur Nusantara
PUSAT WISATA KULINER DI MANADO. Lokalitas Arsitektur Juan E. Nussy; Dwight M. Rondonuwu; Raymond Ch. Tarore
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23673

Abstract

Pusat Wisata Kuliner adalah sebuah kawasan pariwisata pusat kuliner yang bisa memenuhi kebutuhan kuliner pengunjung dan wisatawan di kota Manado sekaligus tempat rekreasi dan refreshing dimana pengunjung dapat menikmati berbagai wisata kuliner yang mampu mencerminkan budaya dan ciri khas Kota Manado. Pusat Wisata Kuliner di Manado dirancang untuk menyempurnakan dan melengkapi berbagai kekurangan dari kawasan wisata kuliner yang sudah ada sebelumnya seperti kurangnya perancangan pada ruang luar yang mencakup tempat parkir, ruang terbuka hijau, view  menarik yang disesuaikan dengan fungsi dan prinsip arasitektural. Selain dalam hal ruang luar, perencangan ruang dalam juga menjadi perhatian perancangan tata ruang dan fungsi ruang guna untuk kenyamanan pengguna. Menggunakan konsep perancangan Lokalitas Arsitektur kawasan ini akan menonjolkan ciri khas Sulawesi Utara dalam desain bangunan serta ornament-ornament di dalamnya. Metode perancangan ini menggunakan metode proses desain Glass Box oleh J.C Jones dengan pendekatan perancangan terhadap 3 point utama yaitu, pendekatan terhadap tipologi, pendekatan terhadap tema dan pendekatan terhadap kajian tapak dan lingkungan. Sehingga menghasilkan suatu desain berupa layout plan, site plan, denah, tampak bangunan, potongan bangunan, utilitas dan gambar perspektif sesuai dengan konsep perancangan. Kata Kunci: Kota Manado, Pusat Wisata Kuliner, Lokalitas Arsitektur
PUSAT KREATIVITAS ANAK & REMAJA DI KOTA SORONG. Arsitektur Perilaku Januar C. Patetu; Aristotulus E. Tungka; Raymond Ch. Tarore
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24634

Abstract

Kreativitas merupakan suatu cara mengekspresikan, aktualisasi diri seorang individu khususnya kaum muda anak dan remaja di Kota Sorong. Kreativitas bersifat kompleks dapat berupa kesenian, kebudayaan maupun teknologi yang mana jika tidak diwadahi serta diarahkan dengan tepat akan mengakibatkan tidak berkembangnya kreativitas tersebut dan malah akan bersifat merusak. Bercermin dari potret realita dimana tidak tersedianya suatu wadah atau ruang publik bagi kegiatan kreativitas yang ada dikalangan kaum muda anak dan remaja di Kota Sorong, Pusat Kreativitas Anak & Remaja di Kota Sorong didesain untuk mewadahi seluruh aktivitas kegiatan kreativitas yang ada. Pusat Kreativitas sebagai ruang publik didesain dengan penerapan tema Arsitektur Perilaku yang mana dalam penerapannya disesuaikan dengan citra dan fungsi dari objek serta pola perilaku yang ada dikalangan anak & remaja di Kota Sorong. Sebuah ruang publik yang didesain selain memanfaatkan ruang dalam juga menghadirkan ruang luar yang guna mewadahi aktivitas kreatif outdoor serta event-event yang bersifat idealis. Kata kunci : Pusat Kreativitas Anak & Remaja di Kota Sorong, Arsitektur Perilaku
PUSAT PENANGKARAN DAN REHABILITASI SATWA ENDEMIK DI TAHURA H.V. WORANG GUNUNG TUMPA. Sustainable Landscape Architecture Ekleysia C. Koagouw; Raymond Ch. Tarore; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24635

Abstract

Kualitas kehidupan bagi makhluk hidup diterapkan dalam pemeliharaan dan pelestarian alam. Dengan kekayaan alam yang melimpah, Sulawesi Utara merupakan daerah potensial yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati. Potensi ini dapat diarahkan sebagai penangkaran satwa yang hampir punah dengan menerapkan rehabilitasi bagi satwa yang sakit, sehingga dapat menciptakan perlindungan bagi satwa endemik Sulawesi. Diharapkan dengan pengadaan objek berbasis lingkungan ini, akan timbul rasa kepedulian kepada alam dan makhluk hidup lainnya.Taman Hutan Raya Gunung Tumpa memberi prospek yang baik untuk di jadikan lokasi perancangan. Ditahun 2014, kawasan ini ditetapkan menjadi kawasan hutan dengan fungsi Kawasan Pelestarian Alam (KPA) melalui Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor SK.1832/Menhut-II/2014. Di tahun yang sama kawasan ini dipertegas kembali keberadaannya sebagai KPA melalui Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor SK.734/Menhut-II/2014 tanggal 2 September 2014. Kawasan Taman Hutan Raya Gunung Tumpa H.V.Worang menjadi kawasan pelestarian alam sekaligus merupakan satu-satunya sumber daya hutan di Kota Manado. Dengan menerapkan tema Sustainable Landscape Architecture dalam perencanaan ruang dalam dan luar yang mengupayakan pembangunan berkelanjutan sehingga rancangan dapat berfungsi sebagai sarana rekreasi,pendidikkan dan penelitian daerah. Oleh karena itu, penerapan tersebut berbuah pada terciptanya lingkungan binaan yang adaptif dengan alam dan segala perubahannya.            Kata kunci : Penangkaran, Rehabilitasi, Satwa,  Sustainable Landscape Architecture, Tahura, Gunung Tumpa.
SLOW MAR SLAK SPORT CENTER DI MANADO. Futuristic Architecture Samuel T. Rengkung; Raymond Ch. Tarore; Mohammad M. Anasiru
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25044

Abstract

Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani. Kegiatan olahraga sudah ada sejak dulu, dewa dalam pandangan orang Yunani dipandang mau menghargai prestasi dan kompetisi serta memiliki sikap heroisme. Olahraga yang dihargai adalah mereka yang mampu mencapai prestasi tertinggi dengan cara-cara ksatria. Olimpiade pertama musim panas dilaksanakan pada tahun 1896, sedangkan olimpiade pertama musim dingin dilaksanakan pada tahun 1924.  Ada banyak jenis olahraga yang dapat dilakukan, dan seiring berkembangnya waktu, sudah mulai banya olahraga – olahraga baru yang mulai di kembangkan sampai di perlombakan. Di Indonesia ada begitu banyak atlet terutama di kota Manado, Sulawesi Utara. Yang sudah membuahkan hasil prestasi yang tinggi, namun dalam pelatihan mereka tidak bisa di lakukan dengan secara cepat dan maksimal karena masih kurangnya fasilitas – fasilitas yang dapat menunjang kegiatan olahraga di Manado, terutama untuk olahraga yang sedang banyak di geluti oleh anak muda, antara lain Dance Modern, Skate Board, Futsal, Basket, Capoeira, Break Dance, dan lain sebagainya. Perancangan Slow Mar Slak Sport Center merupakan alternatif untuk menyediakan fasilitas dan sarana kepada para aktivis olahraga terutama di bidang-bidang olahraga yang sedang berkembang di kota Manado, terutama di kalangan anak muda. Dengan tema futuristic architecture, di mana tema ini memadukan teknologi bahan bangunan dengan bentuk – bentuk yang baru, unik, kreatif, dan inovatif. Yang tidak terikat dengan masa lalu, bangunan yang di persiapkan untuk masa yang akan datang. Slogan untuk Slow Mar Slak di gunakan sebagai ear catching pada masyarakat, agar bisa menjadi pemacu untuk mereka yang ingin menjadi atlet, karena untuk mencapai hasil yang memuaskan, di perlukan kesabaran, niat, dan tekat.
AKADEMI SEPAKBOLA MANADO. Green Architecture Yohanes R. S. Elias; Raymond Ch. Tarore; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25589

Abstract

Sepak bola saat ini menjadi olahraga terpopuler di dunia termasuk di Di indonesia sepakbola telah menjadi olahraga terpopuler dan paling diminati oleh masyarakat baik kalangan muda maupun tua.Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya kompetisi sepakbola yang berlangsung di dalam negeri yang bahkan memiliki daya tarik tinggi bagi pemain asing untuk bermain di liga indonesia.Berbagai klub dari kota kota besar di Indonesia telah mengambil bagian dalam kompetisi nasional yang ada.Namun sayangnya dalam hal ini kota  Manado masih belum  memiliki klub yang memiliki kemampuan dengan standar yang mampu  mencukupi untuk dapat bersaing di liga lokal Indonesia bahkan  fungsi dari stadion kota tidak dapat dimaksimalkan.Salah satu faktor yang ada disebabkan oleh kurangnya pemain lokal dengan  kemampuan yang dapat bersaing di tingkat nasional.Hal ini disebabkan minimnnya pedidikan sejak usia dini dan juga kurangnya sarana pendukung seperti lapangan untuk tempat bermain dan berlatih.Dalam perancangan kali ini tema yang digunakan adalah Green Architecture. Arsitektur hijau adalah suatu pendekatan perencanaan bangunan yang berusaha untuk meminimalisasi berbagai pengaruh membahayakan pada kesehatan manusia dan lingkungan Konsep ini sangat cocok dipakai dalam perancangan objek karena lokasi dari objek yang berada dalam kawasan pengembangan kota baru dan perancangan bangunan ditargetkan utuk penggunaan jangka panjang dan juga hasil rancangan dapat membawa dampak positif serta menjadi panutan dalam pembangunan kota yang sehat,hemat energi dan ramah lingkungan.Kata Kunci: Akademi Sepakbola, Sepakbola,Manado,Green Architecture.
ISLAMIC CENTER DI KOTA KOTAMOBAGU. “ARSITEKTUR KONTEMPORER” Riansyah Nuh; Surijadi Supardjo; Raymond Ch. Tarore
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i1.37024

Abstract

Indonesia adalah bangsa yang memiliki kebudayaan yang unik dan beraneka ragam. Dimana tiap-tiap daerah di Indonesia memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dan menghasilkan suatu kesenian khas yang membedakan antara daerah satu dengan daerah lainnya. Salah satu kota kesenian yang khas di Indonesia adalah Kota Jayapura. Kota jayapura merupakan kota seni dan budaya yang kental. Tari triton, tari pikon/kecapi mulut dan tari tipa merupakan salah satu kebudayaan dan kesenian peninggalan tradisi Papua. Sering dengan perkembangan jaman kebudayaan Papua mulai terlupakan, banyak generasi muda tadak mengenali tentang kebudayaan-kebudayaan tersebut. Masuknya budaya asing menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap menurunnya minat masyarakat budayanya sendiri, terutama generasi muda mudi yang lebih enjoi dengan kesenian-kesenian modern yang telah menjamur sampai lupa akan indentitas mereka sebagai orang Papua. Oleh karena itu, dengan adanya perancangan Pusat Seni dan Budaya Papua di Jayapura ini dapat meningkatkan kembali akan indentitas kebudayaan daerahnya dan memperkenalkan kebudayaan Papua ke manca Negara dengan cara memberikan pelatihan, pengembangan akan kesenian-kesenian Papua kepada masyarakat khususnya masyarakat Orang Asli Papua serta sarana pelestarian kebudayaan daerah dan sarana rekreasi. Output dari pada rancangan tidak hanya dari segi fisik atau keindahan arsitekturnya saja, melainkan nilai-nilai dari arsitektur Papua tersebut yang dimunculkan pada perkembangan arsitektur-arsitektur jaman sekarang tanpa melupakan arsitektur daerahnya. Dengan penerapan tema Re-Interpreting Tradisi ini diharapkan dapat mengangkat kembali nilai-nilai arsitektur Papua yang mulai dilupakan. 
PUSAT SENI DAN BUDAYA PAPUA DI JAYAPURA. “REINTERPRETING TRADISIONAL” Doanus Kogoya; Vicky Makarau; Raymond Ch. Tarore
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i1.37027

Abstract

Indonesia adalah bangsa yang memiliki kebudayaan yang unik dan beraneka ragam. Dimana tiap-tiap daerah di Indonesia memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dan menghasilkan suatu kesenian khas yang membedakan antara daerah satu dengan daerah lainnya. Salah satu kota kesenian yang khas di Indonesia adalah Kota Jayapura. Kota jayapura merupakan kota seni dan budaya yang kental. Tari triton, tari pikon/kecapi mulut dan tari tipa merupakan salah satu kebudayaan dan kesenian peninggalan tradisi Papua. Sering dengan perkembangan jaman kebudayaan Papua mulai terlupakan, banyak generasi muda tadak mengenali tentang kebudayaan-kebudayaan tersebut. Masuknya budaya asing menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap menurunnya minat masyarakat budayanya sendiri, terutama generasi muda mudi yang lebih enjoi dengan kesenian-kesenian modern yang telah menjamur sampai lupa akan indentitas mereka sebagai orang Papua. Oleh karena itu, dengan adanya perancangan Pusat Seni dan Budaya Papua di Jayapura ini dapat meningkatkan kembali akan indentitas kebudayaan daerahnya dan memperkenalkan kebudayaan Papua ke manca Negara dengan cara memberikan pelatihan, pengembangan akan kesenian-kesenian Papua kepada masyarakat khususnya masyarakat Orang Asli Papua serta sarana pelestarian kebudayaan daerah dan sarana rekreasi. Output dari pada rancangan tidak hanya dari segi fisik atau keindahan arsitekturnya saja, melainkan nilai-nilai dari arsitektur Papua tersebut yang dimunculkan pada perkembangan arsitektur-arsitektur jaman sekarang tanpa melupakan arsitektur daerahnya. Dengan penerapan tema Re-Interpreting Tradisi ini diharapkan dapat mengangkat kembali nilai-nilai arsitektur Papua yang mulai dilupakan.